Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.29


__ADS_3

Willy yang memang malas berdebat dan mencari masalah yang tidak perlu,iapun langsung mengambil KTPnya dan berjalan masuk kedalam tanpa berkata apapun lagi.


Baru saja ia berjalan masuk beberapa langkah, sudah terdengar suara musik yang bergema dari dalam Club malam tersebut dan disertai dengan suara-suara berisik dan juga senangnya orang-orang yang ada didalam sana yang terus saja saling bersahutan.


Tapi Willy sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut,jadi ia tidak merasa keberatan atau terganggu sedikitpun,karena yang namanya Club malam,memang begitulah adanya.


Dan orang-orang yang pergi ke Club malam,jika tidak pergi untuk minum-minum,sudah dipastikan untuk menari dan sebagainya,yang pastinya untuk menyenangkan dirì mereka masing-masing.


"Ternyata tidak buruk juga..." gumam Willy dengan nada pelannya sambil terus berjalan kearah meja bar sana,lalu ia duduk dengan gerakan santainya dan juga memesan minuman yang ia inginkan.


Willy terus menyesap pelan alkohol pilihannya itu sedikit demi sedikit,sambil terus memerhatikan keadaan disekitarnya,mana tahu saja ada mangsa yang akan ia dapatkan nanti.


15 menit kemudian...


Wajahnya Willy yang memang masih terlihat begitu tampan diusia 36 tahunnya tahun ini,hingga berhasil menarik perhatian banyak pasang mata,terutama para wanita yang ada disana.


Willy masih sibuk dengan minumannya,malam ini ia memilih minuman bir untuk ia nikmati, sesapan demi sesapan dan disertai tatapan tajamnya,hingga...


"Hai,tampan..." terdengar suara manjanya seorang wanita muda yang sekitar berumur 20 an,ia memanggil Willy sambil duduk disampingnya Willy tanpa mintak izin.

__ADS_1


Sedari Willy berjalan masuk tadi,ia sudah memerhatikan pria tampan yang membuatnya terpesona ini,hingga ekspresi senyum senang terus saja terhias diwajah cantiknya.


"Tampan,kalau boleh aku tahu,siapa namamu?" tanya wanita muda tersebut dengan nada tidak sabarannya dan penasarannya,saat ia melihat pria tampan yang ada disampingnya ini malah hanya diam saja,bahkan terlihat tidak berniat ingin menatap dirinya.


Willy yang tadinya masih sibuk menikmati minumannya itupun menolehkan kepalanya kesamping dengan gerakan perlahan-lahan,tapi kedua matanya malah terlebih dahulu menangkap sesosok wanita yang ia kenal diujung meja bar yang melingkar dan sepanjang sekitar 4 meter itu.


"Tampan,apakah kamu sedang membutuhkan teman bicara,hm? Jika iya,aku akan dengan senang hati menemanimu" lanjut wanita muda tersebut yang mengganti topik bicaranya,sambil menyentuk pelan pundak kokohnya pria tampan tersebut.


Wajah tersenyum senangnya tadi bahkan semakin bersinar terang saat ia melihat wajahnya pria yang ia incar ini lebih jelas lagi,ternyata malah lebih tampan dari perkiraannya tadi saat ia hanya menatap dari arah belakang punggungnya saja.


"Tampan,aku bahkan juga bisa menemanimu hingga sepanjang malam sambil menunjukkan keahlianku diatas ranjang.Bagaimana menurutmu? Kamu tenang saja,aku adalah salah satu wanita yang sangat berpengalaman disini,jadi kamu tidak perlu meragukan diriku sama sekali" wanita muda dan cantik tersebut langsung menawarkan diri dengan nada manjanya sambil terus meraba-raba pelan kedua pundak kokohnya Willy,rasanya ia sudah tidak sabar untuk bermain diatas ranjang bersama pria tampan yang sedari tadi telah ia tatap dan incar ini.


