
Selesai makan siang Evan dan Ariana pindah ke ruang tamu menunggu kedatangan orang EO.
Tiga puluh menit kemudian orang EO datang dan mereka langsung membahas tentang tema pernikahan yang akan digunakan , tempat acara pemberkatan dan resepsi. Setelah mencapai kesepakatan dan garis besar susunan acara mereka saling berjabat tangan lalu mengakhiri pertemuan.
" Sudah ayo kita kencan " ajak Evan.
" Mau kemana ?" tanya Ariana.
" Kamu mau pergi kemana ? taman bermain , pantai , nonton , mall mumpung nggak ada Nesya " ajak Evan.
" Ke taman bermain saja asal jangan naik roller coaster kita kan baru habis makan " jawab Ariana antusias.
" Yuk kita kencan " kata Evan langsung menarik tangan Ariana lalu berjalan keluar dari rumah.
Evan membawa Ariana kencan ke sebuah taman bermain yang cukup luas. Mereka berkeliling seharian bermain di beberapa wahana hingga tak terasa waktu sudah malam hari . Emang ya kalau lagi senang waktu bisa berlalu dengan sangat cepat .
Mereka berdua bermain hingga lelah dan Evan mengajak Ariana untuk beristirahat dan makan malam di sebuah resto seafood di dalam kawasan taman bermain yang menjual hidangan laut segar.
" Mau makan apa ? kamu nggak alergi makanan laut kan Na ?" tanya Evan sambil mengajak Ariana melihat lihat wadah kaca aquarium yang memperlihatkan berbagai macam binatang laut.
" Nggak aku nggak alergi " cicit Ariana.
Seorang pelayan datang menghampiri mereka dan merekomendasikan menu menu favorit di resto seafood tersebut.
" Kita makan ikan bakar mau ?" tanya Evan lagi.
" Boleh " jawab Ariana sambil mengangguk setuju.
" Mau apalagi ?" tanya Evan.
" Mau cumi saus padang " ucap Ariana.
" Sup kepiting sudah aku itu aja kak Evan mau makan apa ?" tanya Ariana balik.
" Sudah tambahin lobster saus telur asin sama es teh tawar ya " ucap Evan lalu mengecek kembali pesanan mereka kepada si mbak pelayan.
" Kamu nggak rasa dingin kita makan di pantai kayak gini ?" tanya Evan .
" Nggak apa apa kok kak " ucap Ariana sambil memalingkan wajahnya.
" Kita tukaran tempat duduk ya " cicit Ariana.
" Iya boleh " jawab Evan perlahan sedikit bingung lalu melihat ke belakang Ariana dan memahami mengapa Ariana meminta tukar tempat duduk.
" Mereka sudah dari tadi ?" tanya Evan perlahan.
" Nggak tau dan nggak usah dibahas aku sudah nggak perduli juga anggap nggak lihat aja " cicit Ariana.
" Kamu ingin pindah meja ?" tanya Evan lagi perlahan.
" Nggak usah mas anggap saja nggak lihat , aku nggak mau berurusan lagi sama dia" jawab Ariana perlahan.
__ADS_1
" Iya nggak apa apa kamu ingin membatalkan pesanan makanan kita ?" tanya Evan lagi hati hati sambil mengelus lembut tangan Ariana dibatas meja buat menenangkan hati Ariana.
" Nggak usah mas nggak apa apa kok " cicit Ariana lagi.
" Kalau kamu nggak suka bilang aja kita langsung pergi sekarang " jawab Evan memastikan.
" Ya sudah ayo kita pergi sekarang " ucap Ariana pasrah.
Evan langsung menarik tangan Ariana keluar dari resto seafood tersebut.
Setelah di dalam mobil " Kenapa kamu nggak langsung bilang kalau ada mereka di sana tadi ?" tanya Evan .
" Aku juga nggak lihat mas , tadi setelah selesai pesan baru aku nyadar kok ini seperti suara orang yang aku kenal " cicit Ariana.
" Ya sudah jadinya mau makan di mana ?" tanya Evan sambil mengelus lembut rambut Ariana.
" Kita pulang saja ya aku sudah lelah " cicit Ariana .
" Iya sudah kita makan di rumah saja " ucap Evan sambil menelpon Kevin.
" Bro kamu catat ya pesankan makanan di resto seafood langganan kita sup kepiting , lobster saus telur asin , ikan bakar , cumi saus padang ya " titah Evan kepada Kevin.
" ,,,,, "
" Ya sudah itu aja dulu bro " ucap Evan mematikan ponselnya.
