Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
prolog


__ADS_3

Hari ini matahari bersinar dibalik awan, cuaca terasa dingin karena hembusan angin.


Ariana bangun dari tidurnya dalam keadaan pakaian berantakan dan rambut acak-acakan.


Ariana membuka mata lalu merentangkan kedua tangannya ke atas sambil menguap lebar.


Ariana bergegas bangkit dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi.


Ariana Puspita Malik anak kedua dari Adrian Maulana Malik dan Marina Puspita Lesmana.


Ariana seorang gadis manis, berparas cantik putih, hidung mancung, mata indah, wajah imut, bertubuh mungil dengan tinggi badan 150cm dan berat 50kg sedikit berisi di bagian dada dan pinggul.


Ariana pindah ke kota J untuk melanjutkan hidup mandiri, setelah tamat SMA. Ariana mengikuti kekasihnya Raditya Putra Wijaya yang dipindah tugaskan ke kota J.


Raditya bekerja di sebuah Bank swasta sehingga sering mendapatkan mutasi daerah tempat kerja.


Ariana memiliki seorang kakak lelaki bernama Anton Maulana Malik, yang tinggal serumah dengan kedua orang tuanya d kota S, tempat kelahiran Ariana. Anton mengikuti jejak ayahnya menjadi PNS (pegawai negeri sipil).


Setelah mandi Ariana berpakaian dan berdandan sedikit bersiap untuk pergi bekerja.


Tut... tut... tut...


Ariana menelpon Raditya, untuk menanyakan kabar dan mengucapkan salam (seperti yang selalu dilakukan Ariana semenjak pacaran dengan Raditya) namun tidak diangkat.


Ariana menelpon lagi nomer ponsel Raditya


namun masih tetap tidak diangkat.


Ariana memutuskan untuk segera berangkat pergi ke tempat kerjanya dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya,


Ariana tiba di sebuah toko mini market tempatnya bekerja. Di sebuah gedung tiga lantai di samping area kawasan wilayah perkantoran, terlihat rekan kerjanya Bertha telah merapikan barang barang pajangan di rak toko.


"Selamat pagi mbak Bertha" sapa Ariana sambil tersenyum kepada Bertha.


"Selamat pagi juga Ana " jawab Bertha sambil melanjutkan kerjanya.


Ariana menggunakan seragam kerjanya dan berjalan menuju ke meja kasir.


Ariana bekerja hingga sore hari, berganti shift dengan rekan kerjanya Maya.


"Maya saya pulang dulu ya" ucap Ariana sambil berjalan keluar toko.


"Iya hati hati di jalan kak , sampai jumpa besok ya " balas Maya.


Setelah memakai helm, Ariana menaiki sepeda motor bergegas pulang ke tempat rumah kosnya. Ariana berniat untuk segera pulang ke tempat rumah kosnya karena sudah janjian mau berjoging sore dengan teman di rumah kosnya Linda dan Tina.


Tiba di tempat rumah kosnya, di ruang tamu rumah kosan Ariana berjumpa dengan Tina yang sedang mengenakan sepatu joging nya.


"Selamat sore Tina, tunggu sebentar ya aku ganti baju dulu" ucap Ariana sambil berjalan menuju kamar kosnya.

__ADS_1


"Sore juga, nggak pakai acara lama ya, Linda juga sedang ganti baju sebentar lagi bakalan keluar" ucap Tina.


Setelah memakai pakaian joging nya Ariana kembali ke ruang tamu berjumpa dengan Linda dan Tina yang lagi bersenda gurau menunggunya.


"Yuk kita jalan " ucap Ariana mengajak teman temannya joging.


"Ayo kita pergi joging " ucap Linda sambil membawa sebuah botol air ditangannya.


"Buruan jalannya sudah sore ini" jawab Tina


sambil mendorong dorong punggung Linda.


Mereka jalan berbarengan menuju ke sebuah taman yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat rumah kosan mereka.


Di taman sudah ramai dengan orang-orang yang berkumpul, ada yang duduk-duduk sambil bercerita, ada yang sedang berjoging ada yang sedang berfoto ria, ada yang bersepeda, ada yang bermain dengan anak anaknya, ada yang senam, ada yang berjalan jalan sambil mendorong kereta bayi dan banyak juga yang lagi kulineran makan jajanan jajanan gerobak kaki lima di area pinggir taman.


Ariana, Linda dan Tina berjoging sambil berkeliling di area perlintasan joging yang terletak di sekeliling taman.


Mereka berlari lari santai sambil bergosip ria tentang kegiatan mereka sepanjang hari itu.


Ariana yang bekerja di mini market bercerita tentang seorang pembeli yang ganteng dan seorang ibu ibu yang kerepotan mengurus anaknya yang rewel minta dibelikan bermacam macam snack dan mainan.


Linda bercerita tentang kesibukannya di dapur restoran tempatnya bekerja. Sambil mempromosikan enaknya menu makanan yang tersedia di restoran tempatnya bekerja.


Tina bercerita tentang kesibukannya melayani pasien puskesmas di tempat bekerjanya.


