
" Emang beda ya cara pikir pengusaha semua bisa jadi duit kalau pekerja cuma mau jadi ahli " puji Ariana kagum kepada Nesya.
" Semua juga belajar kak, semua bisa karena biasa , semua bisa dipelajari " ucap Nesya.
" Kak Evan terbiasa jadi pengusaha karena dari kecil pikirannya dibentuk seperti itu oleh papa, gue karena dari kecil cerewet ya kebagian marketing " ucap Nesya.
" Ana karena biasa kerja kasir ya kerjanya urus duit saja " kata Evan kalem.
" Wow emang beda ya didikan orang tua, pantesan orang kaya tambah kaya kemampuan dari cara berpikir saja sudah beda jauh " puji Ariana kagum pada papa Evan.
" Yang penting bertanggung jawab " kata Evan.
" Aku nggak mau nikah karena tanggung jawab " cicit Ana perlahan.
Evan dan Nesya sontak menatap Ariana , lalu tertawa bersama.
" Ha ha ha kak Evan suka kak Ana sejak umur lima tahun " ucap Nesya jujur.
" Iya " jawab Evan mengaku.
" Kok bisa " kata Ariana.
" Karena kebaikan hati " jawab Evan .
" Kak Ana suka ngapain waktu kecil? " tanya Nesya sambil tersenyum manis.
" Ya main lah " jawab Ana.
" Main apa? " tanya Nesya
" Ya mainan anak anak , main boneka , petak umpet, sepeda " ucap Ariana mengingat masa kecil nya yang indah.
" Waktu sama kak Evan kak Ana main apa? " tanya Nesya lagi misterius.
" Main apa ya sepertinya main boneka deh " jawab Ariana.
" Ha ha ha kak Ana main apa? " tanya Nesya lagi.
" Main rumah rumahan " kata Ariana bingung.
" Sebagai apa? " tanya Nesya senyum senyum sendiri.
" Herder jadi papa , aku jadi mama , Asya sama Ruby jadi kakak adik " jawab Ariana.
" Terus kak Ana ngapain? " tanya Nesya lagi.
" Cium pipi kiri dan pipi kanan Herder " jawab Ariana.
Evan berdiri dari kursinya mencium pipi kiri dan pipi kanan Ariana .
Ariana tersenyum malu mukanya merona merah lagi dan jantung berdebar kencang.
" Kak Evan nyosor mulu sih " kata Nesya gemes.
" Harus lebih agresif " kata Evan senang.
" Ha ha ha alasan bilang aja kak Evan demen " tawa Nesya.
" Kesempatan " ucap Evan santai.
Batin Ariana " Harus hati hati kalau ngomong depan Evan nyosor mulu. "
" Iya mas Evan aku bisa jantungan " cicit Ariana malu.
" Ha ha ha kak Ana lucu banget ya " tawa Nesya.
" Lucu dan cantik " kata Evan setuju dengan Nesya.
" Terima kasih mas" ucap Ariana sambil tersenyum manis.
__ADS_1
" Jadi kak Ana serius mau menikah dengan kak Evan ?" tanya Nesya lagi.
" Aku pikirkan dulu Sya ini terlalu cepat mas" kata Ariana ragu.
" Kenapa? " tanya Evan.
" Aku pada dasarnya tidak keberatan hanya tidak menyangka baru kejadian aku di duakan, tiba - tiba akan segera menikah seperti apa ya rasanya seperti komedi putar ya. " kata Ariana canggung.
" Justru itu kak Ana harus segera move on " ucap Nesya.
" Baik aku akan tetap bekerja di resto sambil memikirkannya " jawab Ariana.
" Bagaimana kalau kita besok berlibur pergi sabtu pulang minggu ?" tanya Evan.
" Bukannya hari sabtu dan minggu resto paling ramai? " tanya Ariana.
" Iya benar " kata Evan.
" Lalu yang jaga resto siapa? " tanya Ariana lagi.
" Ada Nesya dan Kevin " ucap Evan.
" Yah kakak , gue juga pengen pergi liburan nggak mungkin juga kak Evan pergi berdua Ariana ntar jadi fitnah lho " protes Nesya.
" Kalau kamu ikut yang jaga resto siapa? " tanya Evan.
" Ya kak Kevin lah, lagi pula nggak baik lama lama berduaan nenek bilang itu berbahaya lho , ntar yang ketiganya setan, eh nggak jadi deh kak ntar gue yang jadi setannya." lanjut Nesya.
" Baru sadar ya? " ucap Evan kesal.
" Yah kakak " ucap Nesya bete.
" Ha ha ha emang kita setipe ya Sya " ucap Ariana tertawa ngakak.
Sontak Evan dan Nesya menatap Ariana.
