Ke Dunia Novel menjadi Gadis Kelinci

Ke Dunia Novel menjadi Gadis Kelinci
Mata - mata


__ADS_3

Yuka cukup mengenal bagaimana keluarga Leonidas sehingga ia juga mengetahui tabiat Kodee yang merupakan adik iparnya. Sejak awal wanita itu menilai bahwa pernikahan Kodee dan Lucy mempunyai banyak celah.


Bahkan Leonidas pun memberikan penilaian yang sama seperti istrinya. Mereka berasumsi jika Kodee tak akan mau terikat pernikahan walaupun sang perempuan sedang mengandung. Alih-alih menikah, adik mereka pasti lebih memilih kabur dari tanggung jawab.


Oleh karena itu, Yuka dan Leonidas sama-sama terkejut dengan berita yang menyebar di antara keluarga mereka. Kabar tentang Lucy yang dinikahi karena hamil anak Kodee seperti angin segar bagi orang-orang.


"Apakah Kodee benar-benar bisa menghamili seorang perempuan? Bukankah dia sangat 'pemalu' dan hanya tahu cara menyiksa orang lain?"


Itulah pertanyaan yang selalu terngiang di kepala Leonidas. Ia masih tak percaya dengan kenyataan bahkan ketika Yuka berkata, "Tentu saja Kodee bisa menghamili perempuan. Dia kan punya ATM alias Alat Tusuk Manual."


Hingga pada akhirnya Leonidas bisa mengajukan pertanyaan tersebut secara langsung. Sungguh tak disangka Kodee yang jarang menemuinya datang ke kasino. Tak tanggung-tanggung, bahkan adiknya juga datang bersama seorang perempuan.


Di pihak lain, Kodee yang baru masuk ke kasino langsung mengambil langkah dan menutupi tubuh Lucy. Ia menghalangi jarak pandang gadis itu tepat ketika Leonidas mendekat ke arah mereka. Entah mengapa ekspresi penasaran sang kakak memicu rasa jengkel dalam benaknya.


"Ada apa denganmu?" tanya Kodee buru-buru menepis tangan Leonidas yang hendak mendorong bahunya.


Sang kakak malah mendengkus dan membalas, "Harusnya aku yang bertanya begitu padamu."


"Aku rasa kau bisa menebak alasanku datang ke sini." Kodee menjawab sembari menarik Lucy agar berdiri di sampingnya. Lantas ia mengangkat tangan gadis itu dan melanjutkan, "Istriku sedang berada dalam masalah. Bisakah kau membantu adik iparmu ini?"


Leonidas mengusap dagunya seolah tengah berpikir keras, padahal ia tak akan menolak permintaan tersebut. Selama ini Kodee telah memberikan banyak bantuan sehingga adiknya berhak mendapat balasan yang sepadan.


Namun, pria itu tidak langsung menurunkan jawaban karena penasaran tentang sesuatu. Tanpa menunggu lama Leonidas menunjuk tangan Lucy dan bertanya, "Di mana cincin pernikahan kalian? Bukankah kau butuh maskawin untuk menikah?"


"Suamiku tersayang yang miskin ini memberiku sekotak susu sebagai maskawin," jelas Lucy mendahului Kodee yang terlihat hampir menjawab pertanyaan barusan.


Akhirnya gadis itu bisa mencicipi kelegaan setelah mengumumkan kejahatan Kodee pada orang lain. Memberikan sekotak susu sebagai maskawin itu sungguh perbuatan yang tak bisa dimaafkan.

__ADS_1


Walaupun pernikahan mereka bukan berdasarkan cinta, tapi Lucy juga menginginkan kompensasi dari Kodee. Setidaknya pria itu harus memberi segepok uang setelah menyeretnya ke dalam pernikahan.


Lucy yang belum merasa puas kembali berkata dengan nada tinggi, "Aku ulangi sekali lagi bahwa suamiku sangat miskin dan tidak bisa memberikan maskawin untukku!"


"Baiklah, aku mengerti perasaanmu. Sebaiknya kita bicara di ruangan khusus agar lebih nyaman," sahut Leonidas menahan malu karena orang-orang di kasino melempar tatapan aneh padanya.


Lewat gerakan tangannya ia memberi kode pada Kodee dan Lucy supaya mengikutinya dengan tenang. Setelah berjalan selama beberapa menit, akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang tidak ditempati orang lain.


"Silakan duduk sementara aku akan mengunci pintunya."


