
Pada sore hari tim EO sudah datang ke rumah Evan , Ester ,Marina dan bibi Aminah segera pergi ke ruang tamu menyambut mereka .
" Bibi keluarkan minuman dan kue kecilnya " titah Ester.
" Aku panggil Ariana dan Nesya ya " sahut Marina dan berjalan ke kamar Nesya.
" Aku akan panggil Evan kalian duduk sebentar ya " titah Ester kepada tim EO.
Tok tok tok..
Ester lalu membuka pintu ruangan Evan dan memanggil Owen dari pintu ruangan.
" Papa , mas Ian , Evan ,Anton ayo ke ruang tamu tim EO sudah datang " ajak Ester.
" Ntar ma lagi seru nih " jawab Owen.
" Iya ma " Evan langsung keluar menghampiri Ester.
" Aku duluan pa " sahut Anton mengikuti Ester dan Evan ke ruang tamu rumah Evan.
Tim EO mulai mendata dan berkonsul , serta mencatat keinginan Ester , Marina , Evan , Ariana , Nesya akan persiapan acara pemberkatan dan resepsi pernikahan .
" Jadi nanti pagar ayu ada lima orang gadis dan dua orang pendamping pria." sahut Ester mengakhiri sesi percakapan mereka dengan tim EO.
" Kapan ibu berkenan untuk pengukuran pakaian pengantin wanita dan pria ? " tanya salah seorang staf EO.
" Saya rasa nggak perlu ya pakaian pengantin wanita dan pria , pakaian pagar ayu dan pendamping pria , semua akan diurus di butik aku sendiri." titah Ester.
" Jadi rangkaian ornamen bunga untuk keluarga juga diurus sendiri sama ibu ?" tanya staf itu lagi.
" Iya kalian hanya perlu mengurus urutan acara , photografer , video yang merekam acara , dekor gereja tempat pemberkatan dan dekor ruang acara tempat resepsi, serta makanannya " jawab Ester lagi.
" Untuk urusan pakaian dan make up , aksesoris semua bisa saya urus sendiri " ucap Ester tegas.
" Ok kalau begitu ny. Ester kami permisi dulu , astaga hampir lupa foto prewedding dan video memory bagaimana kapan ada waktu ? mau diambil di daerah mana? " tanya staf EO itu lagi.
" Di ambil daerah pantai saja , daerah puncak , kebun binatang " sahut Ariana antusias.
" Ada lagi , air terjun , menyelam ? sekalian aja " sahut Evan geli.
" Lokasi air terjun bagus sih cuma agak ribet kalau menyelam " sahut salah satu staf EO.
" Jangan yang ribet dong , cari yang nggak ribet lah " sahut Ariana.
" Ok sementara cukup siapkan waktu secepat nya pak buat eksekusi buat pengambilan foto dan video prewedding , kami permisi dulu ya " pamit tim EO.
" Iya secepatnya kami akan kasih kabar" jawab Evan kalem.
" Ya selamat sore kami permisi dulu " sahut tim EO keluar dari ruang tamu diantar Ester.
Setelah kembali " Ayo semua siap - siap kita segera ukur badan buat baju di butik " titah Ester lagi.
" Ma tunggu pagar ayu belum tiba " sahut Nesya.
" Nggak apa mama suruh staf butik yang datang buat ukur badan kita semua " sahut Ester.
" Ya sudah kamu segera panggil papa sama mas Ian sana Sya " titah Ester lagi.
" Iya siap ma " Nesya berlalu ke ruang kerja Evan.
" Mas mau foto dimana pastinya nuansa pantai , pelabuhan , air terjun , sih ok masa sampai menyelam mas" protes Ariana.
" Iya yang kamu suka pantai , air terjun , kolam , padang rumput , apalagi ?" tanya Evan.
" Kamu " cicit Ariana malu - malu.
" Ha ha ha " tawa Evan geli lalu menarik Ariana ke dalam pelukannya.
" Astaga woi masih siang " tegur Anton.
__ADS_1
" Rese , makanya cepetan cari pacar sana " ledek Evan.
" Gimana kalau foto prewedding pantai , air terjun dan kamar tidur ?" usul Ariana.
" Iya boleh " jawab Evan melihat Ariana intens.
" Jangan berpikir yang aneh - aneh " ledek Ariana.
" Kamu sedang menggodaku? " tanya Evan perlahan.
" Tidak jangan kegeeran " elak Ariana.
Evan mengelus lembut pipi dan dagu Ariana dan berbisik lembut di telinga Ariana " Boleh kok , nggak usah malu aku suka kok kamu goda harus agresif kan " rayu Evan perlahan.
Ariana tersenyum kikuk mukanya langsung memerah.
"Woi masuk kamar sana " ledek Anton lagi.
" Haish ganggu aja " protes Evan.
" Aku ambilkan es teh ya mas ?" ucap Ariana.
" Nggak usah biar Anton yang pergi ambil " sahut Evan.
" Woi kok gue sih emang gue babu lu " protes Anton.