" Iya kita emang punya banyak kesamaan kak " ucap Nesya setuju.
" Bukan kah itu hal yang wajar saja dalam pertemanan dan kekeluargaan perbedaan pendapat sudah biasa bahkan muncul ucapan menghadapi orang gila yang waras mengalah karena menghadapi percekcokan tanpa solusi nggak ada manfaatnya kan. " ucap Nesya.
" Iya benar sampai kapan pun namanya saudara pasti begitu ya nggak bakalan berubah pasti ada berantem - berantemnya." kata Ariana setuju.
" Iya betul " ucap Evan datar.
" Namanya manusia ya beda kepentingan kak yang berhasil menjual Ide, karya, yang berhasil walaupun itu sebuah mimpi saja " kata Nesya.
" Iya kerja orang marketing ya " ucap Ariana setuju.
" Iya harus pintar melihat peluang , waktu dan menggiring opini seperti iklan " ucap Nesya.
" Yang terima resiko dan hasilnya ya si bos " ucap Ariana setuju.
" Benar yang pusing ya bos " kata Evan datar.
" Jadi nggak liburannya?" tanya Nesya.
" Jadi mau cari makanan makanan yang istimewa tapi selera lokal seperti punya Linda " ucap Evan serius.
" Liburan ke mana? " tanya Ariana.
" Kota kelahiran kamu " jawab Evan.
" Ha ha ha becanda ya kak " tawa Ariana .
" Nggak serius, kenapa panggil kak lagi? " tanya Evan.
" Asyik kita ke rumah tante Marina lagi !" seru Nesya dengan girang.
" Ini serius mas? " tanya Ariana syok.
__ADS_1
" Iya kalau tunggu kamu mikir keburu pacar ketinggalan kereta jadi langsung ketemu tante Marina , mama kamu buat lamaran jadi ekspres nggak pakai lama , langsung menikah saja " jawab Evan tegas.
" Ha ha ha makanya pakai pesawat terbang dong jangan pakai kereta api, jadi cepat kak " goda Nesya .
" Jadi beneran besok bakalan terbang ke kota S ? " tanya Ariana masih syok.
" Ya benar " jawab Evan yakin.
" Aku mau telepon mama dulu ya " jawab Ariana pasrah.
" Tunggu sebentar " ucap Evan berdiri lalu berjalan ke arah kamarnya , membuka pintu dan masuk ke dalam kamarnya.
" Ada apa ya? " tanya Ariana bingung.
" Nggak tau kak " jawab Nesya sama bingungnya.
Lima belas menit kemudian Evan keluar dari dalam kamarnya lalu menutup pintu.
Evan berjalan kembali ke arah meja makan dan duduk di kursinya.
" Ayo video call tante Marina " ucap Evan.
Ariana menekan layar ponsel nya men-video call mamanya.
Tut... tut... tut...
" Ya hello nak " Sapa Marina wajahnya muncul di layar ponsel Ariana.
" Ma aku besok akan pulang ke rumah " jawab Ariana.
" Ya bagus lah mama senang kamu bisa pulang besok " jawab Marina gembira.
" Hello tante " sapa Evan memutar arah ponsel Ariana ke arah dirinya sendiri.
" Lho kok ada kamu Evan? " tanya Marina heran.
" Hello tante cantik " sapa Nesya tiba - tiba muncul di samping Evan.
" Lho kamu juga ada Sya? " tanya Marina bingung.
" Iya tante ini rumah Evan " jawab Evan santai.
" Terus Ana lagi bikin apa di rumah kamu Evan? " tanya Marina penasaran.
" Kami sedang makan malam tante " jawab Evan kalem.
" Ha ha ha iya bagus itu sering - sering aja nak Evan ajak Ana makan malam soalnya Ana sering lupa makan " tawa Marina senang.
" Tante siap siap ya " jawab Evan.
" Siap siap kenapa Evan? sebenarnya ada apa? " tanya Marina .
" Besok Ana, aku dan Nesya akan terbang besok pagi ke kota S mau ke rumah tante " ucap Evan kalem.
" Iya kenapa tiba - tiba mau ke rumah tante? "
tanya Marina.
" Buat melamar Ana tante " jawab Evan.
" Ha ha ha benar nak Evan yakin mau melamar Ana? " tanya Marina senang.
" Iya tante , Evan yakin makanya mau melamar Ana buat menikah " jawab Evan kalem
" Yang benar nak Evan kamu serius kan? " tanya Marina terharu.
" Iya tante Evan serius " jawab Evan tegas.
" Puji Tuhan syukurlah Ana akan segera menikah " ucap Marina bahagia.
__ADS_1
" Papa besok Ana mau dilamar Evan pa " panggil Marina kepada Adrian.