
Walaupun merasa tidak tega karena telah membiarkan Tuannya mencari angin malam sendirian diluar sana tapi ia juga harus pandai menjaga dirinya sendiri supaya Tuannya tidak akan sampai memukulnya habis-habisan,jadi akhirnya iapun memilih untuk masuk kedalam Apartemennya dan langsung tidur.
Didalam mobilnya Willy...
Willy sedang sibuk menyetir dengan melaju pelan,sebenarnya ia sendiri bingung mau kemana karena ia tidak begitu mengerti tentang jalan-jalan yang ada disini.
Ia baru disini tapi untung saja selama 2 minggu ini,ia sedikit banyak memperhatikan kemana saja jalan-jalan yang selalu Bern pergi saat bersama dirinya,jadi iapun mengetahui puluhan jalan yang bisa ia lalui.
Iapun sembarangan membelok arah yang ia ingat saja,hingga ia menemukan tempat yang ia inginkan,sebuah jalan yang agak sepi dan tenang dan juga disertai dengan sebuah danau yang berukuran lumayan besar ditepi jalan tersebut.
Lalu ia menghentikan mobilnya disana dan membuka jendela tapi ia tidak berniat untuk berjalan ketepi danau tersebut,kemudian ia hanya keluar berjalan ke kap mobilnya dan duduk bersandar diatas kap mobilnya dengan jaket yang sudah ia pakaikan ketubuhnya.
Cuaca malam ini memang terasa lumayan dingin tapi suasana hatinya malah terasa lebih dingin dari cuaca malam,ia telah menutup hatinya selama 3 tahun lamanya,walaupun lukanya memang telah mulai mengering selama 3 tahun ini tapi tetap saja masih ada yang tersisa dan bisa dikatakan kalau rasa sakitnya belum sembuh total.
Dan karena terlalu lama menutup hati,ia sampai berpikir untuk tidak akan menikah seumur hidupnya,mungkin saja hal itulah yang sedang dikhawatirkan oleh sahabatnya sekarang tapi ia tidak berniat ingin menanggapinya.
Bukan hanya karena masa lalunya yang begitu kejam dan kurang beruntung saja yang telah berhasil membuat hatinya mati rasa,tapi menurutnya wanita itu hanya bisa meracuni pikirannya dan merepotkan dirinya saja,jadi ia hanya berpikir kalau dirinya tidak perlu menghabiskan waktunya atau menyia-nyiakan waktunya dengan hanya untuk hidup bersama seorang wanita.
__ADS_1
Jika banyak wanita yang suka mengatakan kalau pria itu semuanya sama saja,maka ia akan mengatakan kalau wanita itu semuanya sama saja,lagi pula apa salahnya jika ia harus hidup menyendiri untuk seumur hidup...
Begitu banyaknya orang-orang yang hidup didunia sebesar ini,sudah pasti banyak juga orang yang hidup menyendiri seperti dirinya,tapi nyatanya hidup mereka baik-baik saja hingga akhir hayat.
kemudian Willy mengeluarkan rokoknya dari dalam saku celananya dengan gerakan santainya,lalu ia menghisapnya dengan gaya khasnya setelah selesai membakar dan meletakkan sisa rokoknya disampingnya.
Beberapa menit kemudian,ia tersenyum bahagia saat ia memikirkan tentang sahabatnya Hendri yang hidupnya lebih beruntung dari pada dirinya.
Walaupun nasibnya sama seperti dirinya yang telah dikhianati oleh wanita yang dicintai,tapi setidaknya sahabatnya itu memiliki kedua orang tua yang akan selalu menyayanginya,belum lagi Hery berserta menantu dan beberapa cucu yang menggemaskan itu,dan juga ditambah dengan istri barunya yang sekarang hingga membuat hidup sahabatnya itu terlihat begitu bahagia dan sempurna sekarang.