" Pergi sana ambilin minum " titah Evan.
Tiga puluh menit kemudian para staf butik datang melakukan pengukuran badan.
Evan segera menghubungi Kevin supaya datang ke rumah untuk pengukuran badan.
Satu jam kemudian Linda , Tina , Indah datang ke rumah Evan.
" Ma ini teman - teman kos Nesya dan kak Ana " sahut Nesya memperkenalkan.
" Saya Tina tante , om perawat " sahut Tina singkat.
" Saya Indah om , tante teman kuliah Nesya " sahut Indah memperkenalkan diri.
" Ayo langsung saja diukur badannya " titah Ester.
Selagi Indah , Linda , Tina menunggu giliran mereka diperkenalkan Ariana kepada Anton.
" Bang perkenalkan teman - teman Ana ' ucap Ariana.
******
Seorang staf EO bernama Nola sibuk merekam kegiatan sesi pemotretan di pantai foto prewedding Evan dan Ariana.
" Ayo peluk yang mesra , senyum yang indah " seru si fotografer mengarahkan posisi Ariana dan Evan.
Ceklik , ceklik , ceklik ...
" Hayo posisi berlari berdua " teriak si fotografer seru sendiri.
ceklik , ceklik , ceklik...
" Haduh dingin gimana ini mas " keluh Ariana kedinginan.
" Ya sudah sini aku peluk lagi " sahut Evan memeluk Ariana dari belakang.
" Ya gitu dong pelukan yang mesra , senyum yang cantik " teriak si fotografer.
Ceklik , ceklik , ceklik ...
Bunyi suara kamera mengabadikan posisi dan gaya mereka berpelukan di pantai.
" Ya gitu lebih mesra lagi " sahut fotografer mengarahkan.
__ADS_1
" Kalau tau gini mending foto studio saja " cicit Ariana.
" Sabar bentar juga kekar kok " sahut Evan geli.
" Coba pada posisi duduk " teriak si fotografer dan dibantu asistennya mengarahkan posisi Ariana dan Evan.
Ceklik , ceklik , ceklik ...
" Jangan lama , Ana sudah kedinginan " ucap Evan tegas .
" Iya ini juga sudah kelar tinggal dipilih yang ok " sahut si fotografer mengkode dengan jarinya.
" Sudah selesai sesi pemotretan di pantai " ucap si asisten lalu membantu Ariana dan Evan berdiri.
******
" Evan peluk perut Ariana dekatkan pipi ke kepala Ana , Ana angkat tangannya ke belakang pegang dagunya dengan mesra , angkat dagu Na " seru si fotografer mengarahkan gaya Ariana dan Evan.
ceklik , ceklik , ceklik ...
" Haduh kenapa panas begini " keluh Ariana kepanasan dalam gaun pengantinnya.
" Sabar Na kan kamu yang mau foto di studio " jawab Evan.
Ceklik , ceklik , ceklik ...
" Iya tapi nggak kayak gini juga seperti dalam panggangan " cicit Ariana.
" Haduh senyum yang cantik jangan bicara " tegur si fotografer sewot.
" Ganti posisi lagi ingat senyum yang cantik , jangan ngobrol " teriak si fotografer.
Ceklik , ceklik , ceklik ....
" Ya break dulu ganti dress , perbaiki make up " teriak si fotografer asistennya langsung memberikan minuman kepada si fotografer.
Dan Nola ikut berhenti merekam kegiatan pemotretan.
******
Nola mengambil posisi di samping ranjang kamar hotel sibuk merekam sesi pemotretan foto prewedding Evan dan Ariana.
" Aduh sering - sering aja nih " ucap Ariana memakai kemeja putih longgar dan celana jeans pemdek hot pants.
" Ya aku suka lihat kamu seksi begini " senyum Evan.
" Buka sedikit kancingnya , digulung lengan kemejanya " teriak si fotografer mengarahkan asistennya.
" Rambutnya gerai sebagian ke depan dikit saja " teriak si fotografer.
" Tahan posisinya saling menatap mesra " teriak si fotografer lagi.
ceklik , ceklik , ceklik ...
" Sekarang rebahan Ana di bawah Evan di atas , dekatkan wajah , senyum senyum sexy , tahan , tahan ,ok "
ceklik , ceklik ,ceklik ...
" Ganti posisi Ana rebahan , gerai rambutnya di atas bantal , Evan di samping , tahan , pandangan mesra " teriak si fotografer sibuk sendiri.
ceklik , ceklik , ceklik ...
" Ayo pindah ke balkon Evan sandar ke pagar ya , buka semua kancing kemejanya , Ana pegang dada Evan " titah si fotografer , asistennya langsung sibuk memposisikan Evan dan Ariana sesuai arahan si fotografer.
ceklik , ceklik , ceklik...
" Ok , done " sahut si fotografer mengakhiri sesi pemotretan.
Nola pun berhenti merekam kegiatan sesi pemotretan foto prewedding Evan dan Ariana.
__ADS_1