
" Woy kamu ya bro lu pikir nikah itu tiup balon " protes Anton kepada Evan.
" Mau tunggu apalagi ?" tanya Evan.
"Ha ha ha nikah itu butuh persiapan mas , mau siapkan acara pernikahan , baju pengantin , tempat resepsi , tempat honeymoon emang sulap tinggal simsalabim gitu " tawa Nesya meledek Evan.
" Sebentar dulu sebelum omongin acara pernikahan , hantaran lamaran lu cuma cincin ini sebiji doang ?" tanya Anton kepo.
" Nih kunci rumah ama kunci mobil di kota J " ucap Evan kalem.
" Atas nama Ariana ?" tanya Anton lagi.
" Anton kamu bicara yang sopan sedikit " tegur Adrian.
" Belum masih nama gue " jawab Evan.
" Maaf ya mas Owen , jeng Ester , Anton emang gitu orangnya kalau ngomong nggak di filter dulu " ucap Marina meminta maaf buat Anton.
" Bang kita kan baru lamaran pacaran aja kagak " cicit Ariana jujur.
Adrian , Marina , Owen , Ester , Anton , Nesya langsung serentak menatap Ariana dan Evan lalu tertawa terbahak bahak .
Evan pasang muka bete lalu bicara.
" Setelah menikah banyak waktu buat pacaran ama honeymoon " ucap Evan .
" Ya tapi kan kita perlu waktu buat persiapakan acara pernikahan , baju pengantin , acara resepsi , honeymoon mau di mana , tanggal hari pernikahan " protes Nesya.
" Acara pernikahan di kota J , janji nikah di gereja Katedral , resepsi di hotel Raffles , hari , tanggal pernikahan biar Ariana yang tentukan termasuk mau honeymoon dimana , itu kontriibusi Ariana sekaligus komitmen dia buat serius sama pernikahan kami " ucap Evan tegas.
" Boleh aku rundingan dulu mas ?" tanya Ariana bingung.
" Iya jangan lama besok sudah ada jawaban , kamu dengar sendiri kan ucapan Nesya keluarga kita perlu waktu buat mempersiapkan acara pernikahan , resepsi , pakaian pengantin " ucap Evan mendesak Ariana.
" Iya Evan sabar ya Ariana benar kita rundingan dulu mau hari , tanggal , jam berapa acara pernikahannya diadakan " bela Adrian.
" Yang sabar Van pernikahan perlu persetujuan dua keluarga " tegur Owen halus.
" Iya Van kita juga bakalan bantuin kamu sayang kita semua bakal fokus dengan persiapan pernikahan kamu " ucap Ester.
" Terima kasih ma " jawab Evan.
" Dengar tuh bro lu pikir nikahan itu acara tiup balon langsung jadi " ejek Anton.
" Iya nunggu Ariana kelamaan " ucap Evan santai.
" Ha ha ha emang kayak kak Evan nyosor mulu " tawa Nesya ngakak.
" Obat nyamuk diam " ucap Evan bete.
" Ha ha ha anak kesayangan kamu tuh pa " kata Ester geli.
" Maaf ya Ian , Marina harap maklum " ucap Owen membela Evan.
" Ha ha ha iya ngerti kok Wen darah muda , kita juga pernah muda kan " tawa Adrian santai.
__ADS_1
" Iya kamu itu ya Van santai saja jangan buru - buru mulu napa " ucap Marina menenangkan.
" Iya maaf tante " ucap Evan.
" Maklumlah jeng Marina namanya laki ya harus gitu agresif " bela Ester.
" Ha ha ha mama sih nggak lihat sendiri agresif nya kak Evan gimana " tawa Nesya ngakak.
" Ha ha ha kalau itu gue setuju " tawa Anton geli.
Ariana makin menunduk , wajahnya merah seperti kepiting rebus , pasrah . Evan senyum - senyum sendiri melihat Ariana tersipu malu.
" Emang lu berdua ya biang kerok , biang rusuh " ucap Evan geli.
" Nggak lah gue mana pernah biang rusuh , gue mah adem ayem aja kak Evan aja yang suka bikin heboh " ucap Nesya bela diri.
" Ha ha ha benar - benar mirip Anton sama Ana ya Evan sama Nesya " tawa Adrian ngakak.
Mereka saling berpandangan dan saling mentertawakan keluarga masing - masing.
" Dimaklumi saja yang namanya saudara ya emang begitu kan " kata Owen geli.
" Kalau namanya saudara ya begitu seperti Tom sama Jerry berantem mulu tapi saling sayang " ucap Ester geli.
