Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.30


__ADS_3

"Apakah Hendri benar-benar sudah gila atau berpura-pura bod*h? Benar-benar merepotkan, menyebalkan..." lanjut Willy lagi dengan nada pelannya sambil mengusap pelan wajah tampannya,kedua matanya terus saja menatap kesal kearah Ellin sana.


Sepertinya ia harus kembali direpotkan oleh Ellin sebentar lagi,kemudian iapun kembali melanjutkan sesapan birnya tadi,tentu saja dengan wajah tenang,datar tapi hanya dirinya saja yang tahu kalau ada berapa banyaknya rasa kesal dibalik wajah datarnya itu.


Ia meminum birnya sambil mencari keberadaan anak buahnya,dan terlihat ada beberapa anak buahnya yang sedang berjaga-jaga disekitarnya Ellin,hingga membuat dirinya merasa lebih tenang lagi.


Sedangkan diujung meja bar sana...


"Presdir,terima kasih ya,karena telah mengtraktir kami dan membawa kami bersenang-senang disini malam ini" ucap salah satu karyawan dari perusahaan Group E miliknya Ellin itu,ia mengatakan dengan wajah tersenyum tulusnya.


Dan diikuti oleh semua anggukan pelan dari yang lainnya, yang menandakan kalau mereka juga ikut sangat berterima kasih,mereka benar benar merasa sangat senang malam ini, walaupun hanya akan ada 1 kali ini saja.


"Tidak masalah..." jawab Ellin dengan singkat dan wajah tersenyum senangnya,sambil menyesap sisa winenya yang memang hanya sedikit itu karena tadi ia hanya menuangkan sekitar 6 teguk wine saja kedalam gelas beningnya itu,karena takut kalau dirinya akan kembali mabuk-mabukan seperti malam bencana itu lagi.


Sebenarnya masih ada tersisa rasa takutnya karena insiden penculikan yang telah terjadi padanya tadi pagi,tapi ia telah berjanji pada semua karyawannya kalau ia akan mengtraktir mereka semua atas peresmian dirinya sebagai Presdir pada malam ini,ia akan merasa tidak enak hati pada mereka kalau ia sampai harus membatalkan janjinya itu.


Untung saja Daddy mengizinkan dirinya keluar rumah tadi,tapi tentu saja setelah dipujuk dengan berbagai alasan,dan tentu saja juga tidak luput dari wajah memelas sedihnya tadi,hingga membuat Daddy dan Mommy mau tidak mau dengan terpaksa memberi izin dan harus menambahkan pengawal untuk keamanannya.


Dan setelah sekitar 200 ratus karyawan berserta sekretaris baru milik perusahaan kecilnya itu ditraktir makan malam olehnya tadi,hingga masih tersisa sekitar 50 orang yang ikut ke Club malam bersamanya, yang lainnya tidak bisa ikut bersama karena memiliki banyak kepentingan yang lainnya.


Ia bahkan kena diomelin lumayan lama oleh Mommy dan Daddy setelah ia pulang dari penculikan tadi,salah satu alasannya karena ia menjadi wanita yang terlalu ramah dan tidak memiliki kewaspadaan pada keadaan disekitarnya sedikitpun.

__ADS_1


Tapi ia telah berjanji kalau kali ini adalah untuk pertamanya dan terakhir kalinya ia bersikap seperti ini,lagi pula hari ini adalah hari sabtu,jadi besok hanya karyawan-karyawan yang tertentu saja yang akan masuk kerja hingga yang lainnya tidak akan merasa khawatir jika sampai telat bangun diesok paginya karena besok adalah hari weekendnya mereka.


Tapi ia juga merasa kalau omelannya Mommy dan Daddy tadi memang ada benarnya juga,jadi sepertinya ia akan perlahan-lahan mengubah sikapnya mulai sekarang


"Apakah kalian belum ingin pulang?" tanya Ellin dengan nada santainya,sambil menatap satu persatu beberapa karyawan yang sedang duduk bersamanya pada saat ini.


Sedangkan yang lainnya,mereka semua masih sibuk dugem tidak jauh dari tempat mereka duduk.


