Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#61


__ADS_3

Tiga bulan kemudian


" Selamat pagi mas , ayo bangun kita siap - siap mandi lalu pergi kerja " bisik Ariana di telinga Evan lalu mencium kening , pipi dan hidung Evan.


" Pagi Ana , peluk dulu " sahut Evan mencium leher Ariana.


" Ha ha ha sudah mas geli , ayo cepat mandi sana " jawab Ariana menarik selimut Evan.


Evan balik menarik Ana dan memeluknya erat


" Ayo mas sudah jam enam pagi " sahut Ana geli dalam pelukan Evan.


" Hmm " desah Evan di leher Ariana.


" Jangan mulai lagi mas tadi malam kan sudah ' cicit Ariana.


" Hmm " gumam Evan di telinga Ariana."


" Ta..hmmp " ucapan Ariana terputus dengan ciuman Evan di bibirnya.


Evan terus mencium Ariana hingga keduanya kehabisan nafas , Evan dengan cepat memulai aksinya, membuat Ariana kelimpungan.


******


" Ini bagaimana kak ? " tanya Nesya kepada Kevin.


" Gimana apanya ?" tanya Kevin .


" Indah sudah bisa ditarik ke sini kan aku sudah selesaikan admin resto ,.lagipula makin cepat Indah mengurus admin resto makin cepat dia akan bisa beradaptasi " ucap Nesya.


" Kamu ya Sya kenapa kalau cuma kita berdua yang urus kan bagus bisa berduaan nggak ada yang ganggu " protes Kevin.


" Haish kak Kevin kumat lagi ya " ledek Nesya.


" Ambisius bagus Sya tapi jangan gegabah terburu - buru " tegur Kevin.


" Kalau kita bisa segera menyelesaikan admin di cabang ini kita bisa memulai proyek cabang yang baru bukankah makin cepat makin bagus " sahut Nesya.


" Iya bagus berlari dengan cepat tapi jangan sampai nyungsep Sya " sahut Kevin.


" Mau tunggu berapa lama lagi ?" tanya Nesya.


" Sya walaupun Evan sudah setuju alangkah baiknya jika kita melihat keadaan dan situasi dulu , tunggu cabang ini stabil baru kita buka cabang lagi , nggak baik terburu - buru Sya " tegur Kevin lagi.


" Kalau kita bisa buktikan bahwa kita juga bisa mandiri bukankah kakak akan bisa cepat bersama aku?" tanya Nesya.


" Iya Sya tapi nggak begini caranya " jawab Kevin lagi.


" Hah kak Kevin terlalu banyak mikir " keluh Nesya.


" Iya harus dipikirkan Sya , resto ini bukan milik kita , resto punya Evan kalau ada masalah bukankah itu akan sangat memalukan bagi kita berdua " ucap Kevin tegas.


" Tapi Indah .. " ucapan Nesya dipotong Kevin.

__ADS_1


" Indah bukan Ariana , dia orang lain " sahut Kevin.


" Kak , Indah sudah seperti saudara bagiku " protes Nesya.


" Tapi kamu tetap harus bisa membedakan itu Sya " ucap Kevin tegas.


" Kak Kevin juga orang lain tapi sudah seperti saudara bagi kak Evan " protes Nesya.


" Kamu ... keterlaluan! " sahut Kevin emosi.


" Kinerja Indah lebih baik dari kak Ana bukan bermaksud membandingkan tapi itu kebenarannya " sahut Nesya.


" Ok kalau itu kamu benar tapi kepercayaan tidak mudah Sya " jawab Kevin.


" Baiklah kita lihat saja dulu perkembangannya " kata Nesya pasrah.


" Paling tidak tiga bulan lagi kalau emang kondisi cabang resto di mall sudah berkembang stabil kita bisa buka lagi di Bali atau di area manapun yang kamu mau Sya " jawab Kevin tegas.


" Iya jangan kelamaan " ucap Nesya gusar.


" Sya jangan khawatir aku akan tetap bantuin kamu " kata Kevin sambil mengusap lembut pipi Nesya.


" Iya " cicit Nesya memeluk tubuh Kevin perlahan.


Kevin dan Nesya berpelukan sejenak sibuk dengan pikiran dan harapan masing - masing.


*** Jodoh Yang Salah ***


" Mama berapa kali aku dah bilang aku nggak cocok usaha ma " protes Anton kepada mamanya.