Suasana hatinya yang telah mulai membaik tadi malah menjadi buruk karena kemunculan wanita yang ia kenal tersebut,gairah lelakinya yang mulai menyebar tadipun juga langsung menguap begitu saja.


Padahal wanita penghibur ini lumayan sempurna,langsing,sexy,putih mulus,tinggi,dan wajahnya juga tidak kalah cantik.


Memang sudah termasuk tipe-tipe wanita pemuas nafsunya seperti sebelum-sebelumnya, tapi sayangnya wanita yang ada diujung bar itu telah berhasil merusak segalanya dan jadinya ada hal yang harus ia perhatikan terlebih dahulu pada saat ini.


"Tampan,jika kamu tidak percaya,kita boleh mencobanya terlebih dahulu.Aku yakin,kamu pasti akan ketagihan setelahnya" wanita muda yang memang berprofesi sebagai wanita penghibur atau yang selalu dinamakan penggoda tersebutpun memberanikan diri untuk membujuk,ia tidak mungkin akan melepaskan kesempatan untuk memeluk pria setampan ini begitu saja.

__ADS_1


Walaupun sebenarnya tatapan tajamnya pria tersebut berhasil membuat kedua belah pundak dan tengkuk lehernya mulai merinding saat ini, tapi ia masih merasa begitu percaya diri,terlihat jelas diwajah cantiknya itu.


"Menyingkir dari hadapanku sekarang juga,atau kamu memang menginginkan ini?" tanya Willy dengan nada kesal dan wajah marahnya sambil menyingkapkan sedikit ujung kaosnya,hingga menampakkan pistol miliknya yang memang selalu ia simpan dipinggangnya itu.


"Ba,baik,Tuan,aku akan segera pergi. Ma,maafkan aku karena telah menganggu waktumu,Tuan" wanita penghibur itupun langsung berdiri ketakutan dengan ekspresi gugup pucat diwajah cantiknya saat ia melihat pistol yang bertengger rapi tersebut,lalu ia segera berjalan pergi dari hadapannya Willy setelah ia sudah selesai bicara.


Ia sebenarnya merasa begitu tidak rela dan agak kesal karena belum pernah ada satupun pria yang mampu menolak pesonanya ini,dan baru pria tampan ini yang berani bersikap seperti ini terhadapnya,tapi sayangnya ketakutan pada dirinya lebih besar dari pada rasa kesalnya tersebut.


Sedangkan yang lainnya,mereka semua hanya kebanyakan menatap bingung saja. Kecuali,orang-orang yang berjarak dekat dengan Willy,yang telah melihat jelas apa yang sedang terjadi barusan.


Wajah mereka bahkan juga ikut-ikutan berubah menjadi gugup dan takut hingga segera menjaga jarak dari Willy karena takut akan menjadi korban selanjutnya,apa lagi jika sampai menjadi korban pembunuhan,mereka tidak akan menginginkan hal itu terjadi.


Sedangkan Willy,ia kembali keposisi duduk santainya tadi,hanya saja tatapan kedua matanya menatap penuh keheranan,penasaran dan juga kekesalan kearah wanita yang ia kenal tersebut.


'Kenapa wanita id*ot itu bisa sampai berada disini?" tanya Willy didalam hatinya dengan perasaan kesalnya,sepertinya wanita itu tidak ada trauma-traumanya,padahal tadi pagi baru saja diculik.


'Apakah Hendri tidak terlalu bebas terhadap putrinya itu? Apakah dia tidak takut kalau putrinya itu akan berada dalam bahaya lagi, kenapa masih saja berani membiarkan putrinya keluyuran dilarut malam seperti ini?" ternyata yang tidak sengaja ia lihat tadi,itu adalah Ellin,putri bungsunya Hendri sahabatnya.


"Benar-benar" lagi-lagi Willy hanya mampu bergumam pelan saat ia melihat dari tempat duduknya,Ellin yang terlihat terus tersenyum senang dan duduk bersama teman-temannya disana,lalu ia menatap sebentar kearah jam tangannya yang ternyata sudah jam 12 malam lewat.

__ADS_1


__ADS_2