
Ariana menelpon dengan video call mamanya..menyapa, menanyakan kabar mama dan papanya lalu menceritakan kegiatan sehari - harinya .
Jennifer Lopez sebagai Marina Puspita Lesmana
" Kamu sekarang gimana kabarnya sama Raditya Na. ?" tanya mama Ariana.
Ariana terdiam bingung mau jawab apa pertanyaan mamanya.
Batin Ariana " aduh kok mama tanyanya soal mas Raditya sih, bang Anton ngomong ngadu apa sih ke mama "
" Baik kok ma, kemarin malam Ana baru jalan jalan sama mas Raditya ke mall , makan shabu - shabu, nonton Film di XXI, makan es krim terus Mas Raditya antar Ana pulang ke rumah kosan." jawab Ariana menjelaskan kegiatannya jalan bersama dengan Raditya.
" Syukurlah Na , kalo kamu masih jalan bareng sama Raditya. Mama hanya khawatir sama kamu Na " kata Marina lega.
" Iya ma Ana baik baik aja " kata Ariana pelan.
" Nggak baik pacaran lama - lama Na " ucap Marina menasehati Ariana.
" Iya mau gimana lagi ma? "jawab Ariana lirih.
" Kalau Raditya serius dengan kamu Na.. mama setuju - setuju saja, tapi ya segera nikah saja kasih kepastian ." kata Marina lagi.
" Iya ma " kata Ariana kepada Marina.
"Ngapain juga kamu, lama - lama pacaran sama Raditya Na ?" ucap Marina lagi.
" Itu kan keputusan mas Radit, ma ? " jawab Ariana lagi lirih.
" Mau sampai kapan hubunganmu gantung nggak jelas kayak gini sama Raditya Na.. tunangan juga nggak ,istri juga bukan " kata Marina lagi meminta kejelasan status Ariana.
" Iya Ana belum tau ma " jawab Ariana lemes.
" Jangan iya.. iya.. saja Na , tanyain yang benar kejelasan hubunganmu dengan Raditya " tegas Marina.
" Iya ma " jawab Ariana lirih .
" Mama nggak bermaksud mencampuri hubungan kamu Na , mama hanya ingin tau kejelasan hubungan kamu yang nggak jelas itu dengan Raditya, Na " kata Marina sambil menatap Ariana serius.
"Iya ma " jawab Ariana lagi.
" Mama hanya ingin yang terbaik buat jadi pendamping hidup kamu Na , yang bakal jagain kamu seumur hidup kamu " resah Marina.
" Iya ma " jawab Ariana makin pelan.
" Ruby teman masa kecilmu, anak bu Mutya tetangga depan, yang hitam pesek itu, bulan lalu sudah menikah Na dilamar seorang pengusaha dari kota D " kata Marina kepada Ariana.
" Semoga Ruby hidup berbahagia " ucap Ariana tersenyum kecil.
" Helena sepupumu baru nikah kemarin dengan teman kerjanya Tommy " kata Marina perlahan.
" Kamu kapan nikahnya Na ? " tanya Marina kepada Ariana hati hati.
" Belum tau ma , hu " jawab Ariana kalut sambil menghembuskan nafas panjang.
Marina menatap anaknya dengan tatapan iba. "Kamu masih yakin mau bersama Raditya seumur hidup kamu, Na ? "
Ariana diam sejenak
" I iya ma " cicit Ariana gugup.
" Kalau kamu nggak yakin lagi dengan hubungan kamu sama Raditya Na " ucap Marina hati - hati.
" Mama bisa menjodohkan kamu dengan anak teman mama.." ucap Marina lagi.
" iya ma, hu " jawab Ariana sambil menghembuskan nafas panjang Lagi.
" Kamu pikirkan baik - baik Na , kalo memang kamu ragu lebih baik diselesaikan secara baik - baik hubungan kamu dengan Raditya," ucap Marina perlahan.
" Kok mama ngomongnya gitu sih, mau Ana putus dengan mas Radit " ucap Ariana memelas.
__ADS_1
" Mama kasih kamu waktu sebulan ," lanjut Marina lagi.
" Iya ma " jawab Ariana lagi.
