Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab. 20


__ADS_3

Ia merasa tidak percaya kalau ternyata Tuannya malah tega menjadikan Nona Muda Ellin sebagai umpan untuk mendapatkan pelaku yang sebenarnya, padahal Nona Muda Ellin adalah putri dari sahabat baiknya walaupun hanya putri angkat tapi ia sangat yakin kalau kasih sayangnya Tuan Hendri terhadap Ellin setara dengan miliknya Tuan Muda Hery.


Inilah hal yang telah membuat dirinya tiba-tiba menjadi error sedari tadi,karena biasanya yang ia kerjakan tidak pernah menyangkut tentang wanita atau bahkan tentang anak Tuannya.


Karena Tuannya tidak memiliki siapapun yang akan disayangi disisi Tuannya selama ia berkerja bersama Tuannya,dirinya juga begitu,jadi merekapun berkerja dengan begitu nyaman,tidak memiliki beban, cepat dan tentu saja dengan kejam tidak kenal ampun,karena mereka tidak perlu memperdulikan keselamatan orang-orang tersayang dalam mengerjakan perkerjaan berbahayanya mereka tersebut.


Dan setahunya,Tuannya tidak pernah mengerjakan perkerjaannya dengan sesabar ini karena Tuannya akan selalu menyelesaikan perkerjaannya dengan menggunakan cara tercepatnya.


Tapi yang sedang ia khawatirkan,sekarang yang mereka jaga adalah putri-putri dari Tuan Besar Hendri,ia sangat mengenal Tuan Hendri karena dirinya telah lama mengikuti Willy,jadi ia sangat tahu betapa pentingnya Tuan Hendri bagi Tuannya,apa lagi keluarganya Tuan Hendri.

__ADS_1


Tapi apa yang ia lihat sekarang,malah membuat dirinya menjadi heran,bingung,dan sekaligus khawatir...


"Tidak perlu merasa khawatir,kita pasti sudah menghabiskan mereka semua sebelum mereka sempat melukai Ellin nanti" ucap Willy dengan nada malasnya,saat ia bisa menebak apa isi pikirannya Bern saat ini.


"Baik,Tuan" jawab Bern dengan cepat sambil menghela napas lega,sepertinya Tuannya telah mempersiapkan diri untuk hal ini sedari beberapa hari yang lalu tanpa ia sadari.


"Apa lagi dengan bantuan dan keahlian bela dirinya seseorang diantara ke 5 mata-matanya mereka tadi,aku yakin kalau Ellin pasti tidak akan terluka sedikitpun" ucap Willy sambil tersenyum didalam hatinya saat ia teringat dengan seorang wanita cantik bawahannya yang ia perintahkan untuk membantunya tadi malam,sekarang bawahannya itu pasti sudah ada diantara ke 5 mata-mata tersebut bersama 1 rekan prianya lagi.


"Siapa yang sedang Tuan maksud?" tanya Bern dengan nada bingung dan wajah penasarannya, tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalan depan sana.

__ADS_1


"Kamu juga akan tahu nanti" jawab Willy dengan nada santainya.


Sedangkan Bern,ia hanya diam saja karena sibuk memikirkan siapa seseorang yang sedang dimaksudkan Tuannya itu,karena yang ia tahu hanya seorang rekan prianya saja yang berada diantara ke 5 orang tersebut.


Tapi setidaknya perkataan Tuannya barusan berhasil sedikit mengurangkan rasa khawatirnya,apa lagi jika Tuannya sudah berkata seperti itu,sudah dipastikan kalau hasil dari perkataan Tuannya nanti pasti hampir tidak pernah meleset.


1 jam kemudian...


Terlihat mobil van yang berwarna hitam,yang berbelok kearah gang kecil yang begitu sepi,dan terus melaju tanpa mencurigai kalau ada yang telah mengikuti mereka dari belakang sana sedari tadi.

__ADS_1


"Tuan,sepertinya ini adalah sarangnya dalang dari semua ini" gumam Bern dengan nada pelannya,sambil menghentikan mobil dan memerhatikan sebuah bangunan berbeton yang berukuran 5 ruko tersebut.


__ADS_2