Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.31


__ADS_3

Mantan kekasih yang telah ia khianati karena kekhilafannya sendiri,ia tidak tahan dengan begitu banyaknya godaan yang ada diluar sana,hingga akhirnya membuat ia mengkhianati cinta mereka secara tidak sengaja atau mungkin secara sengaja tanpa ia sadari.


Tapi itu hanya baginya tapi tidak bagi Ellin, karena bagi Ellin,mau secara sengaja atau tidak sengaja,tetap saja ia telah dikhianati oleh pria yang ia cintai dan ia tidak akan pernah memberi maaf ataupun mengemis cinta padanya sedikitpun.


"Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Erik dengan nada dan wajah penasarannya yang masih bercampur dengan rasa kagetnya sambil melirik sekilas kearah Club malam tersebut, karena selama menjalin hubungan bersama Ellin,ia belum pernah melihat Ellin datang ke Club malam sekalipun.


Sedangkan Denise yang tadi langsung tersenyum sinis saat melihat jelas wajahnya Ellin,ia langsung menampilkan wajah kesalnya karena pertanyaannya Erik barusan,sepertinya Erik masih belum bisa melupakan Ellin,mantan sahabatnya ini.


"Apapun yang sedang aku lakukan disini,itu bukan urusanmu,Tuan" jawab Ellin dengan nada cueknya,sambil berusaha menetralkan rasa kesalnya supaya ia tidak terlihat masih mencintai Erik sedikitpun.


Walaupun sebenarnya cintanya ke Erik itu telah terus memudar sedari hari itu hingga sekarang, tapi rasa luka dan sakit hatinya itu berhasil membuat dirinya merasa kesal-sekesalnya.


Apa lagi saat ia melihat wajah tidak tahu malunya Denise,tapi ia tetap harus menyembunyikan rasa kesalnya tersebut supaya ia bisa terlihat kuat pada saat ini.


Lalu Ellin yang berniat ingin berjalan melewati mereka itupun harus kembali menahan rasa kesalnya,karena langkahnya malah dihentikan oleh tubuh sexynya Denise.

__ADS_1


"Tunggu dulu,kamu harus meminta maaf padaku terlebih dahulu,baru kamu bisa pergi dari sini" ucap Denise dengan nada dan wajah tersenyum angkuhnya,sambil memerhatikan penampilan berbedanya Ellin kali ini.


Bukan hanya Denise saja tapi Erik bahkan sudah memerhatikan penampilannya Ellin sedari tadi,hanya Denise saja yang baru menyadarinya sekarang.


Ellin yang saat ini sedang memakai dress merah indah yang agak terbuka dibagian dadanya, sependek lutut dan ditambah dengan riasan tipis diwajah cantiknya itu,hingga membuat Ellin terlihat lebih cantik dari pada yang sebelum-sebelumnya,sangat berbeda dengan penampilan tomboynya Ellin yang seperti biasanya pada saat sedang berpacaran dengan dirinya.


"Minta maaf katamu,apa kamu sedang bercanda,hm? Aku kira wanita murahan sepertimu tidak akan memerlukan kata maaf dari wanita miskin sepertiku,tapi ternyata aku salah..." ucap Ellin dengan nada dan wajah tersenyum santainya tapi malah terdengar sedang mengejek,sambil bersedekap dada dan menatap tajam kearah Denise yang mulai merasakan kesal karena kata "Murahan" tersebut.


Sebenarnya ia sudah hampir 5 tahun bersahabatan dengan Denise hingga ia menganggap Denise sebagai saudara ceweknya,tapi ternyata Denise telah tega memanfaatkan kebaikannya dan menikam dirinya dari belakangnya.


"Jaga mulutmu,jangan sembarangan bicara. Bukankah sudah terbukti kalau kamu sendiri yang murahan,jadi jangan malah menuduhku sembarangan" ucap Denise dengan nada dan wajah tidak senangnya,ia tidak terima dengan perkataannya Ellin tersebut.


