Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#55


__ADS_3

Keesokan harinya Evan membuat janji dengan EO yang bakalan membantu persiapan acara pernikahan nya." Vin hari ini kamu sama Helena yang handel masalah kantor ya ntar sore aku mau pulang cepat ada janji di rumah " titah Evan kepada Kevin.


" Iya siap bos " jawab Kevin.


" Helena sudah atur jadwal aku cuma sampai jam makan siang " info Evan.


" Kamu mau kemana bro ?" tanya Kevin.


" Mau ketemu EO di rumah " jawab Evan.


" Ok jangan lupa jas tuxedo aku biar gue tambah ganteng bro " sahut Kevin.


" Iya itu mama yang urus " jawab Evan.


Tok tok tok


Bunyi suara pintu ruangan kantor Evan di ketuk.


" Ya masuk " sahut Evan .


Helena sekertaris Evan masuk sambil membawa secangkir kopi yang masih mengepul ke dalam ruangan Evan .


" Selamat pagi pak Evander ini kopinya , selamat menikmati " ucap Helena lalu meletakkan secangkir kopi di atas meja Evan.


" Kopi buat aku mana cantik ?" goda Kevin.


" Astaga lu ya Vin playboy kampung bikin sendiri sana " usir Evan .


" Halah gitu aja sewot aku kan cuma bercanda " ucap Kevin lagi.


" Saya permisi dulu pak " ucap Helena perlahan lalu berjalan keluar dari ruangan kantor Evan.


" Kamu ya Vin jangan jangan kambing pakai lipstik lu gombalin juga " ledek Evan.


" Ya nggak lah bro emang gue kambing " elak Kevin.


" Sana balik ke tempat kamu kerja , kerja , kerja " titah Evan.


" Iya siap bos laksanakan " sahut Kevin lalu berjalan keluar dari ruangan kantor Evan.


Pada siang harinya Evan segera keluar dari ruang kerjanya " Helena aku pulang dulu ya " ucap Evan.


" Iya pak Evan , selamat siang " jawab Helena .


Evan segera berlalu berjalan menuju ke arah lift.


Di dalam mobil setelah menyalakan mesin dan ac mobil Evan menelpon Ariana menyuruhnya bersiap untuk dijemput. Setelah selesai menelpon Evan perlahan mulai menyetir mobil keluar dari area parkiran kantornya.


Setelah sampai di depan resto Evan menelpon Ariana lagi. Ariana segera pamit kepada Nesya dan berjalan keluar dari resto lalu masuk ke dalam mobil Evan.


" Selamat siang mas " sapa Ariana.


" Siang Ana " kata Evan singkat lalu mulai menjalankan mobilnya menuju rumah.


" Sudah tau mau pakai tema apa buat dekorasinya?" tanya Evan.


" Ya paling juga tema taman bunga " jawab Ariana asal.


" Ya sudah ntar konsultasi lagi sama EO nya tema apa yang lagi trend " sahut Evan.


" Apa tema tradisional saja adat Jawa buat pemberkatan nikah ntar malam buat acara resepsi baru tema modern mas " usul Ariana.


" Iya terserah kamu itu juga boleh kalau aku tema pengantin modern saja nggak usah ribet cari yang simpel saja " ucap Evan tegas .


" Ya sudah tema pengantin modern saja " kata Ariana nurut.

__ADS_1


" Kamu sudah yakin mau nikah sama aku ?' tanya Evan tiba - tiba.


" Iya yakin mas kalau nggak ngapain juga aku pindah tinggal di rumah kamu mas " jawab Ariana kalem.


" Ya cuma mau memastikan saja " ucap Evan santai.


" Selama mas Evan bisa setia , bertanggungjawab bisa dipercaya dan melindungi aku apa lagi yang mau diharapkan dari sebuah pernikahan ?" tanya Ariana balik.


" Ya aku janji akan berusaha untuk ada menyayangi , melindungi dan membantu kamu semampu aku" janji Evan kepada Ariana


" Haduh kok ngomong nya tiba - tiba sih mas belum sempat aku rekam " ucap Ariana.


" Entar juga waktu acara pemberkatan nikah direkam , disaksikan , didengar sama semua tamu undangan" jawab Evan lagi.


" Kan beda mas " cicit Ariana.


" Iya ntar kalau aku lagi hafalin kamu rekam ya " bujuk Evan.


" Ha ha ha beda kan kalau cuma hafalan " ledek Ariana.


" Iya ntar pakai lilin , pakai kue , pakai bunga " balas Evan.


" Emang acara ulang tahun " ledek Ariana.


" Acara pernikahan nggak mau pakai lilin ,kue sama bunga ?" canda Evan lagi.


" Nggak maunya pakai cinta " jawab Ariana malu malu.


