Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#60


__ADS_3

Pada sore hari tim EO sudah datang ke rumah Evan , Ester ,Marina dan bibi Aminah segera pergi ke ruang tamu menyambut mereka .


" Bibi keluarkan minuman dan kue kecilnya " titah Ester.


" Aku panggil Ariana dan Nesya ya " sahut Marina dan berjalan ke kamar Nesya.


" Aku akan panggil Evan kalian duduk sebentar ya " titah Ester kepada tim EO.


Tok tok tok..


Ester lalu membuka pintu ruangan Evan dan memanggil Owen dari pintu ruangan.


" Papa , mas Ian , Evan ,Anton ayo ke ruang tamu tim EO sudah datang " ajak Ester.


" Ntar ma lagi seru nih " jawab Owen.


" Iya ma " Evan langsung keluar menghampiri Ester.


" Aku duluan pa " sahut Anton mengikuti Ester dan Evan ke ruang tamu rumah Evan.


Tim EO mulai mendata dan berkonsul , serta mencatat keinginan Ester , Marina , Evan , Ariana , Nesya akan persiapan acara pemberkatan dan resepsi pernikahan .


" Jadi nanti pagar ayu ada lima orang gadis dan dua orang pendamping pria." sahut Ester mengakhiri sesi percakapan mereka dengan tim EO.


" Kapan ibu berkenan untuk pengukuran pakaian pengantin wanita dan pria ? " tanya salah seorang staf EO.


" Saya rasa nggak perlu ya pakaian pengantin wanita dan pria , pakaian pagar ayu dan pendamping pria , semua akan diurus di butik aku sendiri." titah Ester.


" Jadi rangkaian ornamen bunga untuk keluarga juga diurus sendiri sama ibu ?" tanya staf itu lagi.


" Iya kalian hanya perlu mengurus urutan acara , photografer , video yang merekam acara , dekor gereja tempat pemberkatan dan dekor ruang acara tempat resepsi, serta makanannya " jawab Ester lagi.


" Untuk urusan pakaian dan make up , aksesoris semua bisa saya urus sendiri " ucap Ester tegas.


" Ok kalau begitu ny. Ester kami permisi dulu , astaga hampir lupa foto prewedding dan video memory bagaimana kapan ada waktu ? mau diambil di daerah mana? " tanya staf EO itu lagi.


" Di ambil daerah pantai saja , daerah puncak , kebun binatang " sahut Ariana antusias.


" Ada lagi , air terjun , menyelam ? sekalian aja " sahut Evan geli.


" Lokasi air terjun bagus sih cuma agak ribet kalau menyelam " sahut salah satu staf EO.


" Jangan yang ribet dong , cari yang nggak ribet lah " sahut Ariana.


" Ok sementara cukup siapkan waktu secepat nya pak buat eksekusi buat pengambilan foto dan video prewedding , kami permisi dulu ya " pamit tim EO.


" Iya secepatnya kami akan kasih kabar" jawab Evan kalem.


" Ya selamat sore kami permisi dulu " sahut tim EO keluar dari ruang tamu diantar Ester.


Setelah kembali " Ayo semua siap - siap kita segera ukur badan buat baju di butik " titah Ester lagi.


" Ma tunggu pagar ayu belum tiba " sahut Nesya.


" Nggak apa mama suruh staf butik yang datang buat ukur badan kita semua " sahut Ester.


" Ya sudah kamu segera panggil papa sama mas Ian sana Sya " titah Ester lagi.


" Iya siap ma " Nesya berlalu ke ruang kerja Evan.


" Mas mau foto dimana pastinya nuansa pantai , pelabuhan , air terjun , sih ok masa sampai menyelam mas" protes Ariana.


" Iya yang kamu suka pantai , air terjun , kolam , padang rumput , apalagi ?" tanya Evan.


" Kamu " cicit Ariana malu - malu.


" Ha ha ha " tawa Evan geli lalu menarik Ariana ke dalam pelukannya.


" Astaga woi masih siang " tegur Anton.

__ADS_1


" Rese , makanya cepetan cari pacar sana " ledek Evan.


" Gimana kalau foto prewedding pantai , air terjun dan kamar tidur ?" usul Ariana.


" Iya boleh " jawab Evan melihat Ariana intens.


" Jangan berpikir yang aneh - aneh " ledek Ariana.


" Kamu sedang menggodaku? " tanya Evan perlahan.


" Tidak jangan kegeeran " elak Ariana.


Evan mengelus lembut pipi dan dagu Ariana dan berbisik lembut di telinga Ariana " Boleh kok , nggak usah malu aku suka kok kamu goda harus agresif kan " rayu Evan perlahan.


Ariana tersenyum kikuk mukanya langsung memerah.


"Woi masuk kamar sana " ledek Anton lagi.


" Haish ganggu aja " protes Evan.


" Aku ambilkan es teh ya mas ?" ucap Ariana.


" Nggak usah biar Anton yang pergi ambil " sahut Evan.


" Woi kok gue sih emang gue babu lu " protes Anton.


