
Keesokan harinya.
" Mbak...? "panggil Ariana kepada Bertha.
" Ya, napa Na ? " jawab Bertha sambil beberes barang pajangan di rak.
" Kalo gue resign dari sini ? " tanya Ariana kepada Bertha ragu.
" Kenapa sampai resign? alasannya kamu mau resign apa Na ? bukan karena Raditya kan ?" cecar Bertha kepada Ariana.
" Bukan mbak, gue mau resign karena ada yang kasih tawaran kerja lebih bagus hanya lebih melelahkan." jawab Ariana.
" Hm maksud kamu apa Na..?" tanya Bertha lagi.
" Gue ditawari kerja di restoran dari siang sampai malam restoran tutup." ucap Ariana perlahan.
" Lalu jawaban kamu Na ? " tanya Bertha lagi penasaran.
" Ya gue mikir - mikir dulu mbak" ucap Ariana.
" Lho kamu nggak tanya jelas kamu dapat apa gitu..? " tanya Bertha lagi kepada Ariana.
" Ya tanya lah mbak "jawab Ariana.
" Terus kamu dapat apa? " tanya Bertha lagi menatap serius kepada Ariana.
" Janjinya sih aku dapat kenaikan gaji Lima puluh persen dari gaji disini, terus dapat dua kali jatah makan, makan siang sama makan malam tapi aku harus berhenti kerja dari sini dan fokus kerja di resto. " ucap Ariana lagi menjawab pertanyaan Bertha.
" Hah !? kalau kamu nggak mau kerjaan nya buat aku saja Na " ucap Bertha kepada Ariana.
" Lho kok jawabnya gitu sih mbak " ucap Ariana bingung.
" Lha iya kamu nya juga Na di kasih duit jawabnya mikir - mikir dulu " ucap Bertha lagi.
" Aku hanya rasa aneh aja mbak " tanya Ariana lagi ngambang.
" Aneh gimana Na ?" tanya Bertha lagi penasaran.Bantu
" Kok kesannya maksa - maksa gue gitu buat kerja di restoran " ucap Ariana ragu.
" Astaga Na kamu itu ya di kasih rejeki saja masih bingung juga kamu mau nya apa sih Na ? " tanya Bertha lagi.
" Lho kok malah tanya aku yang mau nya apa sih mbak ? " tanya Ariana benar - benar kebingungan.
" Na kalau kamu ditawari kemudahan seperti kenaikan gaji atau biaya kesejahteraan apalagi dikasih fasilitas.. itu artinya restoran itu lagi butuh banget, perlu orang dalam waktu cepat buat isi posisi yang lagi kosong ngerti nggak ?, jadi itu bukan maksa namanya tapi insentif , stimulus buat memotivasi kamu supaya mau pindah kerja berarti yang punya restoran kepengen banget kamu kerja di restoran itu buat bantuin dia " ucap Bertha kepada Ariana mendorong untuk pindah.
__ADS_1
" Oh gitu ya, mbak " jawab Ariana lagi.
" Makanya mbak tanya, kamu mau nya apa Na supaya kamu mau pindah kerja di restoran itu " ucap Bertha masih bingung Ariana maunya apa.
" Pantesan mereka rada - rada maksa gitu ya mbak " kata Ariana masih ragu.
" Yah ini anak haduh tak cubit ya rejeki jangan ditolak Na. Buat mbak saja deh kerjaannya, kalau kamu nggak mau, ok? " tanya Bertha gemes
" Masalah nya mbak kenapa gitu? " Ariana masih bertanya - tanya sendiri.
" Gini saja deh Na bayangin saja calon bos baru kamu itu kan pengusaha, siapa tau dia punya usaha yang lain, jadi butuh orang buat bantuin dia ngawasin operasional restoran milik nya supaya dia bisa konsen ke usahanya yang lain makanya dia maunya kamu fokus kerja di restoran punya dia Na " ucap Bertha menjelaskan ke Ariana.
" Masa sih sampai segitunya " lanjut Ariana.
" Yah ini anak , gini saja deh kalau kamu masih nggak yakin Na coba deh bujuk - bujuk minta penggantian biaya transportasi gitu ?" ucap Bertha lagi.
" Apa nggak kebangetan tuh mbak ?" tanya Ariana.
" Ya nggak lah kemungkinan tugas dan tanggung jawab kerja kamu di restoran nanti juga bakal nambah, namanya orang usaha mana mau rugi Na " ucap Bertha.
" Gitu ya mbak " ucap Ariana ragu.
" Jujur ya Na kerja di restoran itu nggak sesantai di mini market ya, jadi kalau kamu mau gaji tinggi otomatis tanggung jawab kerjanya juga lebih berat. Jadi persiapkan mental kamu saja supaya siap mengatasi semua masalah yang akan terjadi seperti protes ama makanan atau minuman , keributan orang makan kamu harus siap hadapi semua dengan kesabaran Na tamu itu raja " nasehat Bertha lagi.
" Gitu ya mbak orang makan bisa rewel juga " tanya Ariana bimbang.
" Hah maksudnya mbak ? " tanya Ariana makin penasaran.
" Kamu coba saja deh Na kerja di restoran itu, anggap saja buat nambah pengalaman kerja ,lagi pula kamu kan nggak rugi Na kamu dapat kenaikan gaji lima puluh persen, dapat tunjangan makan gratis dua kali tiap hari lho ya, dapat penggantian biaya transportasi kalo dikasih, nggak dikasih juga kamu nggak akan rugi kan? " ucap Bertha lagi mendukung Ariana pindah tempat kerja.
