Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#13


__ADS_3

Keesokan paginya Ariana bangun dengan perasaan sesak seakan ada batu besar yang mengganjal di dalam hatinya.


Ariana berdoa sejenak , mandi, berganti pakaian, berdandan bersiap berangkat kerja.


Ariana mengambil dan menghidupkan hpnya, mengecek pesan yang masuk.


Berpikir pikir untuk menelpon Raditya, namun diurungkan.


Akhirnya Ariana hanya men chat wa abangnya Anton. Berterima kasih kepada abangnya Anton yang telah membantunya lagi .


Sesampainya di tempat kerja Ariana mencari Bertha curhat bercerita tentang jawaban Raditya yang menyangkal atas hubungannya dengan Karin dan keinginan mamanya, Marina yang akan menjodohkannya dengan Evan.


" Mbak yakin Na, sebenarnya kamu sudah tau apa jawabannya, " sahut Bertha perlahan sambil merapikan barang - barang pajangan di rak toko.


" Iya mbak " kata Ariana lirih.


" Karena yang tau siapa Raditya itu kamu sendiri Na , kamu sudah melihat sendiri dengan mata kepala kamu kelakuan Raditya di belakang kamu Na " kata Bertha lagi kepada Ariana berhati - hati.


" Iya mbak " jawab Ariana pasrah.


" Pada dasarnya mama kamu benar Na " kata Bertha lagi perlahan sambil memandang Ariana sendu.


" Iya mbak " kata Ariana setuju dengan ucapan mamanya.


" Nggak baik pacaran lama - lama Na dan mama kamu benar Na , Raditya sudah menggantung kamu terlalu lama " kata Bertha lagi prihatin.


" Iya mbak" kata Ariana setuju dengan ucapan Bertha.


" Sepengetahuan mbak yah Na, sebagai orang tua, semua orang tua itu mau yang terbaik buat anak - anaknya Na " ucap Bertha serius.


" Iya mbak benar, mama juga bilang begitu" kata Ariana membenarkan ucapan Bertha.


" Bukan masalah harta dan kedudukan Raditya, Na tapi masalah tanggung jawab , kasih sayang nya Na " nasehat Bertha lagi.


" iya benar mbak, kok sama ya dengan ucapan mama. " jawab Ariana.


" Buat apa Raditya bilang sayang dan kamu pacarnya, kalo nggak punya waktu buat kamu Na , nggak ada perhatian sama kamu Na , nggak bantuin kamu Na " ucap Bertha lagi menasehati Ariana.


" Hu" Ariana menghembuskan nafas panjang sebagai jawabannya kepada Bertha.


" Ariana tau kan mas Thomas suami mbak "


tanya Bertha kepada Ariana sambil berpindah ke rak di samping Ariana.


" iya mbak " jawab Ariana kepada Bertha.


" Mbak menerima lamaran mas Thomas bukan karena harta dan kedudukan Na " kata Bertha menatap Ariana serius.

__ADS_1


" Iya mbak, kenapa ? " Ariana bertanya kepada Bertha.


" Mbak menerima lamaran pernikahan mas Thomas karena kesungguhannya Na , tanggungjawabnya Na , perhatiannya Na " lanjut Bertha sambil merapikan barang dagangan di belakang Ariana.


" Walaupun mas Thomas kerjanya cuma ojek motor online, dia selalu baik, perhatian kepada mbak bertanya kabar mbak," kata Bertha serius.


" Iya mbak, mas Thomas emang perhatian sama mbak " kata Ariana setuju dengan perkataan Bertha.


" Mengantar mbak kalau mau pergi - pergi walaupun cuma naik motor , menolong mbak mengurus rumah tangga , " lanjut Bertha sambil mencatat stok barang.


" Iya mbak " cicit Ariana.


" Mas Thomas sudah bersikap baik, sering bantuin mbak selama pacaran " kata Bertha mengenang masa - masa pacarannya dengan Thomas suaminya sambil tersenyum manis kepada Ariana.


" Iya mas Thomas baik ya " kata Ariana lirih.


" Bahkan sejak sebelum menikah dengan mbak, mas Thomas sudah bantuin mbak sering pinjami duit ke mbak kalo ada kebutuhan mendadak " kata Bertha lagi sambil mengecek barang - barang di rak promosi tersenyum - senyum sendiri.


" Iya mas Thomas baik banget ya mbak suka bantuin mbak Bertha " kata Ariana lagi


" Ha ha ha mbak baru ingat Na , duit yang mbak pinjam dari mas Thomas ampe sekarang mbak belum balikin " tawa Bertha.


" Iya nggak apa - apa juga kali mbak kan udah jadi suami " kata Ariana.


" Duitnya mbak pakai buat beliin baju Batik ama sepatu buat hadiah ulang tahun mas Thomas Na " kata Bertha lagi cengengesan tersenyum malu - malu kucing.


