
" Ana kamu duduk di ruang tamu sama papa ya buat tunggu Evan sama keluarganya " ucap Marina.
" Iya ma " kata Ariana berjalan ke arah ruang tamu mengikuti Adrian papanya.
"Kamu gimana kabarnya Na? " tanya Adrian.
" Ana baik baik aja pa " jawab Ariana.
" Baik bagaimana Ana? " tanya Adrian lagi.
" Ana sekarang kerja bareng Nesya pa di restoran punya mas Evan " jawab Ariana.
" Kamu suka kerja di sana? " tanya Adrian lagi.
" Suka banget pa , Ana dapat jatah makan dua kali pa, mas Evan benar benar pengusaha yang bisa melihat peluang usaha dan Nesya yang akan mewujudkan ide ide bisnis mas Evan pa " jawab Ariana.
" Maksud kamu apa Na? " tanya Adrian.
" Mas Evan kalau melihat orang itu melihat kemampuannya pa seperti Linda yang jago masak jadi koki di restoran mas Evan jadi Nesya yang akan memuat masakan rumahan jadi menu istimewa pa " jawab Ariana menjelaskan.
" Iya itukan biasa Na apanya yang istimewa? " tanya Adrian heran.
" Yang istimewanya masakan rumahan bisa diubah jadi makanan berkelas pa " jawab Ariana.
" Papa benar benar nggak paham maksud kamu Na? " tanya Adrian. bingung.
" Awalnya masakan Linda itu cuma nasi sama rendang daging sapi. Masakan nasi rendang Linda bisa diubah jadi istimewa karena ditata di atas wajan kecil dialas daun pisang, semangkuk nasi warna putih di tengah , di atas nasi di kasih dua potong daging rendang warna coklat lebar lima centimeter panjang lima centimeter tebal satu centimeter . Di samping nasi di kasih telur rebus masak tomat warna merah, di kasih mie goreng warna coklat muda , dikasih tumisan jagung biji , labu hijau potong kotak , wortel warna oranye potong kotak , ditambah kerupuk udang warna krem dan semangkuk rawon daging sapi warna hitam cantik nggak pa tampilan makanan ' nasi rawon spesial ' ala Linda " ucap Ariana menjelaskan secara detail.
" Yang ada papa jadi lapar Na " jawab Adrian.
" Tuh kan papa bisa menangkap ide masakan ' nasi rendang spesial ' ala Linda " ucap Ariana lagi.
" Iya papa mengerti maksud kamu sekarang Na " ucap Adrian menganggukkan kepala.
" Itu baru kemampuan Nesya menjual ide masakan , bagaimana ide kak Evan yang mau ekspansi bisnis mau buka cabang restoran dan usaha lain " ucap Ariana .
" Maksud kamu apa Na? " tanya Adrian lagi.
" Ana punya teman kos yang namanya Tina pa kerjanya perawat mas Evan mau buka klinik mendorong Tina buat kerjasama. " jawab Ariana menjelaskan ide Evan.
" Wah bagus itu Na klinik kesehatan punya apotik yang jualan obat jadi bakalan jalan usahanya , apalagi kalau punya banyak dokter praktek , dari klinik bisa jadi rumah sakit " jawab Adrian mendukung Evan.
" Iya pa rencananya Ariana disuruh jaga restoran " ucap Ariana.
" Lha Nesya ngapain? " tanya Adrian heran.
" Nesya mau urus pembukaan cabang restoran pa " jawab Ariana.
" Secepat itu sudah mau buka cabang? " tanya Adrian.
" Maksud papa? " tanya Ariana.
" Evan beli restoran Brian kan belum sebulan Na, sudah mau buka cabang? " tanya Adrian takjub.
__ADS_1
" Sepertinya sih begitu pa karena ini info dari Nesya " ucap Ariana.
" Ambisius dan agresif sekali ya Evan " ucap Adrian kagum.
" Sepertinya sih begitu pa " jawab Ariana heran.
" Kamu juga harus banyak belajar Na supaya bisa mengikuti gaya hidup dan jalan pikiran mereka yang ambisius dan agresif " nasehat Adrian.
" Kata mas Evan saya disuruh jaga restoran saja pa " cicit Ariana.
" Bagus lah jadi hidup kamu terjamin Na, papa bahagia dan tenang kamu sudah ada yang jaga Na " ucap Adrian senang.
" Iya belum tau pa namanya juga lagi belajar pa " ucap Ariana perlahan.
" Kamu senang kerja di restoran Evan? " tanya Adrian serius.
" Senang banget pa kerja santai, makan terjamin, belum gajian sih pa tapi sudah dikasih baju " ucap Ariana perlahan.
" Kerja yang giat Na moga - moga kamu juga bisa sukses mengikuti Evan dan Nesya " doa Adrian.
" Amin, pa mereka memang sangat agresif terutama mas Evan " cicit Ariana.
" Maksud kamu Na? " tanya Adrian.
" Suka tiba tiba cium pipi, cium bibir, pokoknya harus hati - hati kalo ngomong di depan mas Evan pa " cicit Ariana lagi.
