
" Tuh kan ma kak Ana aja manjain Nesya " ucap Nesya pede.
" Iya iya di biasakan aja tuh ntar tambah manja " ledek Ester.
" Ma biar aja Nesya dimanja sama Ana toh mereka bakalan tinggal serumah sampai Nesya menikah dan punya keluarga sendiri " ucap Owen membela Nesya.
" Papa sama Nesya sama manjanya " ucap Evan lirih.
" Ha ha ha bagus dong mas , berarti Nesya emang anak papa yang paling cantik jadi wajar kan kalau Nesya manja " tawa Ariana riang.
" Cocok tuh kalian emang setipe " ucap Evan lagi.
" Iya dong kak cewek cantik kan emang buat dimanjain ' ucap Nesya girang.
" Ha ha ha bagus lah rumah bakalan ramai dengan kehadiran Ana " tawa Owen senang.
" Apa yang papa harapkan dari anak cewek ya begitu pa rumah jadi ribut " ucap Evan setuju.
" Evan jaga bicaramu , emang kamu maunya apa ? bukankah kamu yang memperjuangkan rasa cintamu kepada Ana , maka kamu harus menerima semua sifat - sifat Ana kekurangan dan kelebihannya , lagipula wajar kan kalau anak perempuan suka dimanja , mama saja setua ini juga selalu minta dimanja dan manjain papa kamu " tegur Ester.
" Iya Evan wajar kalau anak perempuan lebih cerewet di rumah lagipula kamu yang akan merindukan mereka kalau mereka nggak di sampingmu " ucap Owen setuju.
" Tuh dengerin tuh kak , apa kata mama dan papa " ledek Nesya.
" Nggak apa - apa kok pa , ma kami emang biasa seperti ini saling ledek , saling sayang " bela Ariana.
" Puji Tuhan , untung pilihan Evan tepat , memilih Ana yang pengertian " ucap Ester penuh rasa syukur.
" Ha ha ha tuh kan mama sama papa nggak lihat sih kalau kak Evan sama kak Ana berdua gimana , pokoknya lebih seru dari drama Korea " tawa Nesya girang.
" Ya syukurlah kalau keberadaan Ana di samping Evan bisa membawa kebahagiaan " ucap Owen kalem.
" Ya iya lah pa , kak Evan nyosor melulu " ledek Nesya lagi.
" Cemburu ?" tanya Evan.
" Nggak tuh " ucap Nesya.
" Kalau ketemu aja pasti ribut nggak jelas begitu , Sya bantuin mama ambil puding di kulkas dari pada ribut terus sama Evan " protes Ester.
" Iya ma aku ambilkan pudingnya " ucap Nesya sambil berjalan ke arah dapur.
" Ma , pa nggak apa kok kalau Nesya bersikap manja kepadaku , bukankah emang seharusnya seperti itu sikap Nesya kepadaku " bela Ariana kepada Nesya.
__ADS_1
" Iya nggak apa - apa " dukung Evan.
" Ntar dia bakalan besar kepala Ana kalau.dibiarkan seperti itu , Nesya juga harus bersikap dewasa , dia juga bakalan punya keluarga sendiri kan " ucap Ester.
" Iya nggak apa apa kok ma , Ana suka kalau Nesya bersikap manja kepada Ana itu artinya Nesya sudah menganggap Ana bagian dari keluarga ini kan " bela Ariana lagi .
" Iya nggak apa malah bagus kok " bela Owen.
" Hah belum apa - apa kalian semua sudah dukung Ana , mama melakukan semua jnj kan juga demj kenaikan Nesya agar dia bisa bersikap baik dan benar dihadapan keluarga calon suaminya " ucap Ester tegas.
" Itu masalah nanti ma " ucap Owen santai.
" Kalau nggak di didik dari sekarang kapan lagi pa " protes Ester.
" Iya iya mama benar cuma biarkan Nesya menikmati masa lajangnya ntar juga bakalan ada yang suka dan sayang sama Nesya karena dirinya sendiri , karena sikapnya , karena sifatnya , bukan karena ada maunya " bela Owen lagi.
" Iya biar bagaimana pun wanita harus bersikap lebih dewasa pa agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga barunya nanti " ucap Ester.
" Mama benar tapi Nesya juga bisa menikmati hidup dengan menjadi dirinya sendiri dengan dengan begitu lelaki yang menyukai Nesya akan mengetahui dan menerima Nesya karena dirinya bukan karena ada modus udang dibalik peyek " bela Ariana lagi melirik ke arah Evan.
