Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#47


__ADS_3

Setelah acara makan malam selesai mereka berpindah dari ruang makan ke ruang tamu.


Evan masih asyik bersama Ariana sambil diganggu sama Nesya . Owen dan Ester yang melihat mereka bertiga hanya senyum - senyum sendiri melihat ulah anak - anak mereka yang asyik mengganggu Ariana.


"Semoga Evan dan Ana bisa cepat memberi kita cucu ya pa " doa Ester berharap.


" Iya cucu yang cantik seperti mama dan ganteng seperti papa kan " doa Owen setuju.


" Papa masih saja suka puji mama jadi tambah sayang kan " goda Ester.


" Itu benar mama , papa sayang mama karena kecantikan mama dari hati yang bisa memahami maunya papa " ucap Owen kalem.


" Iya papa , mama juga sayang papa karena papa yang mau menerima mama dalam keadaan suka dan duka yang bisa menerima sifat mama yang cerewet dan manja seperti Nesya. " aku Ester .


Owen lalu memeluk Ester dihadapan Evan , Nesya dan Ariana membuat mereka merasa sangat malu.


" Papa kenapa tiba - tiba memeluk mama ?" tanya Nesya kepo.


" Mama ingin Evan dan Ana segera memberi kami cucu " ucap Owen jujur.


" Ha ha ha " tawa Nesya geli.


Ariana langsung tertunduk malu dengan wajah memerah diperhatikan secara intens oleh Evan.


" Kalau Nesya nggak jadi obat nyamuk ya kita bakalan segera dapat cucu ma " ledek Owen.


" Ih papa kok gitu sih , Nesya yang dewi cinta mereka kok pa " protes Nesya.


" Masa Evan butuh dewi cinta Sya , yang benar saja " ucap Owen kepo.


" Benar papa , Nesya yang ajakin kak Ana ke resto buat ketemu kak Evan " ucap Nesya jujur.


" Iya sekalian ditraktir makan gratis pa , ma " cicit Ariana.


" Oh modusnya ditraktir makan ya " ledek Owen lagi.


" Sekalian cari orang pa buat bantu urus resto " ucap Evan kalem.


" Anak mama emang cerdas " puji Ester.


" Nesya yang cerdas dong ma , bisa mempertemukan dua merpati nggak jelas ini " protes Nesya sambil melirik Evan.


" Kamu kan cuma pion catur nya Evan " ledek Owen lagi .


" Iya pa benar Nesya cuma obat nyamuk , cuma pion catur , cuma ratu gossip , nggak bisa mandiri " protes Nesya.


" Nggak kok Sya , kamu teman yang baik , gadis yang ceria , adik yang baik " bela Ariana.


" Papa sudah berhenti ledekin Nesya " tegur Ester.


" Makanya cepetan sana bikin perusahaan sendiri supaya nggak jadi poinnya Evan terus " ucap Owen.


" Emang kenapa kalau Nesya kerja bantuin kak Evan , toh itu juga kerjaan , itu lebih sesuai bagi aku pa " ucap Nesya.


" Semua orang punya kemampuannya masing - masing pa , jangan terus - terusan membandingkan Evan dan Nesya " tegur Ester lagi.


" Papa hanya ingin yang terbaik buat anak - anak ma " ucap Owen.


" Masing - masing orang memiliki jalan hidupnya masing - masing pa kalau semua ditakar dengan harta dan kedudukan maka tidak heran kebanyakan orang hidup menjadi serakah dan mengorbankan hidup orang lain " tegur Ester resah.


" Papa yakin kemampuan kamu lebih dari itu Sya " tegas Owen.

__ADS_1


" Maaf selamat malam semuanya , boleh saya pamit pulang dulu " cicit Ariana.


" Ayo aku antar " ajak Evan.


Ester segera memeluk dan mencium Ariana diikuti oleh Nesya. " Aku antar keluar ya " ucap Nesya buru - buru berjalan ke arah pintu utama.


" Permisi , selamat malam om " pamit Ariana kepada Owen.


" Iya Ana salam buat Ian ya " balas Owen.


" Jagain Ana Van " sahut Ester.


" Iya ma " jawab Evan sambil menggandeng tangan Ariana berjalan menyusul Nesya.


Sesampainya di depan rumah keluarga Owen .


" Kak kita jalan yuk kemana kek " ajak Nesya.


" Aku pulang sendiri saja kalian jalan berdua saja " ucap Ariana.


" Ayolah kak Ana temani aku sebentar ya " rengek Nesya.


" Kita jalan - jalan sebentar saja memutari komplek " ucap Evan sambil menarik tangan Ariana perlahan agar mengikuti langkah Evan.


Akhirnya mereka bertiga berjalan bareng berkeliling komplek.


" Ucapan papa tadi nggak usah dipikirin Sya " ucap Evan perlahan.


" Kita ekspansi saja resto sampai keluar negeri kak jadi aku bisa tugas di cabang " usul Nesya .


" Boleh juga ide kamu bagaimana kalau ke Australia " ucap Evan .


" Iya boleh deh kak " ucap Nesya pasrah.


' Iya kalau kak Evan buka cabang aku bantu urus lah " ucap Nesya.


" Kevin mau di kemana kan jangan bilang kamu mau nyusul Brian " tegur Evan.


