Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.23


__ADS_3

Tadinya kedua tangannya berniat ingin mendorong Ellin menjauh dari tubuhnya tapi saat ia mendengar suara tangan yang tersedu-sedu tersebut,kedua tangannya kembali kedua sisi tubuh kekarnya dengan ekspresi wajah yang berdaya.


Dan baru saja Willy ingin berbicara untuk menyuruh Ellin melepaskan pelukannya tersebut,pintu yang telah tertutup tadi kembali terbuka dan masuklah seorang pria yang terlihat sekitar berumur 30 an dan diikuti oleh 2 anak buah yang sedang berjaga diluar ruangan tadi.


"Siapa kamu? Bagaimana kamu bisa masuk kesini?" tanya pria tersebut dengan nada bingung,kaget,dan wajah tidak percayanya yang telah menjadi satu,karena setahunya markasnya ini sudah dijaga begitu banyak orang-orangnya yang lumayan bisa bela diri semua tapi kenapa pria yang tidak ia kenal ini sampai bisa berada didalam ruangan bersama wanita sanderanya.


"Paman,bagaimana ini?" tanya Ellin dengan nada takut dan pelannya,sambil terus memeluk erat tubuh kokohnya Willy tanpa menyadari perilakunya tersebut sama sekali.


Apa lagi saat ia melihat pria yang baru masuk itu sedang mengeluarkan pistolnya,pelukannya itupun semakin erat dan erat.


"Cepat katakan? Siapa kamu? Apa kamu sedang mengantar nyawa disini?" tanya pria tersebut dengan nada tinggi dan wajah marahnya,sambil mengarahkan ujung pistol kearah sepasang manusia yang sedang berpelukan tersebut.


Lebih tepatnya hanya sang wanita saja yang memeluk sang pria,karena kedua tangannya sang pria masih mengudara disisi kiri dan kanannya sedari tadi.


"Bukan,lebih tepatnya aku datang kesini untuk mengambil nyawa,dan aku rasa kamu belum sempat melihat keadaan diluar markasmu ini sedari tadi..."jawab Willy dengan nada dan wajah tersenyum tenangnya,dan mengabaikan pertanyaannya Ellin barusan.


Ia juga harus menahan rasa sesak yang mulai terasa karena pelukan super eratnya Ellin tersebut,ia ingin memarahinya tapi saat ini masih ada yang harus ia urus terlebih dahulu.


"Cih,masih berani menipuku,apakah kamu benar-benar tidak takut mati,hah?" tanya pria tersebut,ia masih belum menyadari apa yang telah terjadi dengan para bawahannya dibawah sana karena ia baru saja keluar dari ruangan istirahatnya barusan dan langsung berjalan kesini.

__ADS_1


"Jika kamu tidak percaya,silakan saja lihat sendiri keadaan diluar sana" jawab Willy dengan nada santainya,ia masih berdiri dengan gaya angkuhnya sama seperti biasanya,hanya saja kali ini ada seorang wanita yang sedang memeluknya dengan erat,yaitu Ellin.


Pria tersebutpun melangkah kearah jendela kaca sana tanpa mengalihkan arah ujung pistolnya tersebut, walaupun ia merasa tidak percaya tapi saat ia melihat ekspresi wajah santai dan tenangnya pria yang ada dihadapannya ini,iapun mulai merasa ada yang tidak beres dengan para bawahannya.


"Shitt,,,apa yang telah kamu lakukan pada orang-orangku,hah?" tanya pria tersebut dengan wajah marahnya,saat ia melihat para bawahannya yang telah tergeletak tidak menentu dibawah sana.


Dengan pengalamannya dan sekali melihat saja, ia sudah tahu kalau semua para bawahannya tersebut sudah tewas dibawah sana.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu,kenapa mereka membawa orangku kesini? Lebih tepatnya,kenapa kamu menculik wanita ini?" tanya Willy balik dengan nada seriusnya dan juga tatapan tajamnya.


