
Keesokan harinya Ariana bangun pagi , berdoa dan memulai hari dengan mandi , berdandan , sarapan lalu bersiap untuk berangkat kerja.
Ariana memutuskan menelpon Raditya dengan wa video call untuk mengucap salam dan melepas rindu.
tut... tut... tut
" Pagi dek " kata Raditya terlihat tampan, segar, sudah rapi di layar ponsel Ariana.
"Selamat pagi mas Radit , Ariana kangen sama mas, sudah sarapan? " tanya Ariana manja kepada Raditya.
" Iya mas juga kangen sama kamu " jawab Raditya kepada Ariana.
" Ntar di kantor aja sarapannya " jawab Raditya lagi.
" Terus kapan mas Radit, ada waktu ketemu sama Ariana? " tanya Ariana lagi.
" Ntar sabtu ya dek, mas ketemu di tempat kosan kamu " jawab Raditya.
" Kita mau jalan kemana mas? jangan di kosan lagi deh, si Linda sudah protes tuh " ucap Ariana mencoba merayu Raditya.
" Iya terserah kamu sayang mau ke mana, ke mall ok, ke pasar malam juga ok, ntar mas temenin " jawab Raditya sambil mengeluarkan jurus maut andalannya tersenyum manis kepada Ariana.
" Iya sudah mas Ariana berangkat kerja dulu ya... mas Radit jangan lupa sarapan " ucap Ariana kepada Raditya.
" Iya sayang sampai jumpa, mas tutup ya " sahut Raditya lalu menutup video call nya dengan Ariana.
Ariana berangkat kerja dengan harapan hari akan segera berlalu dengan indah dan tak sabar menunggu hari bertemu dengan Raditya.
Ariana tiba di tempat kerjanya dan memulai
bersiap untuk kerja.
Bertha bergegas masuk sambil menyapa Ariana.
" Pagi Ana "ucap Bertha kepada Ariana.
" Pagi mbak" jawab Ariana kepada Bertha.
Lima menit kemudian Bertha balik lagi ke dekat Ariana sambil merapikan barang barang pajangan.
" Tumbenan mbak datang belakangan biasanya mbak duluan datangnya " tanya Ariana.
" Iya nih Na, tadi singgah dulu ke sekolah Nanda baru kesini " jawab Bertha.
Ananda Eka Waluyo biasa dipanggil Nanda anak lelaki Bertha satu satunya, berusia tujuh tahun kelas satu SD.
" Emang ada apa mbak ?" tanya Ariana lagi.
" Biasalah Nanda batuk pileknya kumat lagi, kemarin kebanyakan makan es krim ." keluh Bertha.
" Begitulah kalo cucu terlalu dimanjain sama eyangnya " ucap Bertha lagi curhat.
" Ntar kalo lu nikah Na, cari cowok yang mapan yang bisa membiayai hidup lu dengan baik, jadi hidup lu berkecukupan, nggak perlu capek kerja lagi kayak mbak " nasehat Bertha.
__ADS_1
" Nggak perlu ninggalin anak di rumah, lu cukup jagain anak lu di rumah aja" lanjut Bertha curhat.
" Iya mau gimana lagi mbak kan kerja" ucap Ariana.
" Nggak mungkin juga kan Nanda di ajak ke sini, bakalan tekor mbak Bertha kalo Nanda di ajak ke sini tiap hari " sahut Ariana.
" Bukan lagi tekor Na, bakalan hancur nih toko di buat berantakan sama Nanda" tawa Bertha.
" Lu kan tau Na Nanda anaknya nggak bisa diam , itu anak punya tangan tangan sepuluh kali ya" kata Bertha lagi tambah cekikikan ingat anak semata wayangnya.
" Ha ha ha bakalan heboh nggak bisa kerja kita mbak " jawab Ariana.
ting... ting... ting
Alarm pintu mini market berbunyi , Ariana dan Bertha berhenti ngobrol kembali ke kerjaan masing masing.
*****
Keesokan harinya Ariana pulang kerja dalam keadaan lelah, ingin cepat - cepat kembali ke kosan , mandi, makan, dan beristirahat .
Ariana segera mandi sore dan berganti pakaian, lalu ke ruang tamu kosan.
Di Sana Tina sudah duduk di sofa ruang tamu kosan menunggu pesanan makanannya tiba.
Ariana tiba di ruang tamu kosan bertemu dengan Tina yang lagi asyik nonton TV.
" Ntar habis makan kita ke mall yuk Na, gue bete nih di kosan terus. " ajak Tina.
" Gue capek Ti, ajak Linda aja gimana " tawar Ariana ke Tina.
kalo boros bisa nggak makan gue , mana diajak ke mall lagi. Kalo besok kan gue ke mall barengan mas Radit "
" Ya elu Na sebentar aja cuci mata doank " rengek Tina kepada Ariana.
Batin Ariana " Aduh lu mah enak Ti, cuci mata, lah gue bisa gelap mata di mall. Gue ambil alasan apa lagi ya ke Tina. "
" Aduh elu sebenarnya mau cari apaan sih Ti? " tanya Ariana kepada Tina.
