
" Sudah ya Wen aku balik dulu mau mandi sore , besok jangan lupa kita joging " pamit Adrian kepada Owen.
" Kamu ya Ian kalau dah kalah aja mau kabur " gerutu Owen.
" Ini sudah sore Wen aku nggak biasa mandi malam" ucap Adrian resah.
" Ya sudah ayo kita ke dalam " ajak Owen.
Di dapur Owen dan Adrian bertemu Ester dan Nesya .
" Jadi kamu juga sudah punya calon Sya ?" tanya Owen.
" Ha ha ha papa nguping ya baru juga wacana , mama mau cepat cepat Nesya nyusul kak Evan menikah pa " jawab Nesya geli.
" Siapa calonku Sya ?" tanya Adrian penasaran.
" Ini cuma wacana om " ucap Nesya lagi.
" Iya siapa tau jodoh Sya " jawab Adrian.
" Ha ha ha satu satu lah Ian , tunggu Evan selesai nikah dulu baru bicara Nesya ntar juga pasti kamu bakalan ketemu di acara pernikahan Evan." ucap Owen membela Nesya.
" Iya benar juga ya nggak perlu buru - buru ntar juga ketemu " ucap Adrian setuju.
" Evan sama Ana mana ma ?" tanya Owen.
" Ha ha ha ketiduran di kamar pa " jawab Nesya geli.
" Papa tolong panggil bangunin sana " ucap Ester tersenyum geli.
" Iya iya " ucap Owen berjalan ke arah kamar Evan.
Adrian mengikuti Owen berjalan ke arah kamar Evan.
Tok tok tok ...
Owen mengetuk perlahan kamar Evan lalu membuka pintu dan menemukan Evan dan Ariana yang tertidur di kepala ranjang yang di tonton sama tv.
" Ha ha ha " tawa Adrian geli melihat Evan dan Ana ketiduran sambil geleng - geleng kepala.
" Gimana jadi nggak tega ya buat membangunkan mereka " ucap Owen.
" Ya sudah aku pulang dulu , aku titip kamu jagain Ana ya Wen " ucap Adrian pasrah lalu berjalan keluar dari kamar Evan diikuti oleh Owen dan menutup pintu kamar Evan. Owen mengantar Adrian keluar hingga pintu utama rumah Owen. Owen berjalan kembali ke dapur bersama Ester dan Nesya.
" Jadi gimana cerita asmaramu Sya ?" tanya Owen.
__ADS_1
" Ha ha ha papa kok jadi kepo banget sih " ledek Nesya.
" Papa hanya ingin tau apa benar kamu sama Kevin ada sesuatu " ucap Owen berharap.
" Ntar dilihat saja pa , kak Kevin bakalan sering ketemu aku juga karena urusan kerja , ntar kalau kak Kevin ada rasa juga bakalan ngomong kan , kalau nggak ya kan bisa ditanyakan kalau nggak ya cari yang lain " ucap Nesya santai.
" Astaga Sya nggak boleh gitu Sya kalau ada kepercayaan itu sudah bisa jadi modal hidup bersama Sya " ucap Owen .
" Iya papa sayang Nesya akan bersungguh - sungguh kok kalau kak Kevin serius kalau dia hanya anggap Nesya rekan kerja atau adik bagaimana?" tanya Nesya.
" Kan ada namanya cinta karena terbiasa Sya " ucap Ester.
" Kamu lihat kakakmu Evan dia tau Ana sudah punya pacar dia bisa menunggu menjaga Ana dari jauh sampai Ana menemukan kebenarannya kalau Raditya nggak serius , baru Evan maju gerak cepat itu namanya perjuangan Sya " ucap Owen.
" Iya papa Nesya tau , bagaimana perjuangan kak Evan kan banyakan Nesya yang bantu juga " ucap Nesya.
" Maksud papa kalau kamu serius sama Kevin kan bisa gantian Evan yang bantuin kamu Sya " ucap Owen tersenyum.
" Jadi papa setuju nih kalau aku sama kak Kevin ?" tanya Nesya.
" Yang penting kamu suka sama Kevin , pasti Evan sudah tau sifat dan kelakuan Kevin sampai bisa percaya perusahaan di urus Kevin kan " ucap Owen lagi.
" Papa urusan pekerjaan tidak sama dengan perasaan , memang sama - sama berdasarkan kepercayaan tapi hubungan asmara mudah berubah - ubah tidak seperti hubungan kerja pa " ucap Nesya serius .