" Kalau masih gantung seperti ini mama bakalan menjodohkan kamu dengan Evan " Marina mengultimatum Ariana.
" Hah apa ma !!! " seru Ariana kaget.
" Kamu ya Na dari tadi mama ngomong kamu nggak dengar ya !!! " seru Marina kesal.
" Dengar ma , cuma Evan siapa ? setau Ana , Ana nggak punya teman nama Evan, ma ? " tanya Ariana kepada mamanya Marina.
" Mama bilang kalau dalam satu bulan, Ana masih digantung sama Raditya mama bakalan menjodohkan kamu sama Evan. " ucap Marina tegas.
" Tapi ma " ucap Ariana ragu.
" Nggak ada tapi - tapian ! mama sudah kasih Raditya cukup waktu, lebih dari cukup untuk serius sama kamu Na !!" seru Marina Lagi.
"I iya ma " jawab Ariana gugup.
" Hasilnya apa dia malah gantung status kamu kan, mama cuma mau kamu bahagia Na , " sahut Marina.
" Iya ma " jawab Ariana lirih.
" Mama mau yang terbaik buat kamu Na , bukan Raditya yang menggantung dan mengecewakan kamu Na " sahut Marina lagi.
" Mama kok ngomongnya gitu ma? " tanya Ariana kepada mamanya pasrah.
" Kamu anak mama Na mama tau kamu itu hematnya sampai boleh dikata pelit " jawab Marina.
" Iya ma " cicit Ariana.
" Kalau kamu minta duit sama Anton, itu artinya Raditya tidak ada perhatian sama kamu Na sudah tidak sayang sama kamu lagi " tegas Marina.
" Iya ma " sahut Ariana lemes karena ucapan mamanya ada benarnya.
Walaupun bukan masalah duit yang membuat Ariana merasa Raditya sudah berpaling darinya, tapi masalah pengkhianatan Raditya yang jalan sama Karin di belakang Ariana.
" Iya ma " jawab Ariana.
" Mama hanya mau Ana hidup berkecukupan nggak hidup berkekurangan, diperhatikan, disayangi sama Raditya " ucap Marina iba.
" iya makasih ma " sahut Ariana lagi.
" Mama dari awal nggak setuju kamu ikut Raditya pindah ke kota J, karena kalian hanya pacaran, belum menikah " ucap Marina lagi tambah sendu menatap Ariana.
" iya ma " jawab Ariana lelah.
" Kamu ya Na dari tadi iya iya mulu, kamu dengar nggak Na mama dari tadi ngomong apa " tanya Marina.
" Dengar kok ma " jawab Ariana pasrah.
" Mama tunggu kepastian dari Raditya, sebulan ya Na kalo kamu nggak berani ngomong.. biar mama sendiri yang ngomong langsung ama Raditya." ucap Marina tegas.
" Iya ma hah jangan ma ntar Ana yang langsung tanya sendiri ke mas Radit. " jawab Ariana kepada mamanya sedikit syok .
" Ya sudah kamu jaga diri baik - baik ya Na , jangan lupa makan, apa mau mama kirimkan makanan? " tanya Marina kepada Ariana.
" Nggak usah ma , terima kasih ma " jawab Ariana lagi gundah.
" Ya sudah ingat kata mama Na , satu bulan ya mama tunggu jawaban kamu " ucap Marina menegaskan lagi kepada Ariana.
" Iya ma " jawab Ariana lirih.
" Ya sudah mama matikan video call nya ya.. " kata Marina kepada Ariana. video call off.
" Hu " Ariana melepas nafas panjang. Perlahan air mata Ariana jatuh mengalir di pipinya. Ariana mengambil dari dalam kardus dan meminum habis segelas air mineral.
Ariana berjalan lamban ke arah tempat tidurnya, menangis tanpa suara sambil berbaring di atas kasur, menatap sendu ke arah langit - langit kamarnya.
__ADS_1
Ariana menangis lama hingga ketiduran...
Tok.. tok.. tok..
Pintu kamar kosan Ariana diketuk.
" Mbak mbak Ariana " panggil Indah diluar pintu kamar Ariana.
Tok.. tok... tok..
