
Setelah lelah joging mereka bertiga kembali ke rumah kosan. Sampai di rumah kosan mereka satu - satu masuk ke kamar kosan masing - masing.
Ariana masuk ke kamar kosnya mengunci pintu, melangkah perlahan menggeser kursi, duduk di atas kursi, membuka sepatu dan meletakkannya di bawah meja belajarnya.
Ariana mengambil dan meminum habis segelas air mineral dari dalam kardusnya, mengambil baju ganti dan dalamannya.
Ariana melepas pakaiannya memasukkan ke dalam ember plastik dan melangkah masuk ke kamar mandi.
Setelah mandi dan mencuci rambutnya Ariana mengeringkan rambutnya yang basah dan merapikan rambutnya setelah kering.
Ariana mencuci pakaian kotornya, menggantungnya di rak pakaian dalam kamar mandi .
Ariana membaca "novel toon" mencoba mengalihkan pikirannya dari rasa sakit dan rasa galaunya terhadap Raditya.
Ariana mencoba menenangkan hati dan pikirannya dulu memikirkan baik - baik setiap perkataan mamanya Marina.
" Bukan harta dan kedudukan Raditya na..mama hanya mau kamu hidup berkecukupan, disayangi, diperhatikan sama Raditya." ucap Marina kepada Ariana.
" Kesungguhan mas Thomas yang membuat mbak yakin, kasih sayangnya yang membuat mbak merasa disayangi dan perhatiannya yang selalu siap membantu mbak yang membuat cinta mas Thomas tidak tergantikan " ucapan mbak Bertha terngiang bermain main di pikiran Ariana.
" Mama kasih kamu waktu satu bulan Na..kalau Raditya masih menggantung kamu kayak gini.. mama bakalan menjodohkan kamu sama Evan " ultimatum dari mamanya Marina kembali terulang dipikiran Ariana.
" Kesetiaan mas Thomas yang membuat mbak percaya cintanya tak ternilai " ucapan Bertha terasa begitu menyakitkan hati Ariana mengingat perbuatan Raditya.
" Ini murni masalah Raditya ama Ariana , posisi Karin hanya menegaskan bahwa Raditya bukan lelaki yang baik buat menjadi pendamping hidup Ariana " ucapan Tina terngiang kembali dalam pikiran Ariana.
Perlahan-lahan mata Ariana berkaca - kaca ...
Kilasan - kilasan amarah, kesedihan, kekecewaan atas perbuatan dan ucapan Raditya terus - terusan bermain di dalam pikiran Ariana.
Batin Ariana " Haduh bisa gila gue nih kalo terus - terusan galau terus kayak gini. Gue ngomongnya gimana ya sama mas Radit. "
tok...tok..tok
Terdengar suara ketukan di pintu kamar Ariana.
" Ya, siapa ya ?" sahut Ariana.
" Ini Nesya kak.. bukain dong pintunya " ucap Nesya dari balik pintu.
" Iya bentar Sya " jawab Ariana sambil berjalan ke arah pintu kamarnya.
Ariana membuka kunci pintu memutar gagang pintu dan menarik pintu kamarnya.
Nesya nyelonong masuk ke dalam kamar Ariana diikuti Linda sambil membawa bungkusan berlogo resto ditangan.
Ariana menutup pintu kamarnya lagi.
" Kakak udah makan?" tanya Nesya kepada Ariana.
" Belum Sya " jawab Ariana kepada Nesya.
" Makan yuk " ajak Linda sambil memberikan sebuah bungkusan nasi kotak kepada Ariana dan Nesya.
" Iya kita makan bareng yuk kak " ajak Nesya juga sambil menerima sebungkus nasi kotak yang diberikan Linda.
" Gue ada bawa pulang nasi kotak dari resto enak lho Na.. nasinya pakai kari ayam, telur, sambal goreng tahu, mie goreng ama tumisan labu ijo " ucap Linda lagi kepada Ariana.
" Tumben - tumbenan Lin, elu bawa pulang nasi kotak, dalam rangka acara apaan Lin...lagi ngerayain apa lu, Lin " tanya Ariana kepada Linda.
