
Kode ingat sekali dulu mereka pernah berdebat perihal eksistensi hantu di dunia ini. Waktu itu Sean berkukuh atas pendapatnya yang mengatakan bahwa hantu itu tidak ada, makhluk astral tersebut tercipta dari pikiran bawah sadar manusia sehingga berkhayal melihat hantu.
Intinya Sean menolak keras mengenai hal-hal aneh dan selalu mencari sanggahan. Sekarang pun pria itu menyangkal perubahan Lucy dengan menjadikan sulap sebagai tameng. Kode yakin temannya masih punya banyak alasan untuk dikatakan jika mereka melanjutkan perdebatan ini.
"Kau benar. Sebetulnya aku belajar sulap dan berhasil membuat Lucy jadi Kelinci," dusta Kode tak ingin berdebat lagi.
Sean yang mencium bau-bau kebohongan spontan menyipitkan mata curiga. "Lalu kenapa kau memintaku untuk mencari informasi tentang Lucy? Pasti gadis ini bukan orang biasa."
Kode menjelaskan, "Dia muncul di rumahku yang ada di tengah hutan. Aku sudah berusaha mencari identitasnya dan gagal. Karena itulah aku datang ke sini. Mungkin Lucy adalah seorang mata-mata? Kita akan tahu setelah kau mendapat informasi tentangnya."
"Untuk sekarang aku percaya padamu." Tanggapan Sean.
Kode mengembuskan napas lega saat melihat Sean beranjak masuk ke rumah. Sebelum mengikuti temannya ia terlebih dulu menembak Kelinci di mobil agar kembali berubah menjadi Lucy. Ketika itu berhasil ia pun berseru, "Ayo cepat keluar dan ikuti aku!"
"Bisakah kau meminta izin dulu sebelum membunuhku?!" protes Lucy tak terima dirinya berubah saat sedang menikmati ketampanan Sean.
"Aku pikir kau tak punya hak untuk mengatur apa yang harus kulakukan. Sebaiknya kau segera keluar sebelum aku bertindak," ancam Kode tak main-main.
Lucy yang takut karena dipelototi Kode dengan tajam, membuatnya cepat-cepat langsung keluar dari mobil dan mengikuti pria itu dalam diam. Walaupun selalu diterpa kesialan setelah bertemu Kode, tapi setidaknya kehadiran Sean di sini memberi angin segar. Setelah masuk ke rumah ia terus memandangi Sean pria yang akan jadi suami kedua Yukata Nari si Pratagonis wanita itu.
Malam ini Sean dan Kode duduk di satu sofa sambil menatap layar komputer. Kedekatan tersebut membuat Lucy ingin tertawa. Menurut novel yang di baca Lucy, pertemanan mereka berdua akan hancur karena kehadiran Yuka. Tak hanya dengan Sean, tapi pertemanan Kode bersama yang lain pun lebur akibat satu wanita. Sungguh ironis.
Namun, meski demikian Lucy tak dapat menyalahkan Yuka yang dianggap oleh sebagian pembaca sebagai perusak pertemanan. Ia pikir Kode lah yang bersalah karena tak dapat mengendalikan obsesinya. Padahal pria itu masih bisa mendapat perempuan lain, tanpa harus mengusik Yuka yang tidak mencintainya.
__ADS_1
"Apa kalian masih lama Huwaaaaaa ...?" tanya Lucy berhenti memikirkan tentang novel karena mengantuk dan menguap.
Kode pun menoleh ke belakang dan menemukan jika gadis itu duduk di tepi ranjang dengan mata sayu. Kemudian ia bertanya pada Sean yang masih menatap layar komputer, "Bolehkah Lucy tidur di kamarmu?"
"Aku akan membunuhnya jika ada bekas air liurnya di bantalku." Sean menjawab tanpa mengalihkan fokus dari layar komputer.
Usai mendapat izin, Kode pun beranjak menghampiri Lucy, kemudian menjitak kening gadis itu hingga membuat Lucy terjengkang ke kasur. Ia mengurungkan niat untuk kembali duduk saat melihat kaki Lucy. Tanpa bicara sepatah kata pun ia tiba-tiba membuka kemeja yang dikenakannya.
