
" Iya ada apa ma? " jawab Adrian.
" Ana bakalan dilamar besok papa kita harus siap siap menyambut Evan calon mantu kita pa. " ucap Marina girang.
" Oh ya bagus lah kalau besok Ariana dilamar Evan , jadi mama nggak kayak cacing kepanasan mulu " jawab Adrian santai.
Wajah Adrian muncul di layar ponsel Ariana di samping wajah Marina.
" Hello om " sapa Evan.
" Ya Evan, Nesya cantik " ucap Adrian.
" Hello om apa kabar? " tanya Nesya.
" Baik Sya jadi besok pesawat jam berapa ? mau dijemput Anton?" tanya Adrian.
" Nggak perlu dijemput om, rencana pesawat pagi aku dah booking tiket penerbangan pagi pukul enam lima belas , hanya info supaya om dan tante siap siap buat acara lamaran Ariana besok" jawab Evan.
" Jam berapa acara lamarannya? " tanya Adrian.
" Paling cepat jam dua belas siang paling telat jam satu siang. " ucap Evan masih menimbang.
" Kalian bawa hantaran apa? " tanya Marina.
" Itu mama yang atur tante , kak Evan dan Nesya kebagian hadir saja " ucap Nesya.
" Ya sudah Ariana di mana kok nggak kelihatan?" tanya Marina , Evan memutar balik layar ponsel Ariana.
" Iya ma Ana di sini " jawab Ariana.
" Kamu terima Evan? " tanya Marina langsung.
" Masih mikir ma tapi Evan maunya langsung nikah ya Ariana ikut aja " jawab Ariana pasrah.
" Iya Evan takut kamu diambil orang makanya mau langsung nikah saja " ucap Marina.
" Iya ma " sahut Ariana pasrah.
" Ya sudah mama tunggu kamu besok pagi di rumah Na " kata mama Marina.
" Iya ma " cicit Ariana.
" Na kamu sayang sama Evan " tanya Adrian.
" Sayang pa " jawab Ariana.
" Syukurlah kalau begitu semoga bersama Evan kamu bahagia Na" doa Adrian.
" Amin pa " jawab Ariana.
" Ya sudah kamu jaga diri ya Na " kata Adrian lega.
" Mama sama papa tunggu kamu Na sampai jumpa besok " ucap Marina bahagia menutup sambungan video call.
" Sebenarnya ini rencana siapa? " tanya Ariana.
" Aku " jawab Evan.
" Jadi sekarang bagaimana? " tanya Ariana lagi.
" Kita selesaikan makan malam dulu, apa mau nonton film? " tanya Evan.
" Aku mau pulang ke rumah kosan sekarang " jawab Ariana.
" Kamu nginap di kamar Nesya, besok kita terbang pagi " ucap Evan tegas.
" Aku sudah nggak punya pakaian ganti , dress ini saja pemberian Nesya " protes Ariana.
" Dress itu pemberian kak Evan " ucap Nesya.
" Hah terima kasih mas " ucap Ariana kaget.
__ADS_1
" Iya , ayo ikut " kata Evan kalem berdiri dan berjalan ke arah ruang keluarga diikuti oleh Nesya dan Ariana lalu duduk di sofa.
" Mau nonton apa? " tanya Evan.
" Film horor komedi saja kak " jawab Nesya.
" Film zombie yang lucu " jawab Ariana.
Evan menyambung link ponsel dengan televisi dan film dimulai , mematikan lampu , lalu duduk di sebelah Ariana.
Bibi Aminah datang dari arah dapur membawa nampan berisi berbagai macam cemilan , pergi lagi ke dapur lalu kembali lagi membawa minuman.
" Terima kasih bi " ucap Ariana.
Evan mencium bibir Ariana tiba - tiba , melepas ciumannya dan berbisik " jangan berisik " membuat Ariana kaget bukan main.
Batin Ariana " ini orang benar - benar kesempatan dalam kesempitan semua dijadikan alasan buat cium cium bibir aku. "
Ariana mengambil sekaleng minuman dingin yang dibawa bibi Aminah membuka dan meminumnya beberapa teguk untuk menghilangkan kekagetannya.
Tiba - tiba Evan meraih tangan Ariana dan meminum sisa minuman kaleng Ariana.
" Minumanku " cicit Ariana.
" Ha ha ha " Nesya tertawa ngakak melihat tingkah laku Evan dan Ariana.
" Ha ha ha " Evan ikut tertawa ngakak.
Ariana kesal lalu sibuk mencubit pinggang dan lengan Evan, yang ada Evan malah jadi kegelian.
" Ha ha ha sudah " tawa Evan menangkap kedua tangan Ariana. Evan diam menatap Ariana lama.
" Ha ha ha lebih seru nonton kak Evan sama kak Ana deh dari pada nonton film , ini life show ya " tawa Nesya gemas.
Ariana sontak melepas tangan dari genggaman Evan malu. Evan kembali duduk tenang menonton film.
Batin Ariana " Benar benar ini orang aji mumpung semua di embat ngeselin banget deh "
" Mas boleh nggak fokus nonton film aja ya " cicit Ariana.
