Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#4


__ADS_3

" Jadi gara gara Karin sering keluar pergi dugem, pergi ke club bersama Oscar, kamu juga jadi ikut ikutan gitu mau pergi ke club " tanya Ariana.


" Saya hanya penasaran saja cuma mau lihat lihat bagaimana suasana club malam " kata Linda penasaran sambil senyum senyum sendiri.


" Bukannya Oscar emang kerjanya DJ kan ?"


tanya Tina.


" Pantesan si Karin jarang kelihatan di rumah kosan anak dugem ya? punya pacar tajir ya? " tanya Ariana memaklumi si Karin yang jarang kelihatan di kosan.


" Iya menurut cerita Karin ke aku ya seperti begitu " jawab Linda.


" Terus kamu merasa iri begitu sama Karin " tanya Tina kepada Linda.


" Ya tidak juga, cuma kalau saya dengar cerita dari si Karin kalo pergi ke club malam itu sepertinya sangat menyenangkan " ujar Linda penasaran .


" Sadar Lin, waras mbak sebut nama Gusti Allah " canda Tina.


" Enak saja kamu bicara Ti suruh saya sadar lagi sampai sebut nama Gusti Allah segala, kamu pikir saya lagi kerasukan jin lagi tidak sadar " seru Linda kesal.


" Memang kamu lagi kerasukan jin club malam yang cantik dan semok sayang, kena hasutan jin cantik alias si Karin anak dugem, hahaha " tawa Ariana tiba tiba , mentertawakan Linda .


" Kalau itu saya setuju sama kamu Na , ha ha ha" tawa Tina setuju dengan Ariana mentertawakan Linda.


" Kalian berdua pernah memperhatikan penampilan, cara dandan dan pakaian Karin yang sangat modis kekinian begitu," kata Linda.


" Terus jalan kemana - mana dilihatin, diperhatiin, bahkan dipelototi sama cowok cowok gitu " lanjut Linda terlihat iri kepada Karin.


" Kalau si Karin memang dari sananya wajahnya cantik bodynya bohay sayang " sahut Ariana.


" Beda sama body kita bertiga yang kecil dan imut seperti marmut " canda Ariana.


" Bodynya si Karin kan tinggi semok seperti model, bibir penuh, mata sayu, dada sama pinggulnya berisi, mukanya mulus bersih , jalannya saja pinggul gerak kiri kanan. " kata Tina.


" Mana baju celananya ketat semua di badan, ya jelas saja mata para lelaki pada melotot memperhatikan si Karin " ucap Tina melanjutkan pembicaraannya tentang si Karin.


" Sudah kita balik ke kosan yuk , aku sudah lelah dan haus " ujar Ariana.


Ariana memotong pembicaraan Tina tentang si Karin.( mungkin dia sudah bosan mendengarkan Linda dan Tina membicarakan si Karin terus dari tadi ).


" Apa kita pergi jajan dulu ya , Na "jawab Linda.


" Jajan di sini lebih dekat dari pada balik ke rumah kosan " lanjut Linda.


" Kita balik saja langsung ke kosan, aku sudah gerah ini mau buruan mandi." jawab Ariana kepada Linda.


Mereka akhirnya langsung pulang ke kosan.


Setelah mandi sore di kamar mereka masing masing, Ariana , Linda , Tina berkumpul lagi di ruang tamu buat makan malam .


Ketika sedang menunggu makanan pesanan mereka , Nesya pulang kuliah sambil membawa sebuah bungkusan di tangannya.


Setelah mencuci tangannya di dapur kosan. Nesya kembali ke ruang tamu kosan sambil membawa segelas air dan sebungkus gorengan di tangannya.


Nesya lalu duduk di atas sofa, di samping Linda sambil meletakan gelasnya dan bungkusan gorengan di atas meja di depannya.


" Kamu bawa pulang apaan Sya " tanya Linda.


" Gorengan ubi sama bakwan kak , beli di kampus tadi " jawab Nesya.


" Bagi ya " ucap Tina.

__ADS_1


" Kamu sudah makan Sya ? " tanya Ariana kepada Nesya.


" iya makan saja, kak " jawab Nesya mengijinkan.


" Tadi saya sudah makan bersama teman - teman kampus di warung dekat kampus kak, sebelum balik ke kosan sekalian beli gorengan " jawab Nesya.


" Sya kamu tau dari mana papanya Indah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas " tanya Tina kepada Nesya penasaran.


"Ya tau lah kak, kan indah sendiri yang bilang langsung ke saya " jawab Nesya.


" Lho kenapa? " Tina melanjutkan pertanyaannya lagi ke Nesya.


" Karena Indah minta tolong ke saya , buat minta ijin kampus indah tidak bisa masuk kuliahan sekitar tiga hari, kan Indah pulang ke kampungnya " jawab Nesya lagi.


" Terus kamu sudah minta ijin dari kampus buat indah " tanya Tina Lagi.


" Sudah kak, makanya Nesya makannya di warung dekat kampus tadi, jauh jalannya. Nesya sama Indah kan beda fakultas jadi beda gedung " sahut Nesya lagi menjawab pertanyaan Tina.


" Kasihan ya Indah tiba - tiba kehilangan papanya " kata Ariana perlahan.


" Iya kasihan Indah " kata Linda mengikuti ucapan Ariana setelah menghabiskan dua potong gorengan bakwan di tangannya.


Pesanan makanan mereka tiba, Ariana memesan kwetiaw goreng pak Kumis.


Tina pesan nasi goreng, Linda pesan batagor dan siomay bang Muis.


Mereka makan berempat di ruang tamu, sambil nonton TV.


Giliran Nesya yang mengambil sepotong batagor dan siomay punya Linda menggunakan tusuk gigi.


