Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.36


__ADS_3

Ia lebih tidak menyangka kalau Willy tiba-tiba saja akan datang membantunya tadi, soalnya,selama 2 minggu ini biasanya Willy tidak pernah muncul dihadapannya,apa lagi masalahnya hanya hal yang sepele yang seperti tadi.Kecuali,ketika terjadi penculikan dirinya yang seperti tadi pagi saja.


Sedangkan Willy,ia berusaha terus mempertahankan wajah tegasnya saat ia mendengar jawaban dan pertanyaannya Ellin barusan,ternyata ia baru tersadar dari sikap anehnya atau tiba-tibanya ini.


Kenapa juga tadi ia malah melangkah mendekat kearah Ellin,padahal tadinya ia hanya ingin memerhatikan mereka dari jauh saja.Seharusnya ia hanya perlu membiarkan bawahannya saja yang mengurusnya,seperti katanya Ellin barusan.Sekarang sudah terlanjur terlibat,jadi mau tidak mau iapun terpa


"Dan aku memang tidak akan mati,jika hanya karena dashboard ini,tapi sebentar lagi,isi kepalaku mungkin akan jadi bermasalah karena kesengajaannya paman tadi" lanjut Ellin dengan nada dan wajah yang semakin memberengut kesal saja,sambil menatap kesal kearah Willy selama beberapa detik,lalu ia kembali memalingkan wajahnya kearah jendela karena rasa kesalnya tersebut.


"Mau mereka atau aku yang mengurusinya,itu tidak ada bedanya karena aku telah diutuskan oleh Daddymu untuk menjaga kalian berdua,jadi aku memiliki hak untuk melakukan hal-hal yang menurutku harus aku lakukan tanpa perlu izin dari siapapun lagi,apa lagi izin darimu.Apa kamu sudah mengerti sekarang,hm?" Willypun hanya mampu mempertegaskan tugasnya karena bingung mau memberikan alasan apa kepada Ellin,dan hanya itu saja alasan yang tepat dan yang terlintas dibenaknya pada saat ini.


"Dan juga seperti katamu tadi,jika kamu tidak menginginkan ada penjagaan yang seperti ini dan tidak ingin berada dibawah pengaturanku, kamu bisa langsung protes kepada Daddymu saja dan meminta padanya untuk berhenti mengancamku" lanjut Willy dengan nada santainya kembali sambil memerhatikan tangannya Ellin yang masih sibuk memegang ujung dressnya sedari tadi,dengan tatapan tajamnya yang bahkan tidak mengurang sedikitpun.


"Dan satu hal lagi,kamu harus mengingatnya dengan baik.Lain kali jika kamu ingin keluar rumah,jangan memakai pakaian kekurangan bahan seperti ini,cobalah pakai pakaian yang lebih enak dipandang.Apakah kamu sudah mengerti sekarang,hm?" lanjut Willy lagi dengan nada serius dan wajah tegasnya,sambil melepaskan jaket kulitnya tersebut dengan gerakan santainya.


Ia bahkan tidak menyadari kalau dirinya sudah terlalu cerewet sedari tadi,hingga membuat Ellin semakin lama menjadi semakin kesal saja,berkat omelannya yang seperti mulutnya wanita tersebut.

__ADS_1


"Hm,dasar menyebalkan..." jawab Ellin dengan nada dan wajah yang sama sedari tadi,ia bahkan masih saja tidak ingin menatap kearah Willy karena rasa kesalnya tersebut.


Sedangkan Willy,ia hanya mampu menghela napas berat dengan panjang saat ia melihat dan mendengar tanggapannya Ellin barusan,inilah salah satunya alasannya ia berusaha untuk menolak permintaaannya Hendri pada hari itu, tapi ternyata sahabatnya itu telah memiliki banyak cara untuk memaksa dirinya hingga harus sampai disini dan kedepannya lagi.


"Ini pakailah,mataku terasa sakit karena melihat pakaian kekurangan bahanmu ini" ucap Willy sambil memakaikan jaket kulitnya ketubuhnya Ellin dengan gerakan santainya.


