
Pria muda tersebut terus melangkah semampunya,apa lagi saat ia bisa melihat jelas kalau tidak jauh dari arah depannya ada jalanan yang lumayan besar, karena ternyata hutan kecil tersebut memang terletak diantara 2 jalur jalanan yang sepi.
10 menit kemudian...
"Bos,pria itu ada disana..." ucap salah satu dari mereka yang masih sibuk mencari pria muda tersebut,sedari tadi.
"Dimana?" tanya sang ketua dengan nada cepatnya sambil mengalihkan pandangannya kearah tunjuķan anak buahnnya.
"Cih,masih saja berniat ingin melarikan diri dariku,aku tidak akan membiarkan kamu berhasil melarikan diri.Ayo,cepat tangkap dia, kita harus bisa menangkapnya hidup-hidup dan memberikannya pada Tuan Arian" perintah sang ketua dengan wajah sangarnya,sambil memerhatikan sesosok pria yang sedang sibuk melangkah selangkah demi selangkah diujung sana.
Walaupun agak gelap hingga tidak bisa melihat jelas wajahnya sang pria,tapi ia sangat yakin kalau pria tersebut pasti pria yang telah lama ia incar tadi,karena tidak mungkin akan ada orang lain selain pria itu disaat-saat seperti ini,apa lagi pria tersebut terlihat kesulitan untuk melangkah.
Sedangkan diujung sana...
"Shitt,,,aku sudah ketahuan oleh mereka.Apa yang harus aku lakukan sekarang?" sang pemuda tersebutpun mulai mengkhawatirkan keselamatan nyawannya saat ini,iapun terus berusaha berjalan hingga ketepi jalan sana dengan sisa tenaganya.
Jika ia sampai tertangkap oleh mereka,mungkin bukan hanya nyawanya saja yang dalam bahaya tapi Tuannya juga pasti akan direpotkan oleh dirinya sendiri nantinya.
Lihatlah,sedari tadi bahkan darah segarnya terus saja mengalir dari dahi dan sebelah tangannya yang masih dipenuhi oleh pecahan-pecahan kaca tersebut,karena ia baru sempat mencabut beberapa pecahan kaca saja.
Beberapa detik kemudian,sepertinya keberuntungan berpihak padanya malam ini...
__ADS_1
Hingga ekspresi khawatir diwajah tampan pucatnya tadi mulai berubah menjadi sebuah harapan,saat ia melihat ada silauan cahaya mobil dari depan sana yang sedang melaju kearahnya saat ini,lebih tepatnya ada mobil merah yang akan melewati jalanan sepi tersebut.
Kemudian iapun berusaha melangkah lebih cepat lagi,sambil menahan rasa sakit yang semakin terasa saja,supaya ia bisa tepat waktu untuk menghentikan mobil yang tidak ia kenal tersebut.
Hingga...
"Ciiittttt,,," beberapa detik kemudian terdengar decitan ban mobil yang berhenti mendadak, mobil tersebutpun mau tidak mau terpaksa menghentikan mobil karena pria tersebut berdiri tepat dijalan yang akan ia lalui secara tiba-tiba.
"Hei,apakah kamu buta atau kamu mau mati,hah?" tanya pengemudi tersebut dengan nada dan wajah marah kesalnya,sambil membuka jendela mobilnya dan kepalanya juga sedikit mendongak keluar,untuk melihat jelas siapa pria yang telah berani menghadang mobilnya itu.
Dan ternyata pengemudi yang bersuara wanita tersebut adalah Ellia yang baru saja pulang dari rumah sakit,malam ini ia pulang terlalu malam karena banyak sekali pasien yang harus ia tangani hari ini.
Dan iapun memilih jalan sepi ini karena jalanan yang biasa ia lewati sedang mengalami kemacetan yang lumayan panjang,hingga membuat ia malas untuk menunggu dan lebih memilih jalanan sepi dilarut malam seperti ini.
"Hei,hei,apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Ellia dengan perasaan takut dibalik nada dan wajah kesalnya saat ia melihat pria tersebut yang malah berjalan kearahnya,ia bahkan tidak sempat menutup jendela mobilnya lagi,karena pria tersebut sudah berada dihadapan wajahnya dengan begitu cepat.
