Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#58


__ADS_3

" Boleh begitu juga bagus setelah acara pernikahan selesai kita bisa fokus ke pembukaan resto cabang yang di mall , sambil mempersiapkan pembukaan cabang yang di kota S " ucap Evan setuju dengan usulan Ariana .


Batin Ariana " Syukurlah Evan setuju jadi kak Anton bisa tetap di kita S nggak perlu repot-repot pindah ke kota J " tersenyum senang.


" Lagi pula aku keberatan mas kalau kak Anton pindah ke kota J , ntar siapa yang bisa bantu temani mama dan papa aku di kota S ?" tanya Ariana berterus terang.


" Iya nggak apa - apa masih bisa cari orang lain kan buat bantu Nesya dan Indah ?" ucap Evan sambil melirik dan menyindir Kevin.


" Iya iya ntar aku bantu demi Nesya " goda Kevin pasrah.


" Iya benar kak " kata Nesya girang.


" Iya lagi pula emang dari awal kan aku yang kasih solusi supaya Evan beli resto Brian " ucap Kevin lagi


" Dan itu saran yang sangat bagus Vin thanks bro " sahut Evan sambil tersenyum mengelus lembut rambut Ariana.


" Iya tau yang lagi kasmaran cari kamar sana " ledek Kevin.


" Woi baru calon belum resmi , belum sah " ledek Nesya.


" Dari pada kita berdua jadi obat nyamuk kita keluar yuk kencan " ajak Kevin kepada Nesya.


" Woi sudah malam lu pulang sana " usir Evan becanda.


" Gue mau ikutan kak Kevin keluar sebentar ya kak , dari pada gue bete jadi obat nyamuk mulu" ucap Nesya minta ijin kepada Evan.


" Yuk Sya , gue rela deh jadi pangeran tampan lu ini malam supaya lu nggak jadi obat nyamuk mulu kerjaannya lihatin orang pacaran " ucap Kevin sambil menggandeng tangan Nesya.


" Mau kemana ?" tanya Ariana.


" Paling juga ke cafe kak " jawab Nesya.


" Ya sudah titip Nesya Vin jangan kelamaan jam sepuluh sudah harus di rumah " ucap Evan.


" Tega bener lu Van , ini saja sudah jam sembilan malam jam sebelas kek " tawar Kevin.


" Iya sana buruan pulang jangan sampai kemalaman ya " ucap Evan tegas.


' Iya , yuk Sya kita pergi cari cemilan kesukaan kamu " ajak Kevin.


" Kak Kevin traktir ya " ucap Nesya senang.


" Iya apa sih yang nggak gue kasih buat lu Sya " rayu Kevin.


" Haduh mesranya , belajar tuh mas bicara manis seperti kak Kevin " seru Ariana gemes.


" Playboy di dengerin " ledek Evan.


' Sirik lu " ledek Kevin balik segera berjalan keluar dari ruang keluarga rumah Evan.


" Dari tadi kek perginya " ledek Evan.


Sepeninggal Kevin dan Nesya , Evan mulai bermanja - manja dengan Ariana.


" Bagi dong sesuap es krimnya " ucap Evan membuka mulut.

__ADS_1


" Iya nih " sahut Ariana menyendok es krim ke mulut Evan sehingga sedikit belepotan di sudut bibir Evan. Membuat Ariana sedikit senyum kecil geli melihat Evan yang belepotan es krim.


Ariana lalu mengusapkan ibu jarinya ke sudut bibir Evan menghapus es krim yang belepotan. Evan menangkap tangan Ariana dan menarik tubuh Ariana ke dalam pelukannya.


Evan perlahan - lahan mencium bibir Ariana , lidahnya menjelajah mengabsen setiap sudut rongga mulut Ariana.


Setelah beberapa detik Evan melepas ciumannya dan berpindah ke sisi telinga dan rahang Ariana.


Perlahan - lahan turun ke leher Ariana.


" Ehem - ehem " sahut bibi Aminah membuat Evan menghentikan ciumannya.


" Ada apa bibi ?' tanya Evan.


' Permisi den Evan , bibi mau beresin meja , maaf mengganggu " jawab bibi Aminah malu - malu.


" Nggak apa apa kok bibi " jawab Ariana dengan raut wajah memerah.


" Tolong buatkan susu coklat hangat ya bibi " titah Evan .


" Iya den , permisi " jawab bibi Aminah sambil membawa beberapa gelas mangkuk es krim ke dapur.


" Lanjut ?" goda Evan sambil menarik tengkuk Ariana dan mulai mengecup hidung , kedua mata dan pipi Ariana.


' Sudah mas Evan , geli " tawa Ariana mendorong tubuh Evan .


" Sedikit lagi " goda Evan kembali menarik tubuh Ariana ke dalam pelukannya.


