
Selesai nonton film
Perasaan Ariana semakin resah.
Ariana memutuskan untuk jujur kepada Raditya. Ia sudah tidak bisa lagi membendung keresahannya. Ariana memberanikan diri untuk langsung bertanya kepada Raditya.
" Mas Radit pernah jalan ama Karin? " tanya Ariana kepada Raditya hati - hati.
Raditya diam sejenak, lalu berkata sambil tersenyum manis kepada Ariana.
" Ya nggak lah " jawab Raditya cepat sambil menatap Ariana.
" Apa bener ? " tanya Ariana lagi.
" Ya ngapain juga mas jalan bareng Karin, pacar mas kan kamu dek " elak Raditya masih menatap Ariana.
Ariana lalu memutar video kiriman Tina.
Raditya diam lagi, " oh ini mas nggak sengaja bertemu Karin di toko , terus Karin menyapa mas, ya sudah kita beli baju bareng " jawab Raditya santai.
" Jadi ini yang buat kamu melamun, cuekin mas dari tadi " ucap Raditya lagi.
" Iya Ana syok lihat mas Radit jalan bareng Karin kelihatannya akrab banget " sahut Ariana sedih.
" Mas ama Karin nggak ada hubungan apa apa dek " ucap Raditya membela diri.
" Apa mas yakin mas nggak ada hubungan apa apa ama Karin? " tanya Ariana lagi.
" Maksud kamu apa dek , bertanya seperti itu, mas kan udah bilang tadi, mas nggak ada hubungan apa apa ama Karin " ucap Raditya lagi tegas.
" Ana nuduh mas selingkuh ama Karin, di belakang kamu begitu.. ? tanya Raditya mulai terlihat kesal.
" Ana cuma mau dengarin penjelasan mas Radit apa bener pernah jalan ama Karin huh ?" cicit Ariana, sambil menghembuskan nafas lagi.
" Huh " Ariana melepaskan nafas panjang perlahan semakin kecewa terhadap Raditya.
" Jadi kamu beneran selingkuhi aku mas ama si Karin, di belakangku ," kata Ariana dalam hati.
" Ana kenapa nggak percaya ama ucapan mas sih dek, kita kan udah lama pacarannya.. udah selama empat tahun lho dek " ucap Raditya lagi ngeles.
" Justru itu masalahnya mas selama empat tahun bersama mas kita nggak ada kemajuan mas , kita begini - begini aja. " cicit Ariana
" Ana merasa mas Radit semakin jauh dari aku, mas sudah berubah nggak sama seperti dulu lagi " cicit Ariana lagi.
" Ok mas ngaku.. mas emang sering sibuk kerja lembur , menemani nasabah keluar jadi sering nggak perhatian ama Ana , tapi itu bukan berarti mas nggak sayang ama kamu lagi " ucap Raditya kembali masih ngeles.
" Mas antar kamu pulang ke rumah kosan ya " bujuk Raditya kepada Ariana mengalihkan pembicaraan sambil menggenggam tangan kiri Ariana.
" Kok seperti ada yang kelupaan ya mas " tanya Ariana bingung sambil mengetuk dagunya dengan jari telunjuk tangan kanannya.
" Iya habis makan, tadinya kamu mau makan es krim kan " kata Raditya.
__ADS_1
" Ana tadi melamun sambil jalan , jadi gerai es krimnya kamu lewati begitu aja " lanjut Raditya.
" Makanya kita langsung pergi nonton , lagi pula tadi mas masih kenyang , kita baru selesai makan malam kan dek " kata Raditya lagi.
" Ya udah kita balik pulang aja ke rumah kosan mas " ucap Ariana.
"Padahal bukan itu maksud aku mas , masih ada video rekaman Linda, yang merekam Karin jalan sambil memeluk lengan mas sebelum masuk ke toko pakaian, berarti mas sudah bohong sama aku, mas bukan bertemu Karin di dalam toko " kata Ariana sedih di dalam hati.
" Kalau kamu masih mau makan es krim , ntar di jalan kita mampir beli di luar aja. " kata Raditya sambil menarik Ariana perlahan berjalan masuk ke dalam mobilnya.
Dalam perjalanan pulang ke rumah kosan Ariana, Raditya singgah di sebuah toko mini market yang buka 24jam.
" Kamu mau es krim rasa apa dek, ntar mas belikan buat Ana ? " tanya Raditya kepada Ariana.
" Kamu tunggu sebentar di sini aja, ya.. dek, angin malam nggak bagus buat kamu dek" kata Raditya.
" Iya aku tunggu di sini aja mas " jawab Ariana.
Raditya melepas seat belt, keluar dari mobil
berjalan masuk ke dalam mini market.
Sepuluh menit kemudian Raditya berjalan keluar dari mini market sambil membawa sebuah kantong kresek berlogo mini market tersebut.
Raditya masuk ke dalam mobil menyerahkan kantong kresek yang dibawanya kepada Ariana dan memasang kembali seat belt nya.
Ariana membuka kantong kresek mengambil sebuah es krim cone rasa coklat vanilla.
