
Sejujurnya Lucy tak keberatan jika orang lain mengetahui pernikahan tersebut. Itu adalah pemikiran sebelum ia mengingat tentang betapa seramnya keluarga Hades. Keluarga yang mengadopsi Kodee mirip seperti hantu di game horor, menyeramkan dan harus dihindari.
Di sisi lain, Kodee yang juga tahu mengenai keluarganya hanya bisa menarik napas panjang, berusaha untuk tidak memukul wajah polos Arvi. Akan gawat jadinya bila keluarga Hades mengetahui tentang perubahan aneh Lucy.
Sebisa mungkin, tidak, bukan sebisa mungkin, tapi ia memang harus melindungi gadis itu bagaimanapun caranya.
"Apa kau tidak punya jadwal sampai bisa main ke rumahku?" tanya Kodee setelah berhasil mengumpulkan kesabaran.
Arvi yang tak sadar telah menimbulkan keributan malah menggeleng. "Untuk hari ini jadwalku sedang kosong. Jadi, aku bertanya pada Rai tentang rumah barumu. Katanya kau pindah dan aku tidak tahu ke mana kau pergi. Jadi, aku bertanya padanya lalu datang untuk bermain."
"Ternyata begitu. Kau telah datang jauh-jauh ke sini, tapi aku malah tidak bisa bermain denganmu. Istriku sedang sakit dan aku harus merawatnya. Karena itu bisakah kau pergi?" Kodee tersenyum penuh harap.
"Sakit? Tapi, aku lihat istrimu baik-baik saja." ujarnya Arvi.
Tanpa harus dikode terlebih dulu Lucy paham apa yang harus dilakukan. Ia langsung memegang perut dan sengaja menjatuhkan tubuhnya pada Kodee. "Aduh, sepertinya kandunganku sangat lemah dan tak bisa berdiri lama-lama."
"Astaga, sepertinya kakak ipar memang sedang sakit!" seru Arvi tiba-tiba mengubah panggilan untuk Lucy. Ia yang mudah tertipu langsung percaya dan angkat kaki dari rumah temannya.
Selepas kepergian tamu yang merepotkan, Kodee pun mendudukkan dirinya di atas sofa. Lalu pikirannya mengelana jauh hingga sampai pada satu nama Raibeart Mihails. Itu adalah nama yang sempat disinggung oleh Arvi sekaligus nama dari teman yang membantunya pindah ke perumahan ini.
Raibeart berasal dari keluarga dengan pengaruh lebih kuat dari Hades. Beberapa tahun lalu dia pernah memberi misi pada Kodee dan berakhir menjadi teman dekat. Karena cukup berpengaruh maka Kodee meminta Raibeart untuk menyembunyikan perihal kepindahannya dari keluarga Hades.
Namun, berkat ulah Arvi kini tak ada tempat aman lagi bagi Kodee. Jika ingin bersembunyi maka ia bisa tinggal bersama Raibeart. Hanya saja dirinya sedikit tak rela karena Lucy juga harus ikut. Pasti menyebalkan seandainya gadis itu berteman dengan orang lain.
Sementara itu, masalah Lucy bukan hanya tentang keluarga Hades saja. Kini ia juga harus menekan perasaan Kodee agar tidak semakin besar. Untuk sekarang pria itu masih dalam tahap tertarik yang entah kapan berubah menjadi obsesi. Ia harus mencari jalan keluar jika tak ingin diganggu seperti Yuka di dalam novel.
__ADS_1
*****
"Minum ini dulu!" Seruan Kodee.
Lucy yang semula menunduk kini mengangkat kepalanya, untuk mendapati bahwa Kodee menyodorkan sekotak susu cokelat kepadanya. Itu adalah susu dengan merek sama yang dijadikan maskawin untuknya. Tiba-tiba saja Lucy merasa jengkel karena mengingat hal tersebut.
"Terima kasih," ketus Lucy terpaksa menerima susu pemberian Kodee. Lantas ia meminumnya dengan harapan akan merasa lebih baik.
Di sisi lain, Kodee terlihat tak berminat untuk duduk di samping Lucy. Alih-alih mendaratkan bokongnya ke atas sofa yang empuk, ia malah berjalan ke sana kemari sambil mengusap dagu. Waktu telah berlalu cukup lama setelah kepergian Arvi dan dirinya belum menemukan ide bagus.