" Sudah malu ntar dilihat bibi lagi " tolak Ariana .


" Ya sudah pelukan saja ya " ucap Evan lalu menarik kepala Ariana bersandar ke atas bahunya.


" Mas mau tau apa mau tau banget ?" ledek Ariana.


" Mau tau aja " sahut Evan santai.


" Ya agak kaget sih tapi sudahlah nggak ada guna juga dipikirin " jawab Ariana jujur.


' Yakin kamu nggak apa - apa ?" tanya Evan lagi.


" Kalau ada apa apa emang mas Evan mau ngapain ?" tanya Ariana.


" Enggak kenapa - napa cuma tanya doang " ledek Evan.


" Haduh kirain mau kasih apa gitu, hadiah kek , liburan kek " ledek Ariana balik.


" Iya iya sini aku kasih ciuman lagi yang banyak " goda Evan lagi.


" Ehem - ehem , permisi ini susu coklat hangatnya den " sahut bibi Aminah lalu masuk lagi ke dapur.


" Ha ha ha ada yang lagi jadi polisi cinta " Ariana tertawa geli melihat Evan.


" Banyak banget sih nyamuk malam ini " keluh Evan.


" Ha ha ha habis kamu nya sih mas nyosor mulu sampai Kevin bawa Nesya keluar cari angin ' ledek Ariana .

__ADS_1


" Kamu ini jangan bicara kan mereka kita lanjutin aja acara kita berdua " goda Evan .


" Sudah malu ah di liatin bibi Aminah lagi ntar " sahut Ariana mengelak dari pelukan Evan.


" Cuma peluk doang " ucap Evan kembali menarik perlahan kepala Ariana bersandar di bahunya.


Ariana merasa nyaman dan merasa sedikit mengantuk lalu ketiduran di bahu Evan.


*****


Keesokan harinya Ariana terbangun dalam pelukan Evan. Ariana menurunkan perlahan - lahan tangan Evan dari atas tubuhnya.


Ariana pergi ke kamar Nesya dan mandi untuk bersiap berangkat kerja. Selesai mandi Ariana memakai pakaian kerja dan berdandan tipis lalu menyisir rapi rambutnya.


Setelah selesai Ariana pergi ke dapur dan bertemu dengan bibi Aminah yang lagi masak membuat nasi goreng untuk sarapan.


" Mau di bantu bibi ?" tanya Ariana.


" Nggak usah non , ini juga sudah jadi " sahut bibi Aminah sambil menuang nasi goreng ke dalam piring saji.


Ariana membuat kopi dan teh strawberry buat Evan dan Nesya.


" Bawa aja langsung ke meja makan non " Ajak bibi Aminah sambil membawa piring saji yang berisi nasi goreng ke ruang makan.


Ariana dan bibi Aminah mulai mengisi piring makan dan sendok untuk sarapan.


Evan keluar dari kamarnya dan masuk ke ruang makan menghampiri Ariana dan mencium keningnya sekilas.


' Morning kiss vitamin pagi " goda Evan.


" Selamat pagi " sapa Ariana.


" Balas ciuman aku dong " ucap Evan sambil menyodorkan pipinya.


Ariana memajukan bibirnya Evan langsung nyosor mencium bibir Ariana dengan cepat.


" Ehem ehem selamat makan , permisi " ucap bibi Aminah lalu segara berjalan terburu - buru balik masuk ke dalam dapur.


" Ayo sarapan mas " ajak Ariana menarik tangan Evan lalu duduk di samping kursi Evan .


" Ayo makan " sahut Evan perlahan .


" Aku panggil Nesya dulu mas " ucap Ariana lalu berdiri hendak berjalan ke kamar Nesya . Evan segera menahan tangan Ariana dan menariknya duduk kembali ke kursi di sampingnya.


" Ayo temani aku makan " ajak Evan perlahan.


" Iya mas " jawab Ariana menuruti keinginan Evan.


Selagi mereka sedang makan berdua Nesya keluar dari kamarnya dan ikut sarapan bersama Evan dan Ariana.


" Selamat pagi kak Evan dan pagi kak Ana Tuhan memberkati " ucap Nesya riang.


" Amin , selamat pagi Sya " jawab Ariana.


' Nyamuk nya datang lagi ' ledek Evan perlahan.

__ADS_1


" Haduh sarapan dulu deh kak , ntar kalau mau ngajak ribut ya , masih lemes lagi lapar nih" sahut Nesya cuek.


Batin Ariana " seru juga ya kalau tiap pagi kayak gini , ntar kalau Nesya sudah jadian sama Kevin rumah bakalan jadi sepi " sambil tersenyum melihat ke arah Evan dan Nesya.


__ADS_2