
Masih di dalam restoran.
Nesya melanjutkan obrolannya bersama Ariana.
" Gimana bagus kan tempatnya?" tanya Nesya kepada Ariana.
" Ya tempatnya lumayan bagus " jawab Ariana kepada Nesya.
Pelayan membawakan es krim pesanan Nesya dan Ariana, lalu pergi lagi.
" Di makan dulu es krim nya " ucap Evan kepada Nesya dan Ariana.
" Iya kak " jawab Nesya sambil membuka es krim nya.
" Iya terima kasih kak " jawab Ariana sambil mengambil sekeping pecahan kerupuk peyek kacang.
Ariana membuka dan menyendok es krim blueberry nya dengan kepingan kerupuk peyek kacang.
Nesya ikutan menyendok es krim strawberry nya juga dengan kepingan kerupuk peyek kacang.
" Enak? " tanya Evan sambil menatap Ariana mengunyah kerupuk peyek kacangnya.
" Pakai banget kak " jawab Nesya.
Ariana cuek aja lanjut makan es krim nya.
Evan membuka satu bungkus lagi kerupuk peyek kacang. Mengambil sekeping kerupuk peyek kacang dan menyendok ke dalam es krim blueberry Ariana.
" Hei kok " protes Ariana namun ucapannya terpotong.
" Aku cuma mau coba gimana enaknya makan es krim pakai kerupuk peyek kacang " ucap Evan memotong ucapan Ariana.
Nesya tertawa melihat perbuatan Evan atas es krim blueberry Ariana dan segera menjauhkan es krim strawberry nya.
Ariana mengambil kepingan kerupuk peyek kacang yang dibuka Evan dan menyendok es krim blueberry nya lagi.
Evan ikutan menyendok es krim blueberry Ariana lagi dengan sekeping kerupuk peyek kacang.
Batin Ariana " Nih orang main menyendok aja es krim gue. Biarin dah dibayarin ama Nesya juga makanannya "
Mereka melanjutkan makan es krim dengan kepingan kerupuk peyek kacang hingga habis.
Si mbak pelayan restoran datang lagi sambil mendorong kereta makanan pesanan mereka.
Pelayan itu memindahkan makanan di atas kereta makanan ke atas meja mereka.
Setelah selesai pelayan itu berkata :
" Selamat menikmati makanannya pak , kak" sambil menganggukkan kepala dan berlalu.
" Terima kasih mbak " jawab Ariana kepada si mbak pelayan.
Evan memesan nasi goreng spesial ala resto dan jus alpukat.
Nesya memesan kwetiaw goreng seafood dan jus strawberry.
Ariana memesan mie goreng spesial dan jus sirsak.
" Yuk di makan " ajak Evan sambil membuka sebungkus peyek kacang lagi.
" Iya terima kasih kak " jawab Ariana sambil menuang saos sambal ke samping piringnya dan menawari Nesya .
" Mau ? "menyodorkan botol sambal plastik ke arah Nesya.
__ADS_1
" Iya mari makan " ucap Nesya antusias mengambil sekeping kerupuk peyek kacang lagi dan saus sambal botol plastik lalu menuangnya dipinggiran piringnya.
Sambil makan mereka ngobrol lagi.
" Gimana restoran nya kak? " tanya Nesya kepada Evan lalu memasukan sesendok kwetiaw ke dalam mulutnya.
" Ya gini " jawab Evan datar lalu menyuap sesendok nasi goreng dan sekeping kerupuk peyek kacang.
" Si kutu loncat masih datang kesini kak ? " tanya Nesya penasaran kepada Evan lalu mengunyah kwetiaw nya.
" Kadang sama cowok barunya " jawab Evan lagi lalu menggigit sekeping kerupuk peyek kacangnya.
Nesya melirik Ariana lalu melihat Evan.
" Apa ? " tanya Evan datar menyendok nasi gorengnya lagi.
" Sering ?" tanya Nesya lagi
" Jarang " jawab Evan lagi lalu memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.
" Sama si playboy atau sama si DJ ? " tanya Nesya masih sambil menyendok kwetiaw nya.
" Hah bukan urusan aku juga kan ?" tanya Evan masih cuek.
" Sama R apa O ? " tanya Nesya lagi sambil melirik Ariana.
" DJ O siapa? " tanya Evan bingung.
" Sama yang pakai motor gede ya kak ? " tanya Nesya kepada Evan
" Nggak, sama yang satunya lagi bukan sama yang norak " jawab Evan lagi santai.
" Aish cewek itu benar - benar seperti kutu loncat " lanjut Nesya sambil menepuk jidatnya sendiri
" Sama orang yang kamu kenal " jawab Evan menegaskan .
" Jangan diomongin dulu makan aja " ucap Evan masih kalem.
" Tapi kak " ucap Nesya gregetan.
" Ntar juga ketemu kalau sudah waktunya.. " ucap Evan gantung lanjut memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.
" Lebih cepat ketemu lebih baik kak " ucap Nesya lagi.
Evan memandang Nesya tegas menghentikan kegiatan makannya sejenak .
