
" Aku suka warna krem pastel dan pink " ucap Nesya mendukung keputusan Ana lalu duduk di samping Adrian.
" Iya Sya rencananya kalau mas Evan setuju dress buat acara pemberkatan nikah di gereja untuk mama dan mama Ester warna gold buat Nesya dan teman Ten pagar ayu warna krem pastel . Untuk acara resepsi dress mama dan mama Ester warna merah dan untuk Nesya juga pagar ayu warna pink sementara untuk para pria acara pagi tuxedo putih acara malam tuxedo hitam " ucap Ariana lagi.
" Bagaimana kalau acara pagi pakaian para pria tuxedo gold juga bukan kah warnanya lebih cocok " ucap Nesya memberi usul.
" Boleh juga ide kamu Sya " ucap Ester.
" Iya juga ya kalau sama sama warna gold lebih cocok ya " ucap Ariana menimbang.
" Iya tergantung dekorasi juga Ana " ucap Ester.
" Mau tema apa buat dekorasinya ?" tanya Evan.
" Ya bunga bunga yang cantik " jawab Ariana.
" Iya nanti saya yang bicarakan dengan orang EO , ada lagi ? " ucap Evan.
" Sementara itu aja dulu " jawab Adrian.
" Jadi kamu ke sini cuma buat bicara itu doang Ian ?" tanya Owen.
" Nggak lah selain temani Ana , saya juga mau ketemu kamu " jawab Adrian santai.
" Mau bicara apa ?" tanya Owen.
" Besok pagi kita joging ?" tanya Adrian.
" Iya boleh seperti biasa jam enam pagi " ucap Owen antusias.
" Terus main catur yuk " ajak Adrian kode buat Evan.
" Iya kita ke taman belakang saja " ajak Owen kepada Adrian.
" Mau roti apa kue pa ?" tanya Ester kepada Owen.
" Mau cemilan apa Ian ?" tanya Owen kepada Adrian sambil berjalan ke taman belakang.
" Yang ada aja " ucap Adrian berjalan mengikuti Owen.
" Iya bentar ya aku buatkan kopi dulu , Nesya sini bantu mama bawain " ucap Ester berjalan ke area dapur diikuti oleh Nesya.
" Jadi kamu mau kemana sekarang ?" tanya Evan
" Mau istirahat capek " jawab Ana cuek mau beranjak pergi tapi di tahan Evan.
" Ayo ikut " ajak Evan menarik Ariana ke kamarnya.
Di dalam kamar Evan setelah menutup pintu kamar
" mau nonton drama Korea ?" tanya Evan kepada Ariana.
__ADS_1
" Nggak film aja supaya nggak panjang " elak Ariana.
" Film apa , horor komedi lagi ?" tanya Evan.
" Ya boleh " ucap Ana ngantuk duduk di tepi ranjang Evan.
Evan menyalakan tv ke saluran channel film di tv mencari film yang disukainya lalu duduk di sebelah Ana.
" Suka filmnya kalau nggak cari lagi yang lain " tanya Evan bergeser duduk menyandar di kepala ranjang.
" Ini aja " ucap Ariana sambil nonton.
" Pindah duduk sini " ajak Evan duduk menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
" Iya mas " jawab Ariana bergeser duduk di sebelah Evan.
" Kamu yakin mau menikah denganku?" tanya Evan tiba - tiba .
" Iya mas " jawab Ariana perlahan.
" Boleh tau kenapa ?" tanya Evan penasaran.
" Sementara ini karena aku percaya mas Evan seorang lelaki yang bertanggungjawab jadi aku yakin hidup bersama mas Evan akan menyenangkan walaupun mas Evan irit bicara apalagi ada Nesya yang ceria jadi pasti akan membuat hidupku jadi lebih ceria juga " jawab Ariana lagi.
" Fokus ke aku saja Nesya belum tentu bisa lama tinggal bersama kita , suatu saat nanti cepat atau lambat Nesya juga akan punya keluarga sendiri kan " ucap Evan tegas.
" Iya aku akan berusaha menikmati hidup di samping kamu " cicit Ariana malu - malu.
Tiga puluh menit kemudian Nesya masuk ke kamar Evan menemukan Evan dan Ariana lagi ketiduran sambil duduk berdua bersandar di kepala ranjang dalam kamar Evan.
Nesya balik lagi ke dapur menemui mamanya Ester.
" Ha ha ha kebiasaan tuh ma ketiduran sambil nonton , bukannya nonton film yang ada tv yang nonton mereka berdua tidur " tawa Nesya.
