
Setelah membaca pesan erina segera merapikan semua pekerjaanya dan segera pulang kerumah.
Sampai dirumah erina memikirkam cara untuk bicara pada dimas, setelah beberapa bulan ini erina belum menemukan waktu yang tepat. Mungkin ini saatnya erina bicara dengan dimas.
Tapi dia masih bingung sebaiknya bicara setelah bapak datang atau sebelumnya. Mimikirnya erina menjadi pusing tiba - tiba kepalanya. Sebentar lagi juga dimas sudah pulang dari kantor.
Karena pusing erina tertidur didepan tv tak terasa dimas sudah pulang dari kantor. Dimas mencari - cari erina tapi asisten rumah tangganya mengatakan jika erina sudah pulang dari tadi dan tidur di sofa.
Dimas melihat erina tidur di sofa begitu lelapnya. Dimas perlahan - lahan mendekati erina, dimas membelai rambut erina dan menyentuh kening erina dan memang sepertinya tubuh erina sedikit panas.
Menyadari ada dimas erina terbangun.
" Mas......sudah pulang.....maaf ya mas erina ketiduran "
" Kamu sakit sayang badan kamu panas "
" Kepala erina pusing mas......sedikit......."
Erina merebahkan kepalanya di pundak dimas.
" Mau ke dokter sayang "
" Gak mas nanti juga hilang kalau erina pakai tidur "
" Sudah makan sayang, makan dulu ya terus minum obat ya baru istirhat lagi "
" Hhhhmmmmm tapi erina males makan, mau mandi tarus sholat terus tidur lagi aja "
" hey......sayang gak boleh kalau gak makan nanti kalau perut kosong sementara kamu pusing gak sembuh - sembuh nanti makan dulu baru tidur lagi, yuk kekamar dulu "
" gendong ya mas......"
" manjanya istri mas......ya udah ayo......"
Dimaspun mengendong erina masuk ke kamar, erina segera membersihkam diri lalu melaksanakan sholat mahgrib dan tak berapa lama sholat isya secara berjamaah dengan dimas.
__ADS_1
Semenjak hubungan mereka membaik setiap kali sholat dimas selalu menjadi imam erina kecuali mereka tidak berada dalam satu tempat.
Dimas membujuk erina untuk makan karena sedang tidak enak badan dimas meminga mb sri membuatkan bubur ayam untuk erina. Untung saja mereka memiliki asisten rumah tangga orang Indonesia jadi dalam hal makanan dan masakan sesuai dengan lidah mereka.
Dimas lalu menyuapi erina makan walau tidak habiskan setidaknya sudah ada asupan makanan yang masuk. Erina lalu minum obat kemudian tertidur disamping dimas. Dimas juga tidak tega meninggalkan erina saat sedang sakit.
Dua hari kemudian erina sudah membaik tapi dia tampak gelisah karena bapak akan segera tiba dirumahnya untuk menemui dimas. Kebetulan ini adalah hari minggu dan dimas juga berada dirumah.
Dimas saat ini masih sibuk dengan laptopnya karena ada urusan perkerjaan yang harus di selesaikannya. Karena erina habis sakit maka hari ini dimas tidak mengajaknya pergi dan memutuskan untuk berada dirumah saja.
Bapak sudah tiba di bandara dan dijemput langsung oleh andra. Andra memang sudah tau jika pak prabu akan memenui dimas tapi karena memang minta untuk di rahasiakan maka andra hanya bisa mematuhi perintah pak prabu.
Andra langsung mengatar pak prabu kerumaj dimas. Disepanjang jalan mereka juga tidak banyak bicara. Akhirnya mereka sampai didepan rumah dimas.
Andra menekan bel di pintu depan dan tak lama mb sri membukakan pintu, andra meminta dipanggilkan dimas.
" pak ada tamu yang ingin bertemu....ada diruang tamu "
" siapa mb sri......saya baru pertama bertemu tapi beliau datang bersama pak andra "
" iya baiklah.....saya akan turun "
" bapak apa kabar......sehat....sehat kan pak, maafkan erina yang belum bisa membujukas dimas untuk kembali "
" tidak apa - apa nak bapak sudah berterima kasih atas semua yang kamu lakukan "
" Bapak silahkan diminum erina sendiri yang membuat tehnya "
" iya terima kasih nak.....kamu begitu baik, rumah kalian juga cukup bagus tapi akan lebih bagus jika tidak sejauh ini bapak harap bisa melihat kalian bahagia "
Tiba - tiba dimas muncul dari balik tembok dan merasa tidak senang atas kehadiran bapak dirumahnya.
