
"Willy,aku benar-benar minta maaf atas sikap kurang ajarnya kedua putri kami ini.Kamu juga tahu bukan kalau aku bersama Hendri,baru bersama selama beberapa bulan ini,jadi mereka berdua sedari dulu memang sudah terbiasa hidup tanpa didikan tegas dari seorang Ayah hingga membuat mereka tidak terlalu bisa bersikap sopan santun lagi" ucap Angel dengan perasan sedih dibalik nada pelannya,sambil menatap bersalah kearah Willy dan kedua putrinya secara bergantian.
"Tidak apa-apa,aku bisa mengerti.Lagi pula kamu tidak perlu meminta maaf,ini bukan kesalahannya kamu" jawab Willy dengan nada santainya,sambil menyimpan HPnya kedalam saku celana jeansnya,ia sudah tidak berminat untuk melihat laporan-laporan dari bawahannya lagi.
'Tapi suamimu yang seharusnya meminta maaf padaku,karena telah sengaja menyebut berapa angka umurku tadi' lanjut Willy didalam hatinya,padahal dalam perkerjaannya jelas-jelas tidak perlu menyebutkan soal umur, tapi Hendri malah sengaja mengejeknya dan ditambah dengan mulut-mulut kecohnya kedua putri kembarnya itu hingga membuat dirinya diejek hingga keakar-akarnya sekali.
"Dad,sekarang sudah waktunya berkerja,kami akan berangkat berkerja terlebih dahulu" timpal Ellia dengan cepat sebelum Mommy atau Daddynya mereka sempat lanjut berbicara, sekalian ingin menghentikan kesedihan Mommynya yang mungkin saja akan berlanjut jika sampai ia biarkan.
Mommynya selalu saja seperti ini,jika sudah menyangkut tentang masa lalunya mereka,Mommynya pasti akan bersikap melow seperti ini,Hendri juga sangat mengetahuinya jadi iapun langsung menyetujui perkataannya Ellia.
"Suruh paman untuk,,," sebelum Hendri sempat menyelesaikan perkataannya,Willy sudah lebih dulu menyelanya dengan cepat.
"Tidak,aku akan memantau mereka berdua dari jarak jauh saja" sela Willy dengan nada dan wajah seriusnya,sepertinya ia sudah bisa menebak apa sebenarnya niat tidak baik yang sedang bersembunyi dilubuk hati sahabatnya ini.
"Iya Dad,begitu juga bagus,jadi kamipun juga akan nyaman.Bukankah benar begitu,Ellin?" ucap Ellia dengan nada senangnya,tadinya ia mengira kalau paman ini akan berada disekitar mereka disetiap waktu.
Walaupun pria ini memang begitu tampan,tapi ia tidak suka jika ingin kemana-mana, ia harus dikawal dengan jarak yang dekat.
"Iya Dad..." jawab Ellin dengan nada pelannya tapi kedua matanya terus saja memperhatikan wajah tampannya pria yang ia panggil paman ini,ia menjawab sambil berdiri dari duduknya,begitu juga dengan Ellia.
__ADS_1
Sedari tadi ia terus mencuri pandang kearah paman yang bernama Willy ini,tapi ntah kenapa,semakin dipandang malah terasa semakin akrab dengan wajah tampannya itu.
Apakah hanya perasaannya saja? Ntahlah,kemudian iapun langsung mengusir pemikiran tidak masuk akalnya tadi karena merasa ia tidak mungkin mengenal ataupun pernah bertemu dengan Willy.
"Tunggu dulu" ucap Willy dengan cepat dan ikut berdiri,saat ekornya kedua mata dinginnya melihat kalau ada sesuatu yang samar dileher salah satunya wanita kembar tersebut,karena mereka berdua memang sama-sama memakai dress yang agak terbuka dibagian lehernya mereka.
Modelnya juga sama,hanya berbeda warna saja,Ellia yang memakai warna merah dan Ellin yang memakai warna merah muda.
"Apa yang ing,,," kalimat bingungnya Ellin langsung terhenti saat ia melihat isyarat jari telunjuknya Willy yang menyuruhnya untuk diam,begitu juga dengan lainnya yang juga ikut merasa bingung tapi mereka tetap menuruti isyarat diamnya Willy tersebut.
