
" Kita pulang aja yuk " ajak Ariana kepada Linda dan Tina.
"Yah kok pulang sih Na " ucap Linda.
" Iya Na , kok pulang sih? " tanya Tina kepada Ariana.
" Terus kalian maunya gimana melabrak mas Radit ama Karin " jawab Ariana kesel .
" Yang ada malah kita bertiga yang malu Ti elu mah nggak kenal siapa mas Radit sebaik gue Ti " ucap Ariana lemes.
" Terus elu terima aja gitu ! Elu diselingkuhin ama Raditya ! " seru Linda nggak terima.
" Iya gue juga nggak terima lu dikhianati sama Raditya Na , ditikung ama si Karin lagi " lanjut Tina mendukung Linda.
"Sudah kita balik pulang kosan aja dulu, gue masih syok melihat mas Raditya jalan bareng Karin " ucap Ariana sedih.
" Tunggu sebentar gue lanjutin rekam mereka dulu " ucap Tina geram.
Akhirnya mereka bertiga balik pulang rumah kosan.
Di tempat kosan Ariana masih terlihat sedih dan lebih banyak diam.
" Gue balik masuk ke kamar dulu ya " kata Ariana lirih kepada Linda dan Tina sambil berjalan masuk ke kamar kosnya.
Dalam kamar kosnya setelah menyalakan lampu dan mengunci pintu kamar kosnya Ariana mulai menangis tersedu sedu.
Batin Ariana " Aku benci mencintaimu mas Raditya setelah selama empat tahun bersamamu hanya penghianatan yang aku dapatkan ".
Ariana bingung mau menelpon video call Raditya atau abang nya Anton.
Bingung mau tanya gimana caranya minta penjelasan ama Raditya yang jalan bareng Karin.
Bingung mau curhat gimana ama abangnya Anton tentang Raditya yang kepergok jalan bareng Karin di belakang Ariana.
Ariana nggak mau curhat dan membuat sedih mama dan papa nya.
Tiba - tiba terdengar pintu kamar Ariana diketuk dari luar .
" Na buka pintunya, ini ada Indah bawain ote - ote " panggil Tina sambil mengetuk pintu kamar kosan Ariana.
" Iya tunggu sebentar " jawab Ariana sambil menghapus air matanya.
Ariana membuka pintu kamarnya. Lalu ke kamar mandi mencuci mukanya.
Tina, Linda, Nesya dan Indah masuk ke dalam kamar kosan Ariana.
Indah masuk ke dalam kamar Ariana sambil membawa sekotak ote - ote.
" Kamu nggak apa - apa kan Na " tanya Linda risau setelah Ariana selesai cuci muka dan keluar dari kamar mandi.
Ariana lalu naik duduk di kepala kasur sambil meluk bantal.
" Iya gimana ya " jawab Ariana galau.
" Dimakan dulu deh ote - ote nya " ucap Indah ajakin teman - teman kosnya makan.
" Kak jangan sedih terus dong " ucap Nesya sambil memeluk Ariana dan duduk di samping Ariana
" Kita - kita dah tau kok modusnya si Karin " lanjut Nesya lagi.
__ADS_1
" Iya kita udah tau kelakuan si Karin kok " ujar Indah setuju dengan Nesya.
" Kalian berdua ya , kok nggak info ke kita - kita sih " ujar Tina kesel kepada Nesya dan Indah sambil mengambil sepotong ote - ote.
" Ntar dikira lagi menggosipkan si Karin " jawab Nesya sambil melihat ke arah Indah.
" Kalo masalah Karin, tanya sama Indah aja deh kak , dia lebih tau siapa tuh si Karin.
lanjut Nesya lagi.
" Iya Indah lu cerita dong, ada apa sih ama si Karin " ujar Tina penasaran lalu mengambil sepotong ote - ote ikutan Linda makan.
" Iya Indah cerita dong ama kita - kita " bujuk Linda kepada Indah sambil mengunyah ote - ote.
" Iya ya gimana ya , Karin itu emang sering gonta ganti cowok sih " kata Indah menghembuskan nafas panjang.
" Tau dari mana kamu Indah " selidik Linda sambil makan ote - ote.
" Gimana ya harus mulai dari mana ya cerita tentang Karin " kata Indah bingung.
" Waduh, masa gitu aja lu bingung Ndah " kata Linda lagi terus minum segelas air mineral hingga habis.
" Intinya Karin itu anaknya emang cantik , baik cuma salah gaul aja " kata Indah lagi.
" Salah gaul gimana , ngomong yang jelas dong Ndah " ujar Tina setelah meminum habis segelas air kemasan.
" Gue ama Karin itu sama - sama anak kota M, kami barengan dari TK , SD , SMP , SMA, dan barengan pindah ke kota J, ini buat kuliah." kata Indah lagi.
" Sebenarnya dulu Karin anaknya biasa - biasa aja, emang Karin itu cantik dari sananya gue juga nggak tau kenapa, semenjak pindah ke kota J. Karin berubah " kata Indah kepada mereka.
" Di sini Karin berubah jadi pintar dandan, suka dugem keluar masuk clubnya malam sampai subuh , pacaran gonta ganti cowok, gue juga bingung." lanjut Indah lagi sambil minum segelas air mineral.