" Temenin gue cari jepitan rambut doang na, cuma cari itu kok ya , mau ya , Na ya " rayu Tina kepada Ariana.
" Ah lu mah Ti ngomongnya cari jepitan rambut doang, ntar di mall lu nyari lipgloss lah, gelang lah, anting lah, baju lah, tas lah, sepatu lah, pasti lu lapar mata semua pada mau lu beli " sahut Ariana ledekin Tina.
Batin Ariana " gaya lu Ti kayak lu konglomerat aja, punya banyak duit mau beli ini itu "
" Nggak deh Na , sumpah deh habis beli jepitan rambut langsung kita pulang balik kosan ya Na" rayu Tina lagi.
Batin Tina " sebelum beli jepitan rambut, jj cuci mata dulu kali Na , lihat sepatu, tas, baju, cemilan, perhiasan, masa ke mall nggak jalan jalan dulu sih Na, nggak seru banget sih lu... Na. " sambil senyum - senyum sendiri.
" Beneran ya Ti cuma beli jepitan rambut terus kita langsung balik pulang kosan ya, janji lu ya Ti nggak jelalatan tuh mata lu keliling mall kayak setrikaan terus nggak beli, cuma lihat - lihat doang " senyum Ariana ledekin si Tina
" Yei emang lu Na, temen gue yang paling baik sedunia " puji Tina kepada Ariana.
" Ah elu Ti ada maunya aja lu baik ke gue , puji - puji gue " canda Ariana.
__ADS_1
" Gue emang gitu kali Na " ucap Tina ngaku sambil cengengesan kepada Ariana.
Sambil makan Ariana dan Tina nonton tv, lalu mereka berdua melihat Linda pulang kerja.
" Mau bareng kita jalan - jalan ke mall nggak Lin ?" tanya Tina semangat.
" Mau dong" jawab Linda antusias.
" Tunggu gue mandi, ganti baju dulu ya" kata Linda sambil berlalu jalan masuk ke kamar kosnya.
" Iya buruan, nggak pakai lama " jawab Tina.
Setelah selesai makan mereka bertiga pergi hang out berdua ke mall naik grab online.
Sesampainya di mall seperti dugaan Ariana kebiasaan Tina kumat, mereka berjalan keliling mall, mondar mandir keluar masuk toko baju, sepatu, tas, pernak pernik perhiasan, cuma lihat - lihat doang, hanya membuat berantakan barang pajangan orang, kagak beli. Sampai tak terasa mereka telah dua jam berjalan keliling mall. Ariana capek sendiri kelelahan temenin Tina dan Linda jalan - jalan keliling mall .
" Udah yuk Tina , Linda gue capek nih, kaki gue sudah pegel keliling mall temenin lu berdua dari tadi kagak beli cuma buat berantakan barang dagangan orang "
" Yah elu Na " rengek Tina
" Gue kan belum ketemu barang yang gue cari " rengek Tina lagi.
" Iya nih Na, gue juga belum puas jj (jalan jalan) masih mau keliling cuci mata " kata Linda.
Batin Linda " Gue kan belum ketemu sama cowok ganteng, lu mah enak Na, lu mah dah punya Radit, gue kan juga kepengen punya pacar, jiwa jomblo gue merana nih .
Tiba - tiba Ariana terdiam, syok memandang ke arah Raditya dan Karin berjalan berdua di kejauhan .
Mereka terlihat mesra, Karin berjalan sambil memeluk lengan Raditya.
" Itu bukan nya Radit ama Karin Na ? " tanya Linda kepada Ariana.
" Hah ! beneran Na itu Radit ama Karin " seru Tina terkejut.
" Buruan kita ikutin! " seru Tina lagi.
Linda mengeluarkan ponselnya, bergegas mengikuti arah Raditya dan Karin sambil merekam di hpnya .
Tina menarik tangan Ariana berjalan berlahan lahan mengikuti Linda.
" Lu nggak apa apa Na ? " tanya Tina perlahan kepada Ariana.
" Apa kita samperin aja mereka Na " ucap Tina kesel.
" Gue nggak terima Na , elu diselingkuhin sama Raditya ama Karin. " cicit Tina hati - hati.
" Jangan Ti , kita ikutin aja dulu mereka jalan kemana " ujar Ariana lemes masih syok melihat Raditya jalan bersama Karin.
" Gue malu Ti , kalo harus ribut teriak - teriak nggak jelas di tempat umum, malu Ti , pada diliatin orang -orang " ucap Ariana lagi kepada Tina.
Mereka bertiga berhati - hati terus mengikuti
Raditya dan Karin yang masuk ke dalam sebuah toko pakaian.
__ADS_1
" Bener - bener nih si Karin ya betul - betul sombong banget , sok kecakepan dah tuh anak" geram Linda sambil ngintip Raditya dan Karin lihat - lihat pakaian.
" Gue nggak nyangka sumpah deh Na " ucap Linda lagi.