" Kamu ya Sya maklumlah pasti mereka berdua lelah kan kamu juga tadi sudah tidur duluan ' bela Ester.
" Mama belain terus dah tuh anak kesayangan " cibir Nesya.
" Kamu ya Sya dibilangin juga biarkan saja mereka tidur berdua mereka nggak aneh - aneh kan , kamu juga mau aja sih jadi obat nyamuk nonton Evan pacaran , nggak malu apa?" tanya Ester.
" Ha ha ha justru Nesya sengaja mau nonton kak Evan pacaran itu kan film hidup ma , lebih seru dari drama Korea " tawa Nesya geli.
" Awas kamu Sya kalau macam - macam kamu harus bantuin Ana ya selama hidup bersama Evan dan kamu " tegur Ester.
" Iya mama pasti , tenang aja kok mas Evan emang lagi butuh bantuan kak Ana , lagi pula kak Ana orangnya menyenangkan kok seperti om Adrian enak buat di ajak ngomong " ucap Nesya kalem.
" Iya biar bagaimana pun Ana masih butuh penyesuaian untuk bisa beradaptasi menghadapi kalian berdua yang nggak waras " nasehat Ester.
" Iya ma kak Ana bakalan happy kok hidup bareng kak Evan , Nesya juga nggak mau lama jadi obat nyamuk , mau cepat - cepat punya keluarga sendiri." ucap Nesya antusias.
" Iya kamu belajar jadi gadis yang baik seperti Ana nggak macam - macam santun , nggak seperti kamu ngeyel melulu , nggak jelas lagi " nasehat Ester.
__ADS_1
" Iya ma bela - bela aja terus ntar belagu baru tau " ejek Nesya.
" Maksud mama bukan bela Ana , Sya maksud mama belajar lah jadi gadis yang baik supaya jodoh kamu juga segera datang " ucap Ester menjelaskan.
" Iya ma moga - moga jodoh Nesya segera datang melamar " jawab Nesya.
" Amin " ucap Ester.
" Mama masih ingin membahas jodoh Nesya ?" tanya Nesya kepada Ester.
" Iya kalau ada yang kamu suka bilang aja siapa tau mama bisa bantu " jawab Ester.
" Bagaimana kalau sama kak Kevin ma ?" tanya Nesya.
" Kevin teman Evan di kantor ?" tanya Ester.
" Iya ma bagaimana mama setuju?" tanya Nesya.
" Yang penting kamu suka Sya mama setuju - setuju saja " ucap Ester.
" Ini baru wacana saja ma belum tentu juga kak Kevin mau sama Nesya , ntar malah seperti kak Evan aku di cap biang kerok doang soalnya sering ngerepotin " ucap Nesya jujur.
" Justru itu Sya kalau Kevin mau repot repot bantuin kamu bukannya itu artinya sesuatu gitu " ucap Ester menggoda Nesya.
" Ha ha ha mama bisa aja sesuatu banget ya kak Kevin itu sepenting itulah ?" tanya Nesya.
" Kalau benar Kevin calon suami kamu maka dia sangat penting dalam hidup kamu Sya karena Kevin bakalan jadi masa depan kamu " nasehat Ester.
" Belum tau ma ini kan baru wacana " ucap Nesya lagi.
" Iya moga - moga ya Kevin emang jodoh kamu Sya " ucap Ester berharap.
" Ntar dilihat deh ma kalau jodoh juga bakalan ketahuan ma " ucap Nesya lagi.
" Iya berusaha dong Sya deketin terus gimana gitu " nasehat Ester.
" Iya iya ntar Nesya ngerecokin hidup kak Kevin supaya dekat sama Nesya terus " jawab Nesya .
" Iya berusahalah sedikit lebih keras supaya dekat dengan Kevin " ucap Ester lagi.
" Kok malah mama yang ngotot sih kan baru wacana ma belum juga tau kak Kevin mau suka apa kagak " ucap Nesya lagi santai.
" Kamu ya Sya di bilangin juga ngeyel melulu " tegur Ester.
" Iya ma iya ma aku ngerti kok , aku pasti bakalan dekat dengan kak Kevin karena urusan ekspansi restoran " ucap Nesya menjelaskan.
" Kalau emang jodoh pasti juga Kevin yang bakalan dekatin kamu Sya. " ucap Ester berharap.
" Ha ha ha mama lucu deh kalau jodoh segampang itu jadi semua rekan kerja Nesya jodoh Nesya ma " canda Nesya geli.
" Ha ha ha iya jodoh jadi rekan kerja kamu " tawa Ester ikutan geli.
__ADS_1