
Keesokan harinya para penghuni kosan sibuk dengan urusan dan kegiatan masing - masing.
Ariana sibuk jualan di mini market.
Tina sibuk melayani di puskesmas.
Linda sibuk bekerja di dapur restoran .
Nesya dan Indah sibuk belajar di kampus mereka.
Kesibukan bekerja mengejar harapan atas impian hidup yang diinginkan oleh masing - masing individu membuat sifat ego sentris semakin menguat di kehidupan perkotaan.
Mengakibatkan tingkat kriminalitas meningkat yang terbentuk dari kebutuhan bergaya hidup konsumtif biaya tinggi sebagai akibat dari korban iklan produk industri dan gaya hidup ikut ikutan yang tidak diikuti dengan kemampuan produktifitas menghasilkan pendapatan yang memadai.
Sifat konsumtif dan kehidupan kapitalis memaksa keadaan hidup didasarkan pada gengsi dan penampilan bukan pada kebutuhan hidup.
Di dalam mini market tempat kerja Ariana ...
" Bagaiimana keadaan hubungan kamu sekarang sama Raditya, Na " tanya Bertha sambil mengecek stok barang pajangan.
" Ya begitu jalan di tempat , nggak ada kemajuan sama sekali mbak, seperti masa tenang menunggu waktu sebelum badai tiba " jawab Ariana pasrah.
" Kalau hati sama pikiran kamu sudah yakin ya segeralah ambil keputusan Na , masalah itu dihadapi bukan dihindari, suka atau tidak keputusan harus kamu yang buat Na " ucap Bertha prihatin.
" Iya..mbak harus aku yang bicara duluan, kalau nggak ya begini jadinya keadaannya akan tetap sama dalam keadaan tanpa status yang jelas " kata Ariana lirih.
" Ya mau bagaimana lagi laki laki nggak punya biji ya begitu, nggak bisa diandalin Na " ucap Bertha lagi.
" Iya mbak , memang akan sangat menyakitkan dan melelahkan bagi aku yang menjalaninya kalau terus terusan dibohongi, disalahkan, dan diduakan , akan sangat tersiksa rasanya mbak " kata Ariana lagi.
" Itu kamu tau Na sadar juga kamu resikonya kalau laki laki omongannya sudah tidak bisa dipegang lagi ." ucap Bertha lagi sambil melanjutkan pekerjaannya.
" Iya mbak, tapi aku akan bicara apa masa nggak ada angin nggak ada hujan tiba tiba minta putus sama mas Raditya? " tanya Ariana bingung.
__ADS_1
" Ya nggak bisa begitu juga Ana. Kamu lihat situasi sama kondisinya dong" ucap Bertha sambil mikir .
" Terus aku harus bagaimana lagi dong mbak? " tanya Ariana lagi.
" Atau begini saja Na, mama kamu kan sudah kasih ultimatum buat tanya kejelasan status hubunganmu sama Raditya, kamu tanyakan saja langsung kepada Raditya." ucap Bertha serius.
" Maksudnya bagaimana mbak? " tanya Ariana.
" Jawaban Raditya kalau masih menggantung cuma bilang sayang tidak ada kejelasan buat serius sama kamu Na, ya sudah jawaban Raditya yang tidak ada kejelasan itu yang kamu jadikan dasar keputusan buat minta putus sama Raditya saat itu juga " ucap Bertha menjelaskan kepada Ariana.
" Bakalan aku yang disalahkan lagi sama mas Raditya, " kata Ariana perlahan.
" Kenapa bisa begitu Na ?" tanya Bertha berpindah ke rak barang di depannya.
" Karena dimata mas Raditya aku ini masih kekanakan, masih suka marah marah nggak jelas seperti merajuk begitu nanti itu yang bakalan dijadikan alasan mas Raditya buat menggantung status aku mbak " jawab Ariana lirih.
" Aduh Ana kamu sudah tau sifat Raditya yang tidak benar, kenapa dari dulu kamu nggak bicara jujur Na. Kamu ada dalam hubungan yang tidak sehat dengan Raditya, jadi wajar kalau mama kamu nggak terima kamu digantung terus statusnya dan kasih ultimatum minta kejelasan status kamu sama Raditya " ucap Bertha prihatin.
" Itu hanya akal akalaan buat dijadikan alasan sama si Raditya saja Na " sanggah Bertha.
" Aku juga nggak menyangka mas Raditya bakal menduakan aku mbak " ucap Ariana kecewa.
