
Keesokan harinya
Ariana pergi joging bareng Indah dan Nesya .
Di taman dekat rumah kosan mereka sudah ramai orang - orang pada joging, ibu ibu yang senam aerobik, anak - anak berlari lari riang ke sana kemari tak tentu arah , ada juga yang jalan jalan santai sambil mendorong kereta bayi.
" Kak Ariana kemarin gimana keadaannya ama Kak Raditya " tanya Nesya hati - hati.
" Keadaan gimana Sya? " Ariana balik bertanya kepada Nesya.
" Ya hubungan kakak ama kak Raditya " jawab Nesya.
" Huh " Ariana menghembuskan nafas panjang
" Bolehkah kita tidak membahas tentang mas Radit hari ini? " jawab Ariana penuh kekecewaan.
Nesya memahami keadaan Ariana dari mimik wajah dan bahasa tubuhnya yang enggan membahas tentang Raditya.
Biasanya kita akan sangat senang sekali dan dengan sendirinya sering sekali membahas tentang kekasih yang kita sayangi .
" Waduh mbak Ariana lihat tuh bayi dalam kereta bayi cakep, imut banget ya " ucap Indah kepada Ariana.
Maksud Indah mau mengalihkan pikiran Ariana dari Raditya.
Apalah daya wajah Ariana malah tambah kusut melihat seorang bayi di dalam kereta bayi.
Ariana menjadi teringat harapan bahagianya memiliki sebuah keluarga kecil bahagia bersama Raditya . Sekarang impian bahagia itu sudah pupus .
Harapan hidup membina rumah tangga bersama Raditya sudah hancur lebur, hilang bersama penghianatan dan kebohongannya.
Ariana lanjut joging bersama Nesya dan Indah untuk meredam kekecewaan yang menyesakkan hatinya.
Nesya dan Indah joging sambil ngobrolin dan kepo masalah orang orang di taman.
Indah mulai curhat masalah hidupnya yang terasa berat sepeninggalnya papanya.
Giliran Nesya dan Ariana yang berusaha memberikan semangat kepada Indah agar hidup lebih ikhlas menerima kepergian papanya dan melanjutkan perjuangan hidupnya lebih baik lagi.
" Selama kepergian papa, untung mama sanggup ngurusin usaha Papa dibantu kakakku mbak Intan. " ucap Indah lega.
" Iya Ndah kalo nggak kita nggak barengan lagi dong di rumah kosan " ucap Nesya kepada Indah.
" Bener Ndah kalo nggak ada kamu rumah kosan berasa sepi " kata Ariana.
" Kalo nggak ada mbak Intan, bisa - bisa gue nggak bisa lanjut kuliah lagi, gue harus pulang kampung bantuin mama ngurusin usaha papa " lanjut Indah bersyukur.
" Iya syukur ya ada kakak kamu kak Intan, jadi elu..Ndah masih bisa barengan kita kita di rumah kosan " ucap Nesya kepada Indah.
" Kalian berdua sudah berasa seperti saudari bagi gue " ucap Ariana lagi
__ADS_1
" Kak Ariana emang sangat imut " kata Nesya sambil tersenyum manis, senang mendengar ucapan Ariana.
" Bukannya mbak Ariana lebih akrab barengan mbak Linda ama mbak Tina. " ucap Indah kepada Ariana.
" Beda dong Ndah " ucap Ariana lagi.
" Barengan Linda dan Tina kan yang diomongin kan masalah kerjaan , masalah hati, yang ruwet gitu sedangkan bareng kalian kan ngobrolnya masalah kekinian jadi lebih santai nggak ribet " senyum Ariana.
" Sebenarnya Intan mau ngomong ama mbak Ariana masalah Karin " ucap Indah perlahan sambil terlihat serius kepada Ariana.
" Emangnya napa Ndah ? " balas Nesya kepo.
" Ngomong aja Ndah gue gak apa - apa kok,
lebih baik kamu ngomong terus terang Ndah " ucap Ariana .
" Kalo bisa mbak Ariana bersabar, maafin dan tetap bertahan ama mas Raditya ".ucap Indah serius sambil menatap Ariana.
" Karin itu ya mbak.., seperti kutu loncat cuma parasit yang numpang lewat doang, dia anggap cowok itu cuma ATM doang kok mbak " kata Indah Lagi masih menatap Ariana serius.
" Tau dari mana kamu Ndah " ucap Nesya kepo.
" Karin juga pernah begitu sama mas Juna , Sya, kakak ipar aku suami mbak Intan. " ucap Indah lagi menjawab Nesya.
" Gitu bagaimana maksud lu.. Ndah..? tanya Nesya lagi ke Indah.
" Karin mendekati mas Juna buat biayain ongkos pindahan Karin ngikutin gue kemari ." kata Indah.
" Untungnya mbak Intan sabar maafin mas Juna kalo nggak, ya bakalan nggak jadi nikah mereka" ucap Indah lagi.