" Nggak lah kak , Brian udah masa lalu , aku serius mau kerja kok " ucap Nesya tegas..


Ariana hanya diam mendengarkan percakapan Evan dan Nesya.


" Kamu yakin mau ke Australia atau mau pendekatan dulu dengan Kevin !" tanya Evan serius.


" Selama pengurusan pembukaan cabang kan aku bakalan sering ketemu kak Kevin kalau jodoh pasti bakalan akrab kalau nggak juga nggak bisa dipaksakan kan kak " ucap Nesya perlahan.


" Kalau kamu ada hati Sya ya di dekati dulu kan siapa tau kamu jodoh dengan Kevin " saran Ariana.


" Kalau kak Ana cepat pintar ngurus resto ya bisa lah kak Kevin ikut aku ke cabang " ucap Nesya.


" Iya begitu juga boleh " ucap Evan .


" Kenapa jadi aku ya " ucap Ariana heran.


" Belajar aja yang baik kak Ana kan bisa minta bantu sama kak Evan , kalau aku ya emang harus minta bantuan kak Kevin kalau jadi ke cabang " ucap Nesya.


" Iya aku akan berusaha supaya bisa belajar maksimal buat bantu mas Evan urus resto " janji Ariana.


" Nah gitu dong kak jadi aku bisa cepat move on " goda Nesya.


" Sudah kita balik pulang " ajak Evan.

__ADS_1


Mereka bertiga berjalan bersama balik pulang ke rumah Ariana , setelah mengantar Ariana pulang ke rumah keluarga Adrian lalu Evan dan Nesya pulang ke rumah keluarga Owen.


*****


Keesokan harinya Evan , Nesya dan Ariana terbang kembali ke kota J. Sesampainya di kota J mereka bertiga di jemput Kevin dari bandara pulang ke rumah Evan.


" Bagaimana acara lamarannya d kota S ?" tanya Kevin kepada Evan yang duduk di sampingnya , sambil menyetir mobil menuju rumah Evan. Ariana dan Nesya duduk di kursi belakang.


' Lancar "jawab Evan.


" Terus hantarannya beneran hanya cincin , kunci rumah dan kunci mobil ?" tanya Kevin kepo.


" Iya " jawab Evan santai.


" Ha ha ha enak banget ya hidup lu bro melamar Ana hanya modal cincin , kunci rumah dan kunci mobil " ledek Kevin.


" Dan bertanggungjawab mengasihi , menyayangi dan melindungi Ariana seumur hidup " ucap Evan tegas.


" Sejak kapan kak Evan jadi romantis ya ' ledek Nesya nimbrung .


" Tau dari mana acara lamaran gue ?" tanya Evan kepada Kevin mengabaikan Nesya.


" Ha ha ha siapa lagi " tawa Kevin.


" Anton " ucap Evan.


" Iya siapa lagi masa bibi " ucap Kevin geli.


" Dia tetap aja begitu raja gosip " ucap Evan.


" Ha ha ha itu bukan raja gosip bro itu namanya berbagi kebahagiaan , yang gue nggak konek ini bisa bisanya lu iparan sama Anton " tawa Kevin geli.


" Karena aku suka sama Ana nggak ada hubungan dengan Anton " ucap Evan jujur.


" Iya selamat ya bro ntar lagi kalian bakalan nikah " ucap Kevin memberi selamat.


" Lu kapan nyusul ?" tanya Evan memancing Kevin.


" Nyusul gimana jomblo ngenes begini pacar aja nggak punya " jawab Kevin lagi.


" Mau dijodohkan ?" tanya Evan .


" Emang ada yang mau ama gue secara gue kan cuma asisten lu bro ?" tanya Kevin.


" Ntar juga lu bakalan tau " ucap Evan cuek.


Setelah sampai di rumah Evan , satpam jaga membukakan pintu gerbang halaman rumah Evan setelah melihat wajah Kevin dan Evan . Lalu Kevin memarkirkan mobil di halaman rumah Evan . Mereka berempat turun dan berjalan masuk ke dalam rumah Evan.


Bibi Aminah langsung menyambut mereka setelah mendengar suara pintu terbuka.


" Selamat siang tuan Evan , tuan Kevin , nona Nesya , nona Ana makan siang sudah siap " ucap bibi Aminah menyapa mereka semua.


" Ayo kita makan dulu " ajak Evan .


" Iya kebetulan nih gue sudah lapar juga " jawab Kevin antusias.


Evan duduk di kepala meja , Ariana duduk di kursi sebelah kanan Evan . Kevin dan Nesya duduk di kursi sebelah kiri Evan.


Ariana menuangkan segelas air putih kepada Evan diikuti Nesya yang menuangkan air putih kepada Kevin , lalu Ariana dan Nesya menuangkan segelas air putih untuk diri mereka sendiri .


Ariana mengisi piring Evan dengan nasi dan beberapa macam lauk makanan lalu meletakkan kembali di hadapan Evan. Nesya mengikutinya mengisi piring Kevin dengan nasi dan beberapa macam lauk makanan. Kemudian Ariana dan Nesya mengisi piring mereka masing - masing dengan nasi dan lauk makanan yang ada di atas meja makan.

__ADS_1


Setelah Ariana dan Nesya selesai mengisi piring makan mereka Evan lalu memimpin doa makan dan mereka mulai makan bersama .


__ADS_2