" Kerupuk udang dibalik peyek tapi kamu doyan kan " sindir Evan geli.
" Iya mas rejeki dapat makan gratisan jangan di tolak pamali " ucap Ariana.
" Sogokan mas Evan pa , Ana ditraktir makan di resto mas Evan tapi kerupuk peyek kacang punya Ana di makan semua sama mas Evan." ucap Ariana mengenang perbuatan Evan yang merebut kerupuk peyek kacangnya.
" Ha ha ha Evan dari dulu emang doyan kerupuk peyek kacang Na " tawa Ester geli.
" Ha ha ha Evan Evan kamu ya kerupuk Ana kamu makan juga " tawa Owen geli.
" Haduh benar - benar setipe Nesya " gerutu Evan.
"Ha ha ha " sontak Owen , Ester , Ariana tertawa bareng melihat Evan kesal.
" Ada apa ya kok pada ketawa semua ?" tanya Nesya yang datang sambil membawa puding di atas nampan lalu duduk kembali di kursinya dan meletakkan nampan puding di atas meja.
" Ana bilang kerupuk peyek kacang yang dipakai buat sogokan makan di resto Evan punya Ana di makan semua sama Evan " ucap Ester geli.
" Iya emang benar ma padahal ada tiga bungkus lho tapi semua kerupuk peyek kak Ana di makan kak Evan " ucap Nesya setuju.
" Ini lagi " protes Evan
" Lha tapi benar kan kak Evan yang habisin kerupuk peyek kak Ana " protes Nesya.
__ADS_1
" Aku yang bayar juga kan jadi punya aku " protes Evan.
'" Iya nggak gitu juga kali Evan kamu ya benar benar kalau urusan peyek kacang di makan semua " protes Ester geli.
" Sudah nggak apa apa kok ma saya juga nggak keberatan cuma heran aja kenapa peyek kacang punya aku di makan semua sama mas Evan " ucap Ariana perlahan.
" Tuh untung kamu dapat istri yang sabar dan pengertian " ucap Owen .
" Iya nggak apa apa juga kali pa , masa cuma karena peyek kacang ribut " ucap Evan kalem.
" Nah itu kan pa , ma sudah taukan kenapa Nesya sering ribut sama kak Evan " protes Nesya.
" Tuh kan Evan , Nesya aja nggak mau di begituin sama kamu " ucap Ester .
" Nggak apa apa lah kalau Nesya yang penting Ana nggak keberatan " ucap Evan lagi.
" Kamu ya Van justru karena masalah sepele itu biasa yang memicu keributan dalam rumah tangga , kamu harus belajar memahami Ana " tegur Owen.
" Iya pa , Evan salah maaf ya Ana " ucap Evan pasrah.
" Iya Van kamu harus belajar memahami Ana , karena apa yang kamu anggap biasa belum tentu bisa Ana terima jadi kalian harus sehati , harus bisa saling memahami kebiasaan , sifat dan karakter masing - masing , jangan egois sama Ana , kamu hanya ingin dipahami sama Ana , tapi kamu nggak bisa memahami Ana " tegur Ester juga.
" Iya Evan akan berusaha memahami Ana " ucap Evan pasrah.
" Sudah nggak apa - apa kok ma , pa Ana akan berusaha memahami kebiasaan mas Evan " ucap Ariana.
" Tuh kan untung Ana bisa memahami kamu Van kalau Ana seperti Nesya kalian akan sering ribut hanya karena hal - hal yang sepele " tegur Ester lagi.
" Ya sudah nggak apa apa kok ma ntar mereka juga bakalan akur dan romantis " ucap Owen membela Evan.
" Tenang ma , pa kalau berdua bersama kak Ana sikap kak Evan beda kok " ucap Nesya jujur.
" Haduh kumat deh " cicit Evan .
" Biar Nesya nggak bilang kami juga sudah tau Van " ucap Owen.
" Iya bibi Aminah yang cerita " ucap Evan lagi pasrah.
" Iya Aminah yang cerita sama mama " ucap Ester mengaku.
" Aminah hanya senang dan bahagia melihat kalian bertiga akrab " ucap Owen jujur.
" Iya nggak apa - apa kok pa Evan mengerti " ucap Evan kalem.
__ADS_1