Selama beberapa menit ini Kodee dan Lucy hanya menonton televisi dalam diam. Namun, di balik diamnya tersebut otak mereka nyaris pecah karena memikirkan masalah yang dibuat Arvi. Keluarga Hades pasti akan datang setelah mendapat kabar mengenai pernikahan-palsu-mereka.
"Karena sudah begini maka aku tidak akan menyulitkanmu," celetuk Lucy langsung mematikan televisi agar suaranya tidak bercampur. "Tinggal dua pria hot lagi yang belum aku temui, mereka adalah Triton dan Raibeart. Bantu aku menemui dua pria itu lalu aku akan memanggil iblis untuk memenuhi permintaanmu."
Lucy menanggapi, "Tentu saja tidak asing! Dia adalah dokter yang terkenal di Ertik sekaligus temanmu dari kecil."
"Apa maksudmu Triton Waltteri?" Kodee bertanya.
Sedetik setelah mendengar nama lengkap sang dokter, Lucy pun memberi anggukan antusias. Triton adalah suami keempat Yuka, sekaligus seorang dokter genius yang di akhir cerita berhasil memecahkan masalah populasi perempuan di Ertik.
Novel Harem Yukata Nari berakhir bahagia dengan teratasinya masalah gawat di Ertik. Yukata Nari pun hidup tenteram bersama kelima suaminya, benar-benar akhir yang diharapkan pembaca. Hanya saja Kodee tidak mempunyai kebahagiaan karena memilih bunuh diri.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Kodee mendapati dirinya tengah ditatap intens.
Sedangkan Lucy spontan terbatuk guna menutupi rasa malunya. Untuk beberapa saat ia bersimpati pada Kodee dan mendoakan pria itu agar mendapat sedikit kebahagiaan. Lucy berharap setelah ia kembali ke dunia asalnya, Kodee akan menjalani hidup dengan baik, tanpa harus terpaku pada satu wanita.
__ADS_1
"Mungkin ini agak berlebihan, tapi aku punya satu permintaan lagi." Pada akhirnya Lucy bisa bersuara setelah menetralkan perasaannya.
Kodee yang merasa permintaan gadis itu akan sulit langsung menggeleng tegas. Menurutnya membantu Lucy menemui pria-pria hot sudah cukup sulit, apalagi jika ditambah hal lain. "Kita sudah sepakat dan tak ada permintaan tambahan," tandasnya.
"Ya sudah kalau tidak mau. Toh, aku juga tak bisa memaksamu," ucap Lucy berkebalikan dengan hatinya yang terus menggerutu.
Karena tak bisa menahan rasa penasaran di benaknya, Kodee pun bertanya, "Memang apa permintaanmu? Aku akan mempertimbangkannya jika dirasa gampang."
Lucy menjawab, "Kau pasti sudah tahu, tiga bulan lagi aku akan kembali ke dunia nyata."
"Ya, aku tahu tentang itu. Jadi, apa inti dari perkataanmu barusan?" Kodee bertanya.
Lucy menarik napas panjang sebelum menjelaskan. "Jujur saat membaca novel aku tak suka padamu, itu karena kau seorang antagonis. Tapi, setelah bersamamu selama beberapa hari pemikiranku jadi berubah. Ternyata kau juga punya masalah tersendiri."
"Apa maksudnya sekarang kau berubah mencintaiku?" potong Kodee mulai tertarik mendengarkan, padahal tadinya sudah malas luar biasa.
"Bukan begitu," sahut Lucy cepat. "Aku hanya berubah kasihan padamu. Kodee, kau berhak bahagia. Karena itu jangan terobsesi pada Yuka dan bunuh diri akibat penolakannya. Mungkin kau bisa mencari kegiatan lain agar tidak sering bertemu Yuka. Inilah permintaan dariku."
Aura Kodee berubah keruh dan menciptakan tekanan di ruang televisi. Kemudian ia mendengkus saat mengetahui Lucy baru saja mengasihaninya. Pria itu tak butuh simpati dari orang lain. Namun, perasaannya berangsur-angur melunak ketika disuguhi ekspresi serius Lucy.
Kini tak ada lagi aura menekan yang tadi sempat meliputi seluruh ruangan. Suasana hati Kodee telah membaik sehingga tak lagi memasang wajah garang. Tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada novel yang Lucy ceritakan. Menurut gadis itu, dirinya menjadi tokoh antagonis karena terobsesi pada Yuka.
...****************...
...To Be Continue...
__ADS_1