Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#3


__ADS_3

Setelah menutup video call nya dengan Raditya, Ariana melihat notifikasi chat wa muncul atas nama kakaknya bang Anton.


Anton : dek abang dah transfer 500ribu ke rekening bank kamu ya.


Ariana langsung membalas chat abangnya.


Ariana : Yes , terima kasih, bang Anton emang abang ganteng Ariana yang paling baik.


Ariana mengunci pintu dan jendela kamar kosnya bersiap untuk tidur.


Ariana masuk ke kamar mandi mencuci wajah dan menyikat giginya.


Setelah berganti pakaian Ariana


berdoa mensyukuri harinya yang indah, berharap hari esok yang lebih baik dan terlelap tidur di kamar kosnya.


Keesokan harinya Ariana bangun dengan


perasaan bugar dan bahagia.


Semua perasaan khawatir nya telah hilang berganti rasa bahagia.


Ariana segera bangun dan mandi pagi, bersiap untuk pergi bekerja.


******


Ariana bekerja dengan giat dan terlihat lebih ramah kepada para pembeli di mini market.


Ting...ting... ting


Bunyi alarm pintu mini market berbunyi.


Masuklah seorang lelaki bersama seorang perempuan yang mencari cari barang di rak pajangan.


Si perempuan berkeliling di lorong lorong mini market diikuti oleh si lelaki sambil mendorong kereta barang.


Tiba tiba terjadi keributan di antara si perempuan dan lelaki yang mengikutinya. Mereka saling berteriak dan si lelaki pergi meninggalkan si perempuan untuk berbelanja seorang diri.


Si perempuan kembali mendorong kereta belanjanya seorang diri ke kasir dan membayar belanjaannya lalu segera berlalu keluar dari mini market.


Bertha mendekat ke arah Ariana dan bercerita tentang pasangan tadi.


Ariana hanya tersenyum sendiri mendengarkan Bertha bercerita tanpa membahas cerita Bertha.


Batin Ariana "bukan urusan gue juga mbak , lha wong orangnya juga gue kagak kenal gitu, kasihan juga si mbaknya di tinggal gitu aja "


Ariana kembali bekerja tanpa memusingkan kejadian tadi. Ia berusaha bekerja sebaik-baiknya, tanpa terasa hari sudah sore.


Ariana berganti shift dengan Maya dan berjalan keluar dari mini market.


Ariana kembali ke kosnya dan bertemu dengan Tina. Mereka janjian lagi pergi joging bareng di taman dekat kosan mereka.


"Mau tungguin Linda balik atau kita jalan duluan? tanya Tina.

__ADS_1


"Emang Linda belum pulang? kirain lagi ganti baju? " tanya Ariana.


"Tadi Linda telpon ke hp gue, katanya ada masalah di resto, kalau masalahnya cepat beres ntar dia bakalan nyusul joging ke taman" jawab Tina.


"Ya udah gue ganti baju dulu, terus kita lanjut dah joging di taman" sahut Ariana.


"Ya cepetan Na, nggak pakai lama ya " balas Tina.


"Iya Ti" jawab Ariana sambil berlalu masuk ke dalam kamar kosnya.


Sepuluh menit kemudian Ariana balik lagi ke ruang tamu kosan. Ia melihat Tina sedang minum segelas air.


Ariana pun ikutan pergi ke dapur kosan mengisi air dispenser ke dalam gelas dan duduk di sebelah Tina.


Ariana meminum air di dalam gelas genggamannya hingga tandas.


"Yuk kita jalan " ajak Tina setelah melihat Ariana selesai minum.


"Ntar gue balikin dulu gelas ke dapur " jawab Ariana. Setelah Ariana mengembalikan gelas


ke dapur kosan. Mereka segera berjalan berbarengan ke taman.


Seperti biasa setiap pagi dan sore taman selalu ramai dengan orang-orang.


Ariana bersama teman kosnya, lebih memilih sore hari buat joging.


Karena kalau pagi hari takut telat pergi kerja dan kelelahan.Jadi mereka lebih memilih joging di sore hari.


Mereka akhirnya pergi joging berdua saja.


Keduanya berjoging ria di taman sambil menceritakan kegiatan mereka sepanjang hari itu.


Dari kejauhan terlihat Linda berlari lari kecil mendekati mereka.


"Lu dari mana aja Lin kenapa baru menyusul " tanya Tina.


"Di restauran tadi ada masalah dikit jadi gue bantuin anak-anak berbenah dulu Ti" jawab Linda.


"Udah deh nggak usah dibahas lagi, ntar gue jadi bete dah kalau ingat masalah itu lagi "lanjut Linda.


Akhirnya mereka bertiga lanjut joging bareng sambil ngegosip orang-orang di sekitar mereka.


