
"Paman,cepat lepaskan mereka,paman akan menjadi pembunuh jika mereka sampai mati nanti" lanjut Ellin lagi,ia menjadi semakin dan semakin panik dan khawatir sekarang karena Willy tidak juga mau melepaskan mereka berdua.
"Cih,,," Willy langsung berdecih kesal saat ia mendengar omelan menyebalkan dari Ellin barusan,sambil melepaskan cengkramannya hingga membuat Ellin akhirnya bisa bernapas lega.
Ia jadi bertanya-tanya,apakah wanita ini tidak pernah mendengar namanya selama tinggal di Spanyol sebelumnya? Jika mau,ia bahkan mampu membunuh mereka berdua dan pergi dari sini tanpa ada satupun polisi yang mampu memenjarainya ataupun ia juga bisa pergi dengan kedua tangan bersihnya,karena ia mampu mengatasi polisi dengan hanya jentikan jarinya saja,atau ia bisa juga cukup dengan memerintahkan perkerjaan tersebut kepada bawahannya saja.
Oh iya,ia lupa kalau Ellin hanya mengetahui nama depannya saja,tapi ia berpikir kalaupun mengetahui nama panjangnya,Ellin juga pasti tidak mengetahui apapun tentang dirinya.
"Uhuk,uhuk,uhuk" Erik yang hampir saja tidak bisa bernapas tadipun langsung bernapas lega,ia bahkan langsung terduduk diatas tanah sambil mengelus-elus pelan lehernya dan terbatuk-batuk
"Aughk,sa,sayang,apakah kamu baik-baik saja?" tanya Denise dengan nada khawatirnya,sambil mendekati Erik dan juga mengelus-elus pergelangan tangannya yang masih terasa begitu sakit dan sepertinya telah terkilir,bahkan terlihat jelas memar-memar merah disekitar pergelangan tangannya.
"Uhuk,uhuk,uhuk,,," Erik masih sibuk dengan lehernya yang masih terasa tercekik itu, walaupun sudah dilepaskan tapi napasnya masih belum normal sepenuhnya.
"Bagiku,membunuh itu hanya masalah yang kecil saja, kenapa kamu malah berlebihan sekali?" tanya Willy dengan nada dan wajah kesalnya,sambil menepuk-nepuk pelan kedua tangannya.
Rasanya sangat jijik,tapi tadi itu ntah kenapa ia malah refleks berjalan mendekat kearah Ellin. Padahal biasanya dirinya sangat irit bicara, tapi sekarang sudah terlanjur terlibat,jadi mau tidak mau ia harus mengeluarkan rasa kesalnya tersebut.
Apa lagi hanya 2 manusia kecil ini saja,ia bisa langsung selesaikan dengan beberapa kedip mata saja, tapi malah terhenti oleh perkataannya Ellin tadi.
__ADS_1
"Paman,apakah kamu berniat ingin masuk kedalam penjara pada umur sekarang?" tanya Ellin dengan nada dan wajah memberengut kesalnya.
Apakah pria tegap yang ada disampingnya ini benar-benar tidak takut akan dipenjara atau apapun,sampai hanya melihat mereka seperti mainannya saja.
Memangnya apa masalahnya dengan umurnya sekarang,baginya 36 tahun itu masih begitu muda,tapi belum sempat Willy berkata kesal lagi,suara marahnya Denise malah duluan terdengar.
"Dasar brengsek,apakah kamu tidak takut akan dipenjara,sampai berani bermain-main dengan nyawa kami berdua.Aku akan memanggil polisi sekarang,supaya kamu akan tahu akibatnya karena telah berani membuat kami terluka sampai seperti ini" ucap Denise dengan nada dan wajah marahnya,sambil mengeluarkan HPnya dengan susah-payah karena pergelangan tangannya yang sedang terluka,bahkan mungkin akan membengkak sebentar lagi.
"Pa,paman,,," panggil Ellin dengan nada dan wajah bingungnya yang telah bercampur dengan rasa khawatir.
