
Keesokan harinya Ariana kembali berangkat kerja ke mini market.
Ariana merasa sedikit khawatir mengapa video call nya tidak diangkat angkat oleh Raditya.
Karena kesibukannya bekerja tidak terasa hari sudah sore Ariana berpamitan pulang kepada Maya, Yenny dan Kania rekan kerjanya, sambil berjalan keluar dari mini market bersama Bertha.
Di parkiran Ariana pamitan dengan Bertha karena mereka beda arah pulangnya.
Ariana singgah sebentar di spbu pertamina buat mengisi bahan bakar.
Setelah selesai mengisi bahan bakar, Ariana melanjutkan perjalannya kembali pulang ke tempat rumah kosnya.
Sesampainya di rumah kosan, Ariana masuk ke ruang tamu dan menelpon kakaknya Anton melalui link wa video call .
Tut.. tut... tut..
" Hallo dek " sahut Anton.
" Semalam abang kemana?" tanya Ariana lembut.
" Abang main futsal terus pergi makan bareng Evan dan Brian " jawab Anton.
" Memangnya ada perlu apa kamu cari cari abang Ana " tanya Anton balik kepada Ariana.
" Memangnya nggak boleh adik cari kakaknya, siapa tau aja abang ganteng adik diculik si manis abang meong meong " jawab Ariana jahil.
" Astaga kualat kamu dek sama abang ganteng mu ini , kamu pikir abang mu ini cowok kaleng-kalengan " sewot Anton.
" Kali aja abang dilirik abang jablay ha ha ha " canda Ariana tertawa geli mentertawakan kakak tercintanya.
" Kamu kenapa cari abang, dek ?" tanya Anton serius.
" Nggak Ana cuma mau tanyain itu doang, soalnya kemarin waktu Ana vc(video call) mama, lagi tungguin abang katanya belum pulang rumah " jawab Ariana.
"Kamu lagi kurang kerjaan ya, ngapain
juga tanya-tanya abang kemana, kamu kan tau abangmu ini pria idaman sekota S (kegeeran) , anak gaul jadi banyak kegiatan, punya teman dimana-mana" ucap Anton bangga diri.
"Ya , abang tanya doang masa nggak boleh" sungut Ariana.
" Kamu itu ya dek, kalau lagi bete saja kamu ingat cari cari abang tampan mu ini, kalau lagi happy saja kamu lupa dah tuh kalau punya abang cakep" tawa Anton gemes.
"Ya abang, mana pernah Ana begitu bang " jawab Ariana tersenyum kuda.
"Ya sudah kamu mau apa dek, to the point saja nggak usah basa basi " ucap Anton.
"Biasalah bang minta transferan duit buat tambahin ongkos biaya hidup Ana, tadi Ana habis isi bahan bakar motor aku takut duitnya tidak cukup sampai akhir bulan abangku sayang " jawab Ariana manja.
" Halah ketahuan kan dek , kamu itu selalu aja ada udang dibalik batu, menelpon cari abang juga pasti ada maunya , dasar matre kamu itu dek " jawab Anton kesal.
" Kurangi kebiasaan belanja belanja sosialita dan jajan jajan cafemu, dek " lanjut Anton menasehati Arina.
" Abang mana lah pernah aku belanja sosialita apalagi nongkrong di Cafe ngopi ngopi cantik mana punya duit aku bang. Jajan juga paling kaki lima abang kan tau tempat jajan aku, mana lah aku punya duit lebih bang " rengek Adinda.
"Jadi kenapa juga kamu nekat ikutin si Raditya pindah ke kota J kalau belum mampu mandiri " sewot Anton.
" Yah abang Ana kan mau belajar mandiri,
lagi pula Ana pindah ke kota J, kan sudah ijin sama papa dan mama " sahut Ariana memelas.
" Kamu itu ya dek kebiasaan buruk kamu itu matre " sewot Anton lagi.
__ADS_1
" Tolonglah aku bang, aku bisa nggak makan nih kalau nggak punya duit" sahut Ariana memelas lagi.
" Ya sudah kamu butuh berapa?" tanya Anton.
" Beneran nih abang ganteng mau kasih aku duit?" tanya Ariana berharap.
" Iya sebelum abang berubah pikiran, cepetan ngomong abang masih banyak kerjaan nih" jawab Anton, mulai terdengar suara-suara berisik di jalanan dari seberang sana.
"Nggak banyak bang minta satu juta aja abang ku tersayang " sahut Ariana merayu Anton.
" Abang kasih 500ribu aja dulu, duit abang cuma ada segitu " jawab Anton.
" Terima kasih ya bang, abang baik banget deh, di tunggu ya bang transferannya " sahut Ariana lagi.
"Ya sudah nanti kalau abang sudah transfer baru chat buat info kamu lagi " jawab Anton sambil menutup video call nya dengan Ariana.
" Aduh selamat dah aman buat seminggu lagi kalau hemat " batin Ariana.
Ariana menengok ke depan kosan mencari jajanan makanan gerobakan kaki lima nasi goreng pak Kumis.
Ariana berjalan melewati pekarangan rumah kosan ke arah gerobak pak Kumis.