" Iya mbak juga perhatian sama mas Thomas jadi beliin keperluannya " ucap Ariana.


" Iya mbak " ucap Ariana.


" Mas Thomas selalu tanya kabar, gimana keadaan mbak, " kata Bertha lagi.


" Iya mbak" ucap Ariana lagi.


" Jangan tersinggung Na mbak hanya ingin kamu mengambil keputusan yang benar, yang baik buat masa depan kamu Na " nasehat Bertha kepada Ariana .


" Nggak kok mbak Ana malah senang dan berterima kasih mbak Bertha sering jadi tempat curhat Ana , nasehatin Ana , jadi Ana bisa ambil keputusan yang tepat " kata Ariana sambil memeluk Bertha.


" Mbak lebih suka kamu sendiri yang memutuskan nasib hubungan kamu dengan Raditya Na, " kata Bertha perlahan membalas pelukan Ariana.


" Iya mbak " kata Ariana sambil melepaskan pelukannya kepada Bertha.


" Kamu sendiri yang bakalan merasakan manis pahitnya hubungan kamu Na " ucap Bertha lagi kepada Ariana.


" Iya mbak Ana ngerti kok, hu " kata Ariana sambil menghembuskan nafas panjang untuk mengurangi rasa sesak di dadanya.


" Kamu sendiri yang bakalan menangis sedih atau tertawa bahagia bersama Raditya atau bukan." ucap Bertha lagi sendu.

__ADS_1


" Iya mbak Bertha benar " jawab Ariana pasrah.


" Kamu sendiri yang akan bertanggungjawab atas keputusan yang akan kamu ambil Na dan menghadapi resikonya " kata Bertha lagi.


" iya mbak , Ana paham maksud mbak " cicit Ariana lemes.


" Lebih baik kamu tau kebenarannya sekarang Na daripada setelah menikah. Tuhan sangat menyayangi kamu Na " kata Bertha lagi sambil menatap lembut Ariana.


" Iya mbak, Ana bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Karin karena memperlihatkan siapa mas Raditya sebenarnya dibelakang Ana " kata Ariana sendu.


" Walaupun hal itu terasa sangat menyakitkan bagi Ana " lanjut Ariana lagi.


" Raditya belum pernah ngapa - ngapain kamu kan Na " tanya Bertha hati - hati.


" Maksud mbak ? " Ariana balik nanya ke Bertha.


" Raditya pernah menyentuh kamu? " tanya Bertha perlahan.


" Mas Radit sering membelai rambut dan tangan Ana , " jawab Ariana sambil mengingat - ingat dimana lagi Raditya menyentuhnya.


" Mas Radit juga suka meluk tubuh Ariana , cium kening, cium pipi, cium bibir , gigit dagu, cium leher Ana mbak.. pernah gendong juga sih " jawab Ariana bingung dengan pertanyaan Bertha.


" Hahaha bukan itu Na " Bertha tertawa mendengar jawaban Ariana.


Muka Ariana memerah " Buka - bukaan maksudnya ? nggak mbak " jawab Ariana malu - malu.


" Ariana mbak yakin kamu bisa jaga diri kok , kamu kan anak baik - baik " kata Bertha tersenyum lembut kepada Ariana.


" iya mbak " kata Ariana lirih.


" Kamu udah gede Na , kamu bukan anak kecil lagi , kamu pasti sudah bisa memutuskan apa yang baik atau nggak buat masa depan hidup kamu Na " lanjut Bertha lagi.


" Iya mbak " jawab Ariana lagi.


" Mbak menerima cinta mas Thomas karena kesungguhannya Na membuat mbak yakin.


Karena kasih sayangnya membuat mbak merasa disayangi Na selalu perhatian dan selalu siap membantu mbak, itu yang membuat mas Thomas tak tergantikan bagi mbak Na " kata Bertha menatap Ariana bersungguh - sungguh.


" Iya mbak , Ana juga mau cari suami yang seperti itu " kata Ariana lagi.


" Kesetiaannya itu yang menjaga kepercayaan mbak , yang membuat cinta mas Thomas tak ternilai bagi mbak Na " Bertha menatap intens mata Ariana.


" Iya mbak " Ariana merasa sedikit grogi ditatap Bertha seperti itu.


" Ya sudah mbak kerja dulu Na " ucap Bertha lagi sambil berjalan meninggalkan Ariana masuk ke ruang penyimpanan.


Percakapan Ariana dengan Bertha membuat Ariana benar - benar menyadari bahwa hidupnya dikelilingi oleh orang - orang baik yang sangat menyayanginya.

__ADS_1


Ariana kembali bekerja hingga sore. Berganti shift dengan Maya dan mengendarai motor kesayangannya pulang balik ke rumah kosan.


Di tengah jalan Ariana kembali singgah di stasiun pengisian bahan bakar buat mengisi bahan bakar motornya , dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah kosan .


__ADS_2