
" Masuk " kata Evan membuka pintu mobil.
" Iya mas " Ariana masuk duduk di kursi samping driver.
Evan menutup pintu mobil , lalu berjalan memutar mobil membuka pintu lalu duduk dan menyalakan mesin mobil. Nesya membuka pintu mobil duduk di belakang Evan dan menutup pintu. Evan menjalankan mobil santai dengan kecepatan tiga puluh kilometer per jam.
" Motorku? " cicit Ariana memecah keheningan.
" Gue telpon Indah ya kak " tawar Nesya.
" Untuk apa Sya? " tanya Ariana.
" Buat ambil motor kak Ana " jawab Nesya.
" Kunci nya masih sama aku Sya " kata Ariana.
" Telepon Kevin bawa masuk ke resto saja kalo tutup " kata Evan.
" Iya benar kak " kata Nesya.
Kring kring kring
" Ya apa lagi Sya " kata Kevin.
" Tolong ntar kalau resto tutup motor kak Ana tipe xx warna silver no pol xx di dorong masuk ya, simpan dalam resto " pinta Nesya.
" Iya ntar gue dorong masuk dalam resto " kata Kevin.
" Ok terima kasih kakakku Kevin tersayang , yang paling ganteng bye " kata Nesya senang.
" Iya kalau ada maunya aja Sya kamu jadi manis banget ngomongnya , dah ya " Kata Kevin menutup sambungan telepon.
" Beres kak, entar kak Kevin yang bakal dorong masuk motor kak Ana ke dalam restoran " kata Nesya.
" Terima kasih Sya " kata Ariana kalem.
" Iya tenang kak Ana kalo motor kak Ana hilang ada bos " senyum Nesya.
" Tapi Sya motor itu hasil dari keringat gue sendiri, barang pertama yang gue beli sendiri bukan dibelikan orang tua Sya " cicit Ariana.
" Iya jangan khawatir kak " ucap Nesya.
Mobil melewati pos satpam , pagar dibuka dan mobil Evan masuk perlahan ke dalam pekarangan rumah dan berhenti.
" Sudah sampai, turun " kata Evan meng unlock pintu mobil.
" Ayo kak " ajak Nesya.
" Iya Sya " kata Ariana tenang.
Nesya dan Ariana keluar dari dalam mobil. Berdiri di samping mobil menunggu.
Evan mematikan mesin mobil , keluar dan mengunci pintu mobil.
Mereka bertiga berjalan bersama ke arah pintu rumah, pintu utama di buka melangkah masuk ke dalam rumah.
" Selamat malam tuan muda " salam bibi Aminah assisten rumah tangga kepada Evan.
" Malam bi Nah " kata Evan berjalan ke ruang tamu.
" Selamat malam non Nesya " salam bibi Aminah kepada Nesya.
" Malam bi ini Ariana teman Nesya " jelas Nesya.
" Malam non Ariana " salam bibi Aminah kepada Ariana lalu menutup pintu utama.
__ADS_1
" Malam juga bi " salam Ariana balik .
" Ini bibi Aminah bibiku tersayang yang jaga gue dari baru nongol ampe segede gini " kata Nesya menjelaskan.
" Pasti Nesya sudah bikin bibi pusing ya " canda Ariana.
" Nggak apa apa non Nesya sudah bibi anggap anak sendiri " kata bibi Aminah tersenyum geli.
" Aduh bi , Nesya jadi seperti ini juga gara gara bibi kan " kata Nesya merajuk.
" Ayo kak Ana " ajak Nesya lalu berjalan masuk ke ruang tamu.
" Mari bi " kata Ariana berjalan mengikuti Nesya.
" Iya silahkan non " jawab bi Aminah.
Nesya duduk di sofa depan Evan.
Ariana berjalan ke arah Nesya hendak duduk di sebelah Nesya.
" Mau langsung makan apa mandi dulu kak? " tanya Nesya kepada Evan.
" Mandi " jawab Evan.
" Ayo kak " ajak Nesya kepada Ariana lalu berdiri.
" Kemana? " tanya Ariana kepada Nesya.
" Ikut aja " jawab Nesya menarik tangan Ariana.
Ariana berdiri dan berjalan mengikuti Nesya.
Nesya masuk ke dalam kamar yang bernuansa biru langit.
" Kamar kamu Sya bagus banget ? " tanya Ariana.
" Baju apa Say? " tanya Ariana bingung.
" Ya baju ganti lah " jawab Nesya lalu mengeluarkan sebuah midi dress berwarna coklat susu, pink dan biru muda.
" Kak Ana suka yang mana? " tanya Nesya.
" Kamu yakin Sya mau kasih aku dress kamu? " tanya Ariana ragu.
" Iya kak Ana pilih saja mana yang kak Ana suka semua juga boleh kok " jawab Nesya sambil membuka laci bawah yang berisi dalaman.