Willy berjalan mendekat kearah Ellin,dan kemudian mengangkat pelan tangannya,lalu meraba disekitarnya leher terbukanya hingga sedikit kebawah dada atasnya Ellin selama beberapa menit,tentu saja untuk memastikan apa yang sedang ia pikirkan.
"Pa,,,ehmm..." Ellia yang merasa tidak terima kalau leher dan bagian atas adiknya diraba sembarangan oleh pria,iapun berniat ingin mendekati Willy,tapi langkah dan suaranya dihentikan oleh Daddynya yang langsung memegang dan menyekap mulutnya dengan begitu cepat.
Dirinya yang tadinya berpikir sama dengan putrinya Ellia tapi saat ia melihat reaksi tenang suaminya,iapun menjadi tenang kembali.
Ia dan Hendri bisa melihat jelas kalau tatapannya Willy terlihat begitu serius dan juga teliti,jadi mereka yakin pasti ada alasan tertentu dibalik sikapnya Willy tersebut.
Beberapa detik kemudian...
__ADS_1
Setelah mendapatkannya,Willy langsung mengambilnya,Ellin bahkan tidak merasakan apapun saat Willy mengambilnya barusan, wajahnya malah merasa panas dingin karena sentuhan-sentuhan dari tangannya Willy tanpa ada yang menyadarinya hingga iapun segera menetralkannya kembali.
Tapi ternyata bukan hanya Ellin,karena Willy juga merasakan hal yang sama.Apa lagi saat ia bisa melihat jelas kalau Ellin memiliki sebuah tahi lalat kecil tepat diatas pertengahan dadanya,dan ia juga melihatnya pada wanita mabuk pada malam itu.
Ia bahkan harus menahan napas beberapa kali saat sedang meraba tadi,hanya saja,ia mampu mengendalikan dan mempertahankan wajah tenangnya tersebut.
Willy menunjukkan beberapa benda transparan yang telah ada didalam genggamannya itu didepan wajahnya Hendri selama beberapa detik supaya Hendri bisa melihatnya dengan jelas, karena benda tersebut memang begitu kecil dan hampir tidak terlihat jika kita tidak terlalu memperhatikannya,lalu iapun segera meremasnya dengan kuat hingga menjadi hancur berkeping-keping.
"Dad,sebenarnya apa yang sedang kalian lihat dan lakukan? Kenapa kalian aneh sekali?" tanya Ellia dengan nada dan wajah kesal dan penasarannya,setelah ia berhasil lepas dari sekapan Daddynya,karena ia tidak bisa melihat jelas apa yang sedang dipegang oleh Willy barusan,tapi wajahnya mereka berdua malah terlihat begitu serius.
"Adikmu telah disadap oleh seseorang" jawab Hendri dengan nada dan wajah seriusnya,untung saja Willy sudah ada disini sekarang.
Jika tidak,ia akan terlambat mengetahui ntah sudah berapa lama Ellin disadap,mungkin saja karena matanya yang sudah tua atau fokusnya hanya untuk untuk istrinya saja,hingga membuat dirinya sampai lengah seperti ini.
Sedangkan Hery,putra tunggalnya itu,setiap detik,menit,jam,dan harinya hanya dia fokuskan untuk menjaga istri berserta anak-anaknya saja.
Tidak,hanya istrinya saja,karena anak kembarnya saja selalu dititipkan kepadanya setiap kali ingin pergi berliburan.Ia akan merasa kesal,kalau memikirkan tentang putra tunggalnya itu.
Walaupun memang cerdas dan juga selalu waspada seperti Willy,tapi cintanya terhadap istrinya terlalu besar,itu sedikit menggelikan baginya.Dan juga sangat menyebalkan,karena selalu merepotkan dirinya dan istrinya.
__ADS_1
"A,apa,penyadap?" ke 3 Mommy dan anak itupun kembali bertanya dengan nada kaget dan wajah tidak percaya,sambil menutup mulut terbuka mereka.
"Iya,lehernya adikmu telah dipasang dengan alat penyadap suara jarak jauh.Dan yang lebih parahnya,bukan hanya ada 1 tapi ada 3.Mungkin saja,telah berada disana selama beberapa hari yang lalu,sepertinya ada yang sedang mengincar adikmu, atau mungkin saja salah satu dari kalian" jawab Willy dengan nada seriusnya, sambil memperhatikan wajah tidak percayanya ke 3 wanita tersebut selama beberapa detik.