Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#40


__ADS_3

" Woy kamu ya bro lu pikir nikah itu tiup balon " protes Anton kepada Evan.


" Mau tunggu apalagi ?" tanya Evan.


"Ha ha ha nikah itu butuh persiapan mas , mau siapkan acara pernikahan , baju pengantin , tempat resepsi , tempat honeymoon emang sulap tinggal simsalabim gitu " tawa Nesya meledek Evan.


" Sebentar dulu sebelum omongin acara pernikahan , hantaran lamaran lu cuma cincin ini sebiji doang ?" tanya Anton kepo.


" Nih kunci rumah ama kunci mobil di kota J " ucap Evan kalem.


" Atas nama Ariana ?" tanya Anton lagi.


" Anton kamu bicara yang sopan sedikit " tegur Adrian.


" Belum masih nama gue " jawab Evan.


" Maaf ya mas Owen , jeng Ester , Anton emang gitu orangnya kalau ngomong nggak di filter dulu " ucap Marina meminta maaf buat Anton.


" Bang kita kan baru lamaran pacaran aja kagak " cicit Ariana jujur.


Adrian , Marina , Owen , Ester , Anton , Nesya langsung serentak menatap Ariana dan Evan lalu tertawa terbahak bahak .


Evan pasang muka bete lalu bicara.


" Setelah menikah banyak waktu buat pacaran ama honeymoon " ucap Evan .


" Ya tapi kan kita perlu waktu buat persiapakan acara pernikahan , baju pengantin , acara resepsi , honeymoon mau di mana , tanggal hari pernikahan " protes Nesya.


" Acara pernikahan di kota J , janji nikah di gereja Katedral , resepsi di hotel Raffles , hari , tanggal pernikahan biar Ariana yang tentukan termasuk mau honeymoon dimana , itu kontriibusi Ariana sekaligus komitmen dia buat serius sama pernikahan kami " ucap Evan tegas.


" Boleh aku rundingan dulu mas ?" tanya Ariana bingung.


" Iya jangan lama besok sudah ada jawaban , kamu dengar sendiri kan ucapan Nesya keluarga kita perlu waktu buat mempersiapkan acara pernikahan , resepsi , pakaian pengantin " ucap Evan mendesak Ariana.


" Iya Evan sabar ya Ariana benar kita rundingan dulu mau hari , tanggal , jam berapa acara pernikahannya diadakan " bela Adrian.


" Yang sabar Van pernikahan perlu persetujuan dua keluarga " tegur Owen halus.


" Iya Van kita juga bakalan bantuin kamu sayang kita semua bakal fokus dengan persiapan pernikahan kamu " ucap Ester.


" Terima kasih ma " jawab Evan.


" Dengar tuh bro lu pikir nikahan itu acara tiup balon langsung jadi " ejek Anton.


" Iya nunggu Ariana kelamaan " ucap Evan santai.


" Ha ha ha emang kayak kak Evan nyosor mulu " tawa Nesya ngakak.


" Obat nyamuk diam " ucap Evan bete.


" Ha ha ha anak kesayangan kamu tuh pa " kata Ester geli.


" Maaf ya Ian , Marina harap maklum " ucap Owen membela Evan.


" Ha ha ha iya ngerti kok Wen darah muda , kita juga pernah muda kan " tawa Adrian santai.

__ADS_1


" Iya kamu itu ya Van santai saja jangan buru - buru mulu napa " ucap Marina menenangkan.


" Iya maaf tante " ucap Evan.


" Maklumlah jeng Marina namanya laki ya harus gitu agresif " bela Ester.


" Ha ha ha mama sih nggak lihat sendiri agresif nya kak Evan gimana " tawa Nesya ngakak.


" Ha ha ha kalau itu gue setuju " tawa Anton geli.


Ariana makin menunduk , wajahnya merah seperti kepiting rebus , pasrah . Evan senyum - senyum sendiri melihat Ariana tersipu malu.


" Emang lu berdua ya biang kerok , biang rusuh " ucap Evan geli.


" Nggak lah gue mana pernah biang rusuh , gue mah adem ayem aja kak Evan aja yang suka bikin heboh " ucap Nesya bela diri.


" Ha ha ha benar - benar mirip Anton sama Ana ya Evan sama Nesya " tawa Adrian ngakak.


Mereka saling berpandangan dan saling mentertawakan keluarga masing - masing.


" Dimaklumi saja yang namanya saudara ya emang begitu kan " kata Owen geli.


" Kalau namanya saudara ya begitu seperti Tom sama Jerry berantem mulu tapi saling sayang " ucap Ester geli.


