Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#51


__ADS_3

Setelah Nesya selesai mandi dan berganti pakaian, Ariana , Nesya dan Indah lalu turun ke ruang keluarga. Ariana pergi ke dapur mengembalikan piring bekas pakai isi bakwan goreng ke tempat cuci piring dan segera mencucinya.


Bibi Aminah masih sibuk di dapur menyiapkan makan malam .


" Ada yang mau dibantu bibi ?" tanya Ariana kepada bibi Aminah .


" Nggak apa , non Ana temenin non Nesya aja , masakan buat makan malam sudah mau selesai " jawab bibi Aminah.


" Ya sudah terima kasih ya bibi sudah dibantu luluran, aku ke depan dulu ya " ucap Ariana dan berjalan keluar dari dapur. Sesampainya di ruang keluarga Ariana bergabung dengan Nesya dan Indah yang lagi nonton acara keluarga di tv.


" Gimana lu jadi kan kerja magang di resto kak Evan ?" tanya Nesya kepada Indah.


"Iya jadi dong rejeki nggak boleh ditolak Sya pamali , aku kerja sesuai jadwal kuliah ya " jawab Indah setuju.


" Iya nggak apa tapi lu upah harian ya sesuai jam kerja di resto " ucap Nesya serius.


" Iya nggak apa apa Sya selama aku.dapat jatah makan gratis sama tambahan duit buat beli perlengkapan dan buku buku kuliah " kata indah pasrah.


" Iya lah masa lu kerja rodi Ndah , nggak mungkin lah pasti lu dapat jatah makan sama upah harian " jawab Nesya melirik ke arah Ariana.


" Kenapa Sya ? " tanya Ariana.


" Nggak jangan sampai aja ntar lu Ndah lihat gue jarang masuk lu pikir pilih kasih " ucap Nesya.


" Ya pasti pilih kasih lah kamu kan adik nya bos Sya " ucap Indah jujur.


" Nah ini nih lu cuma lihat gue santai tapi lu nggak lihat usaha gue buat mewujudkan realisasi pembukaan cabang " protes Nesya.


" Iya Ndah kamu nggak tahu usaha Nesya buat realisasi menu menu istimewa , buat cari karyawan , buat ngurus supplier , buat ngurus admin resto " ucap Ariana.


" Iya iya aku juga bakalan berusaha kok " cicit Indah.


" Nggak mungkin juga apa apa gue info lu Ndah pasti gue info ke kak Evan lah " ucap Nesya.


" Iya iya yang penting gue dapat jatah makan gratis sama uang lebih buat beli perlengkapan kuliah sama buku buku " ucap Indah lagi.


" Kalau lu kerjanya bagus bisa dapat lebih Ndah cuma sekarang lu kan masih kerja magang lagian kamu masuk juga cuma hitungan jam kan nggak seperti kak Ana full dari siang sampai resto tutup " kata Nesya lagi .


" Maaf ya Ndah sepertinya kamu kudu percaya lah sama Nesya karena selama ini penilaian Nesya sesuai dengan kinerja kerja contohnya Linda selama ini cuma asisten koki tapi begitu masakannya dinilai layak Nesya berusaha menjadikan masakan Linda menjadi menu andalan resto dan itu butuh banyak penambahan supaya layak jadi menu andalan resto " ucap Ariana.


" Iya nggak mungkin juga gue buat lu rugi Ndah , tenang aja lu nggak bakalan kerja rodi kok sama gue pasti juga kak Evan nggak bakalan setuju " ucap Nesya.


" Maaf ya Ndah karena selama kerja sama Nesya sepertinya semua karyawan suka cerita sama Nesya , itu artinya emang Nesya kan yang bakalan cari solusi atas masalah resto , mas Evan cuma perlu setuju atau nggak dengan solusi yang dikasih Nesya " ucap Ariana lagi.


" Masalah apa?" tanya Evan tiba tiba sudah ikutan nimbrung.

__ADS_1


" Selamat sore mas " sapa Ariana.


" Selamat sore kak " sapa Indah.


" Nggak gue cuma bilang selama Ini Indah masih kerja magang yah upah dihitung jam kerja saja plus dapat jatah makan sementara itu dulu " ucap Nesya menjelaskan .


" Iya emang seharusnya begitu kan " ucap Evan cuek lalu duduk di sofa sebelah Ariana dan mengecup pipi Ariana.


" Harum bau strawberry ?" tanya Evan.