"Jangan menolak dan nurutlah karena aku tidak suka menerima penolakan apapun dari siapapun,apa lagi dari wanita yang manja sepertimu" lanjut Willy dengan nada tegasnya dan juga tatapan tajamnya saat ia melihat Ellin yang malah berniat ingin melepaskan jaket kulitnya itu,lalu iapun kembali melajukan mobilnya setelah ia selesai bicara.


'Dasar menyebalkan' batin Ellin dengan perasaan kesalnya,mau tidak mau iapun terpaksa menerima jaket kulitnya Willy yang agak kebesaran ditubuhnya itu.


Ia bahkan baru mengetahui sisi lainnya Willy sekarang,ternyata pria tegap dan tampan yang biasanya selalu berwajah tegas dan menakutkan ini,memiliki sisi cerewet yang seperti ini juga.


Dan walaupun jaket kulitnya Willy agak kebesaran ditubuh kecilnya,tapi ternyata sangat pas untuk menutupi tubuh terbukanya hingga paha terbukanya tadipun bisa tertutup dan juga terasa sangat hangat ditubuhnya yang tadinya memang terasa agak dingin.


Dan yang lebih membuat Ellin semakin lama menjadi semakin tenang,bahkan rasa kesalnya tadipun mulai mengurang karena hidungnya mulai menghirup aroma wanginya parfum yang ada sama jaket kulit tersebut,wangi parfumnya tidak terasa menyengatkan dan tentu saja bau wangi khasnya pria tapi sangat mampu membuat orang-orang yang menghirup aroma parfumnya menjadi nyaman dan suasana yang buruk bisa menjadi lebih baik.

__ADS_1


Dan tiba-tiba saja,ia teringat sama sesuatu...


'Tapi kenapa bau parfum ini terasa tidak asing, sepertinya aku pernah menghirupnya tapi dimana ya,,,' batin Ellin dengan perasaan dan wajah bingungnya sambil mencoba untuk mengingat-ngingat dimana ia pernah menghirup aroma wangi parfum yang sama seperti ini, dengan tatapan lurus kedepan.


"Apa yang sedang kamu pikirkan,hm?" tanya Willy dengan perasaan khawatir dibalik nada dan wajah santainya sambil terus fokus kearah jalan, ia mulai merasa khawatir saat ekor matanya menangkap wajah termenungnya Ellin yang terlihat sedang berpikir serius tersebut.


Hanya saja ia merasa khawatir kalau saja Ellin akan merasa sudah tidak memiliki cara yang lain untuk melampiaskan rasa kesalnya,lalu Ellin akan menangis didalam mobilnya sebentar lagi, dan bisa dipastikan kalau ia akan menjadi sangat kerepotan karena tangisan manjanya Ellin nanti.


"Paman,apakah kamu memang selalu memakai parfum ini disetiap waktu?" Ellin malah bertanya balik tanpa menjawab pertanyaannya Willy barusan,sambil menunjuk kearah jaket kulit yang ada ditubuhnya saat ini,dengan isyarat kedua matanya sekilas.


"Iya,memangnya kenapa?" jawab Willy dengan nada dan wajah bingungnya, setelah ia mengerti dengan pertanyaannya dan isyarat matanya Ellin barusan.


"Dimana paman membelinya? Ntah kenapa aku seperti merasa pernah menghirup aroma wangi parfum yang sama persis seperti ini,tapi dimana ya?" jawab Ellin dengan eksepresi bingung dan sekaligus penasaran diwajah polosnya tersebut, sambil terus mengingat-ngingat tapi sayangnya malah tidak ada hal yang ia inginkan,yang saat ini lewat dibenaknya sedikitpun.


"Mungkin itu hanya perasaanmu saja,lagi pula bukan hanya aku saja yang suka memakai parfum yang seperti ini,masih banyak orang-orang yang suka memakai parfum yang seperti ini diluar sana" jawab Willy dengan perasaan gugup dibalik nada dan wajah santainya setelah ia merasa tegang selama beberapa detik,sambil mengusap-ngusap pelan tengkuk lehernya dan untungnya Ellin tidak memperhatikan tingkah gugupnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2