
"Tuan,,," panggil Bern dengan nada herannya, sambil menahan rasa kesalnya saat ia melihat Tuannya sedari tadi malah hanya diam saja dan terus menatap kearah lantai tertinggi perusahaan tersebut.
Lantai 30,lantai dimana tempat Nona Muda Ellinnya berada,ntah apa yang sedang dipikirkan oleh Tuannya saat ini,sekarang ia merasa heran dan sekaligus juga bingung.
"Apakah orang-orangnya kita,sudah ada yang berhasil menyamar menjadi salah satu dari mereka?" tanya Willy dengan nada santainya,dan mengabaikan semua perkataannya Bern.
"Sudah,Tuan" jawab Bern dengan nada malasnya,walaupun merasa begitu kesal tapi ia tidak mampu membalas Tuannya sendiri.
"Bagus.Jadi apakah salah satu dari mereka yang telah kita tangkap itu,sudah mau memberi informasi yang kita inginkan?" tanya Willy lagi, walaupun ia terlihat sedang bersandar santai dikursi penumpangnya tapi kedua mata tajamnya tidak beralih dari lantai ke 30 atas sana.
"Belum Tuan,dia bahkan membunuh dirinya sendiri dnegan mengigit lidahnya sendiri semalam, sepertinya kesetiaan mereka memang sudah teruji hingga baru ditugaskan untuk mengerjakan perkerjaan ini" jawab Bern sambil berpikir,dengan kening yang mengernyit penasaran.
__ADS_1
Ia merasa penasaran dengan siapa pelaku yang sebenarnya,karena hanya orang yang mampu saja yang mampu mendapatkan bawahan setia yang seperti itu,dan sampai saat ini Tuan Besar Hendri juga masih belum mendapatkan informasi yang akurat tentang siapa sebenarnya dalang dari balik ke 5 mata-mata tersebut.
Tuan Hendri hanya mengatakan kalau yang telah menargetkan Nona Muda Ellin memang keluarganya Rajaksa,lebih tepatnya Tuan Rajaksa.
Tapi menurut Tuan Hendri tidak sesederhana itu,sepertinya ada seseorang yang lebih kuat, yang sedang berada dibelakangnya keluarga Rajaksa,karena keluarga Rajaksa jelas-jelas sangat tahu kalau keluarganya bahkan tidak mampu menyentuh keluarga Kusuma walaupun seujung jari sedikitpun,jadi pasti akan mencari bantuan terlebih dahulu.
"Apakah sekarang kamu masih belum mengerti, mengapa aku tidak langsung menangkap ke 5 mata-mata itu sedari hari itu?" tanya Willy dengan nada malasnya sambil melirik sekilas kearah wajah penasarannya Bern,kepala Asistennya ini kadang-kadang memang suka error.
Jika mereka sampai menangkap ke 5 mata-mata tersebut,mereka pasti akan mengalami sedikit kesulitan untuk menangkap pelaku yang sebenarnya.Sedangkan dirinya,ia lebih suka membasmi langsung keintinya, walaupun harus menyediakan stok kesabaran yang lumayan lama yang seperti ini.
"Hm..." jawab Willy dengan singkat.
__ADS_1
"Tapi bagaimana caranya mereka akan membawa kita kepadanya,sedangkan sampai sekarang mereka masih belum bergerak sedikitpun" keluh Bern dengan nada malasnya karena ia dan yang lainnya sudah menunggu selama 2 minggu hingga membuat ia merasa begitu bosan.
"Apakah semua yang aku perintahkan untuk kamu lakukan tadi pagi,sudah kamu selesaikan?" tanya Willy,ia juga mengabaikan keluhannya Bern barusan.
"Aku sudah menyelesaikannya,Tuan" jawab Bern dengan nada bingungnya,sambil memikirkan tentang apa yang diperintahkan oleh Tuannya tadi pagi.
Tidak banyak,Tuannya hanya memerintahkannya untuk mempersiapkan 2 mobil dengan ornag-orang terlatihnya didalam kedua mobil tersebut,dan berserta puluhan senjata-senjata yang memang selalu mereka pakai untuk menyerang markasnya musuh seperti sebelum-sebelumnya.
Hanya saja ia merasa aneh karena cuaca pagi ini begitu cerah,dan bahkan mata-mata dipihak musuh masih belum bergerak sedikitpun,jadi buat apa Tuannya mempersiapkan semua itu...
"Tunggu sebentar lagi" ucap Willy dengan tersenyum santai diwajah tampannya itu,sambil menatap jam tangannya sebentar.
__ADS_1
"Apakah maksudnya Tuan,kalau Tuan akan mengorbankan No,,,,,,,," belum sempat Bern menyelesaikan kalimat tebakan asalnya tersebut,sebuah suara kecil yang langsung terdengar dari jam tangan Tuannya berhasil membuat dirinya terlonjak kaget.
"Tuan,Nona Muda Ellin sedang dalam masalah.Ayo,kita harus segera naik keatas sekarang juga" ucap Bern dengan nada cepatnya,lalu ia buru-buru mengambil pistolnya dan berniat ingin keluar dari mobil.