"Na lu tau nggak si Indah pulang kampung ke kota B, ternyata papanya meninggal dunia, makanya si Indah nggak kelihatan dari kemarin" kata Tina.


"Kasihan ya si Indah, pasti sedih banget deh kehilangan papanya tercinta. Emang papa Indah sakit apa ya Ti ? " tanya Ariana kepada Tina.


"Info dari Nesya sih katanya papanya Indah meninggal bukan karena sakit tapi akibat kecelakaan lalu lintas" jawab Tina.


" Aduh kasihan bener ya si Indah, papanya tiba tiba meninggal begitu" kata Linda.


" Emang dalam hidup kita nggak pernah tau ya hidup, sakit, mati seseorang dijalanin aja dengan semangat perjuangan dan keikhlasan" kata Ariana.


"Sejak kapan lu jadi bijak gitu Na, secara perasaan gue di antara kita bertiga elu yang paling manja dan cengeng " canda Tina.

__ADS_1


"Ah lu Ti kayak nggak tau Ariana aja " canda Linda.


"Dia kan anak paling alim and lurus sedunia, anak rumahan, anak mami alias kaku nggak gaul" senyum Linda sambil melirik ke arah Ariana.


"Buktinya pacaran sama Raditya aja nggak pernah tuh kelihatan kemana - mana " lanjut Linda.


" Jangan kan pergi dugem ke club, kita berdua aja nggak pernah tuh diajak karaokean , nonton gitu " tawa Linda.


"Gue mah ogah jadi obat nyamuk ngeliatin orang pacaran. Lagi pula kita berdua ini kan anak baik - baik Lin , emang bukan anak dugem nggak level lah " bela Tina.


"Gaya pacaran orang kan beda beda Lin, lu kan tau mas Raditya lelaki baik baik kerja di bank swasta ternama." kata Ariana.


"Dia dituntut untuk kerja professional, kerja dari pagi hingga pulang malam, sibuk kerja terus mana ada waktu mas Raditya buat dugem. Harus jaga kepercayaan dan nama baik juga kan." bela Ariana lagi.


"Lagi pula selera orang kan beda Lin, ngapain juga buang - buang duit mahal - mahal hanya buat dugem, happy kagak stres iya" kata Tina lagi.


"Lu kan tau gue nggak suka tempat bising, berisik banget. Mau ngomong aja harus pakai acara teriak teriak segala " protes Ariana.


"Kalo lu punya duit lebih ya Lin, bagi gue dong, " kata Tina sambil bercanda kepada Linda.


"Biar lu mau bayarin juga gue mah ogah dugem Lin . Mending duitnya lu kasih gue deh Lin buat shoping di mall beli makan kek, beli baju kek dari pada buang buang duit cuma buat beli alkohol " lanjut Tina cengengesan.


"Gue sukanya pantai, hiking, tempat rekreasi, joging seperti sekarang ini, menikmati udara sore yang segar dan sejuk." jawab Ariana lagi.


"Emang dugem nggak enak ya? " cicit Linda.


" Iya lu itu ya Lin kirain lu doyan dugem ," tawa Tina.


" Haduh dasar lu Lin telat mikir, yang ada di kepala lu pasti cuma panci sama bumbu masakan doank kan" tawa Ariana


" Benar Na cuma makanan aja tuh yang ada di dalam kepala Linda " tawa Tina.


" Ya iya lah gue kan cewek sejati harus pinter masak dong. Emang lu kagak? " balas Linda cengengesan.


"Lu ya Lin nggak usah sombong deh, sok sokan mau dugem ke club malam " ledek Tina.


" Tapi kok orang orang pada demen ya dugem ke club" tanya Linda ngeyel.


" Terserah elu dah Lin , dugem ke club malam itu bukan dunia kita kali " tawa Ariana.


" Lihat aja tuh para DJ ampe honor sekali show bisa puluhan hingga ratusan juta" cicit Linda.


" Elu ya Lin dibilangin juga, kalo temen lu cewek nakal emang lu juga mau jadi cewek nakal? " tanya Tina mulai kesel.


" Ya nggak lah, gue cuma penasaran aja " jawab Linda.


" Emang lu punya duit buat dugem ke club malam " tawa Tina.


"Jangan bilang lu mau pergi dugem ke club cuma buat dibilang gaul ya " tawa Ariana.


"Lu kok tau sih Na" senyum Linda .


" Ya elu ya Lin kayak anak baru gede ababil gitu dah " tawa Tina.

__ADS_1


"Iya gue ngaku deh, gue penasaran aja gara gara tiap malam mingguan Karin sering cerita pergi dugem bareng pacarnya Oscar "cicit Linda.


__ADS_2