" Iya dimaklumi saja namanya manusia ada masa lagi baik ya ngomongnya baik ada masa lagi marah ya berantem jadi dimaklumi saja suasana hati yang berubah - ubah " ucap Marina maklum.


" Ya selama mereka masih saling menyayangi apapun model hubungan komunikasinya dimaklumi saja ntar juga capek sendiri berantemnya " ucap Adrian geli.


" Dengar tuh bro apapun bentuk komunikasinya selama masih saling menyayangi itu semua bisa dimaklumi , jadi komunikasinya yang baik , disayang jangan nyosor melulu " ledek Anton kepada Evan.


" Awas lu bro kalau ada masalah jangan minta tolong ama gue ya dibilangin juga malah tambah ngeyel " ancam Anton.


" Ada papa Adrian , ada mama Marina " jawab Evan cuek.


" Bener - bener lu ya bro belum nikah aja udah belagu apalagi kalau sudah nikah " ledek Anton.ban


" Tambah sayang " balas Evan cuek.ya


" Sudah - sudah sesama jomblo pamali saling ejek " lerai Owen.


" Iya Van ini kan masih rumah Anton hargai yang punya rumah " ucap Ester menegur Evan halus.


" Biarin aja pa , ma seru kali life drama lebih seru dari drama Korea " ledek Nesya.


" Ha ha ha Nesya , benar kata mas Evan , elu ya benar - benar biang kerok , provokator lu Sya " ledek Ariana membela Evan.


" Anggap aja drama korea komedi , antara kak Evan ama kak Ana drama korea romantis " jawab Nesya lugu.


" Pintar banget kamu Sya " puji Marina.


" Ha ha ha kamu benar - benar cerdas Sya , hidup emang seperti drama Korea malah sesungguhnya hidup lebih rumit dari drama Korea " puji Adrian kepada Nesya.


" Tuh dengar tuh pa , ma Nesya di puji om Adrian " ucap Nesya bangga.


" Ha ha ha Sya Sya benar kata Ana kamu emang biang kerok provokator " ledek Anton.

__ADS_1


" Indah nya ya masa muda penuh dengan keceriaan " ucap Ester riang.


" Iya jeng semuanya masih bebas nggak ada filternya " ucap Marina geli .


" Ha ha ha mama bukannya waktu muda lebih centil " ledek Adrian kepada Marina.


" Ha ha ha kan itu yang kamu suka Ian " ledek Owen.


" Ha ha ha ternyata mama lebih parah " ledek Anton.


" Hush pamali nggak boleh meledek orang tua " tegur Ariana.


" Aduh pintarnya mantuku pilihan kamu tepat Evan " puji Ester.


" Iya kamu pintar Evan memilih Ana menjadi istri " puji Owen.


" Iya terima kasih atas restu mama dan papa " ucap Evan kalem.


" Ayo kita makan dulu " ajak Marina sambil berdiri dan mengajak kedua keluarga masuk ke ruang makan.


Setelah makan siang kedua keluarga duduk lagi di ruang tamu rumah keluarga Malik.


" Jadi gimana setelah menikah kalian mau bagaimana kegiatannya ?" tanya Marina.keoada Evan.


" Kegiatan sehari - hari tetap seperti biasa ma " jawab. Evan .


" Iya biasa gimana ?" lanjut Marina kepo.


" Ariana tetap bantu Nesya urus resto " jawab Evan.


" Kalau kak Ariana sudah sanggup mengurus resto sendiri Nesya bakalan urus cabang resto yang di mall " lanjut Nesya .


" Bukannya resto baru dibeli sebulan ?" tanya Marina


" Iya Tante kan maunya kak Evan buka cabang resto sebanyak mungkin kalau bisa mendunia " ucap Nesya.


" Wuih makin tajir melintir lu bro " puji Anton.


" Iya mas Evan pengusaha serius kalau Tina mau diajak buka klinik bahkan kalau bisa jadi rumah sakit" puji Ariana.


" Enak ya kalau modal gede " ucap Anton.


" Ini hasil usaha Evan sendiri " puji Owen bangga kepada Evan .


" Iya kamu kan usaha nya hotel " ucap Adrian.


" Bagus ya kalau pintar bisnis " puji Marina.


" Kebetulan lagi hoki ma " ucap Evan merendah.


" Keahlian nggak mungkin dalam setahun dua tahun Van itu sudah didikan Owen papa kamu kan " puji Adrian.


" Tuh ikutan Evan , Ton supaya kamu juga punya usaha sendiri " ucap Marina.


" Nggak bisa ma Anton nggak minat jadi pengusaha " tolak Anton.

__ADS_1


" Ma kenapa mama bicara begitu. Nggak semua orang bisa seperti Evan dan keahlian Anton pun berbeda ma" bela Adrian.


__ADS_2