Ariana diam membeku , pasrah , menyandarkan kepala di bahu Evan.
" Benar benar dah berasa jadi obat nyamuk " cicit Nesya.
" Diam " ucap Evan kalem.
Akhirnya Ariana nggak bisa fokus nonton , malah ketiduran dipelukan Evan. Melihat Ariana tertidur Evan pun menutup mata sejenak. Mereka bertiga akhirnya tertidur di sofa ruang keluarga.
Bi Aminah yang datang menengok mereka bertiga akhirnya menyalakan lampu, mematikan tv dan membereskan meja.
Setelah membereskan meja bi Aminah mematikan lampu lagi dan membiarkan mereka bertiga tertidur di sofa ruang keluarga.
Di pagi harinya Ariana bingung ternyata dia sudah di bandara menunggu boarding.
" Sudah bangun " kata Evan tiba tiba mencium bibir Ariana sekilas.
" Kenapa aku sudah dibandara mas? " tanya Ariana bingung.
" Tidur kayak kebo " jawab Evan datar.
" Ha ha ha " tawa Nesya pecah ngakak.
" Ha ha ha " Evan juga tertawa ngakak.
" Sebenarnya kita bertiga ketiduran kak " kata Nesya masih tertawa.
" Terus " tanya Ariana.
" Karena takut telat kak Evan hanya cuci muka lalu menggendong kak Ana " jelas Nesya.
" Hah " Ariana kaget.
__ADS_1
" Jadi kita bertiga belum ada yang mandi " kata Nesya tersenyum geli.
" Astaga " kata Ariana malu.
" Ini salah kak Evan mau cepat - cepat yah jadi kayak gini " kata Nesya masih tersenyum geli.
Akhirnya mereka bertiga terbang naik pesawat ke kota S.
Sesampainya di kota S , Evan dan Nesya mengantar Ariana pulang.
Tok... tok... tok...
Evan mengetuk pintu rumah Ariana.
Pintu dibuka oleh Adrian yang lagi minum kopi di ruang tamu sambil menunggu Ariana tiba.
" Papa " sahut Ariana sambil memeluk papanya.
" Puji Tuhan kalian sudah tiba , ma ma Ana sudah tiba " sahut Adrian memanggil Marina.
" Ana " panggil Marina kangen setelah meletakkan nampan teko teh di atas meja.
" Mama " sahut Ariana melepas pelukannya pada Adrian dan memeluk mamanya sambil berjalan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
" Hello selamat pagi om " salam Evan kepada Adrian hendak menjabat tangan Adrian tapi langsung dipeluk oleh Adrian.
" Hello Evan " ucap Adrian sambil tersenyum.
" Masuk Sya " panggil Adrian sambil memeluk Evan masuk ke ruang tamu dan duduk di sofa depan Ariana dan Marina.
"Iya om " jawab Nesya mengikuti Adrian dan Evan masuk dan duduk di sofa sebelah Ariana.
" Silahkan diminum " ajak Marina setelah menuangkan teh untuk Evan dan Nesya.
" Terima kasih tante " jawab Evan.
" Iya terima kasih tante Marina yang cantik " ucap Nesya.
" Kamu dari kecil sampai gede emang manis sekali Sya " senyum Marina senang.
" Kamu emang cantik sayang " ucap Adrian tersenyum manis kepada Marina.
" Papa dan mama emang dari dulu romantis ya " puji Ariana.
" Iya lihat om dan tante , jadi pengen cepat - cepat nikah deh " ucap Nesya tersenyum.
" Gadis halu pacar saja nggak punya " ucap Evan.
Mereka berlima sontak tertawa bersama.
" Satu satu Evan , setelah kamu dan Ana nikah pasti Nesya bakal menyusul " ucap Adrian.
" Iya om " jawab Evan kalem.
" Kak Evan nggak tau aja fans Nesya kan banyak " ucap Nesya pede lalu memimun teh nya.
" Iya Evan , Nesya cantik begitu pasti banyak yang suka " bela Marina.
" Iya mas , Nesya cantik dan cerdas begitu pasti banyak lelaki yang suka " ucap Ariana membela Nesya.
" Nah dengar tuh kak " ucap Nesya senang di bela Marina dan Ariana.
" Acara lamarannya gimana Evan ? " tanya Marina mengalihkan perhatian dari Nesya ke Evan.
" Nanti siang sekitar jam dua belas siang atau jam satu siang tante " jawab Evan.
" Ma jangan terburu - buru , Evan, Nesya kalian sudah makan pagi? " tanya Adrian.
" Astaga Anton bawa keluar kue jajanannya " panggil Marina.
" Nggak usah tante saya cuma mau mengantar Ana " jawab Evan.
__ADS_1
" Iya tante kami sebentar saja ntar siang mau kesini lagi kan , mending kak Ana , istirahat lalu siap - siap dandan yang cantik " ucap Nesya.
" Hei bro " salam Anton sambil membawa nampan berisi berbagai macam kue jajanan pasar tradisional dan meletakkannya di atas meja tamu.