Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#48


__ADS_3

" Kalau aku ikutan kalian makan setiap malam boleh ?" tanya Kevin kepada Evan.


" Iya sekalian membahas masalah pembukaan cabang resto yang di mall kita selesaikan secepatnya karena Nesya mau buka cabang resto di negara A " jawab Evan sambil makan .


" Hah nggak salah tuh Sya , kamu mau ke negara A cabang resto aja di mall belum kelar " ucap Kevin kaget.


" Iya kak , tapi bukan sekarang ntar setelah resto di mall sudah kelar dan berjalan lancar baru cabang yang di negara A dikerjakan " ucap Nesya santai.


" Iya kita fokus dulu yang di mall , kira kira siapa yang bakalan ganti posisi Nesya untuk mengurus resto yang di mall ya ?' tanya Evan .


" Bagaimana kalau Indah kak " usul Nesya kepada Evan .


" Boleh atur saja dulu dengan baik , kamu yang training Indah ya Sya , setelah lancar baru kamu laksanakan yang cabang di negara A " ucap Evan sambil melihat Nesya serius.


" Maaf bukannya tidak setuju bukannya mending buka di wilayah pulau J dan pulau B dulu baru ke negara A " usul Kevin.


" Yah itu boleh juga masalahnya Nesya yang mau ekspansi ke negara A juga bagus sih " ucap Evan.


" Lagipula kalau masakan tradisional di Indonesia itu mah biasa kalau sampai ke negara - negara tetangga bukankah itu baru istimewa " ucap Nesya antusias.


" Iya kalau skala lokal masakan masakan tradisional sangat umum tapi kalau di bawa ke skala internasional baru istimewa kan " ucap Evan setuju.


" Yang penting kamu yakin bisa urus resto selama di negara A ya ok lah " ucap Kevin ragu.


" Apa kamu mau bantuin Nesya di sana Kevin ?" tanya Evan .


" Yang bantuin kamu di sini siapa ?" Kevin balas tanya Evan balik.


" Kalau di sini mah banyak yang bisa bantu kalau di negara A siapa yang bisa bantu kalau bukan kamu Vin " ucap Evan serius.


" Iya saya bisa bisa aja ditempatkan di negara A bantuin Nesya kalau emang dibutuhkan , lagipula buka usaha kuliner di luar negeri itu aturan dan persyaratannya lebih ketat daripada di sini. " ucap Kevin ragu.


Setelah makan Nesya dan Ariana memilih beristirahat di kamar Nesya . Evan dan Kevin memilih kembali ke kantor .


Di dalam kamar Nesya setelah gantian mandi dan beristirahat Ariana berniat untuk pulang kembali ke rumah kosan tapi di cegah oleh Nesya.


" Sya aku harus pulang ke rumah kosan pakaian dan barang barang pribadiku semua ada di dalam kamar kosan " protes Ariana.


" Nggak usah lah kak Ana di sini saja kalau perlu semua barang - barang pribadi kak Ana bisa titip sama Indah buat antar ke sini kak " ucap Nesya.


" Ya sudah jadi sekarang kita ngapain di rumah aja " ucap Ariana kepada Nesya.

__ADS_1


" Kita bahas saja poin poin penting yang kak Ana suka sama kak Evan , mau punya berapa anak , karena pasti bakalan ditagih terus tuh sama mama dan papa " ledek Nesya.


" Astaga Sya nikah aja belum sudah mau bicara punya anak nggak ah , kalau masalah anak mah rejeki dari Allah mau di kasih berapa ya di terima saja ' ucap Ariana risih.


" Apa kita nonton drama Korea saja kak " ajak Nesya.


" Kita ke rumah kosan aja packing barang - barang gue Sya " ajak Ariana.


" Tenang aja kak , ada Indah yang bakalan beresin barang - barang kak Ana " ucap Nesya santai.


" Jadi apa yang kak Ana suka dari diri kak Evan? " tanya Nesya.


" Bukannya perempuan semuanya suka laki laki yang baik dan bertanggungjawab seperti mas Evan lagipula kamu dengar sendiri kan Sya mas Evan melamar aku untuk mengasihi , menyayangi dan melindungi aku seumur hidup bukankah itu sudah lebih dari cukup ." ucap Ariana.


" Iya kan pasti ada hal spesifik yang kak Ana suka dari kak Evan " goda Nesya lagi.


" Iya suka lah sudah ganteng , baik , penyayang lagi " ucap Ariana senyum - senyum sendiri.


" Ha ha ha itu hanya untuk kak Ana untuk orang lain mah impossible senyum aja kagak " ledek Nesya.


" Lha bukannya kamu yang peri cinta mas Evan " ucap Ariana.