" Dijalani dulu kalau rasa suka berubah menjadi rasa sayang dan nyaman bukankah itu sudah bagus , selama ada kepercayaan dalam suatu hubungan hukan kah itu sudah lebih dari cukup , rasa cinta tanpa kepercayaan itu hanya omong kosong " nasehat Owen.
" Iya lupakan Brian dan cobalah membuka hati untuk Kevin siapa tau jodoh kamu , yang lalu maafkan dan lupakan saja nggak usah diingat lagi cukup di ambil hikmahnya saja " nasehat Owen.
" Iya pa akan Nesya jalani dulu moga - moga saja cocok " ucap Nesya perlahan.
" Dalam menjalani pernikahan cinta saja nggak cukup Sya , kepercayaan dan kesetiaan akan membuat rasa sayang menjadi lebih hidup dan membawa kebahagiaan " ucap Owen meyakinkan Nesya.
" Iya pa , Nesya akan coba jalani pa " ucap Nesya.
" Ya sudah tolong kamu bangunin tuh dua merpati tukang tidur " ledek Owen.
" Ha ha ha iya pa mereka emang lucu pa " tawa Nesya geli lalu berjalan ke arah kamar Evan.
Tok tok tok ...
Nesya mengetik pintu kamar Evan , menunggu sebentar lalu masuk ke dalam kamar Evan.
Nesya berjalan ke arah ranjang dan menepuk - nepuk bahu Evan. " Kak bangun kak dipanggil papa " ucap Nesya membangunkan Evan yang masih tertidur sambil duduk bersandar di kepala ranjang di samping Ariana.
"Hm.." gumam Evan perlahan membuat Nesya gemas lalu menarik kuping Evan dan berteriak di telinga Evan " KAK BANGUN DIPANGGIL PAPA "
__ADS_1
" Astaga Sya bikin kaget saja " protes Evan masih setengah sadar.
" Maaf ya aku ketiduran di sini" cicit Ariana perlahan ikutan bangun.
" Iya kalian berdua cocok tuh tukang tidur , bangun sudah malam nih dipanggil papa " ucap Nesya lalu berjalan keluar dari kamar Evan.
" Astaga maafin Nesya ya Ana emang dia begitu suka jahil " ucap Evan lalu bangkit ke kamar mandi mencuci muka. Selesai mencuci muka Evan menarik Ana ke kamar mandi untuk merapikan rambut dan pakaian .
" Ayo kita ke dapur di panggil sama papa " ucap Evan perlahan lalu berjalan keluar dari kamarnya.
" Iya mas " cicit Ariana berjalan perlahan mengikuti Evan keluar dari kamar dan menutup pintu kamar Evan. Sesampainya di dapur Evan dan Ariana bertemu dengan Owen , Ester dan Nesya.
" Selamat malam pa , ma " ucap Evan santai.
" Selamat malam ma , pa " salam Ariana mengikuti Evan.
" Selamat malam Van , Ana sini duduk kita makan dulu yuk " ajak Owen.
" Iya pa " ucap Evan duduk di samping mamanya dan Ariana duduk di samping Nesya.
" Mimpi apa tadi , nyenyak sekali tidurnya ?" tanya Nesya jahil.
" Nggak mimpi apa - apa Sya , rencananya mau nonton film malah ketiduran " cicit Ariana malu - malu.
" Nggak apa - apa kalian bertiga emang lagi kurang tidur kan , Nesya aja sudah molor duluan tadi " ucap Ester geli.
" Sudah ayo kita makan dulu " ajak Owen lagi.
Setelah selesai doa makan Ester mengambil kan nasi dan lauk kepada Owen lalu mengisi piringnya sendiri.
" Tolong piringnya mas , aku ambilkan nasi sama lauknya ya mas " ucap Ariana .
Evan menyerahkan piringnya ke arah Ariana , lalu Ariana mengambilkan nasi dan beberapa macam lauk ke dalam piring Evan dan menyerahkan lagi piring yang sudah terisi nasi dan lauk kepada Evan.
" Terima kasih ' ucap Evan santai.
" Aku nggak diambilkan juga kak " goda Nesya.
" Boleh " cicit Ariana malu - malu.
" Ha ha ha kamu ya Sya ikut - ikutan aja " tawa Owen.
" Nggak apa - apa kok pa " ucap Ariana .
" Jangan di manjain Na ntar Nesya kebiasaan loh " canda Ester.
__ADS_1
" Nggak apa - apa kok ma berasa Ana punya adik perempuan " jawab Ariana .