Ke Dunia Novel menjadi Gadis Kelinci

Ke Dunia Novel menjadi Gadis Kelinci
Kecelakaan Membuat Lucy Berubah Kelinci


__ADS_3

"Itu karena Kodee sering membicarakanmu," sahut Lucy tersenyum lebar sambil beranjak untuk merangkul tangan Kodee. "Suamiku bilang kalau kau adalah dokter yang menyebalkan, tapi baik hati. Aku sangat berterima kasih karena kau telah menjaga Kodee selama ini."


"Dia mengatakan itu padamu? Oh, astaga! Jangan percaya pada kata-katanya. Aku ini tidak menyebalkan."


"Yah, aku tak bisa melakukan itu karena belum mengenalmu. Siapa tahu kalau Kodee benar dan ternyata kau memang menyebalkan?"


Triton tertawa oleh pertanyaan Lusy tersebut dan entah mengapa rasa sakit hatinya berkurang drastis. Ia yang semula berpikir negatif kini yakin bahwa Kodee tak berniat mengabaikannya. Pasti sang teman mempunyai alasan kenapa tak memberi kabar tentang pernikahan.


"Kalau begitu kita harus sering bertemu agar kau tahu bagaimana sifatku. Aku sungguh menyesal karena harus pergi sekarang," tutur Triton melirik jam tangannya dibarengi embusan napas kesal.


Tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya pria itu langsung melambaikan tangan dan berbalik untuk pergi. Lucy yang tak tahu kapan akan bertemu Triton lagi hanya bisa melambaikan tangan. Dalam hati ia bersyukur karena suasana hati sang dokter telah kembali normal.


"Kenapa kau bicara seperti itu padanya?"


Lucy tersentak kaget saat Kodee bertanya sambil menurunkan tangannya secara paksa. Tak ingin membuat keributan, ia terpaksa berkata dengan baik-baik pada pria di sampingnya, "Bicara seperti apa maksudmu? Aku tak mengerti."


"Maksudku adalah kau bicara pada Triton sambil tersenyum seperti tadi. Ah, bukan itu. Aku ingin tahu mengapa kau bicara omong kosong pada Triton. Sejak kapan aku membicarakan tentangnya padamu?" tutur Kodee menaikkan kedua alisnya.


"Aku harus berbohong untuk memperbaiki suasana. Lalu sepertinya kau tak peka jika temanmu merasa tersinggung karena perilakumu."


"Memangnya aku melakukan apa pada Triton?"


"Kau tak memberi tahu tentang pernikahan kita dan dia kesal dengan tingkahmu."

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti tentang itu. Sekarang katakan mengapa kau bisa keluar dari mobil Triton?"


Lucy yang hendak menjelaskan langsung tergagap ketika melihat sesuatu. Dengan tangan gemetar ia menunjuk ke belakang dan menjerit histeris, "M-Mobilnya! Astaga, mobilnya!"


Tepat setelah itu Kodee menengok ke belakang lalu membawa lari Lucy sebelum sebuah mobil menghantam tubuh mereka. Sepertinya sang sopir kehilangan kendali, entah karena mabuk atau hal lain, sehingga mobil keluar dari jalan raya dan menerobos trotoar.


Mobil tersebut berakhir menabrak restoran cepat saji yang mengundang jeritan dari pelanggan di dalamnya. Detik itu juga langsung terjadi keributan dan orang-orang mulai berkumpul di tempat kejadian. Semuanya sama-sama memperlihatkan ekspresi tak percaya atas kejadian ini.


Sementara orang-orang sibuk merekam dan menggosipkan insiden tersebut, Kodee yang terkapar di trotoar berusaha untuk bangkit. Namun, setelah berdiri ia malah dihadapkan dengan kenyataan bahwa Lucy tak ada di sekitarnya.


"T-tadi aku sungguh menariknya," gumam pelan Kodee menatap tangannya yang gemetaran lalu menggulirkan pandangannya ke restoran cepat saji. "Tidak mungkin. Dia tidak mungkin tergilas mobil itu karena aku yakin sudah menariknya."


Kepanikan segera lenyap dari pikiran Kodee begitu merasakan sesuatu yang aneh. Ia cepat-cepat menunduk dan mendapati seekor Kelinci kecil tengah berada di sampingnya. Sekarang pria itu tak perlu merasa resah lagi karena sudah mengingat bahwa Lucy bisa berubah menjadi Kelinci.


