Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#38


__ADS_3

" Hei bro " jawab Evan lalu berdiri dari sofa dan memeluk Anton.


" Gimana? " tanya Anton.


" Ntar siang lamaran " jawab Evan.


" Selamat ya bro " ucap Anton.


" Ya sudah aku balik dulu mau siap - siap " kata Evan pamit pada Anton.


" Iya sono bawa hantaran yang banyak " balas Anton.


" Om, tante saya permisi dulu " kata Evan pamit pulang.


" Iya kamu siap - siap ya " jawab Adrian.


" Ana kamu tolong antar Evan sama Nesya pulang ya " ucap Marina .


" Hah kok diantar pulang sih ma " protes Ariana.


" Sono antar calon suami juga " desak Anton .


" Iya kak Ana supaya tau kita tinggal dimana " ucap Nesya.


" Antar aja Ana ntar juga kamu tau " ucap Adrian kalem.


" Iya pa Ana jalan dulu " ucap Ariana pasrah.


" Ayo tante, om, kak Anton Nesya pulang dulu" pamit Nesya.


Evan, Nesya, Ariana berjalan keluar dari rumah orang tua Ariana. Evan masuk ke pekarangan rumah sebelah lalu membuka pintu utama rumah.


" Evan, Nesya, pa.. pa.. Ariana sudah datang " panggil Ester mama Evan dan Nesya lalu memeluk Ariana.


" Hello tante " sapa Ariana balas memeluk Ester.


" Puji Tuhan kalian sudah sampai di rumah dengan selamat " sahut Owen papa Evan lalu memeluk Evan.


" Pa lihat pa mantu kita Ariana cantik kan " puji Ester memperkenalkan Ariana kepada suaminya.


" Iya " sahut Owen sambil memeluk Nesya penuh kasih.


" Dilihat dulu pa " ajak Ester.


" Iya , wah kamu cantik sekali Ana " puji Owen sambil menyalami Ariana.


" Terima kasih om " jawab Ariana.


" Ayo duduk sini " ajak Ester kepada Ariana.


Mereka berlima berkumpul duduk di sofa ruang tamu.


" Sasha tolong bawakan minum " panggil Ester kepada asisten rumah tangganya.


" Gimana kamu sudah yakin suka sama Evan , Ana? " tanya Owen kepada Ariana.


" Ha ha ha " sontak Nesya ngakak.


" Yakin dong pa " jawab Evan pede.


" Papa tanya Ana " ucap Owen kalem.


" Pasti Ana suka Evan pa, ntar siang sudah lamaran pa " jawab Ester.

__ADS_1


" Papa tanya sama Ana ma " ucap Owen penasaran.


" Ya dijalani saja om " jawab Ariana pasrah.


" Pernikahan untuk sekali seumur hidup Ana, sampai nafas terakhir bukan permainan " ucap Owen tegas.


" Iya om " cicit Ariana.


" Kamu suka kan sama Evan, Ana? " tanya Ester.


" Iya tante " jawab Ariana.


" Mama sama papa nggak tau kan tadi malam kak Evan sama kak Ana ketiduran sambil pelukan di sofa " ucap Nesya melirik Evan.


" Itu.. " ucapan Ariana dipotong Evan .


" Kamu juga " jawab Evan kalem , muka Ariana memerah menahan malu.


Sasha keluar membawa nampan diatasnya ada beberapa gelas teh yang masih mengeluarkan uap panas dan sepiring bolu gulung.


" Permisi " ucap Sasha meletakkan cangkir cangkir teh dan bolu gulung di atas meja tamu lalu masuk lagi ke dalam.


" Terima kasih Sa " ucap Ester.


" Kalian bertiga ketiduran di sofa? " tanya Owen papa Evan penasaran.


" Aku, Nesya, Ana nonton film pa di sofa ruang tamu , kami ketiduran hanya itu " ucap Evan santai.


" Ha ha ha " tawa Nesya tambah ngakak.


" Kamu kenapa Sya dari tadi tawa ngakak nggak jelas gitu " tegur Ester.


" Ha ha ha mama nggak tau kan, kalau semalam Nesya nonton life show kak Evan sama kak Ana pacaran lebih seru dari pada nonton film sampai kak Ana ketiduran dipeluk sama kak Evan. Saking serunya ampe Nesya juga ketiduran nonton mereka berdua tidur " tawa Nesya cekikikan.


" Ha ha ha kamu jadi obat nyamuk Sya " Owen tertawa melihat Nesya.


" Papa nggak lihat sih serunya mereka pacaran " ucap Nesya cuek diledekin Owen papa nya .


" Kamu aja nggak merasa " ucap Evan bete. Ariana hanya menunduk menahan malu.


" Emang mereka ngapain Sya? " tanya Ester.


