Ke Dunia Novel menjadi Gadis Kelinci

Ke Dunia Novel menjadi Gadis Kelinci
Triton Melihat Lucy Berubah Kelinci


__ADS_3

"Aku akan pergi ke tempat sepi dan mencari cara untuk mengubahmu. Apa kau setuju?" tawar Kodee yang langsung mendapat anggukan dari Kelinci di tangannya.


Setelah mendapat kepastian, ia pun berhenti berjalan dan memainkan ponselnya untuk memesan taksi online. Pria itu menunggu dalam diam karena tak tahu harus membicarakan apa dengan Lucy. Alhasil mereka tetap diam sampai taksi yang dipesan tiba.


Kodee yang telah menunggu sejak tadi segera masuk ke taksi dan memindahkan Kelinci di tangannya ke kursi. "Jangan kebut-kebutan ya, Pak. Saya takut Kelinci saya jatuh," pintanya pada sopir taksi.


"Kau bisa membayar ongkos taksi, tapi tak bisa membeli kandang Kelinci?" sahut sang sopir mengernyit bingung.


"Sebenarnya ini bukan Kelinci pelihara saya."


"Kalau begitu, di mana kau menemukan Kelinci itu?"


"Di selokan."


Sopir taksi terkekeh mendengar jawaban Kodee yang menurutnya adalah kebohongan. Walaupun begitu, ia tak punya waktu untuk membicarakan masalah Kelinci karena harus menjalankan mobil. Ia yang hendak membuka suara setelah mobil melaju pun langsung menutup mulut, sebab penumpangnya terdengar bicara pada Kelinci.


"Aku sedang memikirkan cara untuk mengubahmu," ucap Kodee mengabaikan sopir taksi yang jelas-jelas bisa mendengar suaranya. "Apa aku harus menumbukmu dengan batu agar kau berubah?"


Lucy buru-buru menggeleng karena tak sanggup jika harus mengalami hal sekejam itu. Ia ingin terkejut dengan cara yang lebih manusiawi, seperti dikagetkan dengan suara terompet misalnya atau dengan kejutan seperti ulang tahun.


Namun, Kodee yang pikirannya tak manusiawi malah berkata, "Bukankah bagus kalau aku menumbukmu dengan batu? Kau akan langsung berubah saat itu juga. Paling-paling kau hanya merasa sakit sedikit."


Untuk kedua kalinya Lucy menolak ide sinting Kodee dan menggeleng kuat. Ia belum siap jika harus menjadi Kelinci geprek. Lalu sepertinya Kodee terlihat tak memikirkan hal selain pembunuhan untuk membuatnya kembali normal.


"Oh, kau masih tidak mau?" Kodee memejamkan matanya sambil berusaha menemukan solusi yang lebih bagus. Setelah mendapat pencerahan ia pun berseru dengan gembira, "Bagaimana kalau aku menaruhmu di air dan menyetrummu? Pasti kau akan langsung berubah!"


Lucy nyaris menggigit tangan Kodee andaikan kewarasan hilang dari pikirannya. Untung saja ia masih mempunyai akal sehat meskipun telah menjadi seekor Kelinci. Dengan sisa kesabarannya ia pun kembali menggeleng, berharap Kodee mengerti keputusasaannya.


"Mengapa kau terus menolak ide geniusku? Apa kau tak ingin berubah?" sungut Kodee yang pada akhirnya meledak karena merasa tak dihargai.


Sedangkan Lucy hanya bisa bersabar dan tetap menggeleng untuk mencegah Kodee melakukan hal brutal. Namun, alih-alih mencari solusi lain, pria itu malah mendengus dan tak memperhatikannya lagi.

__ADS_1


Di sisi lain, Kodee bertekad untuk berhenti memberi usulan karena tahu Lucy akan menolaknya. Ia yang merasa buntu tiba-tiba mendapat ide setelah melihat adanya jembatan di luar sana. "Bisa berhenti di sini?" tanyanya sedikit berteriak.


Sopir taksi yang sejak tadi diam karena merasa aneh pun segera memelankan laju mobilnya. "Tapi, tujuanmu bukan ke tempat ini. Aku harus mengantarmu sesuai pesanan di aplikasi."


"Saya tahu itu. Hanya saja saya punya urusan mendesak dan harus turun di sini sekarang juga," tandas Kodee tak mau kalah.


"Memangnya kau punya urusan mendesak seperti apa?"


"Emmm..., membunuh seekor Kelinci?"


"Apa kau serius?"


Kodee tertawa canggung kemudian segera menjelaskan, "Tadi saya hanya bercanda saja. Saya harus turun di sini karena teman saya berkata dia ada di daerah ini. Sebelumnya kami berjanji untuk bertemu di gimnasium, tapi dia malah datang menyusul karena saya terlambat."