"Itu bukan urusanmu,dan aku juga tidak perlu mengatakan banyak hal pada orang sepertimu" jawab pria tersebut dengan nada kesal yang bercampur amarah,sambil menarik pelatuk pistolnya.


Tapi yang ia harapkan tidak akan terjadi karena yang terjadi malah membuat dirinya tidak bisa bernapas dengan baik dan merasa tidak percaya, terlihat ujung pistol milik kedua penjaga tersebut yang malah sama-sama tertuju kearahnya.


"Maaf Tuan,tapi sepertinya kamulah orang yang harus tinggal untuk menunggu ajalmu disini" terdengar suara tegasnya wanita dari salah satu diantara 2 orang penjaga tersebut,dengan wajah tersenyum sinisnya,ternyata musuh mereka ini tidak secerdik yang mereka kira tadi.


"Ka,kalian,,," pria tersebut tidak mampu berbicara lagi,ia bahkan tidak bisa berkutik lagi saat pistolnya diambil oleh pria penjaga yang bersama wanita yang sedang berbicara barusan, ia juga hanya diam saja saat kedua tangannya dipegang erat oleh kedua penjaga tersebut.


Wajah sombong dan marahnya tadipun berubah menjadi takut,ia bertanya-tanya didalam hatinya,kemana perginya semua bawahannya yang terhitung hampir 200 orang itu.

__ADS_1


"Benar,mereka adalah orang-orangku.Dan untuk orang-orangmu,semuanya sudah ditangani oleh orang-orangku yang lainnya,jadi kamu bisa menebak sendiri bagaimana nasibnya mereka semua" Willypun segera menjawab saat ia bisa menebak apa isi pikirannya pria tersebut.


Sekitar 10 bawahannya yang lain itupun terlihat baru saja berjalan masuk,saat Willy baru saja selesai bicara hingga membuat pria sang pelaku tersebut langsung bisa menebak bagaimana keadaan bawahannya yang lainnya.


"Lain,,," Willy yang ingin melanjutkan bicaranya dan melangkah mendekat kearah pria tersebut,ia langsung menghentikan perkataannya saat ia baru teringat dengan Ellin yang masih memeluknya erat sedari tadi.


"Bisakah kamu melepaskan tubuhku sekarang?" tanya Willy sambil menatap kesal kearah Ellin yang juga ntah sedari kapan juga menatapnya,pelukan eratnya Ellin telah menghambat langkahnya tersebut.


"Hah! Bi,bisa,tentu saja bisa paman..." Ellin segera melepaskan pelukan eratnya tersebut dan menjauh beberapa langkah dari Willy, dengan wajah menunduk malunya yang mulai memerah.


Ia terus memerhatikan wajah tampannya Willy sedari Willy mengabaikan pertanyaan takutnya tadi,awalnya ia merasa kesal tapi kemudian ia merasa kagum saat ia melihat sikap dan cara bicaranya Willy yang terlihat begitu tenang tadi, hingga ia tidak memerhatikan keadaan disekitarnya lagi.


Willy kembali menampilkan wajah tegasnya, setelah ia sudah selesai menghela napas berat dengan cepat,lalu berjalan mendekat kearah pria tersebut yang sudah dipegang erat oleh kedua bawahannya tadi.


"Lain kali kamu harus melihat jelas terlebih dahulu,siapa orang yang akan kamu lawan" ucap Willy dengan tatapan tajamnya,sambil menepuk-nepuk pelan pipinya pria tersebut yang terlihat tidak bisa berkutik sama sekali karena dia hanya sendiri saja saat ini.


Tapi bagi Willy,walaupun lawannya banyak, lawannya juga tidak akan menang melawannya, Willy memang selalu percaya diri jika sedang dalam keadaan menyerang ataupun diserang.


"Oh iya,aku baru ingat kalau tadi kamu bertanya tentang siapa aku.Sekarang ingat namaku baik-baik,namaku adalah Willy Winston.Jika kamu memang orang yang sering berkeluyuran didunia hitam,maka kamu pasti pernah mendengar namaku" lanjut Willy sambil tersenyum tipis dibalik wajah datarnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2