
Ariana tiba di rumah kosan dan bertemu dengan Tina di ruang tamu kosan sedang memakai sepatu kets bersiap untuk pergi joging.
" Gue ikutan joging Ti , tunggu gue ganti baju sebentar ya." ucap Ariana kepada Tina.
" Iya gue bakalan tungguin kamu kok cepetan ya Na " ucap Tina.
Ariana bergegas menuju ke kamar kosannya, mengikat rambut, berganti pakaian , berganti sneaker , meminum habis segelas air. Keluar kamar kosannya mengunci pintu dan keluar menuju ruang tamu.
Di ruang tamu kosan Ariana bertemu Tina dan Indah yang sudah menunggunya.
Mereka pergi joging bareng.
" Gimana perasaan kamu sekarang Na " tanya Tina.
" Gue rasa gue harus berterima kasih sama Karin Ti " jawab Ariana lirih.
" Lho kok gitu mbak " tanya Indah kepada Ariana.
" Karena Karin membuat gue sadar Ndah , mas Radit nggak baik buat masa depan aku." sahut Ariana lagi pasrah.
" Mbak Ana , Indah kan sudah pernah bilang, Karin itu kutu loncat dia hanya menganggap cowok itu ATM !" seru Indah kaget.
" Kamu yakin Na , bakalan lepasin Raditya? " tanya Tina perlahan.
" Bagaimana gue bisa bertahan di samping mas Raditya Ti , kalau gue sudah nggak yakin lagi " ucap Ariana galau.
" Mbak Ana yang sabar dulu, mbak tanyakan dulu baik - baik sama mas Raditya, " saran Indah kepada Ariana.
" Iya Na , dicoba dulu tanyakan kebenarannya , perjuangin dulu ini masa depan lu lho Na " ucap Tina hati - hati.
" Kepindahan gue ngikutin mas Raditya dari kota S ke kota J itu bukan perjuangan? itu bukan keyakinan !? " seru Ariana.
" Iya Na itu perjuangan lu , itu keyakinan lu , justru itu jangan semudah itu dilepas. " ucap Tina.
" Mbak Ana ikhlas melihat mas Raditya ditikung sama Karin? " tanya Indah.
" Kamu yakin Na Raditya sudah nggak sayang sama kamu lagi ? " tanya Tina lagi.
" Gue nggak sanggup lagi Ti , kamu juga lihat dengan mata kepala lu kan , bagaimana kelakuan mas Raditya jalan mesra bareng Karin di depan mata kita bertiga " ucap Ariana.
" Iya betul Na hanya saja kok rasanya semudah itu sih kamu menyerah gitu aja Na ? " kata Tina.
" Karena gue tau siapa mas Raditya Ti , waktu gue tanya soal video rekaman kamu , dia mengelak alasannya dia ketemu Karin di dalam toko , dia berbohong sama aku Ti" kata Ariana resah.
" Terus kenapa kamu nggak kasih lihat video rekamannya Linda ?" tanya Tina lagi.
__ADS_1
" Karena mas Raditya bakalan cari alasan lain untuk nyalahin gue, tuduh kita mengikuti dia dan pembenaran atas kebohongannya Ti " jawab Ariana lagi.
" Terus kamu terima begitu aja ?" ucap Tina lagi.
" Alasan gue mencegah lu ama Linda melabrak mas Raditya waktu itu, karena gue nggak mau kita bertiga malu Ti " ucap Ariana sendu.
" Lho kok bisa gitu Na " kata Tina lagi.
" Karena gue tau Ti , mas Raditya nggak bakalan biarin dirinya dipermalukan dihadapan umum, dia jago debat , dia bakalan buat kita bertiga yang malu sudah mempermalukan dia, melabrak dia di depan umum " ucap Ariana sendu.
" Waduh kok bisa gitu ya mbak?" tanya Indah.
" Itu emang sifatnya mas Raditya Ndah " jawab Ariana menjelaskan.
" Tapi kan " lanjut Tina.
" Kita hanya bakalan debat kusir mempermalukan diri kita sendiri lalu jadi badut konyol tontonan orang banyak Ti , kalo waktu itu kita bertiga nekat melabrak mas Raditya " memotong ucapan Tina.
" Kita bertiga yang bakalan dipersalahkan sudah mengganggu mas Raditya pacaran ama Karin " jelas Ariana lagi.
" Tapi gue nggak terima Na " ucap Tina.
" Jadi sekarang kamu mengerti kan Ti , kenapa aku harus bisa move on dari mas Raditya " kata Ariana kepada Tina.
" Waktu mas Juna ketahuan jalan bareng Karin dia nggak mengelak, dia mengakui kesalahannya sama mbak Intan karena merasa iba sama Karin " ucap Indah perlahan memecah kebisuan diantara mereka bertiga.