" Iya sih mbak" ucap Ariana perlahan.
" Kalau mbak ya Na nggak bakalan ada keraguan langsung jawab iya Na " ucap Bertha lagi.
" Gitu ya mbak "ucap Ariana sambil memperhatikan Bertha bekerja.
" Haduh kamu ya Na orang itu ya kalau dikasih rejeki itu senang Na bukannya bingung kayak kamu gini " ucap Bertha geleng - geleng kepala.
"Gue emang lagi bingung kok mbak rasanya ada udang dibalik peyek deh, eh batu deh mbak " ucap Ariana bertanya - tanya sendiri.
" Bos kamu cantik apa ganteng Na ? " tanya Bertha penasaran.
" Ya orangnya ganteng sih mbak" jawab Ariana masih bingung.
" Terus orangnya baik, ramah apa julid gitu? tanya Bertha lagi kepada Ariana.
__ADS_1
" Biasa aja sih mbak orangnya sopan gitu deh, kalo ngomong ya seperlunya " jawab Ariana lagi tambah bingung.
" Dia ngeliatin kamu terus, apa cuek saja gitu? " tanya Bertha lagi makin penasaran.
" Ya ngeliatin biasa lah mbak , namanya orang lagi ngomong ya saling tataplah mbak masa diplototin." jawab Ariana lagi tambah curiga.
" Orangnya beneran biasa saja apa kamu nya yang nggak ngeh Na? " ucap Bertha lagi gregetan.
" Maksudnya mbak ? " tanya Ariana tambah bingung.
" Di coba saja dulu deh kerja di sana Na di omongin juga kamu nggak bakalan ngerti deh kayak nya Na , malah ribet jadinya " kata Bertha lagi mulai bete.
" Hah kok gitu sih mbak " tanya Ariana lagi
" Intinya ya Na calon bos baru kamu itu lagi butuh orang buat bantuin ngurusin restoran nya. Karena kemungkinan bos kamu itu punya usaha lain. Jadi dia nya butuh orang buat bantuin ngurusin usaha restoran nya. Makanya kamu terima saja kerja disana. Persiapkan saja pikiran dan hati kamu buat penyesuaian diri hadapi situasi kerja disana karena biasanya kalau kamu mau gaji besar ya otomatis tanggung jawab kerjanya juga lebih besar. " ucap Bertha lagi.
" Mbak nggak lagi merasa gue ngerecokin kerja mbak kan?" tanya Ariana.
" Astaga Na sudah dibilangin rejeki jangan ditolak, kalau kamu nggak mau, ya sudah kerjaannya buat mbak aja deh " ucap Bertha lagi serius.
" Haduh mbak kok ngomongnya gitu sih aku beneran merasa ada udang dibalik peyek deh mbak" ucap Ariana.
" Ya sudah masalah itu dihadapi Na di lihat dulu situasinya kondisinya gimana baru dicari jalan keluarnya. Toh pindah kerja di restoran sana kamu nggak bakalan rugi kok " ucap Bertha santai.
" Jadi aku resign nih mbak?, " ucap Ariana lagi ragu.
" Astaga Na buat surat pengunduran diri deh sana. " ucap Bertha tegas.
" Iya terima kasih ya mbak " ucap Ariana sendu.
" Pastikan saja setelah resign dari sini kamu pasti di terima kerja di sana. " ucap Bertha lagi memastikan
" Iya mbak udah dipaksa - paksain juga minta jawaban secepatnya " ucap Ariana sambil memeluk Bertha buat pamitan.
" Kalau dah gajian jangan lupa undang mbak cobain makanan di resto tempat kerja kamu, " pinta Bertha kepada Ariana.
" Iya kalo kangen aku bakalan cari mbak Bertha lagi kok" janji Ariana.
" Ha ha ha halah halah gaya kamu Na taruhan ya kamu bakalan lupa sama mbak dan betah kerja di sana. " ucap Bertha yakin.
" Hah kok ngomongnya gitu sih mbak" kata Ariana lagi.
"Ha ha ha Na Na coba kamu pikir sendiri ya Na bos ganteng, baik sama kamu ini cerita kamu sendiri ya, gaji juga bagus, lokasi dekat rumah kosan kamu, ngapain juga kamu main jauh - jauh kemari, dibaik - baikin tuh bos ganteng kamu, kerja yang rajin, yang bener, siapa tau emang rejeki kamu di sana ." tawa Bertha lagi.
" Iya semoga aja nasib aku jadi lebih baik selama kerja di restoran mbak " ucap Ariana senyum - senyum sendiri.
__ADS_1
" Ya pasti nasib kamu di restoran lebih baik lah Na makan kamu saja terjamin dua kali sehari, gaji juga lebih gede disana, yang penting kamunya pintar - pintar bawa diri, kerja yang bener, kerja yang rajin yakin pada kemampuan kamu sendiri Na kamu pasti bisa kok" ucap Bertha menyemangati Ariana.
" Ya deh mbak sekali lagi terima kasih ya selama ini sudah membuat mbak Bertha repot selalu bantuin aku selama kerja di sini." ucap Ariana lagi pamitan kepada Bertha.