Ia tidak takut,tapi ia hanya merasa khawatir kalau masalah kecil ini akan menjadi besar karena ulahnya Denise,hingga membuat mereka harus lebih kerepotan nantinya.
"Jangan harap,kami tidak akan pernah meminta maaf pada wanita jal*ng ini" jawab Denise dan tetap dengan nada dan wajah marahnya,sambil menyembunyikan rasa takutnya karena tatapan tajamnya Willy tersebut.
"Plak,,," baru saja Denise selesai bicara,langsung terdengar suara tamparan dari wajah mulusnya Denise.
"Aughkk,,," lalu disusul dengan pekikan sakit dari mulutnya Denise,Denise bahkan tidak menyangka kalau dirinya akan ditampar hingga membuat tubuh tidak siapnya terhuyung kesamping sebelum ia sempat merespon apapun,bahkan HP yang ada digenggamannya tadipun terlempar keatas tanah begitu saja.
"Paman,aku tidak memerlukan permintaan maaf dari mereka" timpal Ellin dengan nada dan wajah memberengut kesalnya sambil bersedekap dada,setelah ia baru saja tersadar dari rasa tercengangnya karena tamparan yang dilakukan oleh Willy secara tiba-tiba barusan.
__ADS_1
Gerakan tangannya Willy benar-benar terlalu cepat seperti angin lalu,hingga hanya menyisakan bayangan saja diekor matanya dalam 1 kedipan mata.
Willy yang tadi masih sedang menatap tajam kearah Denise dan Erik,iapun mengalihkan tatapan tajamnya kearah Ellin secara perlahan-lahan, kemudian ia hanya mampu menghela napas pelan saja.
"Kalau begitu,biarkan saja mereka menelepon polisi,sekarang kita pulang saja" ucap Willy dengan nada dan tegasnya kembali.
Ia merasa bingung,kesal, dan malas dengan sikap-sikapnya wanita,makanya ia sangat tidak suka jika harus ada wanita didalam kehidupannya,apa lagi yang manja seperti Ellin.
Bukankah harusnya Ellin merasa senang karena dirinya telah melampiaskan rasa kesal dan sakit hatinya terhadap sepasang manusia tidak tahu diri ini,tapi kenapa Ellin malah bersikap sok rendah hati sekarang,dan malahan merasa kesal dengan dirinya.
Bukankah, apa yang ia alami sekarang hampir bagaikan air susu dibalas dengan air tuba saja.Untung saja,wanita yang ia hadapi ini adalah putri sahabat baiknya,jadi ya sudahlah,ia tidak mau terlalu banyak perhitungan.
Sekarang lebih baik ia membawanya pulang dan ia sendiri juga butuh istirahat,niatnya yang ingin berpiknik sebentar tadipun memang sudah menghilang tanpa ingin kembali lagi.
"Dan untuk kalian berdua,,,ingat,jika kalian masih berani menganggu Ellin lagi,aku tidak akan segan-segan untuk membunuh kalian dengan kedua tanganku ini,dan akan aku pastikan kalau tidak ada yang akan mengetahui dimana keberadaannya mayat kalian berdua nanti.Jika kalian masih punya nyali,silakan dicoba saja" lanjut Willy dengan nada serius tegasnya dan tatapan tajam yang tidak mengurang sedikitpun sedari tadi,lalu ia langsung berjalan melewati Denise dan Erik.
Ia bahkan juga mengandeng pergelangan tangannya Ellin tanpa ia sadari,hanya saja,saat ini ia hanya berpikir dan fokus kalau ia harus segera membawa Ellin pergi dari sana dan membawanya pulang hingga membuat dirinya seperti refleks begitu.
Apa lagi saat ini sudah begitu larut dan mereka masih berada disekitar Club,jadi ia tidak mau mengundang terlalu banyak masalah lagi,seperti pria-pria mabuk mungkin,karena penampilannya Ellin yang sangat seksi malam ini.
__ADS_1
Tapi tidak dengan beberapa bawahannya yang sedang berdiri dengan ekspresi wajah tercengang disekitar mereka,karena mereka semua lebih dan sangat tahu bagaimana sikap sebenar dan biasa Tuannya mereka.