" Jadi mbak Intan mutusin buat maafin mas Juna, toh Karin juga bakalan ninggalin mas Juna, pergi dari kota M." lanjut Indah.
" Situasi dan kondisinya sekarang beda jauh Ndah " kata Ariana.
" Koq gue yang berasa sumpek ya na.. berasa nyesek banget di dada " ucap Tina sambil memegang dadanya.
" Gue juga mungkin bakalan maafin mas Raditya klo dia ngaku salah " cicit Ariana.
" Ribet banget sih hidup lu, Na " ucap Tina lagi.
" Jadi sekarang lu mengerti kan Ti ,kalau gue emang harus ikhlas melepaskan mas Radit " ucap Ariana lirih.
" Nggak kok mbak Tina, bukan hidup mbak Ariana yang ribet cuma lagi mendung doang ketemu si kutu loncat," ucap Indah.
" Ini baru Karin yang ketahuan, gue nggak berani ngebayangin klo masih ada Karin yang lain, Ti " kata Ariana lagi sedih.
" Masa sih Na ?" tanya Tina.
" Emang seharusnya mbak Ariana sih yang lebih tau siapa sebenarnya mas Raditya cuma gimana ya " kata Indah.
__ADS_1
" Gimana apanya Ndah ? " tanya Ariana.
" Apa mbak, nggak merasa sayang gitu melepaskan mas Raditya ? apalagi cuma karena Karin " tanya Indah kepada Ariana.
" Justru itu Ndah , ini semua masalahnya ada sama mas Raditya Ndah , dia yang nggak mau jujur mengaku salah " ucap Ariana lagi resah.
" Ya emang sifat orang itu beda - beda sih mbak," kata Indah lagi memandang Ariana sendu.
" Gue sendiri pun nggak nyangka Ndah , mas Raditya bisa jalan bareng Karin dibelakang gue " ucap Ariana pasrah.
" Gue aja berasa banget nyesek di dada..apalagi elu Na , gue beneran nggak bakalan percaya Na , kalau kita bertiga nggak melihat dengan mata kepala kita sendiri Na " ucap Tina kecewa.
" Mengikhlaskan mas Raditya terasa sangat menyakitkan bagi gue Ti " ucap Ariana sedih.
" Semua orang pernah melakukan kesalahan Na.. kita hanya bisa menerima, memperbaiki dan memaafkan atau tidak " ucap Tina lagi.
" Yang ada dalam hatiku selama ini hanya nama mas Raditya " ucap Ariana lagi sendu mengenang semua masa masa indah kebersamaannya dengan Raditya.
"Hu kok Indah malah tambah nggak enak hati ya, merasa bersalah gitu sama mbak " kata Indah kepada Ariana perlahan sambil menghembuskan nafas panjang.
" Bukan salah lu kok, Ndah " bela Tina.
" Yang ada dalam pikiran gue selama ini, mas Radit bakalan nikahin gue, kami akan punya keluarga kecil bahagia, mungkin satu atau dua orang anak yang lucu, yang cantik, yang nakal, yang imut, yang gendut." ucap Ariana sibuk dengan pikirannya sendiri.
" Aduh " cicit Indah semakin merasa bersalah kepada Ariana.
" Dalam pikiranku, gue bakalan menua menjadi nenek dan kakek bareng mas Raditya, melewati waktu bersama hingga tutup usia. " kata Ariana lagi pasrah.
" Yang sabar ya Na." ucap Tina hati - hati.
" Hu " Indah menghembuskan nafas panjang sambil menatap sendu kepada Ariana.
" Dalam setiap detak jantungku hanya ada nama mas Raditya, dulu nama mas Raditya selalu membawa kebahagiaan, menjadi penyemangat hidup bagi gue Ti sekarang hanya membawa kesedihan dan kekecewaan bagi gue " cicit Ariana sendu.
" Itu semua keputusan elu Na karena cuma elu yang tau Raditya baik apa nggak buat masa depan elu " sahut Tina prihatin.
" Gue benar - benar minta maaf mbak.. atas perbuatan Karin dan karena Indah yang udah bawa Karin ke kota J. " ucap Indah tulus.
" Ini semua bukan salah lu Ndah , kamu nggak boleh bertanggung jawab atas kesalahan perbuatan orang lain " bela Ariana kepada Indah.
" Iya Ndah semua ini nggak ada hubungannya sama kamu kok ini murni masalah Raditya sama Ariana hubungan Raditya sama Karin hanya menegaskan bahwa Raditya bukan lelaki yang baik buat jadi pendamping hidup Ariana " ucap Tina menjelaskan.
" Gue udah bilang kan, gue malah berterima kasih sama Karin karena sudah membuka mata gue, menyadarkan gue kalau mas Raditya nggak baik buat masa depan gue Ndah." lanjut Ariana masih membela Indah.
" Iya terima kasih mbak " ucap Indah lega.
__ADS_1