Tapi walaupun begitu,ia tidak merasa iri sedikitpun karena ia sudah terbiasa dan lagi pula mereka semua juga memberi kasih sayang yang sama terhadapnya,ia bahkan turut merasa bahagia untuk sahabatnya itu,hanya saja ia lebih suka hidup menyendiri seperti ini,hidup dengan suasana yang tenang dan tentu saja yang ia sukai.
30 menit kemudian...
Setelah menghabiskan 3 batang rokok,Willy kembali menyimpan rokoknya sambil menghela napas pelan dengan panjang,ternyata ia sudah duduk di kap mobilnya selama 30 menit dan sekarang sudah jam 11 malam lewat 30 menit tanpa ia sadari.
"Sepertinya ada sebuah Club disana..." Willy bergumam pelan saat kedua matanya menangkap sebuah tempat yang terlihat agak ramai dikejauhan sana,mungkin sekitar beberapa meter dari tempatnya berada saat ini.
__ADS_1
Kebetulan sekali,sepertinya ia memerlukan piknik malam ini setelah 2 minggu tidak melakukannya.
Kemudian ia memeriksa saku celananya yang dibagian belakangnya terlebih dahulu,ia tersenyum senang saat barang yang memang selalu ia bawa dan pakai itu ada didalam sana,itu adalah kebiasaannya sejak dulu.
"Sepertinya malam ini adalah malam keberuntunganku,aku tidak perlu melewatkan malamku seperti sebelum-sebelumnya lagi, malam ini" lanjut Willy dengan nada senangnya sambil tersenyum tipis,kemudian ia segera turun dari atas kap mobil dan berjalan masuk kedalam mobilnya,lalu melajukan mobilnya kearah keramaian yang baru saja ia sadari itu.
Beberapa menit kemudian,mobil Maybach hitam miliknya Willypun berhenti dihalaman depan atau diparkirannya Club malam tersebut karena ternyata memang benar seperti yang diduga oleh Willy tadi,tempat yang ia lihat tadi adalah sebuah Club malam.
Disana memang terdapat sebuah Club malam, walaupun tidak sebesar dan terkenal seperti Club miliknya yang ada di Negara Spanyol sana tapi masih lumayan besar dan bagus untuk tempat dirinya berpiknik,dan tentu saja juga lumayan terkenal dikota ini.
"Tuan,silakan tunjukkan KTPmu terlebih dahulu, baru boleh masuk kedalam" salah satu penjaga pintu utama Club malam tersebut langsung menghentikan langkah tegasnya Willy yang sudah mendekat kehadapannya mereka,tapi ia malah mendapatkan tatapan tajam dari pria tegap dan kekar tersebut.
Walaupun merasa takut tapi ia harus melakukan tugasnya saat ini,karena ia memang harus memeriksa setiap pendatang yang ingin masuk kedalam,apa lagi pria yang ada dihadapannya ini baru terlihat untuk pertama kalinya datang kesini.
"Ini" ucap Willy dengan nada cueknya sambil menyodorkan KTPnya dengan nada malasnya,baru kali ini pertama kalinya ia harus mengeluarkan KTPnya supaya bisa masuk kedalam Club malam,karena biasanya ia selalu bisa masuk kedalam Club miliknya sendiri.
Walaupun ia ingin memasuki Club yang bukan miliknya,ia juga tidak perlu mengeluarkan KTPnya karena di Negara Spanyol telah terhitung seratus lebih Club malam yang telah mengenal dirinya dengan baik.
__ADS_1
"Sekarang silakan masuk,Tuan" penjaga tersebutpun segera mempersilakan pria yang ada dihadapannya ini untuk masuk kedalam setelah ia sudah melihat isi KTP yang memang memenuhi syarat untuk masuk kedalam Club, sambil menyodorkan KTP yang masih ia pegang kepada pelanggan baru itu kembali.
Penjaga tersebut bahkan tidak berani untuk bersikap sombong ataupun tidak sopan,saat ia melihat tatapan tajamnya pelanggan baru tersebut yang masih belum mengurang sedikitpun.