" Oh nggak kok Na , tadi di resto ada acara syukuran jadi makanan nya banyak lebih daripada sayang makanan nya nggak ke makan ya di masukkan ke dalam kotak jadi nasi kotak buat dibagikan ke karyawan buat bagi bagi di bawa pulang ke rumah " jawab Linda sambil melirik ke arah Nesya.
" Iya kak dimakan aja mumpung gratisan kak rejeki nggak boleh ditolak lho kak, pamali.." ucap Nesya lagi
__ADS_1
" Ya udah yuk kita makan bareng - bareng " jawab Ariana.
" Enak, Ini masakan elu Lin " puji Ariana sambil bertanya kepada Linda.
" Hahaha.. kalo gue bisa masak seenak ini Na.Gue bakalan buka warung sendiri Na nggak perlu kerja di restoran lagi. " tawa Linda.
" Habisin aja kak kalo enak " ucap Linda sambil tersenyum kepada Ariana.
" Lha kirain. ini kan masakan restoran di tempat kerja elu Lin " ucap Ariana penasaran.
" Iya..benar Na , gue mah cuma bagian masak nasi putih, telur rebus ama mie goreng aja Na... " jawab Linda tersenyum malu - malu.
" Terus bagian kari ayam, sambal goreng tahu ama tumisan labu ijo masakan siapa, dong Lin.. " tanya Ariana lagi kepada Linda.
" Hek hek " Linda tersedak makanannya.
Ariana segera mengambilkan air gelas kepada Linda dan juga memberikan satu air gelas kepada Nesya.
Linda meletakkan makanannya dan segera meminum air gelas pemberian Ariana.
" Maaf ya gue lupa ngasih kalian air gelas dari tadi " ucap Ariana kelupaan.
" Gak apa - apa kok kak" jawab Nesya kepada Ariana.
" Iya gak apa - apa kok Na " jawab Linda sambil melanjutkan makannya.
"Makannya yang santai aja dong kak " canda Nesya sambil menatap kepada Linda.
" Mungkin yang masak yang punya restoran kali kak " lanjut Nesya menjawab pertanyaan Ariana kepada Linda dan melahap sesendok makanan ke dalam mulutnya.
" Kalo itu iya mungkin juga sih yang masak yang punya resto kali Na " jawab Linda kepada Ariana setuju dengan ucapan Nesya.
" Lho nggak masak di dapur resto ?" tanya Ariana lagi kepada Linda.
" Setau gue sih Na nggak , masakan datang udah dalam tiga panci gede , anak - anak resto kerjanya cuma masukin makanan yang rapi ke dalam kotak." jawab Linda kepada Ariana.
" Acara syukuran pemilik baru restoran "jawab Linda.
" Maksudnya restoran tempat kerja kak Linda sudah ganti pemilik kak " lanjut Nesya.
Tiba - tiba pintu kamar Ariana diketuk dari luar.
" Iya buka aja nggak dikunci kok " jawab Ariana.
Pintu kamar Ariana terbuka, Indah dan Tina masuk ke dalam kamar Ariana masing - masing membawa sebungkus nasi kotak.
" Tega benar kamu semua ya ditungguin di ruang tamu juga, sudah pada makan disini " Ucap Tina.
" Iya nih kirain pada ngumpul makan di ruang tamu juga " kata Indah nimbrung.
" Maaf Ti , Ndah , yuk kita sama sama makan bareng " ucap Ariana melanjutkan makan nasi kotaknya.
" Lha kan elu berdua udah gue kasih bagian masing - masing juga tadi di depan " ucap Linda
" Iya lu kan nggak ngomong Lin.. lu bakalan makan didalam kamar.." sahut Tina lagi.
" Ini kan juga spontan Ti , sudah keburu lapar " jawab Ariana.
" Udah - udah yuk lanjutin makannya " ucap Nesya sambil melanjutkan makannya lagi.
" Minta air gelasnya ya mbak? " tanya Indah kepada Ariana.
" Ambil sendiri tuh di dalam kardus " jawab Ariana kepada Indah.
__ADS_1
" Ambilkan buat gue juga Ndah " pinta Tina kepada Indah.
" Iya.. mbak " jawab Indah kepada Tina.