Tiba-tiba Karin berjalan keluar dari kamar kosnya.


Bau wangi parfum nya sudah tercium sebelum orangnya tiba di ruang tamu rumah kosan.


" Cantik sekali kamu Rin " kata Linda sambil memperhatikan penampilan si Karin dari atas ke bawah.


" Iya ini aku mau keluar cari makan sama Oscar " jawab Karin halus


"Mau makan dimana " tanya Tina.


" Aduh belum tau yah , aku biasanya terserah Oscar mau ajak makan aku dimana. " jawab Karin manja ala - ala Syahrini.


" Aku taunya ikutan saja apa kata Oscar " kata Karin lagi sambil tersenyum memperlihatkan barisan gigi putihnya kepada mereka.


" Enak ya punya pacar ganteng, kaya, tajir melintir " ucap Tina membalas perkataan Karin.


" Lha iya lah, jadi cewek harus cerdas yah , " Kata Karin manja .


" Aku kan cantik, body bohay kulit putih bersih (memuji diri sendiri ) pastilah cari cowok yang sesuai dengan aku yang cantik ini " kata Karin lagi sambil senyum senyum sendiri.


Batin Ariana " sombong juga nih anak, genit lagi, tidak lihat apa muka Nesya sudah mual mau muntah begitu dengar kamu memuji diri sendiri " sambil senyum - senyum sendiri nonton tv.


Tin... tin... tin


Terdengar suara klakson mobil dari depan rumah kosan.


" Aku jalan dulu ya, bye " pamit Karin manja, sambil berjalan gemulai berlenggak - lenggok bak model catwalk keluar dari ruang tamu rumah kosan, melewati halaman rumah kosan, masuk ke dalam mobil Oscar (atau yang dikira Oscar sama anak anak kosan).


" Iya bye bye Rin " jawab Linda sendirian sambil melambaikan tangan , masih terpesona melihat kearah Karin, sambil membalas pamitan Karin sebelum melewati pintu rumah kosan.


" Kamu cantik sekali Karin " puji Linda.

__ADS_1


"iya kamu cantik Rin " kata Tina menyetujui pujian Linda kepada Karin.


"iya memang Karin cantik" kata Ariana.


"Cantik dari hongkong " tiba - tiba Nesya memotong pujian kepada Karin.


Linda memalingkan wajahnya dari menatap penuh kagum ke arah Karin berbalik menatap Nesya penuh tanya dan keheranan .


" Kamu kenapa berbicara seperti tidak suka sama Karin begitu sih, Sya " ujar Linda seperti tidak terima ucapan Nesya tentang Karin.


" Karena Karin itu " Nesya bingung cara menyampaikan kepada mereka.


"Karin kenapa ?" tanya Tina penasaran dengan jawaban Nesya.


"Nanti kalian juga bakalan tau sendiri ya kakak kakak yang cantik " jawab Nesya hampir keceplosan.


" Kenapa bicaranya tidak jelas begitu sih setengah setengah tidak niat jelasin begitu " ujar Tina masih penasaran dengan jawaban Nesya.


" Sudah lah Ti " ucap Ariana.


" Kenapa jadinya seperti kamu lagi menginterogasi si Nesya sih Ti" sahut Ariana sambil melihat ke arah Nesya.


" Memangnya kamu polisi ya Ti, Nesya narapidana ya " ucap Ariana lagi.


"Yah bukan gitu Na , saya penasaran saja sama omongannya si Nesya " kata Tina bela diri.


"Iya tidak sampai begitu juga maksa maksa" kata Ariana.


"Terus saya harus bicaranya bagaimana sama Nesya " sahut Tina kepada Ariana.


"Nesya yang cantik, apa sih maksud ucapan kamu , Karin gitu " ucap Tina lagi, sambil mendesah manja mengikuti gaya bicara Karin tadi.


Sontak mereka berempat tertawa bersamaan.


" Ha ha ha... " Ariana, Tina, Linda, Nesya kompak tertawa bersama - sama mentertawakan Tina yang mengikuti gaya bicara Karin yang manja manja gemulai.


"Kenapa kamu jadi gemulai begitu seperti banci kaleng saja Ti. " tawa Ariana.


" Memang kamu kalah manja kalah gemulai Ti... , dari si Karin " tawa Linda.


" Saya minta ampun sama gaya bicara banci kaleng begitu dah kak, kalau model kakak gemulai mendesah seperti tadi " tawa Nesya.


" Bisa bisa saya yang mimpi buruk nanti malam deh kak " sahut Nesya lagi.


" Saya saja geli suara aku mendesah seperti ular begitu " tawa Tina sakit perut.


" Kenapa terasa sesuatu banget ...yah" tawa Ariana lagi.


"Sebenarnya kamu ada masalah apa sih dengan Karin Sya... ? " Linda juga mulai penasaran dengan ucapan Nesya tentang Karin.


"Nanti juga kakak - kakak yang cantik bakalan tau sendiri " jawab Nesya lagi.


"Nanti tunggu Indah pulang dari kampung kembali ke rumah kosan kakak - kakak pasti bakalan heboh sendiri " ucap Nesya lagi.


"Apaan sih kamu Sya, buat aku penasaran saja disuruh tunggu sampai indah balik dari kampung " ujar Linda mulai kesal .


" Sudah sudah Tina, Linda jangan tanya tanya Nesya lagi ya, kasihan Nesya nya serba salah begitu" Kata Ariana


" Iya kakak - kakak cantikku " ucap Nesya.


" Yang tau jelas masalah si Karin itu Indah kak, dia lebih tau siapa Karin yang sebenarnya. " ucap Nesya lagi.

__ADS_1


" Saya duluan masuk kamar dulu ya kak "pamit Nesya sambil berjalan masuk ke arah kamarnya.


__ADS_2