Di depan halaman rumah kosan Ariana memesan nasi goreng pak Kumis. Selagi menunggu nasi goreng pesanannya dibuat, Ariana bertemu Tina yang baru pulang kerja.
" Mas bakso tenis satu porsi mas " sahut Tina kepada mas Gembul , yang gerobak baksonya mangkal di sebelah gerobak pak Kumis.
" Siap mbak segera di buatkan " jawab mas Gembul.
"Di tunggu bawa ke dalam ruang tamu ya" ucap Tina, lalu berjalan barengan Ariana ke dalam rumah kosan.
Di ruang tamu setelah mengambil minum dan duduk di sofa Ariana bertanya kepada Tina.
" Biasalah urusan puskesmas, kalau lagi ada masa vaksin balita ya gitu deh , pada rame dengerin balita pada nangis " jawab Tina.
" Seru tuh kena ingus balita " canda Ariana.
" Seru dari hongkong, yang ada sakit nih telinga dengar para balita nangis " jawab Tina lemes.
Pesanan nasi goreng Ariana dan bakso tenis Tina tiba, mereka melanjutkan obrolannya sambil makan.
Tiba-tiba Linda nyeletuk,
" Yah sudah pada makan, tega bener nggak tungguin gue lu pade, ntar nyesel lu ."
" Nih gue bawain martabak telur jumbo spesial" ucap Linda sambil membuka kotak kardus makanan.
"Sering sering aja lu bawa makanan buat kita kita Lin" sahut Tina senang.
"Iya Lin tau aja lu , tanggal tua nih lagi butuh traktiran " timpal Ariana sambil senyum senyum sendiri.
Mereka lanjut makan bertiga dalam ruang tamu rumah kosan.
"Minta satu potong martabak telurnya ya kakak kakak cantik" tanya Nesya yang baru datang. Nesya salah satu penghuni kosan anak mahasiswa universitas swasta di kota J.
" Ambil nih " sahut Linda memberikan sepotong martabak telur di alas kertas tissue kepada Nesya.
" Terima kasih ya kakak cantik " sahut Nesya ikutan nimbrung di ruang tamu kosan.
" Belum makan kamu , Sya.." tanya Linda kepada Nesya.
" Belum kak, sudah pesan mie goreng tadi di depan sama pak Kumis" jawab Nesya kepada Linda.
__ADS_1
Lima menit kemudian mie goreng pesanan Nesya tiba. Mereka lanjut makan bareng sambil ngobrol di ruang tamu kosan.
" Karin dan Indah belum pulang? dari tadi belum kelihatan" tanya Ariana
" Tau tuh kak , tadi pagi gue ketemu Karin sih waktu mau pergi ke kampus " jawab Nesya.
" Gue juga belum ketemu sama Indah hari ini " sahut Tina.
" Ya sudah mungkin mereka pulangnya rada telat kali" ucap Linda.
" Iya ya mereka sudah pada gede juga, sudah bisa jaga diri ngapain juga gue nyariin ya" tawa Ariana.
" Saudara bukan, pacar bukan , temen kosan iya " tawa Nesya.
Mereka pun lanjut ngobrol sampai selesai makan, lalu mengembalikan piring bekas makan dan membayar makanan pesanan mereka.
Kring... kring... kring
Tiba tiba ponsel Ariana berbunyi.
" Gue masuk kamar dulu ya " pamit Ariana kepada teman-teman kosnya.
Terlihat nama Raditya muncul di layar ponsel Ariana.
Ariana menekan lingkaran hijau menerima panggilan video call yang masuk.
" Hello , ada apa mas ?" jawab Ariana.
"Maaf dek baru sempat balas video call kamu" wajah Raditya muncul di layar ponsel Ariana.
"Kamu masih di kantor mas Radit, kenapa belum pulang" tanya Ariana.
"Iya Na , mas masih lembur nih" jawab Raditya.
"Mas sudah makan " tanya Ariana.
" Sudah tadi pesan makanan online kamu sudah makan? " tanya Raditya.
" Sudah tadi makan nasi goreng pak Kumis, ngambil dua butir bakso mas Gembul punya Tina, makan dua potong martabak telur punya Linda, sama mie goreng punya Nesya" jawab Ariana tertawa senang.
"Aataga hati hati kolesterol lho dek" ucap Raditya tersenyum manis sambil mengusap layar ponselnya.
"Ya mas Radit sayang kok gitu sih, doain Ana kolesterol" jawab Ariana manja bibir di buat manyun.
" Ha ha ha ntar panjang beneran tuh bibir dek " Raditya tertawa gemes melihat wajah Ariana.
"Biarin biar tambah sexi "jawab Ariana kesel diketawain sama Raditya.
"Cup cup cup sayang kok ngambek sih " tawa Raditya.
"Habisnya mas Radit ngeselin "sahut Ariana manja .
"Ya sudah kalo ngambek mas cium nih ponsel" tawa Raditya .
"Cium aja tuh ponsel sana " jawab Ariana bete.
" Kiss kiss kiss " Ariana melihat Raditya mencium layar ponsel nya.
"Mas Radit jorok ah " Ariana cekikikan melihat bibir Raditya nempel di layar ponselnya.
"Ya kan, kamu yang minta di cium dek " Raditya tersenyum senang melihat Ariana tertawa padanya.
__ADS_1