"Baiklah, aku setuju," sahut si sopir yang kurang nyaman dengan perilaku aneh Kodee. Ia segera menghentikan mobilnya karena kebetulan sekali jalanan sedang sepi.


Tepat setelah mobil berhenti, Kodee langsung keluar sambil membawa Lucy. Ketika mobil mulai melaju ia pun melambaikan tangannya lalu berteriak, "Saya akan memberi Anda bintang lima! Terima kasih sudah membantu saya!"


"Maafkan aku, Lucy, tapi aku harus melakukan ini agar kau berubah!" seru Kodee sebelum melempar Kelinci di tangannya ke bawah jembatan.


Pria itu berani bertindak seperti demikian karena jembatannya tak terlalu tinggi. Bahkan ia yakin bisa melompat ke bawah sana tanpa repot-repot mencari jalan lain. Namun, seseorang malah menghentikannya saat ia hendak melompat.


Kodee lantas menengok ke belakang untuk memaki siapa saja yang menghalanginya, tapi ia tak bisa mengeluarkan kata-kata kasar setelah dikejutkan dengan kehadiran Triton. Mengapa temannya itu bisa ada di sini?


"Aku tak jadi pergi karena ada kecelakaan," ujar Triton segera menjawab kebingungan Kodee. Sedetik kemudian ia menatap pria di depannya dengan penuh prasangka.


Kodee yang merasa mendapat tamu tak diundang pun langsung bersedekap dada. "Kenapa kau tidak pulang dan mengurus klinik pribadimu? Pasti banyak pasien yang protes sekarang."


"Tadi aku melihatmu dan Lucy di tempat kecelakaan."


"Lalu?"

__ADS_1


"Aku melihatnya berubah menjadi Kelinci saat kalian hampir tertabrak mobil!"


Alih-alih panik atau meminta Triton untuk tutup mulut, Kodee malah terlihat masa bodoh dengan pengakuan temannya. Bahkan ia masih terlihat santai ketika berkata, "Aku harus menemui Lucy di bawah. Sebaiknya kau pulang dan urus pasienmu."


"Bagaimana bisa kau bersikap seperti ini? Sebenarnya apa yang terjadi?" cecar Triton buru-buru mencengkeram tangan Kodee agar temannya tak kabur.


"Yang terjadi adalah rahasia antara aku dan Lucy. Kau tak perlu tahu."


"Aku harus tahu karena ini sangat aneh. Sekarang aku ingat jika kau pernah datang ke rumah sakit dan membawa seekor Kelinci kepadaku. Siapa itu Lucy dan kenapa dia bisa berubah menjadi Kelinci?"


"Lucy digigit Kelinci lalu berubah menjadi manusia Kelinci."


Ketidakseriusan Kodee membuat Triton menggeram jengkel. Padahal ia sungguh penasaran dengan kejadian aneh yang dilihatnya, tapi sang teman malah bersikap seolah tak terjadi apa pun.


Kata pertama yang keluar dari mulut Lucy setelah berubah normal adalah umpatan untuk Kodee. Ia terus berteriak tentang betapa sialannya pria itu dan mengentakkan kaki dengan marah. Anehnya, tak ada tanggapan apa pun padahal ia yakin suaranya akan sampai ke telinga Kodee.


"Apa sesuatu terjadi padanya?" gumam Lucy menerka-nerka tentang apa yang terjadi di atas sana.


Walaupun samar-samar, tapi gadis itu dapat mendengar Kodee bicara dengan seseorang. Mereka terdengar berdebat karena saling menaikkan suara masing-masing. Tampaknya itu adalah perdebatan yang cukup penting sampai Kodee tak menanggapi Lucy.


Karena merasa penasaran maka Lucy pun bergegas mencari cara untuk naik ke atas jembatan. Untungnya ia bisa sampai ke sana meski harus menaiki gundukan tanah. Setelah sampai di jembatan matanya langsung terfokus pada Triton, orang yang seharusnya tak berada di sini.


"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Lucy segera bersuara saat tahu bahwa kehadirannya tak disadari siapa pun.


Sementara itu, Kodee yang berusaha mengusir Triton mendelik tajam pada Lucy. Ia menghela napas panjang kemudian menjawab, "Kami hanya membicarakan sesuatu yang tidak penting. Bisakah kau menunggu di tempat lain?"


...****************...


...To Be Continue...


...Maaf Kalo ada yg typo komen aja yaaaa. Soalnya saya ngetik smbil nahan ngantuk *-*...

__ADS_1


__ADS_2