" Pergi sana ambilin minum " titah Evan.


Tiga puluh menit kemudian para staf butik datang melakukan pengukuran badan.


Evan segera menghubungi Kevin supaya datang ke rumah untuk pengukuran badan.


Satu jam kemudian Linda , Tina , Indah datang ke rumah Evan.


" Ma ini teman - teman kos Nesya dan kak Ana " sahut Nesya memperkenalkan.


" Saya Tina tante , om perawat " sahut Tina singkat.


" Saya Indah om , tante teman kuliah Nesya " sahut Indah memperkenalkan diri.


" Ayo langsung saja diukur badannya " titah Ester.


Selagi Indah , Linda , Tina menunggu giliran mereka diperkenalkan Ariana kepada Anton.


" Bang perkenalkan teman - teman Ana ' ucap Ariana.


******


Seorang staf EO bernama Nola sibuk merekam kegiatan sesi pemotretan di pantai foto prewedding Evan dan Ariana.


" Ayo peluk yang mesra , senyum yang indah " seru si fotografer mengarahkan posisi Ariana dan Evan.


Ceklik , ceklik , ceklik ...


" Hayo posisi berlari berdua " teriak si fotografer seru sendiri.


ceklik , ceklik , ceklik...


" Haduh dingin gimana ini mas " keluh Ariana kedinginan.


" Ya sudah sini aku peluk lagi " sahut Evan memeluk Ariana dari belakang.


" Ya gitu dong pelukan yang mesra , senyum yang cantik " teriak si fotografer.


Ceklik , ceklik , ceklik ...


Bunyi suara kamera mengabadikan posisi dan gaya mereka berpelukan di pantai.


" Ya gitu lebih mesra lagi " sahut fotografer mengarahkan.

__ADS_1


" Kalau tau gini mending foto studio saja " cicit Ariana.


" Sabar bentar juga kekar kok " sahut Evan geli.


" Coba pada posisi duduk " teriak si fotografer dan dibantu asistennya mengarahkan posisi Ariana dan Evan.


Ceklik , ceklik , ceklik ...


" Jangan lama , Ana sudah kedinginan " ucap Evan tegas .


" Iya ini juga sudah kelar tinggal dipilih yang ok " sahut si fotografer mengkode dengan jarinya.


" Sudah selesai sesi pemotretan di pantai " ucap si asisten lalu membantu Ariana dan Evan berdiri.


******


" Evan peluk perut Ariana dekatkan pipi ke kepala Ana , Ana angkat tangannya ke belakang pegang dagunya dengan mesra , angkat dagu Na " seru si fotografer mengarahkan gaya Ariana dan Evan.


ceklik , ceklik , ceklik ...


" Haduh kenapa panas begini " keluh Ariana kepanasan dalam gaun pengantinnya.


" Sabar Na kan kamu yang mau foto di studio " jawab Evan.


Ceklik , ceklik , ceklik ...


" Iya tapi nggak kayak gini juga seperti dalam panggangan " cicit Ariana.


" Haduh senyum yang cantik jangan bicara " tegur si fotografer sewot.


" Ganti posisi lagi ingat senyum yang cantik , jangan ngobrol " teriak si fotografer.


Ceklik , ceklik , ceklik ....


" Ya break dulu ganti dress , perbaiki make up " teriak si fotografer asistennya langsung memberikan minuman kepada si fotografer.


Dan Nola ikut berhenti merekam kegiatan pemotretan.


******


Nola mengambil posisi di samping ranjang kamar hotel sibuk merekam sesi pemotretan foto prewedding Evan dan Ariana.


" Aduh sering - sering aja nih " ucap Ariana memakai kemeja putih longgar dan celana jeans pemdek hot pants.


" Ya aku suka lihat kamu seksi begini " senyum Evan.


" Buka sedikit kancingnya , digulung lengan kemejanya " teriak si fotografer mengarahkan asistennya.


" Rambutnya gerai sebagian ke depan dikit saja " teriak si fotografer.


" Tahan posisinya saling menatap mesra " teriak si fotografer lagi.


ceklik , ceklik , ceklik ...


" Sekarang rebahan Ana di bawah Evan di atas , dekatkan wajah , senyum senyum sexy , tahan , tahan ,ok "


ceklik , ceklik ,ceklik ...


" Ganti posisi Ana rebahan , gerai rambutnya di atas bantal , Evan di samping , tahan , pandangan mesra " teriak si fotografer sibuk sendiri.


ceklik , ceklik , ceklik ...


" Ayo pindah ke balkon Evan sandar ke pagar ya , buka semua kancing kemejanya , Ana pegang dada Evan " titah si fotografer , asistennya langsung sibuk memposisikan Evan dan Ariana sesuai arahan si fotografer.


ceklik , ceklik , ceklik...


" Ok , done " sahut si fotografer mengakhiri sesi pemotretan.


Nola pun berhenti merekam kegiatan sesi pemotretan foto prewedding Evan dan Ariana.

__ADS_1


__ADS_2