Tina bekerja sebagai perawat di puskesmas, dekat rumah kosan mereka.


"Kita jajan yuk, aku sudah lapar nih " ajak Linda.


"Ayuk aku juga sudah haus ini" ucap Tina


"Kita mau jajan apa?" tanya Ariana.


Sambil berjalan ke area jajanan gerobak di pinggir taman. Setelah menemukan tempat duduk, mereka mulai memesan jajanannya.


"Aku maunya makan batagor panas punya mang Udin" ucap Tina.


"Aku mau kwetiaw goreng (mie lebar) bang Baim saja deh "ucap Linda.


"Ya audah aku mau bakso tenis mas Rico saja "ucap Ariana, lalu berjalan ke tempat jualan batagor mang Udin,bang Baim, mas Rico memesan makanan mereka.


Menunggu pesanan makanan tiba mereka berfoto ria. Ariana bergaya bak model mengangkat dagu keatas, Linda bergaya kocak sambil menjulurkan lidah dan Tina cengengesan di samping Linda.


Mereka terus berfoto ria sampai pesanan makanan mereka tiba.


Sebelum makan mereka menata makanan mereka di atas meja agar terlihat cantik lalu memotretnya.


Mereka bergantian berfoto ria dengan menu makanan mereka lalu men-share foto-foto

__ADS_1


mereka di sosial media mereka masing- masing.


Setelah puas berfoto ria mereka lalu makan bersama sambil bersenda gurau dan mengomentari orang-orang yang berada di sekitar mereka.


Setelah makan mereka jalan barengan lagi balik ke tempat rumah kosan.


Sampai di rumah kosan mereka melanjutkan gosip di ruang tamu kosan sambil istirahat di sofa kosan.


Teman-teman kosan Ariana mulai berdatangan ikutan gabung bersenda gurau sambil ngemil jajanan depan kosan.


Kosan Ariana sebuah rumah beton sederhana minimalis dua lantai khusus untuk perempuan.


Sehingga mereka anak-anak kosan sering berkumpul untuk bersenda gurau di atas sofa diruang tamu, merangkap ruang makan sambil nonton tv atau bersantai ria.


Ruang tamu rumah kosan merangkap jadi ruang makan karena anak anak kosan yang suka malas keluar, sering jajan bakso gerobak mas Gembul atau batagor siomay Bandung Bang Muis atau nasi goreng, mie goreng pak Kumis yang setiap sore mangkal depan pagar rumah kosan, menunggu anak anak kosan pulang kerja atau pulang kuliah dan langganan komplek perumahan yang lain karena daerah rumah kosan Ariana kebanyakan dijadikan tempat kos kosan sehingga ramai dengan anak kuliahan, maupun para karyawan yang kerja merantau ke kota J.


Setelah puas bersenda gurau mereka saling berpamitan balik masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat.


Ariana masuk ke dalam kamar kos nya.


Mengunci pintu, menyalakan ac kamarnya lalu berjalan menuju ke kamar mandi.


Ariana mencuci wajahnya, menggosok gigi dan berganti baju bersiap untuk tidur.


Ariana berdoa sejenak di samping jendela kamarnya sambil menunduk memejamkan


mata mensyukuri hari.


Ariana menelfon via video call ke ibunya Marina untuk melepas rindu kepada keluarganya di kota S.


tut... tut... tut


"Hallo selamat malam ma" ucap Ariana manja melihat wajah mamanya Marina di layar ponselnya.


"Hallo nak, bagaimana kabarmu di sana? apa kamu makan enak? tidur nyenyak? " tanya Marina, ibu Ariana sambil tersenyum mengarahkan layar ponsel kepada suaminya Adrian yang duduk di sebelahnya.


"Hallo nak" sapa Adrian sambil tersenyum ke arah layar ponsel Marina.


"Baik ma, pa, Ariana lagi kangen sama mama dan papa, bagaimana keadaannya ?" jawab Ariana.


"Mama dan Papa disini baik, lagi nonton tv sama papa ini " sahut mama Marina.


"Mama lagi menunggu abang mu Na, sudah jam segini belum pulang juga" resah Marina.


"Ma , abang Anton sudah dewasa bukan anak kecil lagi ma , paling juga lagi acara kulineran atau lagi main futsal bersama teman - temannya " sahut Ariana menenangkan mamanya agar tidak berpikiran macam - macam tentang Anton kakaknya.


"Mama sudah tau sendiri bang Anton orangnya gaul habis ma, kalau sudah ngobrol haduh , suka lupa sama yang namanya waktu ma" ucap Ariana sambil senyum cekikikan mengingat kakaknya Anton yang anak gaul.


Tak terasa Ariana dan mamanya Marina berbicara di ponsel sudah satu jam lamanya sehingga ponsel Ariana menjadi panas.

__ADS_1


"Sudah dulu ya ma, Ariana mau istirahat dulu peluk cium selamat malam selamat tidur ma, pa, " sahut Ariana sambil mencium layar ponselnya.


" Selamat malam Na , mimpi yang indah ya " sahut mama Ariana memutuskan sambungan ponsel.


__ADS_2