Jodoh Yang Salah

Jodoh Yang Salah
#41


__ADS_3

" Iya jeng Marina masing - masing anak punya kemampuan mereka masing - masing " ucap Ester.


" Semua orang hidup saling membutuhkan dan saling tolong menolong. Jangan hanya melihat harta dan kedudukan saja. Orang kaya juga butuh orang lain untuk membantu melaksanakan pekerjaannya. Orang miskin butuh orang kaya untuk memberi pekerjaan. Jangan hanya melihat dari satu sisi saja . Sepatu ada kiri dan kanan nggak mungkin kiri saja atau kanan saja " ucap Owen panjang lebar.


" Tuh ma dengerin tuh kata om Owen. " ucap Anton.


" Iya iya emang kamu makan nggak pakai duit " cicit Marina .


" Tapi kan nggak semua hal bisa ditakar pakai duit ma '" bela Ariana kepada Anton.


Evan langsung menggenggam tangan Ariana.


" Ma selama Anton bahagia dengan pekerjaannya bukan kah itu sudah bagus " ucap Adrian membela Anton.


" Iya jeng Marina lihat itu mantan tentara Norman Kamaru mau jadi artis nggak laku , jualan nggak bisa" bela Ester .


" Setiap manusia hidup itu dibutuhkan dan berguna bagi masyarakat , hanya manusia lebih suka dengan harta , kedudukan dan kecantikan " ucap Owen.


" Emang mama pikir jadi pengusaha itu gampang lihat tuh Brian ' ucap Anton.


" Iya iya yang penting Ana sudah ada Evan yang jaga jadi mama nggak khawatir lagi " ucap Marina.


" Ma selama hidup kita berkecukupan , sehat , bukankah itu juga sebuah kesuksesan , jangan selalu melihat ke atas sering - seringlah melihat ke bawah agar mama bisa mensyukuri apa yang telah kita miliki emang mama mau punya anak kaya dan sukses tapi tulang lunak atau narkoba atau playboy ?" tanya Adrian.


" Bukan maksud mama begitu pa , apa salahnya kita belajar dari orang lain bukankah setiap orang adalah guru kehidupan , kita bisa belajar dari pengalaman hidup orang lain " ucap Marina.


" Iya Tante Marina benar om Adrian " bela Nesya.


" Memang Nesya yang paling manis dan paling mengerti aku " puji Marina.


" Ha ha ha kita bertiga emang setipe mama " tawa Ariana setuju.


" Baguslah kalau begitu Ariana bisa cepat akrab dengan Evan dan Nesya " ucap Adrian dengan rasa syukur.


" Kalau tunggu Ana kelamaan pa " ucap Evan.


" Ha ha ha bilang aja kak Evan kebelet nikah " ejek Nesya.


" Dasar biang rusuh " ejek Evan balik.


" Ha ha ha parah dah lu berdua " ejek Anton ikut ikutan.


" Biasa aja tuh " ucap Evan santai.


" Jadi gimana kamu suka sama Evan kan Na ?" tanya Marina.


" Iya ma " cicit Ariana malu.


" Puji Tuhan semoga pernikahan Evan dan Ana bisa berjalan lancar " doa Ester bahagia.


" Amin " ucap Owen dan Adrian bersamaan.


" Jadi Ana mau nya kapan acara pernikahannya ?" tanya Ester .

__ADS_1


" Saya setuju dengan mama Ester bulan depan saja supaya ada waktu buat persiapan acara pernikahanen jadi nggak keburu - buru " ucap Ariana hati - hati.


" Ya kan apa mama bilang pilihan Evan tepat memilih Ana jadi istri " puji Ester.


" Iya mau acara pernikahannya diadakan pada tanggal berapa , jam berapa ?" tanya Owen masih penasaran.


" Nanti kita rundingan dulu Wen " ucap Adrian kalem.


" Ya sudah kita tunggu saja hari baiknya " jawab Owen.


" Iya tenang dulu biarkan Ana rundingan dengan keluarganya yang penting kita sudah bisa bersiap siap dulu untuk persiapan acara " ucap Owen tenang.


" Iya Evan tenang dulu kami sekeluarga rundingan dulu kapan hari baiknya kalau sudah nanti kami kabari nggak lama kok " ucap Adrian.


" Sekarang saja kita bicarakan " desak Evan.


" Evan sabar sedikit bisa kan " tegur Owen tegas.


" Nggak apa - apa Wen dimaklumi aja " tawa Adrian geli.


" Ya sudah kita pulang saja semua kalau begitu " ucap Evan .


" Ha ha ha kak Evan merajuk ya " ledek Nesya.


" Ya kita harus bagaimana lagi ?" tanya Evan.


" Ya kan kita bisa berunding bersama dulu , dibicarakan dulu bareng - bareng pernikahan itu menyangkut dua keluarga besar kita mas bukan hanya kehidupan kita berdua " cicit Ariana lagi.


" Tuh dengar tuh Evan , Ana saja mengerti pernikahan emang selalu menyangkut kehidupan dua keluarga besar bukan hanya kehidupan kalian saja " ucap Ester.