" Ha ha ha makan tuh cinta " ledek Evan.


" Haduh dari dulu tetap sama , kamu itu menyebalkan ya nggak berubah juga " ledek Ariana lagi.


" Ha ha ha tapi kamu suka kan ?" ledek Evan balik.


" Ya suka lah kalau nggak ngapain juga aku terima lamaran kamu " jawab Ariana.


" Terserah deh " jawab Ariana ngambek.


" Gitu aja ngambek " sahut Evan masih menggoda Ariana.


" Biarin bodoh amat " jawab Ariana bete.


" Lucu juga sih kalau ngambek " ledek Evan.


" Astaga minta di cubit ya " ancam Ariana.


" Jangan Ana , aku lagi bawa mobil bahaya " ucap Evan tegas.


" Makanya berhenti nggak ledekin aku " ancam Ariana.


" Iya iya gitu aja ngambek " ledek Evan lagi.


" Hmm " gumam Ariana cuek sambil melihat ke arah luar jendela mobil.


" Kamu ya kayak anak kecil aja " ucap Evan lagi.


" Emang mas kagak " balas Ariana .


" Ha ha ha bukannya aku lebih parah ya " tawa Evan .


" Itu ngaku " jawab Ariana.


" Iya lah kan harus sesuai maunya aku " jawab Evan.


" Iya begitu deh " jawab Ariana masih cuek.

__ADS_1


" Sudah jangan ngambek terus ntar kayak Suneo lho " ledek Evan lagi.


" Ha ha ha tapi kamu suka kan " ledek Ariana balik.


" Iya , kamu sudah makan siang ?" " jawab Evan mengalihkan pembicaraan.


" Iya sudah tadi di resto sama Nesya " jawab Ariana.


" Ya sudah kamu temanin aku makan ya " ajak Evan .


" Mau makan di mana ? " tanya Ariana.


" Makan di rumah saja " jawab Evan tersenyum senyum sendiri.


Setelah sampai di rumah Evan , Evan dan Ariana langsung menuju ke ruang makan. Ariana mengisi air dingin dari dispenser ke dalam sebuah gelas dan memberikan kepada Evan.


" Tunggu sebentar ya mas aku ke dapur dulu " kata Ariana lalu pergi ke dapur mencari bibi Aminah.


" Bibi hari ini ada masak apa? mas Evan mau makan ?" tanya Ariana kepada bibi Aminah di dalam dapur.


" Haduh bibi cuma buat tempe goreng , telur ceplok , sama tumisan toge " jawab bibi Aminah.


" Ya sudah itu aja bibi , mana sini makanannya aku atur dulu dipiring " ucap Ariana.


Bibi Aminah mengeluarkan makanan dari lemari dapur dan meletakkan di atas meja dapur.


Ariana mengambil sebuah piring dan mulai mengisi dan menata makanan ke dalam piring.


Setelah selesai mengisi piring dengan nasi dan lauk Ariana membawa keluar sepiring makanan dari dapur ke arah ruang makan.


" Maaf mas yang ada cuma makanan ini " cicit Ariana perlahan lalu meletakkan sepiring makanan di atas meja di hadapan Evan yang lagi sibuk dengan ponselnya.


" Ya sudah kamu suapin aku ya " titah Evan masih sibuk sendiri dengan ponselnya.


" Iya mas " jawab Ariana perlahan lalu mengambil sendok , menyendok makanan dan menyodorkan ke depan mulut Evan.


Evan mulai membuka mulut dan melahap makanan yang disodorkan Ariana.


" Manja amat sih mas " cicit Ariana.


" Nggak apa-apa kan sesekali " ucap Evan santai.


" Ntar jam berapa mau ketemu sama EO ?" tanya Ariana.


" Ini juga lagi menuju ke sini orangnya " ucap Evan lagi.


" Sudah kenal lama ?" tanya Ariana lagi.


" Ntar juga kamu tau " jawab Evan lagi.


Evan mengambil sendok yang dipegang Ariana dan gantian menyuapi Ariana dengan makanan


" Enak juga ya sepiring berdua " ucap Evan.


" Ha ha ha seperti nggak ada piring lain apa " ledek Ariana.


" Mulai sekarang kita makan sepiring berdua ya kalau nggak ada orang lain " titah Evan.


" Iya mas " cicit Ariana kalem.


" Seperti lagi menyuapi anak kecil " ledek Evan.


" Haduh kan mas Evan sendiri yang mau " cicit Ariana lagi.


" Iya iya buat berhemat " ledek Evan lagi .

__ADS_1


" Baguslah aku bakalan punya suami yang pintar berhemat asalkan nggak pelit " ledek Ariana balik.


__ADS_2