" Iya habis luluran sama Nesya " jawab Ariana.


" Astaga emang ya kalau lagi kasmaran dunia milik berdua yang lain numpang kosan mentang mentang pemilik rumah " protes Kevin.


" Siapa suruh kamu lihat " ucap Evan cuek.


" Ya nggak gitu juga Van lu nggak lihat ada gue , Nesya sama Indah di sini , lu nggak kasihan apa sama kami para jomblo ngenes " ledek Kevin.


" Playboy nggak laku " ledek Evan balik.


" Capek hati ya gue punya teman kayak lu " cicit Kevin.


" Iya iya yang waras mengalah " ledek Evan sambil berdiri dan menggandeng tangan Ariana berjalan ke arah kamarnya.


Di dalam kamar Evan setelah menutup pintu kamarnya Evan tiba tiba memeluk tubuh Ariana dan menghirup wangi aroma tubuh Ariana sambil protes " Lain kali jangan pakai lulur punya Nesya berasa seperti nyium baunya Nesya " ucap Evan perlahan.


" Iya nggak apa hanya bau tubuh kamu jadi mirip Nesya aku nggak suka " protes Evan sambil berbisik di telinga Ariana.


" I iya maaf " cicit Ariana gugup dalam pelukan Evan.


" Ya sudah aku mau mandi dulu " ucap Evan masih memeluk tubuh Ariana.


" Mau mandi apa mau pelukan " cicit Ariana dengan wajah memerah.


" Mau makan kamu " jawab Evan sambil menggigit perlahan kuping Ariana .


" Haduh kenapa jadi genit begini mas " protes Ariana.


" Nggak apa genit sama calon istri juga " sahut Evan perlahan masih memeluk tubuh Ariana.


'" Baru calon kan belum jadi istri " protes Ariana lagi wajahnya semakin memerah.


" Baru juga pemanasan sudah protes " sahut Evan gemes lalu perlahan mencium bibir Ariana lembut.


" Jadi mandi apa nggak mas " protes Ariana lagi.

__ADS_1


" Mau ikut mandi juga ? " tanya Evan jahil.


" Nggak , mau makan malam lapar " cicit Ariana .


" Ya sudah , sana " ucap Evan melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah kamar mandi sambil senyum senyum sendiri.


Ariana bergegas keluar dari kamar Evan dan menuju ke arah ruang makan . Di ruang makan bibi Aminah sedang sibuk menata meja .


" Makan malam sudah siap non ayam goreng kecap , sup kepiting asparagus , tahu isi daging sama sup ayam " kata bibi Aminah .


" Ya sudah aku panggil Nesya dulu bibi , bibi tolong siapin air putih buat minum ya " ucap Ariana lalu berjalan ke arah ruang keluarga.


Sesampainya di ruang keluarga " Sya makan malam sudah siap " ucap Ariana.


" Iya tunggu kak Evan dulu sama kak Kevin lagi mandi " jawab Nesya.


" Bibi Aminah masak ayam goreng kecap , sup kepiting asparagus , tahu isi daging sama sup ayam Sya harum banget baunya " puji Ariana.


" Kak Ana habis ngapain di kamar sama kak Evan ?" tanya Nesya menggoda Ariana.


" Nggak ngapa ngapain juga " sahut Ariana.


" Yakin nggak ngapa ngapain " ledek Indah .


" Bener nggak bikin yang aneh aneh " elak Ariana.


" Terus kenapa telinga kak Ana merah begitu ' ledek Nesya lagi.


' Masa sih " elak Ariana lagi.


' Iya telinga kak Ana merah " ucap Nesya kepo .


" Iya berasa gatal nggak tau kenapa " jawab Ariana asal.


" Baru calon istri kak " ledek Nesya lagi.


" Hah kamu ngomong apa sih Sya " sahut Ariana malu.


" Ha ha ha gemes deh lihat kak Ana jadi malu malu meong " ledek Nesya menjadi jadi.


" Ha ha ha iya kak Ana jadi kelihatan tambah cantik , tambah imut ya " sahut Indah ini ikutan meledek Ariana.


" Astaga nih anak dua , masih kecil nggak usah pikir yang aneh aneh " elak Ariana semakin malu.


" Nggak apa apa kok kak Ana cerita aja habis digigit ya telinganya sama kak Evan " ledek Nesya terus menggoda Ariana.

__ADS_1


" Nggak digigit nyamuk kali ya " elak Ariana.


__ADS_2