" Dimaklumi saja namanya lagi cinta ya maunya cepat - cepat diresmikan " senyum Owen membela Evan.


" Keluarga kita semua sudah saling kenal lama , sudah saling tau luar dalam tunggu apalagi ?" tanya Evan.


" Cari hari baik itu nggak gampang Evan , tanggal harus dicetak butuh waktu paling tidak dua mingguan lamanya butuh waktu untuk menentukan jumlah tamu yang akan diundang berapa banyak tamu , kalau pakaian oke lah bisa satu hari , tapi bukan hanya kalian berdua kan kami juga harus cari pakaian yang sesuai buat acara pernikahan dan resepsi " ucap Marina menjelaskan .


" Ya nggak usah di buat ribet ma pakai EO kan lebih mudah " ucap Evan.


" Jadi kita rundingan sekarang ini ?" tanya Adrian.


" Maaf Ian sepertinya harus seperti itu " jawab Owen tersenyum sendiri melihat Evan ngotot .


" Jadi pakai adat tradisi siraman ama pingitan Jawa atau nikah modern saja ?" tanya Ester.


" Nikah modern saja ma kan Evan dah bilang dibuat mudah saja nggak usah ribet ." jawab Evan.


" Kamu setuju Na ?" tanya Owen kepada Ariana.


" Saya ikutan mas Evan saja pa , saya percaya sama pilihan mas Evan pa " jawab Ariana mantap.


" Kamu yakin Na mau acara modern hanya nikah" gereja dan resepsi nggak mau acara siraman ?' tanya Marina.


" Maaf ma aku ikutin maunya mas Evan aja " cicit Ariana.

__ADS_1


" Nggak apa apa ma kita siraman sendiri aja di rumah biar bagaimana pun pingitan harus dilaksanakan ", ucap Adrian.


" Ya ma kita tetap laksanakan pingitan di rumah saja toh nggak ribet hanya sedia kembang sama air doang kan " ucap Anton .


" Pingitan dan siraman bisa dilaksanakan jeng Marina ntar aku bantu kok , namanya manten harus bersih - bersih , luluran supaya wangi " ucap Ester bahagia.


" Tuh kak Evan dengar tuh urusan manten itu nggak gampang lagipula emang harus pingitan , supaya kak Ana bisa perawatan " ucap Nesya setuju.


" Iya mama tolong bantu ya Evan urus EO aja yang bantu persiapan acara pernikahan , resepsi , undangan , souvernir , nama - nama tamu undangan " ucap Evan.


" Jadi maunya tanggal berapa Na ?" tanya Adrian .


" Bagaimana kalau bulan depan tanggal 21 hari sabtu siraman dan tanggal 22 acara pernikahan malamnya baru acara resepsi " ucap Ariana perlahan .


" Ok " jawab Evan.


" Ha ha ha iya iya bagus juga masih ada waktu buat siap - siap " ucap Owen.


" Iya mama setuju Ana " ucap Marina.


" Ok , kak Ana kita bisa mulai persiapan kalau begitu " ucap Nesya setuju.


" Kalau urusan pakaian pengantin aku aja yang urus jeng " ucap Ester.


" Iya boleh terserah jeng Ester gimana baiknya " ucap Marina.


" Pingitan ama siramannya tanggal 20 dan 21 bulan depan Nesya ikutan ya tante " ucap Nesya.


" Iya acara pingitannya juga mau dimana lagi kalau di kota J , ya pastinya numpang di rumah kamu Sya , apa di hotel saja ?" tanya Marina lagi.


" Di rumah saja aku bisa pindah sebentar ke rumah kosan Nesya " ucap Evan .


" Nggak kak Evan di rumah saja kamar kan cukup , biar kak Ana di kamar tidur Nesya , papa dan mama di kamar tamu sama om dan tante " ucap Nesya tegas.


" Lha aku tidur di mana ?" tanya Anton.


" Kak Anton boleh menginap di kamar kosan aku , bersih kok , ada kamar mandi dalam cuma kamarnya aja agak kecil dan singel bad sekalian bisa pakai motor aku " cicit Ariana.


" Kamu tidur di kamar aku saja Ton ranjang punya aku king size " ucap Evan.


" Iya gitu saja kalau nggak bisa tidur di sofa saja juga nggak apa apa kan Ton ? " tanya Adrian.


" Masa aku tidur di sofa pa " protes Anton.


" Kamu nggak dengar Ariana bilang apa mereka saja bisa ketiduran bertiga di sofa itu artinya sofanya empuk dan panjang Ton " ucap Marina.


" Iya iya yang penting aku ada tempat buat tidur " ucap Anton pasrah.


" Apa kamu tidur di Raffles saja " canda Evan.


" Mau mau ok banget tuh " jawab Anton antusias.


" Honeymoon suit tapi " jawab Evan.

__ADS_1


" Boleh boleh banget tuh " jawab Anton.


" Nggak boleh itu pamali " tegur Marina.


__ADS_2