" Hidup yang realistis Ton , hidup butuh duit , wanita suka duit , suka dibelanjain , mau sampai kapan kamu jomblo " sahut Marina.


" Maksud mama apa ?" jawab Anton .


" Kamu anak laki mama satu satunya , mau sampai kapan. kamu menyusul Ariana menikah " sahut Marina lagi.


" Mama Ana baru tiga bulan menikah , jangan dibanding - bandingkan begitu dong ma " jawab Anton gelisah.


' Emang kamu mau tunggu apalagi sampai mama keburu meninggal dunia dulu!? " sahut Marina mendesak Anton.


" Apa teman Ana tidak ada yang menarik bagimu ? jangan bilang kamu nggak suka perempuan ya , awas kalau kamu pisang makan pisang !! " tegur Marina curiga.


" Astaga mama jangan asal nuduh dong , buang tuh kebiasaan pikiran negatif mama aku pria sejati ma bukan kaleng rombengan " protes Anton sewot.


" Terus kenapa kamu belum punya pacar atau calon istri ? tanya Marina kepo.


" Ma masalah hati nggak bisa dipaksakan ma " kata Anton resah dengan desakan Marina.


" Tenangkan kekhawatiran mama aku normal nggak seperti yang mama pikirkan " kata Anton lagi." Aku bukan jeruk makan jeruk ma " ucap Anton membela diri.


*** Jodoh Yang Salah ***


" Pa , gimana apa kita jodohkan Sasha juga pa ? " tanya Ester .

__ADS_1


" Ma , gimana kalau Sasha kerja di butik mama dulu , siapa tau Sasha bisa ketemu jodoh di sana , sekalian belajar hidup mandiri ma " saran Owen.


" Iya itu bagus juga sih pa , supaya ada yang bantuin mama di butik " sahut Ester setuju.


" Iya kalau ada oengalaman bekeeja cari pengalaman dan cari duit sendiri bukankah Sasha akan lebih mandiri. lebih punya tujuan hidup " kata Owen kalem.


" Iya papa benar sekali tepuk tiga nyamuk ko " jawab Ester setuju.


*** Jodoh Yang Salah ***


" Ti sepi juga ya kalau joging cuma berdua " kata Linda lemes.


" Ah lu mah Lin kalau kangen Ana bilang aja , kan kita bisa janjian ke rumahnya " jawab Tina .


" Iya itu juga sih " cicit Linda.


" Santai saja Lin ntar kalau ada waktu juga pasti Ana bakalan rindu sama kita juga , jangan ganggu pengantin baru " ledek Tina.


" Waduh kamu ya Ti , siapa juga yang mau ganggu , aku cuma bilang sepi kalau cuma kita berdua yang joging " kata Linda lagi.


" Ha ha ha ya itu sama saja kan , kamu ya Lin ngaku aja deh kalau lagi rindu sama Ana " ledek Tina.


" Apa kita ajak Indah ya ?" kata Linda bermonolog.


" Woi awas ya Lin , aku dicuekin " sahut Tina.


" Mana bisa juga kita ajakkin Indah kan lagi kerja sama Nesya " sahut Tina lagi.


" Ajakin siapa ya supaya rame " sahut Linda lagi.


*** Jodoh Yang Salah ***


" Gimana anak kamu sudah punya calon nggak Ian ?" tanya Wiwin.


" Ha ha ha belum Win kamu seperti nggak pernah muda aja " ledek Adrian.


" Ya kan Anton masih jomblo malah sudah dilangkahi sama Ana adiknya " kata Wiwin sambil melihat - lihat taman tempat mereka berdua joging sore.


" Kalau Anton aku rasa anak itu bisa kok cari jodohnya sendiri " bela Adrian yakin pada Anton.


' Kalau belum ada calon kan bisa dikenalkan dulu " bujuk Wiwin .


" Dikenalkan dengan siapa Win anakmu si Carla ?" tanya Adrian langsung.


" Iya sapa tau jodoh "sahut Wiwin santai.


' Ha ha ha kalau itu mah gampang Win , suruh aja anakmu si Carla singgah ke rumah bawa kue , roti , apa kek bilang aja lagi belajar masak gitu " sahut Adrian cuek.


" Ha ha ha iya benar juga ya ntar bisa kelihatan mereka tertarik apa nggak ya " kata Wiwin lagi.


*** Jodoh Yang Salah ***


END

__ADS_1


__ADS_2