" Mbak " panggil Indah lagi.
Ariana terbangun , mengerjap kan mata.
" Ya tunggu sebentar " jawab Ariana.
Ariana bangun perlahan duduk di atas tempat tidurnya, merapikan rambut dengan tangan sambil berjalan dan melihat sebentar kearah cermin.Ariana melangkah perlahan membuka pintu dan melihat Indah berdiri di depan kamarnya.
" Kenapa Ndah " tanya Ariana masih ngantuk.
" Mbak Ariana nggak makan? " Indah balik bertanya kepada Ariana.
" Belum pengen makan Ndah " jawab Ariana.
" Ntar sakit maag lho mbak.. " ucap Indah.
" Mbak lagi nggak nafsu makan, Ndah " ucap Ariana loyo.
" Ayo lah mbak kita pergi makan bareng ya " bujuk Indah.
" Mbak benar - benar lagi ndak ada nafsu makan Ndah " ucap Ariana masih nggak bersemangat.
" Tapi kan mbak, harus tetap makan, kalo nggak makan ntar mbak sakit maag nya kumat lho, yang jadi susah mbak sendiri juga kan " bujuk Indah lagi.
" Mbak mau istirahat saja Ndah mbak benar - benar lagi galau dan badan mbak terasa lemes " kata Ariana lirih.
" Justru itu mbak , mbak tadi siang udah nggak makan, dalam kamar terus kan, sekarang mbak harus makan " ucap Indah terus membujuk Ariana untuk makan .
" Kok lama sih Ndah " tanya Tina kepada Indah.
" Iya nih, mbak Ariana lagi bad mood maunya di kamar aja " jawab Indah kepada Tina.
" Ayolah Na ikut aja, kita cuma keluar cari makan di pasar malam yang buka di taman aja Na dari pada kamu bete di kamar aja. " bujuk Tina kepada Ariana.
" Aku benar - benar lagi galau Ti , pengennya istirahat saja, mana gue lagi sakit perut, sepertinya tamu bulanan gue ntar lagi datang Ti " jawab Ariana lemes.
" Justru itu Na kamu harus keluar ganti suasana..kamu juga harus tetap ingat untuk makan teratur Na nggak boleh sakit, " nasehat Tina kepada Ariana.
" Kita semua ini sama mbak, anak kosan merantau meninggalkan rumah keluarga , harus bisa mandiri, harus bisa jaga diri sendiri karena kalo sakit nggak ada keluarga yang bisa bantu jagain " ucap Indah lagi.
Kruk kruk kruk
Bunyi suara perut Ariana bernyanyi kelaparan minta makan , emang dari pagi setelah joging Ariana belum mengisi perutnya lagi.
Ariana tersenyum kecut sambil memegang perutnya menahan malu .
" Ha ha ha " Tina dan Indah sontak tertawa barengan mendengar bunyi suara perut Ariana berteriak kelaparan.
" Itu perut lu, Na udah berteriak minta jatah kelaparan " ledek Tina.
" Iya mbak ikut aja, cuma sebentar aja kita ke taman doang kok," bujuk Indah.
" Iya udah deh tunggu sebentar ya, gue ganti celana, ambil tas ama jaket dulu. " kata Ariana masuk lagi ke dalam kamar kosnya dikuti oleh Tina dan Indah .
" Cepetan ganti celananya " kata Tina kepada Ariana.
" Iya nona " canda Ariana kepada Tina.
Ariana bergerak cepat masuk ke kamar mandi segera ke toilet buat pipis, memakai pembalut, cuci muka, mengganti celana pendeknya dengan memakai celana panjang jeans, menyisir dan mengikat rambutnya, memakai sedikit parfum bayi , bedak, lip gloss, mengambil tas menggantungkan di bahunya , memakai jaket, memakai sneaker , mengambil kunci kamar, melangkah keluar dari kamar kosnya barengan Tina dan Indah lalu mengunci pintu kamarnya.
__ADS_1
Ariana, Tina dan Indah berjalan bersama ke ruang tamu kosan, di sana sudah menunggu Linda dan Nesya.
Mereka berlima akhirnya bergabung berangkat bersama ke taman tempat pasar malam diadakan.