" Makanya Indah ada perasaan bersalah ama mbak Intan, si Karin kegenitan mendekati mas Juna ampe mengganggu hubungan mbak Intan ama mas Juna karena mau ikutan Indah pindah kosan kemari." jelas Indah ke Ariana dan Nesya.
" Pantesan ya.. lu tau banget kelakuan si Karin , Ndah ." ucap Nesya memaklumi.
" Bukannya tau banget juga sih Sya , aku cuma nggak mau mbak Ariana jadi korbannya si Karin yang sok kecantikan itu " ucap Indah lagi.
" Aku nggak mau merasa bersalah lagi kepada mbak Ariana, karena ulah si Karin.
" Bukan salah kamu juga kali Ndah " bela Ariana ke Indah.
" Bener itu Ndah bukan salah lu , itu mah cuma akal busuk si Karin aja elu dijadikan alasan ," ikutan belain Indah.
" Kalo si Karin nggak punya duit ya sadar diri dong, kerja kek, jualan online kek, bukannya ngedeketin mas Juna, itu mah nipu namanya Ndah mainin perasaan orang. " ucap Ariana.
" Iya Ndah , benar kata kak Ariana, Karin nya aja yang punya bakat perebut laki orang, sok kecantikan" bela Nesya lagi
" Yang Indah syukuri mas Juna cepat nyadar langsung jujur, mengaku salah dan minta maaf ke mbak Intan , " kenang Indah.
" Jadi masalah si Karin nggak lama mengganggu hubungan mereka mas Juna segera melamar mbak Intan sebagai tanda keseriusannya . " lanjut Indah.
__ADS_1
" Yang buat gue kesel ama si Karin ya , masa Indah yang disalahin dengan alasan mau ikutan pindah kosan kemari ." ucap Nesya lagi kesel.
" Yang kegenitan godain mas Juna kan si Karin sendiri jadi seharusnya itu mah dosa si Karin sendiri yang mau jadi perebut laki orang " ucap Nesya lagi.
" Berarti lu juga ada salah info Ndah " kata Ariana.
" Lho kok mbak ngomong gitu sih ke indah " ucap Nesya bingung.
" Karena si Karin itu emang dari sononya udah punya bakat perebut laki orang Sya, suka mainin dan manfaatin perasaan cowok cowok semenjak dari kota M, kan info dari Indah disini di kota J baru kelakuan si Karin berubah ." ucap Ariana menjelaskan maksud perkataannya kepada Indah dan Nesya.
" Iya mbak Ariana benarnya Sya " ucap Indah perlahan setuju dengan Ariana.
" Mungkin karena kelakuan si Karin yang kegenitan godain mas Juna calon suami mbak Intan, aku baru nyadar sifat perebut laki orang si Karin kali ya " kata Indah lesu.
" Sebelumnya aku kagak nyadar ama kelakuan si Karin " ucap Indah lemes.
" Perasaan kita bertiga ngomongin soal si Karin mulu ya " ucap Ariana lirih.
" Siluman ular (Karin) itu pembelajaran buat kita kali ya Ndah jangan jadi perebut laki orang , buat orang lain pada susah, sedih, berantem , ribut akibat ulahnya. " kata Nesya pasrah.
"Siluman ular siapa Sya?" tanya Indah.
" Ya si Karin lah emang siapa lagi " jawab Nesya.
" Jangan gitu Sya.. nggak baik "tegur Ariana .
" Jangan memanusiakan binatang dan mem binatang kan manusia , elu juga nggak mau kan di panggil siluman ular Sya" tegur Ariana lagi tegas.
" Iya gue ngaku salah kak, terima kasih ya kak Ariana masih mau menegur kesalahan Nesya."
ucap Nesya pelan sambil senyum ke Ariana.
"Gue nggak nyangka si Karin jahat benar orangnya Sya " kata Ariana lagi.
" Padahal Karin ama aku ya mbak masih ada hubungan keluarga lho " ucap Indah lagi mengaku kepada Ariana dan Nesya.
" Keluarga gimana Ndah ?" tanya Nesya kepo.
" Karin itu anak dari sepupu papa Indah , nenek Indah ( ibu dari papa indah) kakak dari nenek Karin ( ibu dari mami Karin). " lanjut Indah.
" Sebenarnya Indah malu punya keluarga model kayak si Karin " sahut Indah lemes.
" Gak apa - apa Ndah, kita nggak bisa milih dari keluarga mana kita lahir , tapi kita bisa milih mau jadi orang baik apa nggak? mau berteman dengan siapa? mau jadi orang seperti apa? " kata Nesya bijak kepada Indah.
" Terima kasih Sya " kata Indah pelan.
" Tumben tumbenan elu bijaksana Sya , .habis dapet hidayah kamu Sya " puji Ariana kagum kepada Nesya.
" Iya kak, Nesya habis dapat hidayah dari mbak Intan jadi cewek itu harus baik , tulus , pemaaf " canda Nesya kepada Ariana.
__ADS_1
Batin Nesya " kak Ariana aja kan yang nggak tau siapa Nesya " senyum senyum sendiri.