" Nggak " jawab Evan lagi serius kepada Nesya.
" Haduh ok lah kalo begitu kak , terserah kakak deh " ucap Nesya makin gregetan.
Mereka bertiga lanjut makan lagi.
" Kamu kerja dimana Ana ? boleh aku panggil kamu Ana kan ? nggak mungkin panggil Ari kan? " tanya Evan kepada Ariana masih dengan muka datarnya.
Nesya tertawa batin Nesya " kaku amat sih kak " mentertawakan Evan.
" Iya gak apa - apa kok kak, gue emang biasa dipanggil dengan nama Ana " jawab Ariana perlahan kepada Evan.
" Cerita aja kak sama Nesya kalo perlu bantuan kak Ana ngomong aja " ucap Nesya berterus terang.
" Maksudnya ?" tanya Ariana bingung.
" Lagi cari orang buat jaga kasir restoran " ucap Evan santai.
__ADS_1
" Terima aja kak " ucap Nesya memprovokasi Ariana.
" Lho aku kan sudah punya kerjaan Sya " jawab Ariana bingung menatap Nesya.
" Gaji kamu ditempat kerja kamu yang sekarang berapa, Ana ? " tanya Evan kepada Ariana.
" Hek hek" Ariana tersedak makanannya. Ariana segera meminum jus sirsak nya.
" Kok tanyanya gitu sih kak ? " ucap Ariana kepada Evan.
" Biar bisa ditambahin atau kalau kamu mau ambil shift sore " ucap Evan santai.
" Maksudnya " tanya Ariana kepada Evan.
" Kamu pulang kerja baru lanjut ke sini." ucap Evan lagi.
" Iya boleh juga tuh kak " ucap Nesya memprovokasi Ariana lagi.
Ariana melihat ke arah Nesya dan Evan bergantian.
Batin Ariana " Ini mah sudah pasti persekongkolan mereka berdua, ada udang dibalik kerupuk peyek kacang nih."
" Boleh gue pikir - pikir dulu kak? " ucap Ariana kepada Evan
" Lho kenapa kak apa yang mau dipikirkan lagi? " tanya Nesya kepada Ariana.
" Lu pikir gue robot Sya..kerja dua shift itu nggak gampang Sya " ucap Ariana.
" Iya kerja dua shift itu emang tidak mudah, sangat melelahkan dan butuh stamina yang lebih panjang " ucap Evan setuju dengan Ariana.
" Makanya gue mikir - mikir dulu kak" ucap Ariana kepada Evan.
" Atau kamu masuk shift siang saja gajinya saya tambahin lima puluh persen dari gaji kamu yang sekarang tapi kamu harus berhenti kerja dari tempat kerjamu yang sekarang dan kamu harus fokus kerja di sini saja, gimana? " tawar Evan lagi kepada Ariana.
" Plus kamu bisa hemat biaya makan dan biaya transportasi. " ucap Evan lagi.
" Maksudnya kak " tanya Ariana lagi.
" Iya kamu kalau kerja di sini shift siang, Aku kasih tambahan gaji buat kamu lima puluh persen dari gaji kamu yang sekarang tapi kamu harus berhenti kerja ditempat kerja kamu yang sekarang dan fokus kerja di sini dari siang, tengah hari sampai malam waktu restoran tutup. " jelas Evan kepada Ariana.
" Plus kamu dapat jatah makan dua kali dan lebih hemat biaya transportasi karena restoran dekat dengan tempat rumah kosan kamu. " ucap Evan lagi kepada Ariana.
" Wow itu lebih bagus kak, gaji naik lima puluh persen dapat jatah makan pula dua kali lagi " ucap Nesya senang.
" Jadi kita deal? " tanya Evan langsung kepada Ariana.
" Gue pikir - pikir dulu ya kak " jawab Ariana lagi sambil menatap Evan dan Nesya berdua serius.
" Kalau bisa kamu kasih keputusan secepatnya, jangan ditunda - tunda lagi " ucap Evan mendesak Ariana.
" Iya iya aku akan kasih keputusan secepatnya " jawab Ariana pasrah.
" Nah gitu dong kak " ucap Nesya menyemangati Ariana.
Batin Ariana " dua orang ini mau apa sebenarnya dari gue, sepertinya rada - rada maksain gue kerja di restoran ini. "
Batin Evan " Semoga saja Ana tertarik dan tidak berubah pikiran. Kalau Ana beneran serius mau kerja disini aku jadi ada yang bantuin buat jagain operasional restoran ini."
Batin Ariana lagi " Beneran aneh mereka berdua ini.apa sih yang mereka sembunyikan dari aku."
" Kabari aku besok setelah kamu resign dari tempat kerjamu yang sekarang " ucap Evan tegas kepada Ariana.
" Hah yang benar saja kak, gue kan belum bilang iya sama kakak " ucap Ariana kaget.
__ADS_1
" Makin cepat kamu bilang iya makin bagus kan " kata Evan lagi kepada Ariana.
Nesya tertawa senyum - senyum sendiri cekikikan melihat kelakuan Evan dan Ariana.