Melihat itu Lucy cemas dan berkata, "Heh, m-mau apa kau?!" tanya Lucy buru-buru duduk dan mundur kebelakang lalu meringkuk meluk lututnya dengan rasa takut seolah mau di perk*osa.
Kode menaikkan sebelah alis heran sambil melempar kemeja tadi ke tubuh Lucy. Lalu ia pun menjawab, "Pakai itu untuk menutupi kakimu. Sekarang sudah malam, pasti kau kedinginan, bukan? Aku yakin Sean tidak punya celana atau rok perempuan untuk kau pakai bahkan ****** ***** kami kebesaran jika kau yang pakai."
"Kan ada selimut. Aku bisa memakai itu supaya tidak kedinginan." Tutur Lucy yang memalingkan wajah malu-malunya.
"Oh, iya juga." balasan Kode.
Di sisi lain, Kode masih berdiri di samping ranjang sambil memainkan ponsel. Begitu yakin Lucy telah tidur ia pun kembali duduk di sebelah Sean. "Kau sudah mendapat data tentang gadis itu?" tanyanya.
"Belum," jawab Sean terdengar jengkel. "Ada banyak perempuan bernama Lucy Mitsury, tapi ternyata mereka bukan gadis yang kau bawa."
"Sungguh?" Ujarnya Kode.
"Ya, aku tak mungkin bercanda di situasi serius. Sebenarnya siapa gadis yang kau bawa? Aku tak menemukan identitasnya di mana pun, padahal data yang kudapat selalu diperbarui."
__ADS_1
Penjelasan tersebut berhasil membungkam mulut Kode. Ketika pertama kali bertemu Lucy dirinya langsung mencari identitas gadis itu dengan cara meretas sistem informasi yang ada di Ertik. Semuanya ia retas, mulai dari data sekolah, rumah sakit, pengguna media sosial, sampai pemerintahan.
Sayangnya informasi tentang Lucy tak ditemukan di sana. Memang benar ada banyak nama Lucy Mitsury di Ertik, tapi setelah dicari lebih dalam ternyata datanya tidak cocok. Dari semua data tersebut tak ada satu pun ciri-ciri fisik yang mirip dengan Lucy mu itu.
"Apa kau benar-benar telah mencarinya di semua database?" tanya Kode memastikan.
Sean yang sudah lelah spontan membalas dengan nada kesal, "Tak ada informasi tentang gadis itu. Aku sudah menyuruh orang lain juga dan mereka berkata tidak bisa menemukannya."
"Mungkin data milikmu belum diperbarui hari ini. Bisa saja Lucy pindahan dari negara lain sehingga informasinya belum ter-update," ujarnya Kode.
"Tadi aku sudah melakukan SQL Injection ke database milik pemerintah, tapi tidak ada informasi tentang Lucy. Bahkan aku sampai memakai teknik yang lebih canggih dari SQL Injection. Hasilnya tetap sama, tak ada informasi tentang Lucy Mitsury!"
"Itu aneh." Kode nampak berfikir sambil memegang dagu.
"Apa kau sedang mengerjaiku? Pasti nama gadis itu bukan Lucy. Kalian hanya ingin mempermainkanku saja, kan?" Sean nampak lelah dan sedikit kesal.
Ucapan Sean berhasil membuat pikiran Kode berantakan. Baru sekarang ia sadar mungkin saja Lucy menipunya. Jangan-jangan nama gadis itu memang bukan Lucy? Atau memang benar jika Lucy berasal dari dunia lain sehingga tak ada informasi tentangnya?
...****************...
...To Be Continue...
...(Catatan)...
__ADS_1
...*Database atau pangkalan data: koleksi data yang disusun secara sistematis untuk dapat dicari dan ditemukan kembali...
...*SQL Injection: teknik mengeksploitasi web aplikasi yang di dalamnya menggunakan database untuk penyimpanan data....