"Cepat bukakan pintu penumpangnya sekarang juga,jika tidak,kamu akan tahu akibatnya..." pria tersebut langsung memaksa Ellia untuk membuka pintu mobil dengan nada lemahnya tapi masih terdengar begitu tegas dan serius, ia berbicara sambil meletakkan pisau kecil miliknya tepat dileher mulusnya Ellia.
Elliapun merasa kaget dan takut sekaligus, hingga membuat dirinya langsung membuka pintu mobil dengan gerakan tidak berdayanya karena rasa takutnya tersebut.
Tapi walaupun ia merasa takut,ia juga sibuk memerhatikan penampilan kacaunya pria tersebut,hingga membuat dirinya juga merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi pada pria tersebut,kenapa penampilannya sang pria terlihat begitu memperihatinkan.
__ADS_1
"Bagus,wanita pintar" ucap pria tersebut dengan nada pelan dan wajah tanpa ekspresinya yang juga terlihat semakin pucat saja,lalu iapun segera melangkah kearah samping dan membuka pintu penumpangnya.
'Bagaimana?' Ellia bertanya didalam hatinya karena merasa khawatir dan sekaligus takut, sambil menghela napas lega dan juga menatap senang kearah beberapa bawahannya Willy yang sudah mendekat kearahnya.
Sedangkan pria tersebut,baru saja ia ingin masuk kedalam mobil,beberapa pria tegap dan berpakaian rapi dengan jas hitam yang sedang bertugas untuk menjaga Ellia itupun langsung menghentikan langkahnya pria tersebut,setelah mereka sudah berada didekat mobilnya Ellia saat ini.
"Siapa kamu? Beraninya kamu menganggu Nona Muda kami?" tanya salah satu dari bawahannya Willy dengan nada tingginya,sambil meletakkan sebelah tangannya diatas jendela mobilnya Ellia.
"Nona Muda?" tanya pria tersebut tanpa menjawab,lalu iapun mengalihkan tatapan menunduknya tadi kearah wanita yang telah berhasil ia buat takut tadi,barulah ia mengerti kalau ternyata mereka adalah bawahannya wanita ini.
"Pergilah dari hadapanku,jika kalian semua masih ingin hidup" lanjut pria tersebut dengan nada seriusnya sambil mendongakkan kepalanya dan menatap tajam kearah pria yang sedang bertanya padanya tersebut.
"Tu,Tuan..." bukan hanya pria yang bertanya itu saja yang merasa kaget tapi yang lainnya juga ikut merasa kaget,saat mereka baru saja bisa melihat jelas wajahnya pria penganggu tersebut.
Pria yang bertanya itu bahkan langsung menunduk hormat kearah pria yang ternyata adalah Mark,lalu diikuti oleh rekan-rekannya yang lain,mereka juga bertanya-tanya siapa yang telah berani melukai Tuan Mark.
"Tuan Mark,apa yang telah terjadi pada Tuan, kenapa tubuhmu penuh luka seperti ini?" bawahannya Willypun langsung bertanya dengan nada penasaran dan wajah bingungnya saat ia sudah melihat jelas penampilannya Mark yang berhiaskan darah mengalir tersebut,begitu juga yang lainnya.
"Siapa kalian?" tanya Mark dengan nada bingungnya sambil menyeka beberapa tetes darah yang masih mengalir dikeningnya sedari tadi,iapun semakin menajamkan penglihatannya.
Tapi sayangnya ia tidak bisa mengenal satupun dari mereka semua,apa lagi dengan penerangan cahaya yang kurang dilarut malam yang seperti ini.
__ADS_1
Ditambah lagi dengan kepalanya yang semakin lama terasa semakin pusing dan berat saja, mungkin saja,karena dirinya yang terus mengeluarkan darah sedari tadi.
"Kami orangnya Tuan Willy,Tuan" jawab salah satu bawahannya Willy yang tadi,sambil memerhatikan luka disepanjang lengan sebelahnya Mark.