" Susah memang laki laki kalau ucapannya sudah tidak bisa dipercaya lagi Na.. sudah kamu jangan pikirkan lagi, Di relakan saja Na.Kamu jangan ragu, kamu harus bisa tegas ambil keputusan, kamu mau sampai kapan di sakiti dan di bohongi terus sama Raditya " nasehat Bertha prihatin sambil pindah posisi ke rak barang di belakang Ariana.
" Iya aku harus yakin untuk ambil keputusan kalah mas Raditya nggak bisa ambil keputusan maka aku yang harus memutuskan untuk berpisah " tekad Ariana.
" Bagaimana mau jadi kepala keluarga baru pacaran saja sudah tidak setia " ucap Bertha lagi.
Ariana hanya mengangguk anggukan kepalanya perlahan tanda setuju dengan ucapan Bertha.
" Memang harus aku yang tegas memutuskan hubunganku dengan mas Raditya mbak" ucap Ariana bulat.
" Iya lebih baik segera diputuskan hubunganmu dengan Raditya Na dari pada kamu terus terusan tersiksa nggak jelas begini. Berada dalam situasi dan kondisi nggak jelas itu nggak baik Na " ucap Bertha lagi sambil berpindah ke rak barang disebelahnya.
__ADS_1
" Iya mbak mama juga bicara seperti itu " kata Ariana setuju dengan Bertha.
" Mbak sudah pernah sampaikan ke kamu kan Na, keputusan kamu untuk hidup tertawa bahagia atau menangis sedih bersama Raditya atau bukan, itu semua kamu sendiri yang akan merasakannya Na... itu keputusan kamu, tanggung jawab hidup kamu sendiri Na. Kamu sendiri yang bakal menjalaninya Na. " ucap Bertha tegas.
" Iya aku mengerti maksud mbak " ucap Ariana lirih.
" Mbak yakin rasa kamu tentu sudah tau Na, mama kamu nggak melihat harta dan kedudukan Raditya , mama kamu hanya ingin melihat Raditya tulus sayang, perhatian dan perduli sama kamu Na, bukan disia siakan dan digantung status nggak jelas kayak begini. " lanjut Bertha prihatin.
" Iya.mbak benar mama juga ada bicara seperti itu, mama nggak suka mas Raditya bukan masalah ketampanan, harta dan kedudukan tetapi karena sikap mas Raditya yang menggantung status aku mbak, tunangan nggak, istri juga bukan mau pacaran sampai kapan. " ucap Ariana pasrah.
" Iya mama kamu benar Na, percuma Raditya bilang sayang karena sikap dan perbuatan Raditya kepada kamu yang menentukan dia baik atau nggak buat masa depan kamu Na " kata Bertha menegaskan .
" Iya mbak justru sikap mas Raditya yang nggak jelas itu , menggantung status aku yang buat mama marah dan nggak setuju hubungan aku dilanjutkan sama mas Raditya ." ucap Ariana menegaskan rasa tidak suka mamanya Marina kepada Raditya.
" Ya iyalah laki laki nggak punya biji begitu " ucap Bertha kesal.
" Kenapa bicara seperti itu mbak " ucap Ariana.
" Laki laki kalau ucapannya sudah tidak bisa dipercaya lagi Na, nggak bisa diharapkan lagi..itu sama saja tukang tipu Na, mau bagaimana sopan, bagaimana ganteng kamu tinggalkan saja Na " ucap Bertha juga menegaskan rasa tidak sukanya.
" Iya mbak " cicit Ariana perlahan.
" Yakinlah Na diluar sana pasti masih ada laki laki terbaik yang sudah Tuhan persiapkan buat jadi pendamping hidup kamu Na." nasehat Bertha kepada Ariana.
" Iya mbak aku percaya akan hal itu "jawab Ariana.
Dan akhirnya keputusan Ariana harus rela melepaskan Raditya dari hidupnya. Harus melupakan semua impian masa depannya bersama Raditya. Harus bisa melupakan Raditya dan mencari penggantinya.
Hati dan pikiran Ariana sudah tidak sanggup terus terusan disakiti dengan kebohongan dan diduakan oleh Raditya.
Ariana berharap dia sanggup untuk bisa segera melepaskan Raditya. Agar hati dan pikirannya tidak terus - menerus bergejolak dalam kesedihan, kegelisahan, Dan kekecewaan . Ariana ingin hari harinya yang indah, damai dan bahagia kembali lagi dalam hidupnya.
Batin Ariana " Sepertinya aku hsegera cari waktu dan hari yang tepat buat bicara langsung buat putus dengan mas Raditya " .
__ADS_1