" Iya dimaklumi saja namanya manusia ada masa lagi baik ya ngomongnya baik ada masa lagi marah ya berantem jadi dimaklumi saja suasana hati yang berubah - ubah " ucap Marina maklum.
" Ya selama mereka masih saling menyayangi apapun model hubungan komunikasinya dimaklumi saja ntar juga capek sendiri berantemnya " ucap Adrian geli.
" Dengar tuh bro apapun bentuk komunikasinya selama masih saling menyayangi itu semua bisa dimaklumi , jadi komunikasinya yang baik , disayang jangan nyosor melulu " ledek Anton kepada Evan.
" Awas lu bro kalau ada masalah jangan minta tolong ama gue ya dibilangin juga malah tambah ngeyel " ancam Anton.
" Ada papa Adrian , ada mama Marina " jawab Evan cuek.
" Bener - bener lu ya bro belum nikah aja udah belagu apalagi kalau sudah nikah " ledek Anton.ban
" Tambah sayang " balas Evan cuek.ya
" Sudah - sudah sesama jomblo pamali saling ejek " lerai Owen.
" Iya Van ini kan masih rumah Anton hargai yang punya rumah " ucap Ester menegur Evan halus.
" Biarin aja pa , ma seru kali life drama lebih seru dari drama Korea " ledek Nesya.
" Ha ha ha Nesya , benar kata mas Evan , elu ya benar - benar biang kerok , provokator lu Sya " ledek Ariana membela Evan.
" Anggap aja drama korea komedi , antara kak Evan ama kak Ana drama korea romantis " jawab Nesya lugu.
" Pintar banget kamu Sya " puji Marina.
" Ha ha ha kamu benar - benar cerdas Sya , hidup emang seperti drama Korea malah sesungguhnya hidup lebih rumit dari drama Korea " puji Adrian kepada Nesya.
" Tuh dengar tuh pa , ma Nesya di puji om Adrian " ucap Nesya bangga.
" Ha ha ha Sya Sya benar kata Ana kamu emang biang kerok provokator " ledek Anton.
__ADS_1
" Indah nya ya masa muda penuh dengan keceriaan " ucap Ester riang.
" Iya jeng semuanya masih bebas nggak ada filternya " ucap Marina geli .
" Ha ha ha mama bukannya waktu muda lebih centil " ledek Adrian kepada Marina.
" Ha ha ha kan itu yang kamu suka Ian " ledek Owen.
" Ha ha ha ternyata mama lebih parah " ledek Anton.
" Hush pamali nggak boleh meledek orang tua " tegur Ariana.
" Aduh pintarnya mantuku pilihan kamu tepat Evan " puji Ester.
" Iya kamu pintar Evan memilih Ana menjadi istri " puji Owen.
" Iya terima kasih atas restu mama dan papa " ucap Evan kalem.
" Ayo kita makan dulu " ajak Marina sambil berdiri dan mengajak kedua keluarga masuk ke ruang makan.
Setelah makan siang kedua keluarga duduk lagi di ruang tamu rumah keluarga Malik.
" Jadi gimana setelah menikah kalian mau bagaimana kegiatannya ?" tanya Marina.keoada Evan.
" Kegiatan sehari - hari tetap seperti biasa ma " jawab. Evan .
" Iya biasa gimana ?" lanjut Marina kepo.
" Ariana tetap bantu Nesya urus resto " jawab Evan.
" Kalau kak Ariana sudah sanggup mengurus resto sendiri Nesya bakalan urus cabang resto yang di mall " lanjut Nesya .
" Bukannya resto baru dibeli sebulan ?" tanya Marina
" Iya Tante kan maunya kak Evan buka cabang resto sebanyak mungkin kalau bisa mendunia " ucap Nesya.
" Wuih makin tajir melintir lu bro " puji Anton.
" Iya mas Evan pengusaha serius kalau Tina mau diajak buka klinik bahkan kalau bisa jadi rumah sakit" puji Ariana.
" Enak ya kalau modal gede " ucap Anton.
" Ini hasil usaha Evan sendiri " puji Owen bangga kepada Evan .
" Iya kamu kan usaha nya hotel " ucap Adrian.
" Bagus ya kalau pintar bisnis " puji Marina.
" Kebetulan lagi hoki ma " ucap Evan merendah.
" Keahlian nggak mungkin dalam setahun dua tahun Van itu sudah didikan Owen papa kamu kan " puji Adrian.
" Tuh ikutan Evan , Ton supaya kamu juga punya usaha sendiri " ucap Marina.
" Nggak bisa ma Anton nggak minat jadi pengusaha " tolak Anton.
__ADS_1
" Ma kenapa mama bicara begitu. Nggak semua orang bisa seperti Evan dan keahlian Anton pun berbeda ma" bela Adrian.