Padahal ia dan kekasihnya Erik hanya ingin menginap disini,Club malam ini adalah milik Ayahnya dan disampingnya juga ada Hotel bintang 5 milik Ayahnya juga.


Club dan Hotel tersebut berada ditanah yang sama hingga Ayahnya sengaja membuat parkirannya menjadi satu,makanya ia dan Erik datang kesini tapi ia benar-benar tidak menyangka kalau ternyata ia dan Erik malah bertemu mantan sahabatnya ini,karena setahunya Ellin masih tinggal di Spanyol.

__ADS_1


"Terbukti? Iya,aku rasa hanya kekasihmu ini saja pria yang paling bod*h,karena langsung percaya sama video dan foto-foto editan yang murahan itu" ucap Ellin dengan tertawa bod*hnya,ini juga salah satu penyebab Erik sampai mengkhianati dirinya,dan semuanya adalah ulahnya Denise.


Tapi kalau dipikir-pikir lagi,walaupun bukan karena video dan foto-foto editannya Denise itupun,mungkin saja Erik juga pasti akan mengkhianati dirinya demi tubuh menggodanya Denise itu.Namanya juga buaya,jadi mana ada yang akan menolak tawaran yang memang begitu menggodakan tersebut.


Jadi ya sudahlah,lagi pula ia sudah berusaha untuk move on sedari 2 minggu yang lalu dan sakit hatinya sudah lumayan membaik,jadi ia tidak perlu mempermasalahkan hal-hal yang tidak berguna itu lagi,walaupun rasanya memang agak sedikit sulit.


"Kamu,,," Denise mengeram dengan ekspresi sekesal-kesalnya diwajah cantiknya itu,tapi ia kemudian segera menetralkan kembali wajah kesalnya supaya keanggunannya tidak menghilang dihadapannya Erik ataupun pria-pria tampan yang ada disekitar sana.


"Semuanya sudah terbukti jelas ditempat ahlinya langsung pada hari itu,kenapa kamu masih saja tidak mau mengakuinya dan tidak tahu malu? Apakah sampai sekarang kamu masih belum bisa move on dari kekasihku,makanya kamu masih saja ingin bersandiwara sok suci didepannya sekarang? Jika memang benar begitu,maka kamu harus menyerah sebelum kamu akan membuat dirimu lebih malu lagi nantinya,karena Erik sudah tidak mencintaimu lagi,ia hanya mencintaiku saja.Bukankah benar begitu, sayang?" lanjut Denise dengan nada dan wajah percaya dirinya sambil tersenyum mengejek,lalu ia juga bertanya kepada Erik yang masih sibuk menatap Ellin,tangannya Denise bahkan masih setia memeluk erat lengannya Erik sedari tadi.


"I,iya,sayang..." jawab Erik dengan nada putus-putusnya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajahnya Ellin yang malah terlihat tetap tenang sedari tadi,hingga membuat dirinya merasa tidak senang melihatnya.


Sebenarnya didalam lubuk hatinya yang paling dalam,ia merasa bersalah dan ia bahkan juga masih mencintai Ellin sampai sekarang ini,hanya saja,Denise telah memiliki kartu AS nya hingga membuat ia tidak mampu berbuat apa-apa selain menurut saja.


"Benarkah? Tapi kalau memang benar begitu,aku akan merasa sangat bersyukur dan berterima kasih padamu karena kamu telah membuka kedua mataku dan mengambil barang terbuang yang memang seharusnya tidak aku inginkan lagi" jawab Ellin dengan berusaha tetap tenang, walaupun ia malah semakin merasa jijik pada sepasang manusia tidak tahu diri ini tapi sebenarnya rasa sakit yang ada hatinya sudah berangsur-angsur kering.

__ADS_1


Padahal dirinya adalah korban disini tapi kedua orang tersebut malah begitu bertebal muka dengan menyuruhnya untuk mintak maaf dan berdebat hal-hal yang tidak penting dengannya sedari tadi.


__ADS_2