" Yang biru aja Sya " jawab Ariana.
" Ya sudah kak Ana mandi aja dulu ntar baru gue gantian ini dalaman sama handuk buat kak Ana " ucap Nesya sambil memberikan sebuah handuk dan satu set bra serta celana dalam baru warna kulit kepada Ariana.
" Iya terima kasih Sya " jawab Ariana lalu mengambil pakaian pemberian Nesya.
Ariana melangkah menuju ke dalam kamar mandi dan menutup pintu. Ariana mandi selama lima belas menit mengenakan pakaian pemberian Nesya dan melangkah keluar .
" Nah gitu dong kan terlihat lebih cantik dan sexi gantian gue mandi dulu ya " ucap Nesya .
" Iya sana buruan Sya " jawab Ariana.
Ariana merapikan rambut di depan cermin dan duduk menunggu Nesya mandi.
Sepuluh menit kemudian Nesya keluar dari kamar mandi terlihat lebih segar.
" Harum " puji Ariana kepada Nesya.
" Iya dong , Nesya " balas Nesya puji diri sendiri lalu menyisir rambut , berdandan dan memakai lipstick nude .
__ADS_1
" Yuk kita makan " ajak Nesya sambil menarik tangan Ariana.
" Iya " kata Ariana mengambil tas dan bungkusan pakaian kotornya.
" Ditinggal aja kak kok di bawa sih " kata Nesya melepaskan tas dan bungkusan plastik pakaian kotor Ariana.
" Iya Sya " jawab Ariana pasrah.
Nesya dan Ariana berjalan keluar dari kamar Nesya ,turun ke lantai satu menuju ruang makan. Di ruang makan Evan sudah duduk di kepala meja bermain ponsel .
" Sudah lama kak? " tanya Nesya.
" Ya " jawab Evan melihat Ariana.
" Duduk sini " kata Evan menunjuk kursi di samping nya.
" Iya kak terima kasih " kata Ariana duduk di sebelah kanan Evan. Nesya ikut duduk di depan Ariana sebelah kiri Evan.
" Kenapa jadi kak lagi? " tanya Evan menatap Ariana tajam.
" Iya mas terima kasih " kata Ariana canggung.
" Ayo kita makan " kata Evan.
Evan mengambil nasi dan lauk ke atas piring di hadapannya.
Nesya juga mengisi nasi dan lauk di atas piring di hadapannya.
Ariana juga ikut mengambil nasi dan lauk mengisi piring di hadapannya.
Mereka bertiga mulai makan bersama.
" Gimana enak kak " tanya Nesya kepada Ariana.
" Iya enak banget Sya " kata Ariana.
" Ini masakan bi Nah kak , lauk tumisan labu ijo, kari ayam, sambal goreng tahu yang waktu itu di bawa kak Linda dalam nasi kotak juga masakan bi Nah. " jawab Nesya menjelaskan.
" Pantesan makanan nasi kotak nya enak banget Sya kalo bibi Aminah, aku rasa pengalaman masaknya udah puluhan tahun" puji Ariana atas masakan bibi Aminah.
" Iya benar kata lu kak, nggak berasa ya bi Nah sudah masak buat kita selama dua puluh tahun lebih " kata Nesya baru menyadari.
" Kalo suka bisa minta bi Nah masakin bekal buat Nesya dan kamu tiap hari " kata Evan perlahan.
" Kak Ana singgah aja ke rumah kita makan malam bareng baru pulang ya " ucap Nesya antusias.
" Hek hek hek" Ariana tersedak makanan, Ariana segera meminum air putih dalam gelas di hadapannya.
" Ha ha ha santai aja kak Ana " kata Nesya.
" Maksud kamu apa Sya ,aku tiap hari singgah di rumah ini buat makan malam terus aku pulang dari resto sudah jam berapa Sya ?" protes Ana.
" Atau gimana kalau kak Ana pindah tinggal di rumah ini aja kak, biar bisa hemat biaya kos " bujuk Nesya.
" Hek hek hek " Ariana tersedak makanan lagi untuk kedua kalinya.
" Ha ha ha kok tersedak lagi sih kak? " tanya Nesya membuat Ariana gugup.
" Kamu yakin mau aku tinggal di rumah kamu Sya? " tanya Ariana penasaran setelah minum air putih dari gelasnya.
" Kamu boleh tinggal di rumah ini " kata Evan perlahan sambil menatap Ariana serius.
" Kenapa mas ? " tanya Ariana bingung.
" Karena kak Ana sebentar lagi kan bakalan jadi istri kak Evan " jawab Nesya santai sambil tersenyum manis kepada Ariana.
__ADS_1
" Iya itu benar Ana " jawab Evan menatap Ariana intens.
" Hek hek hek " untuk ketiga kalinya Ariana tersedak makanannya sendiri , Ariana segera menyambar gelas Evan dan meminumnya hingga tandas.