" Ha ha ha mama kura kura dalam perahu pura pura nggak tau , mama seperti nggak pernah muda saja " ledek Owen mentertawakan Ester istrinya.


Nesya senyum senyum sendiri sambil menyatukan ujung jari telunjuk kiri dan telunjuk kanan .


" Ha ha ha Evan ternyata bisa agresif juga ya " Ester tertawa maklum dengan maksud gerakan jari Nesya.


Owen, Ester, Nesya menatap Evan dan Ariana , mereka saling bertatapan lalu sontak tertawa bareng lagi cuma Ariana yang makin nunduk menahan malu dengan wajah memerah.


" Ana permisi dulu ya tante, om " cicit Ariana menahan malu.


" Evan antar pulang sana " ucap Owen.


" Aduh jangan buru buru pulang Ana " cegah Ester.


" Sudah ma kasihan Ana " tegur Owen.


" Ayo " ajak Evan berdiri lalu menarik tangan Ariana mengikutinya.


" Jangan lupa mandi kak " ejek Nesya.


Evan dan Ana berjalan balik lagi ke rumah Ariana di sebelah masih sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


" Lho sudah balik Na? " tanya Anton melihat Evan dan Ariana masuk lagi ke ruang tamu rumah keluarga Adrian Maulana Malik.


" Iya bang " cicit Ariana melepas tangan Evan dan berjalan masuk ke kamarnya.


" Kenapa? " tanya Anton kepada Evan.


" Biasa di bully Nesya " jawab Evan.


" Di bully gimana? " tanya Anton penasaran.


" Sudah ntar aja bro , gue mau pulang siap - siap " jawab Evan berbalik keluar dari rumah Adrian.


" Ada apaan sih ?" tanya Anton bingung sendiri lalu masuk ke dapur.


" Ma Ana sudah di kamar tuh " ucap Anton kepada Marina.


" Iya kamu beresin semua makanan dan minuman nya ya Ton " ucap Marina menyusul masuk ke kamar Ariana.


" Iya ma " jawab Anton.


Marina masuk ke kamar Ariana melihat Ariana masih memilih milih baju ganti.


Marina mengambil sebuah dress selutut brokat payet berwarna pink.


" Pakai dress ini Na " ucap Marina.


" Ini baju siapa ma? " tanya Ariana bingung.


" Ini dress pemberian Evan " jawab Marina.


" Hah kok bisa ma ?" tanya Ariana bingung.


" Ya bisa lah kan Ester punya butik " jawab Marina.


" Oh ini pemberian tante Ester? " tanya Ariana.


" Bukan ini pemberian Evan mama cuma kasih info ukuran badan kamu ke Ester " jawab Marina.


" Oh kok bisa sih ma ?" tanya Ariana tambah bingung.


Marina memeluk Ariana kangen dan mengelus punggungnya.


" Mama hanya ingin melihat kamu bahagia Na , Evan sudah lama suka sama kamu hanya ragu karena kamu masih pacaran sama Raditya , lalu Evan dijodohkan dengan Kristina sepupunya . Entah gimana ceritanya Evan tau Kristina juga jalan sama Raditya. Nesya bahkan sempat mau melabrak kamu. Tapi di cegah Evan karena tau kamu sudah lama pacaran sama Raditya. Akhirnya Nesya tau kalau Raditya yang menduakan kamu dengan Kristina " ucap Marina menjelaskan panjang lebar kepada Ariana .


" Jadi mama sudah tau kalau Radit jalan sama cewek lain " cicit Ariana.


" Iya Evan yang cerita " ucap Marina sendu.


" Ana mandi dulu ma " ucap Ariana perlahan.


" Iya kamu mandi Na, dandan yang cantik rambut di lepas saja pakai bando yang di kasih Nesya " ucap Marina lalu keluar dari kamar Ariana.


Ariana masuk ke kamar mandi kamarnya dan memulai ritual mandinya. Tiga puluh menit kemudian Ariana selesai mandi dan keramas. Ariana mengeringkan rambut dengan hair dryer dan menyisir rambut lalu memakai sedikit tonic rambut. Ariana lalu memakai dress pink berdandan soft make up natural dengan lipstik nude. Selesai dandan Ariana memakai bando gold pemberian Nesya. Lalu memakai wedges nude sepatu tali kesukaannya. Ariana menyemprotkan sedikit body mist ke dress nya lalu keluar kamar menuju dapur.


" Wow cantik banget adik gue " puji Anton.


" Ha ha ha baru sadar ya bang " jawab Ariana pede.


" Iya iya yang lagi jadi princess " ejek Anton.


" Nah gitu dong anak papa " puji Adrian memeluk sayang Ariana.


" Wangi lagi " puji Adrian lalu melepas pelukannya.

__ADS_1


" Ana kan anak papa yang paling cantik " ucap Ariana tersenyum gembira.


__ADS_2