Keributan di jalanan memberi peluang pada Kodee untuk menyembunyikan Lucy yang telah berubah menjadi Kelinci. Semua orang terlalu sibuk dengan kecelakaan beberapa waktu lalu, sehingga tak memperhatikan saat Lucy tiba-tiba berubah.


Meski demikian, beberapa orang menyadari bahwa Kodee hampir tertabrak mobil, sebab pria itu berdiri tak jauh dari tempat kejadian perkara. mereka pun baru menyadari hal tersebut setelah mobil menabrak restoran cepat saji.


Sebelumnya orang-orang menjalankan aktivitas seperti biasa dan tak memperhatikan sekitar. Namun, setelah terjadinya kecelakaan mereka mulai mengamati keadaan sambil melihat siapa saja yang terluka.


"Apa kau tidak apa-apa?"


Kodee menengok ke belakang saat seseorang menepuk bahunya, ternyata itu adalah orang yang tidak ia kenali. "Terima kasih atas perhatian Anda. Saya baik-baik saja. Lalu, bagaimana dengan keadaan Anda?"

__ADS_1


"Aku sedang ada di minimarket dan datang ke sini karena mendengar teriakan. Ternyata ada mobil yang menerobos trotoar. Itu sangat mengejutkan," jelas orang itu seraya mengelus dadanya.


Sesaat kemudian orang-orang menghampiri Kodee dan menanyakan bagaimana keadaannya. Ia yang sebenarnya jengkel tak bisa melakukan apa-apa selain menanggapi dengan senyuman. Pada akhirnya kesabaran pria itu terbayarkan karena mereka semua perlahan pergi.


"Kalau dipikir-pikir hidupku jadi penuh masalah sejak bertemu Lucy," gumam Kodee mengeluarkan seekor Kelinci kecil dari dalam kemejanya.


Pria itu tertawa pelan karena tak menyangka Lucy bisa bersembunyi di sana dalam waktu lama. "Dengar, aku akan pulang sebelum polisi datang. Biasanya mereka menahan orang-orang yang menjadi saksi kecelakaan dan itu sangat merepotkan."


Sedangkan Lucy yang dalam wujud Kelinci hanya membalas dengan cicitan. Dalam hati ia terus mengutuk perlakuan kejam sang iblis karena membuatnya menjadi seekor hewan. Penyesalan yang terlambat selalu datang ketika dirinya berubah menjadi Kelinci seperti sekarang.


Lucy tak akan sudi bertransmigrasi ke dalam novel seandainya tahu rencana busuk sang iblis. Lebih baik ia menjalani kehidupannya yang membosankan di dunia nyata daripada menjadi seekor Kelinci yang lemah. Tetapi, gadis itu juga tak dapat menyangkal bahwa dirinya perlahan mulai menikmati suasana di Ertik.


"Aku tahu kau tak bisa menjawabku," ucap Kodee yang berjalan sambil memandangi Kelinci di tangannya. "Karena itu kita harus mencari cara untuk berkomunikasi. Kau bisa mengangguk jika setuju dan menggeleng jika tak setuju. Apa kau setuju dengan usulanku?"


Tanpa berpikir dua kali Lucy langsung mengangguk setuju. Sebetulnya ia sudah mempunyai pemikiran yang sama seperti Kodee sejak datang ke kasino. Hanya saja dirinya memilih tak menyinggung hal tersebut karena yakin bisa bertahan hidup sebagai manusia di dunia ini.


Lucy berencana untuk mengontrol detak jantungnya setelah terlibat insiden menegangkan bersama Raibeart. Ia tak ingin berubah menjadi Kelinci lagi di depan orang lain. Itu mengerikan jika mereka sampai membawanya untuk diteliti.


Akan tetapi, manusia tak sanggup mengendalikan detak jantung sesuai keinginan mereka. Ketika mereka terkejut maka detak jantung pun akan berdegup semakin keras. Dengan kata lain, Lucy akan terus mengalami kejadian tak terduga seperti hari ini.


Sementara itu, Kodee yang dari tadi mengamati gerak-gerik Lucy langsung mengerti betapa kesalnya gadis itu. Ia membayangkan jika dirinya berubah menjadi seekor hewan dan tak bisa bicara pada siapa pun. Pasti sangat menyebalkan sampai ingin memaki orang-orang karena merasa tersisihkan.


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2