" Ada apa bapak tiba - tiba kemari rasanya tidak ada hal yang perlu kita bicarakan "
" mas......bapak kesini untuk ........"
__ADS_1
Sebelum erina selesai bicara dimas sudah menyuruh erina diam. Dan keluar dari ruangan bersama andra.
Erina dan andra langsung keluar dari ruang tamu dan membiarkan mereka berdua saja.
" dimas bapak akui bapak salah tapi tolong dengarkan bapak sekali ini saja "
" rasanya saya selalu mendengarkan semua perkataan dan perintah bapak, kapan dimas pernah menantang bapak tidak pernah, tapi untuk satu hal itu dimaa tidak bisa "
" dimas bapak sudah menikah kembali dengan ibu kandung kamu "
Sumpah hal apalagi ini, membuat dimas semakin emosi saja terhadap bapaknya. Rasanya seperti ada petir di atas kepala dimas.
" oohh....apa lagi ini......dan dimas rasa dimas tidak perlu mendengarkan semua itu, tapi ini untuk kedua kalinya bapak menduakan ibu sebenarnya mau apa bapak ibu dan siapa dia "
" DIIIMASSSSSS dia adalah ibu kandung kamu ibu yang melahirkan kamu dengan taruhan nyawa, mengandung mu selama lebih dari 9 bulan menyusui kamu 6 bulan penuh tanpa putus, sampai mengorbankan dirinya untuk kebagian kamu, kamu tau kenapa dia menyerahkan kamu kepada ibu kamu karena dia tidak ingin status kamu di pertanyakan orang dan memberikan keluarha yang utuh dan normal untuk kamu dan kini dia sedang terbaring lemas karena sakitnya tidak kah ada rasa simpati kamu kepada ibu kandung kamu, betapa dia sangat menyayangi kamu sejak kamu dikandunganyak, bapak dimasa saksinya dia tidak berharap apapun dari kamu cuma ingin melihat kamu 1 kali saja sebelum dia pergi tidak bisakan kamu hilakankan amarah kamu dan datanglah kepadanya berikan sedikit saja kasih sayang kamu pada seorang ibu yang sudah melahirkan kamu kedunia ini, bapak hanya tidak ingin kamu menyesal jika terjadi sesuatu pada ibu kandung kamu itu saja, selebihnya semua adalah salah bapak karena memintingkan kepentingan keluarga, yang perlu kamu tau bapak sangat mencintai ibu kandung kamu tanpa mengurangi cinta bapak pada ibu mu itu saja dimas bapak mohon pulanglah dan temui dia satu kali saja saat ini kondisinya sudah sangat menurun kamu pikirkan baik - baik "
Bapak pun pergi dan berpamitan pada erina.
" Erina tolonglah bicara pada dimas nak, bapak harus segera kembali ke jakarta, satu lagi bapak sudah siapkan tiket untik kalian pulang besok jadi tolong bujuk dimas "
" bapak erina akan berusaha bapak hati - hati "
Pak prabu pun segera berlalu pergi meninggalkan rumah itu dan langsung menuju bandara.
Erina mendekati dimas yang duduk dikursi erina bersimpuh dihadapan dimas.
" mas......maaf erina tidak ingin melukai hati mas dimas erina hanya ingin mengingatkan jika ibu tetaplah seorang ibu mau bagai manapun dia tetaplah ibu, mas dimas itu beruntung memiliki 2 orang ibu , ibu yang melahirkan mas dimas dan ibu yang membesarkan mas dimas......"
" Erina maaf tapi saya sedang tidak ingin membicarakan ini "
Bersambung.....
Halooo para pembaca setia jodoh kakak ku minta tolong yang comen dan like.
Biar semangat terus update
__ADS_1
Dan mohon maaf jika masih ada kesalahan karena saya masih belajar ini adalah judul pertama aku.
Terima kasih