Lucy segera menuruti permintaan Leonidas dan memilih duduk di samping Kodee. Sebetulnya Lucy tak ingin berada dalam posisi tersebut karena Kodee terlihat dongkol setelah disindir tentang maskawin. Namun, mereka akan dicurigai jika duduk berjauhan layaknya orang asing.


Hari ini dua orang itu harus bersikap seperti suami istri yang harmonis. Lucy yakin Leonidas menyimpan banyak pertanyaan mengenai pernikahan mereka, apalagi dirinya pernah bertemu pria itu dalam situasi tak normal.


Akan tetapi, Lucy telah diperingati oleh Kodee untuk menutup mulut rapat-rapat jika Leonidas bertanya. Ia hanya harus menyesuaikan diri ketika Kodeel mulai berbohong. Bagaimanapun juga mereka tak boleh membuat kebohongan yang janggal.


"Kau ingat dengan ucapanku sebelum masuk ke sini, kan?" bisik Kodee kepada Lucy setelah melirik sebentar kearah Leonidas yang masih mengunci pintu. "Ikuti saja kebohonganku dan jangan membuat kesalahan."


"Jadi, bagaimana bisa kalian menikah? Aku yakin pernah bertemu Lucy sebelumnya," ujar Leonidas langsung menginterogasi tanpa melakukan basa-basi.


Sedangkan Kodee yang telah mempersiapkan diri tak perlu merasa tertekan. Dengan mulus ia menjawab pertanyaan sang kakak, "Kau pernah bertemu Lucy saat datang ke rumahku. Sebenarnya waktu itu kami sudah berpacaran dan sedang bermain petak umpet."


"Petak umpet? Kau pikir aku akan percaya dengan alibi seperti itu?"


"Memangnya apa yang membuatmu tak percaya?"


Leonidas terlihat kecewa dengan respons adiknya sampai mengembuskan napas kasar. Katanya dengan nada jengkel yang tertahan, "Petak umpet adalah permainan anak kecil. Apa kau pernah melihat sepasang kekasih memainkan permainan itu?"

__ADS_1


"Kau salah paham tentang hal tersebut. Waktu itu Lucy berkata aku bisa melakukan apa saja jika aku berhasil menemukannya," tutur Kodee membuat semua orang mengerutkan dahi.


Tentu saja pengakuan tersebut sangat membingungkan sampai Lucy pun kesulitan untuk mencernanya. Namun, berkat otak kotornya ia langsung berkata, "Kodee berhasil menemukanku dan aku setuju saat dia mengajakku skidipapap."


"Hah? Apa itu skidipapap?" sela Leonidas tambah bingung dengan percakapan ini.


"Maksud istriku adalah membuat anak. Apa kau mau mendengarkan penjelasan detailnya?" Kodee segera menjawab kebingungan sang kakak.


"Tidak! Aku tak mau mendengarnya." jawaban Leonidas.


"Kalau begitu apa kau masih penasaran dengan hubungan kami?"


Leonidas menatap Kodee yang terlihat percaya diri saat mengajukan pertanyaan tersebut. Pada akhirnya ia harus angkat tangan karena mengerti jika sang adik menolak berkata jujur. Untuk sekarang dirinya akan menganggap bahwa Kodee dan Lucy telah mempunyai hubungan sejak lama.


"Aku paham kenapa kau sangat penasaran dengan kehidupan pernikahanku," ucap Kodee memulai kembali pembicaraan karena Leonidas terus diam. "Orang lain juga pasti penasaran tentang ini. Aku sengaja menyembunyikan hubunganku dengan Lucy untuk menghindari perhatian."


"Itu masuk akal. Sejak dulu kau kan memang tak suka diperhatikan banyak orang."


Leonidas membalas dengan senyum yang dipaksakan. Ia sudah memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut mengenai masa lalu Kodee dan Lucy. Sekarang pria itu lebih tertarik dengan alasan mereka datang menemuinya.


"Kenapa kalian datang ke sini? Tak mungkin kalian bulan madu di tempat judi," selidik Leonidas sedikit bercanda.


"Beberapa waktu lalu Lucy membuat masalah." Kodee menghentikan ucapannya untuk memberi pelototan pada Lucy yang terlihat ingin protes. Kemudian ia melanjutkan, "Istriku baru saja membunuh Ferguso."


"Apa maksudmu Ferguso kesayangan Raibeart?" Leonidas bertanya heran.


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


...Aku Mau lihat Komentar pembaca biar aku semangat update nya minimal 10 komentar per-bab Ya 😅🙏😊 Terimakasih....


__ADS_2