" Ha ha ha cuma cium pipi, cium bibir saja? " tanya Adrian.
" Ya habisnya kamu bukannya sudah biasa cium - ciuman? " tanya Adrian.
" Cuma dengan Radit pa, itupun jarang. Kalo Evan nyosor mulu " ucap Ariana masih kesel.
" Itu artinya Evan suka banget sama kamu Na " ucap Adrian.
" Iya nggak mesum juga gitu kali pa " ucap Ariana kesel Adrian belain Evan.
" Bukannya harusnya kamu senang Evan suka cium kamu Na ?" tanya Adrian heran.
" Suka pa hanya semua ini terasa terlalu cepat bagi Ariana pa , coba papa bayangkan Ana baru saja kehilangan Radit tiba - tiba Ana akan menikah dengan mas Evan, Ana sangat senang pa hanya Ana belum bisa langsung mencintai Evan " cicit Ariana.
" Maka bukalah hatimu Na, beri kesempatan kepada Evan untuk mencintaimu sampai kamu menyadari bahwa kamu pun mencintai Evan " nasehat Adrian.
" Kenapa papa bisa ngomong gitu? " tanya Ariana.
" Evan sudah lama suka kamu Na, dia sudah menolong kamu kan berkali kali tanpa kamu sadari yang paling penting dia sudah menjaga kamu , tidak seperti Raditya yang menyianyiakan kamu " ucap Adrian.
" Pa aku suka mas Evan , percaya , tapi cinta belum tau pa " cicit Ariana.
" Kamu suka dan percaya Evan sudah lebih dari cukup Ana " kata Adrian tegas.
" Iya pa " jawab Ariana.
Tok... tok... tok...
__ADS_1
Adrian berjalan ke arah pintu utama rumah dan membukanya.
" Puji Tuhan selamat siang semua nya, ayo mari masuk " sapa Adrian kepada rombongan keluarga Owen Putra Negara.
Ariana segera ke dapur memanggil mamanya dan Anton. Mereka bertiga bergegas ke ruang tamu menyambut rombongan keluarga besar Owen Putra Negara.
" Hallo jeng Ester makin cantik aja tetanggaku tersayang " sapa Marina sambil cipika cipiki menyambut Ester .
" Puji Tuhan malah jeng Marina yang tambah cantik dan ceria " ucap Ester balas memuji Marina sambil berjalan masuk ke dalam ruang tamu rumah keluarga Adrian menghampiri Ariana dan Anton.
" Selamat siang tante Ester " sapa Ariana dan memeluk Ester sejenak.
" Cantiknya mantuku " puji Ester kepada Ariana.
" Selamat siang tante " sapa Anton kepada Ester.
" Siang Ton tambah ganteng aja kamu ya " puji Ester.
" Ayo semua nya masuk duduk dulu di sofa " ucap Adrian mengundang rombongan keluarga Owen Putra Negara masuk ke dalam rumah keluarga Adrian Maulana Malik.
" Hello Ian apa kabar? " sapa Owen sambil berjabat tangan dan berpelukan sejenak.
" Baik Owen kan barengan kamu joging tadi pagi " ucap Adrian keceplosan.
" Selamat siang om tante " sapa Nesya sambil menyalami Adrian dan Marina lalu berjalan ke arah Ester dan berdiri di sampingnya.
" Hallo om tante " sapa Evan kepada Adrian dan Marina lalu menyalami keduanya.
" Ayo duduk jangan sungkan anggap seperti di rumah sendiri " ucap Adrian.
Adrian duduk di sofa tunggal di setelahnya duduk Marina , Anton dan Ariana di sofa panjang. Evan duduk di sofa tunggal di depan Adrian di samping Ariana.
Owen, Ester , Nesya duduk di sofa panjang ruang keluarga berseberangan dengan Marina , Anton dan Ariana.
Owen memulai acara lamaran meminta Ariana untuk Evander kepada Adrian dan
Adrian menjawab menerima lamaran Evander kepada Ariana.
Setelah lamaran Evan diterima Adrian , Evan memakaikan sebuah cincin emas ukiran ke jari manis Ariana lalu mencium kening Ariana sejenak.
" Jadi kapan acara pernikahannya? " tanya Marina penasaran sambil menuangkan teh ke dalam cangkir - cangkir gelas dibantu Ariana.
" Gimana kalau bulan depan aja " ucap Ester menjawab Marina sambil mengambil teh pemberian Ariana.
" Minggu depan aja ma " ucap Evan kalem dan menerima gelas teh pemberian Ariana.
" Astaga santai bro " ucap Anton gemes sambil menuang kopi ke dalam cangkir - cangkir gelas lalu mengoper gelas kopi kepada Adrian dan Owen.
" Ayo di makan dulu kue kue nya " ajak Marina tersenyum.
" Ayo Wen di minum dulu kopinya " ajak Adrian.
" Iya mari " jawab Owen meminum kopi pemberian Anton.
__ADS_1