Menggantung kantong kresek ke cantelan door lock mobil di sebelah kirinya .
" Mas mau? " tanya Ariana kepada Raditya sambil mendekatkan es krim cone nya ke arah Raditya .
Raditya menganggukkan kepalanya, menggigit es krim yang dipegang Ariana.
Lalu mengunyahnya perlahan.
Ariana juga menggigit es krim cone ditangannya.
" Masih mau mas ? " tanya Ariana lagi.
" Iya " jawab Raditya
Mereka makan es krim cone berdua di dalam mobil sampai habis.
Raditya kembali menjalankan mobilnya perlahan menuju rumah kosan Ariana.
Sesampainya di depan pekarangan rumah kosan Ariana.
Raditya membuka seat belt Ariana, meraih kepala Ariana , menariknya lembut dan mengecup sayang kening, kedua pipi, hidung, bibir Ariana, lalu menggigit kecil dagu Ariana.
Ariana balas memeluk tubuh hangat Raditya.
__ADS_1
" Terima kasih ya mas, aku masuk dulu. " kata Ariana sambil melepas pelukannya pada tubuh Raditya sedih.
" Selamat malam dek, mimpi indah ya, mas sayang kamu dek " ucap Raditya lembut sambil membelai pipi Ariana dan mencubit sayang dagunya.
Ariana hanya menganggukan kepalanya , membalikkan badannya, mengambil kantong kresek yang berisi es krim, membuka pintu mobil, keluar dan menutup kembali pintu mobil Raditya.
Raditya menurunkan kaca mobilnya, tersenyum melambai ke arah Ariana
Ariana balas melambaikan tangan ke arah Raditya.
Setelah menaikkan kaca mobilnya , Raditya perlahan melajukan mobilnya menjauh dari rumah kosan Ariana.
Ariana menghembuskan nafasnya panjang.
" Huu.. " melepaskan rasa sesak di dadanya karena kecewa kepada Raditya.
Ariana berjalan perlahan masuk ke dalam ruang tamu rumah kosnya.
Di ruang tamu rumah kosan ada Linda, Tina, dan Indah lagi nonton tv. Mereka sengaja menunggu kepulangan Ariana .
Ariana membagikan es krim cone nya kepada Tina, Linda dan Indah.
" Gimana na... lu udah tanya Raditya soal si Karin? " tanya Tina penasaran sambil menerima es krim yang diberikan Ariana.
" Raditya ngomong apa ke elu na... " tanya Linda juga ikutan kepo soal hubungan asmara cinta segitiga antara Ariana, Raditya dan Karin. Linda mengambil es krim bagiannya dari tangan Ariana.
" Terima kasih mbak " kata Indah kepada Ariana menerima es krim yang diberikan Ariana, tidak ikutan bertanya, hanya menatap sendu merasa iba ke arah Ariana.
" Mas Radit ngeles Ti...nggak ngaku punya hubungan dengan Karin." jawab Ariana sedih.
" Lho kok gitu sih na... " kata Tina nggak terima. " Jelas jelas di depan mata kepala kita bertiga Raditya jalan bareng Karin, belanjain baju lagi " kata Tina lagi, merobek kertas pembungkus es krim dan menggigitnya kesel.
" Kita bertiga kan yang melihat dengan mata kepala kita sendiri, lu juga lihat sendiri Na.. Karin jalan berdua lho, sambil meluk lengan Raditya " sambung Linda.
"Gue belum kasih lihat mas Raditya video kiriman elu Lin..." cicit Ariana.
" Gue mau ngasih kesempatan mas Radit mengakui , mengakhiri hubungannya ama Karin dan minta maaf ke gue " cicit Ariana lagi.
" Mas Radit berkilah dengan beralasan kebetulan ketemu dalam toko, si Karin yang duluan nyapa jadi mas Radit sekalian belanja baju bareng Karin " jawab Ariana sendu.
" Gue aja yang kata mas Radit pacarnya nggak dibelanjain baju.. ditraktir makan, dibayarin tiket nonton film , ama dibeliin es krim doang... " kata Ariana sedih.
" Ah elu Na... mau aja dibohongin ama Raditya. " kata Tina lagi, sambil mengunyah kerupuk es krim kesel.
" Nesya mana Ti.. " tanya Ariana mencari Nesya.
" Lagi beli cemilan, kita kehabisan cemilan buat temenin kita nonton TV Na.. " jawab Linda cengengesan menjawab pertanyaan Ariana.
" Emang kerjaan elu makan mulu ya Lin...piara naga ya di dalam perut lu.. " canda Ariana mentawakan Linda untuk mengalihkan pikirannya dari Raditya.
"Julid aja sih lu na... cemburu lu ya gue makan banyak body tetap bohay " balas Linda. nyengir kuda.
__ADS_1
Nesya pulang sambil membawa dua bungkusan kantong kresek besar logo mini market berisi beberapa macam cemilan keripik, biscuit, kuaci bunga matahari.
Mereka lanjut nonton tv bareng hingga larut malam.