"Sepertinya belum,apakah Presdir sudah ingin pulang?" tanya salah satu karyawan wanita tersebut,sambil memperhatikan wajah cantiknya Presdir yang mampu membuat dirinya merasa agak iri dan ia juga sekaligus merasa kagum, berkat semua kebaikan dan keramahan Presdir barunya ini.


"Iya,aku ingin pulang karena merasa agak sedikit lelah.Baiklah,kalau begitu aku akan pulang terlebih dahulu,kalian semua bersenang-senanglah disini" jawab Ellin dengan nada dan wajah tersenyum ramahnya,sambil berdiri dari duduknya dan juga mengambil tas selempangnya.


"Hm..." jawab Ellin dengan singkat dan wajah tersenyum tipisnya sambil membalas lambaian tangannya para karyawan sebanyak beberapa kali,lalu iapun langsung berjalan keluar dari sana dengan langkah anggunnya.


Tapi langkah demi langkah,kepalanya malah mulai merasa agak pusing, hingga ia harus berusaha untuk tetap berjalan dengan baik sampai kemobilnya.


Dan untung saja,bawahannya paman Willy ikut bersamanya sedari tadi.Walaupun tidak berdekatan dengannya tapi para pria mata keranjang yang memiliki niat buruk padanya tadipun langsung mundur satu persatu karena rasa takut mereka terhadap pistol-pistol yang terlihat jelas,yang dimiliki oleh semua bawahannya paman Willy tersebut.


Setelah ia berjalan hingga sampai disekitar parkiran,kedua kakinya mulai melangkah tidak seimbang dan kepalanya juga terasa semakin pusing,hingga membuat dirinya tidak begitu memerhatikan jalan yang ingin ia langkah lagi.


Sebelum dirinya sempat berjalan sampai kemobilnya,ia malah mendapatkan kesialan yang tidak terduga...

__ADS_1


"Buk,,,"


"Aughk,,," "Aughk,,,"


Terdengar suara tabrakan antara lengannya Ellin dan lengannya seorang wanita,lalu disusul dengan suara aduh dari Ellin dan wanita tersebut secara bersamaan.


"Apakah kamu tidak punya mata,hah?" tanya wanita tersebut dengan nada dan wajah marahnya,sambil mengelus-elus pelan lengannya yang sebenarnya tidak terasa begitu sakit.


"Ma,,," sebelum Ellin sempat meminta maaf pada wanita itu,suara pria yang tidak asing,yang terdengar ditelinganya itu,berhasil membuat dirinya merasa kaget dan sekaligus kesal,hingga kepala menunduknya tadipun langsung menegak kembali dengan perlahan-lahan.


"Denise,sayang,apakah kamu tidak apa-apa?" tanya pria tersebut dengan nada dan wajah khawatirnya sambil memeriksa lengannya sang kekasih.


Apa lagi saat ia mendengar kata "Sayang" yang baru saja keluar dari mulutnya pria tersebut,Ellin langsung merasa begitu kesal dan juga jijik pada mereka berdua.


"Cih,,," Ellin langsung berdecih kesal dengan nada tingginya dan wajah kesalnya juga tentunya,saat ia melihat kalau ternyata pria tersebut adalah Erik,sang mantan kekasihnya yang telah berani mengkhianati dirinya pada 2 minggu yang lalu.


Suara decihan kesalnya Ellin yang bernada tinggi itupun berhasil membuat sepasang manusia itu langsing mengalihkan pandangan mereka kearah Ellin,mereka berduapun menampilkan ekspresi wajah yang berbeda.


"Ellin,,," panggil Erik dengan nada kagetnya,ia juga merasa kaget karena tidak menyangka kalau ia akan bertemu mantan kekasihnya disini.


Erik merasa kaget bercampur senang yang tidak terlihat,tapi tidak dengan Denise yang merasa kaget bercampur kesal,ia bahkan segera merangkul erat lengannya Erik supaya Erik tidak mampu berjalan mendekati Ellin.

__ADS_1


__ADS_2