" Ayo kita pulang " ucap Evan kepada Ariana lalu menyetir mobil berjalan berlahan pulang ke rumah Evan.
" Mau singgah beli es krim ?" tanya Evan.
" Boleh mau es krim rasa duren , strawberry buat Nesya " jawab Ariana antusias.
" Iya singgah di mini market di dekat komplek perumahan aja ya " sahut Evan.
Sesampainya di mini market Evan dan Ariana turun dari mobil dan masuk ke dalam mini market.
Di dalam mini market Ariana segera memilih es krim pilihannya dan beberapa keripik kesukaannya .
" Masih ada lagi yang mau di beli ?" tanya Evan.
" Nggak sudah cukup kok ini aja sudah kebanyakan " jawab Ariana girang.
" Benar benar seperti anak kecil ya lucu kalau lagi bete harus dibujuk pakai es krim " ledek Evan.
" Apaan sih nyebelin deh " sahut Ariana merajuk.
" Heh kumat ya ngambek lagi " ledek Evan lagi.
" Habis mas Evan menyebalkan "cicit Ariana kesel.
" Cup cup cup " ucap Evan tambah meledek Ariana lalu menarik tangan Ariana ke tempat kasir.
__ADS_1
Setelah membayar barang belanjaan di kasir mini market , Evan dan Ariana berangkat pulang kembali ke rumah Evan.
Di rumah Evan , Kevin dan Nesya sudah menunggu di ruang makan . Nesya dibantu bibi Aminah sedang menyiapkan makanan yang sudah di beli Kevin atas permintaan Evan.
" Sya aku ada beli es krim strawberry kamu makan ya , yang duren punya aku " info Ariana.
" Ya gitu dong calon kakak ipar idaman bawa sogokan es krim " ucap Nesya girang.
" Aku bawa sogokan makan malam yang banyak kenapa nggak dapat hadiah ?" goda Kevin.
" Kak Kevin mah playboy cap strawberry diluar sih ganteng , cakep , harum lagi tapi dalamnya kecut " ledek Nesya.
" Astaga tuh adik lu bro " protes Kevin kepada Evan.
" Ha ha ha kenapa nggak terima " tawa Evan.
" Emang kamu playboy kan " ledek Evan lagi mendukung Nesya lalu duduk di kursi kepala meja.
" Bibi tolong es krimnya disimpan di kulkas dulu ya nanti setelah makan malam baru di sajikan " ucap Ariana lalu menyerahkan kantong belanjaan kepada bibi Aminah dan duduk di kursi sebelah kanan Evan.
" Iya non sini bibi simpan " ucap bibi Aminah lalu menerima kantong belanjaan dari Ariana dan.membawanya ke dapur.
" Ayo kita mulai makan malam " ajak Evan.
Setelah selesai makan malam mereka berempat pindah duduk ke ruang keluarga rumah Evan. Mereka menonton tv sambil makan es krim yang dibawakan oleh bibi Aminah.
" Tadi siang pergi kemana kak, kok sampai malam baru pulang ?" tanya Nesya kepo.
" Cuma jalan - jalan ke taman bermain di ajak mas Evan " ucap Ariana kalem.
" Cie cie cie akhirnya pergi kencan romantis berdua ya " ledek Nesya.
" Ya akhirnya bisa pergi kencan tanpa gangguan nyamuk " ledek Evan.
" Pantesan bawa sogokan es krim buat tutup mulut ya " ledek Nesya lagi.
" Kalau kamu mau aku bisa kok ajak kamu kencan Sya tapi tunggu hari sabtu malam ya " ucap Kevin pede.
" Harus ijin dulu bro " ucap Evan kalem.
" Ha ha ha nggak perlu ijin kali , ntar juga bakalan gue yang bantuin Nesya " tawa Kevin rasa lucu karena emang biasanya Nesya minta bantuan sama Kevin.
" Kamu bukannya masih jalan sama Sofiya, Vin?" tanya Evan.
" Hah kapan aku jalan sama Sofiya , aku cuma bantu antar dia ke mini market kok buat belanja " elak Kevin.
" Benar - benar kamu ya Vin playboy cap nyamuk " ledek Evan.
" Beneran Van , Sofiya minta pulang cepat , jadi aku sekalian antar karena lagi ada urusan cuma antar doang ke mini market sesudah itu aku balik lagi ke kantor " jawab Kevin tegas.
Sekonyong-konyong Ariana teringat tentang seorang lelaki yang meninggalkan seorang perempuan berbelanja sendiri di mini market tempat dulu dia bekerja.
__ADS_1
.