Akhirnya mereka berlima makan nasi kotak masing - masing sambil duduk di lantai dalam kamar kosan Ariana.
" Enak benar masakan lu Lin " ucap Tina.
" Hek hek " Linda tersedak makanannya lagi.
Ariana dan Nesya terbawa terbahak - bahak. melihat Linda tersedak makanan untuk kedua kalinya.
Linda segera meminum air gelasnya lagi.
" Santai aja kali kak makannya " kata Nesya lagi sambil tersenyum kepada Linda.
" Bukan gue yang masak Ti " ucap Linda kepada Tina .
" Lha ini kan masakan resto tempat kerja lu Lin..kalo bukan masakan elu terus masakan siapa? " tanya Tina lagi.
" Gue juga nggak tau Ti.. makanan yang datang ke resto tadi pagi itu satu nampan tumpengan nasi kuning setinggi kira-kira 50cm, satu panci gede kari ayam, satu panci gede sambal goreng tahu, ama satu panci gede tumisan labu ijo ." jawab Linda menjawab pertanyaan Tina.
" Makan aja kak " ucap Nesya.
" Iya makan aja mbak " kata Indah.
" Iya Ti.. lu nggak kasihan apa, Linda ampe tersedak makanan gitu " sahut Ariana.
"Ya udah yuk pada lanjutin makannya " ucap Tina.
" Yang gue tau ya Ti..gue tadi di restoran cuma masak nasi putih, rebus telur masak mie goreng, bantuin cetak nasi dalam mangkok.anak-anak yang lain pada masukin makanan yang rapi ke dalam kotak " jawab Linda lagi.
" Seru kali ya kerja di resto tempat lu kerja Lin " sahut Ariana kepada Linda.
" Iya gitu deh Na... kalo lagi hari baik lagi rame - rame nya restoran ya lumayan dapat tipnya gede " ucap Linda.
" Kalo lagi apes ya ketemu tamu gila bakalan heboh dah pada berantem di resto " ucap Linda sambil geleng - geleng kepala.
" Hah kok bisa gitu Lin " ucap Tina.
" Emang pernah kejadian tamu resto berantem kak ? " tanya Nesya kepada Linda.
" Lha ingat nggak minggu lalu waktu kita bertiga janjian mau joging yang gue telat nyusul kalian berdua di taman. " ucap Linda kepada Tina dan Ariana.
" Iya..mbak " angguk Ariana.
" Iya Lin, yang lu bilang ada masalah di resto, yang lu telat joging gara gara bantuin anak - anak berbenah di resto dulu " kata Tina.
" Ya itu kejadiannya disitu, awalnya sih ada tamu katanya teman yang nyariin si bos nggak tau gimana kejadiannya mereka pada ribut berantem pukul - pukulan, lempar - lemparan, pokoknya resto pada heboh saat itu " kata Linda lagi mengenang keributan yang terjadi minggu lalu di resto tempat dia bekerja.
Batin Nesya " Gitu toh kejadiannya pantesan resto dijual ke kak Evan dan kak Brian disuruh pulang ke kota S , tapi siapa yah, orang yang berantem sama kak Brian?"
" Kak Linda kenal siapa orang yang berantem sama bos kakak? " tanya Nesya kepada Linda.
" Kagak lah Sya , gue mana kenal tamu - tamu resto apalagi teman - teman si bos , gue kan kerjanya di dalam, di dapur Sya asisten koki" sahut Linda.
" Masa nggak ada info sama sekali dari anak - anak resto kak? " tanya Nesya lagi penasaran.
" Sumpah deh, Sya.. Gue beneran nggak tau Sya.. gue keluar dari dapur ke ruang makan resto karena dengar suara ribut barang - barang pecah Sya, yang gue lihat cuma sekilas si bos berantem sama orang yang gue nggak kenal, " sahut Linda lagi sambil goyang dua jari.
" Terus? " tanya Nesya lagi.
" Terus apaan..? ya udah waktu gue di lokasi tempat kejadian perkara ya kejadiannya seperti itu " ucap Linda bingung.
__ADS_1
Batin Linda " kenapa gue berasa seperti lagi di interogasi sama Nesya ya?"
tbc