" Iya terpaksa kalau nggak bisa dipecat jadi adik " goda Nesya.


" Ya bisa lah kalau dipecat jadi adik ya status gue cuma karyawan biasa " ucap Nesya lagi lemes.


" Terus bedanya apa ?" tanya Ariana masih bingung.


" Ya beda dong kak kalau gue jadi adik mah bebas kalau jadi karyawan ya ribet jadinya " jelas Nesya.


" Kok ribet banget ya hidup mu Sya " ucap Ariana makin bingung melihat Nesya.


" Ha ha ha ntar juga kak Ana bakalan ngerti kok , bukannya kak Ana sudah pernah melihat drama kehidupan keluarga Owen Putra Negara " tawa Nesya .


" Namanya keluarga Sya ya pasti begitulah banyak masalahnya " ucap Ariana pasrah.


" Apalagi menghadapi kak Evan , kak Ana perlu strategi khusus " ledek Nesya.


" Apa yang beda dari mas Evan bukankah kekurangannya juga merupakan kelebihan dari pribadi mas Evan ' ucap Ariana meraba raba.


" Iya kak Evan orangnya baik kok dia hanya seorang pengusaha sejati " ucap Nesya tersenyum .

__ADS_1


" Kekurangan dan kelebihan mas Evan bukankah harus aku terima dan menyesuaikan diri dengan kehidupannya " ucap Ariana pasrah.


" Iya kak Evan normal aja kok orangnya nggak dugem , nggak narkoba , hidup sehat cuma pacaran sama laptopnya" ledek Nesya.


" Ha ha ha bukannya itu bagus Sya , mas Evan anak rumahan pantesan mama ku langsung setuju " puji Ariana.


" Iya kak Evan mah calon mantu idaman ibu - ibu sekompleks apalagi kalau lagi joging " aku Nesya.


" Apa kita joging aja Sya dari pada bete di rumah terus" ajak Ariana.


" Nggak ah kak , Nesya lagi mager nih " balas Nesya sambil main ponsel.


" Ya sudah kita perawatan aja maskeran apa luluran gitu " ajak Ariana.


" Aku punya maskeran buah kalau lulur cuma strawberry aja yang ada " ucap Nesya jujur.


" Ya itu juga sudah cukup kok , punya selimut apa seprei agak gelap nggak buat alas kasur ?" tanya Ariana.


" Ambil aja kak di lemari paling kanan." ucap Nesya sambil membuka laci meja paling bawah samping ranjangnya dan mengeluarkan masker wajah dalam tube strawberry dan lulur strawberry dari dalam kulkas di samping lemari pakaiannya , lalu Nesya turun memanggil bibi Aminah.


Ariana mengikat rambutnya asal dan memasang seprei ke atas ranjang Nesya . Nesya dan bibi Aminah datang sambil membawa air hangat dan membantu melulurkan tubuh Nesya dan Ariana. Mereka bergantian memakai lulur strawberry dan memakai masker wajah sambil berbaring menunggu waktu.


Setelah selesai bibi Aminah pamit balik lagi ke dapur buat menyiapkan makan malam. Ariana dan Nesya masih asyik ngobrol sambil nonton film dari channel tv kabel dalam kamar Nesya.


Tiba - tiba bibi Aminah balik lagi " Non Nesya ada non Indah di bawah bawa barang - barang banyak katanya punya non Ana " ucap bibi Aminah.


" Oh iya bibi sudah ditungguin tuh dari tadi suruh bawa ke dalam kamar saja" jawab Nesya .


Bibi Aminah langsung pamit keluar dari kamar Nesya dan pergi menemui Indah. Lima menit kemudian Indah masuk ke dalam kamar Nesya sambil


membawa barang - barang Ana.


" Astaga bukannya dibantuin kek malah asyik ngobrol berdua di dalam kamar " gerutu Indah sewot melihat Nesya dan Ariana berbaring santai di dalam kamar Nesya setelah meletakkan sebuah tas besar di samping ranjang Nesya.


" Iya kita berdua baru selesai luluran dan.maskeran , kamu ambil minum dah tuh dalam kulkas pasti lelah kan habis pindahan barang - barang kak Ana " ucap Nesya santai.


" Iya gue haus banget nih " sahut Indah lalu mengambil sebotol minuman dingin dari dalam kulkas dan langsung meminumnya.


" Barang - barang kak Ana sudah semua lu pindahin Ndah ?" tanya Nesya.


" Yang aku bawa cuma pakaian saja dalam tas ini " jawab Indah lelah.

__ADS_1


" Iya nggak apa - apa kok Ndah aku tadi juga mau ambil sendiri barang - barang ku tapi di cegah sama Nesya " ucap Ariana .


__ADS_2