Tina memperlihatkan video rekaman Raditya dan Karin, kepada Indah.
"Ya gitu deh kelakuan si Karin hu " kata Indah sambil menghembuskan nafas panjang .
Giliran Indah yang mengambil dan memakan ote - ote yang dibelinya di porong.
" Gue aja nggak nyangka si Karin bisa gitu Na ama lu " kata Linda.
" Kalau gue nggak lihat dengan mata kepala gue sendiri Na , gue nggak bakalan percaya Na si Karin bisa merebut si Raditya dari elu Na " kata Linda . mengambil ote - ote lagi lalu melahapnya.
"Terus lu gimana dong Na " tanya Tina kepada Ariana.
" Entah lah Ti gue masih syok " ucap Ariana galau.
" Kalo menurut gue nih ya mbak Karin itu cuma anggap cowok - cowoknya ATM doang " info Indah lagi. Setelah minum segelas air mineral.
" Masalahnya bukan itu, Ndah " ujar Ariana lirih.
" Terus apa dong kak " tanya Nesya.
" Gue nggak bisa percaya lagi ama mas Raditya " ucap Ariana lirih, air matanya jatuh menetes di pipi Ariana yang mulus.
Nesya yang duduk di samping Ariana , bangkit lalu berjalan ke meja ngambil tempat tissue dan memberikannya kepada Ariana.
" Thanks Sya " kata Ariana kepada Nesya.
" Jadi mau lu sekarang gimana Na " tanya Tina lagi kepada Ariana.
__ADS_1
" Gue pindah ke sini kan ngikutin mas Raditya, yang pindah tugas dari kota S ke kota ini. " isak Ariana.
" Iya elu udah pernah omong ke kita - kita kok " kata Linda , lanjut makan ote - ote.
" Gue nggak yakin lagi ama kesetiaan mas Raditya ke gue Lin " ucap Ariana tambah galau.
" iya elu benar Na " ucap Tina sedih.
"Apa lagi besok , gue janjian kencan ama mas Raditya " lirih Ariana sendu.
"Hah hek hek yang bener lu Na" kata Linda tersedak sama ote - ote.
" Hu makan mulu sih lu Lin dasar nggak punya perasaan orang lagi sedih juga " kata Tina sambil memberikan segelas air mineral kepada Linda.
" Aduh dosa lu kali Ti , kan elu yang ngajakin gue ama Ariana buat cuci mata ke mall " sahut Linda sambil melotot ke arah Tina.
" Lagi pula sayang kan ote - ote nya, kalo nggak dimakan, sudah di beli juga " kata Linda cengengesan.
" Iya santai aja makannya kali kak , ote - ote nya masih banyak kok nggak bakalan ada yang rebut juga " ucap Nesya senyum - senyum sendiri melihat ke arah Linda.
" Iya iya dosa gue yang bete di kosan terus maksain kalian berdua temenin gue jalan jalan ke mall " jawab Tina pasrah.
" Emang gue tau bakalan ketemu ama Raditya jalan bareng ama si Karin , pakai nyalahin gue lagi lu Lin," ucap Tina sewot kepada Linda dan merasa bersalah kepada Ariana.
" Bukan salah lu kali Ti " bela Ariana lirih.
" Iya kak , Karin nya aja tuh yang sok kegenitan jadi perebut laki orang " kata Nesya setuju dengan Ariana belain Tina.
" Gue juga nggak nyangka Karin bisa menikung temen sendiri, merebut mas Raditya dari mbak Ariana " kata Indah pelan.
" Gue nggak nyangka, Karin bisa separah itu, kayak nggak ada cowok lain aja " lanjut Indah nggak enak hati ama Ariana.
"Gue masih bingung harus bersikap bagaimana di hadapan mas Raditya " resah Ariana masih galau.
" Nyantai aja lu Na , yang selingkuh kan Raditya bukan elu Na" ucap Linda.
" Tolong rekaman video mas Raditya jalan bareng Karin di mall tadi. lu kirim ke wa gue Ti yang punya elu juga Lin " pinta Ariana kepada Tina dan Linda.
" iya Na ntar abis makan ote -ote gue kirim video nya ke wa lu Na tangan gue masih minyak nih " kata Linda kepada Ariana.
" Gue kirim sekarang ya, " kata Tina sambil mencet-mencet layar ponsel nya.
Terdengar bunyi notifikasi wa di ponsel Ariana.
Ariana membuka wa chat nya, dan mulai memutar video yang dikirimkan Tina ke wa nya.
Nesya yang duduk di samping Ariana, ikutan nonton video yang dikirimkan Tina kepada Ariana melalui wa.
Nesya berucap " sok kecantikan amat sih si Karin dibelikan baju ama kak Raditya." ucap Nesya hati-hati.
" Pantesan kebiasaannya si Karin pergi dugem ke pub malam ya, rupanya buat nyari mangsa ya " ucap Tina .
" Iya buat modus ini cari cowok cowok tajir buat beliin keperluan si Karin ," kata Linda maklum.
" Jadi tampilan modis ama dandanan make up cantiknya si Karin semua hasil modus dari cowok - cowok tajir yang bayarin." kata Nesya lagi
"Sepertinya sih begitu Sya " jawab Indah pelan sambil menghembuskan nafas panjang
mengingat kelakuan temannya si Karin.
__ADS_1